Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
82.Latih Tanding Ilmu Pedang


__ADS_3

"Mungkin 5 hari dari sekarang,oh yah... Apa kamu tahu tempat latihan di kerajaan ini"ucap Liu Wen yang ingin melatih fisiknya.


"Ikut aku kak aku telah di berikan tempat latihan pribadi khusus untuk kita berdua dari Yun Ying"ucap Jia Li yang kemudian pergi berjalan ke suatu tempat dengan perasaan bersemangat, perasaan takut nya kepada Liu Wen tiba-tiba hilang entah itu karena apa.


Jia Li dan Liu Wen kemudian berjalan ke arah tempat yang dimana terdapat sebuah bangunan yang ukurannya cukup besar yang tidak di huni oleh siapapun,Jia Li masuk dengan santai kedalam bangunan tersebut.


Di dalam bangunan tersebut Jia Li dan Liu Wen melihat debu yang menyelimuti segala sesuatu yang berada di bangunan tersebut.


Jia Li kemudian berjalan ke arah meja yang berada di ruangan bangunan tersebut,ia menekan sebuah tombol di bawah meja yang sepertinya merupakan kunci untuk membuka pintu rahasia yang memiliki fungsi otomatis.


Setelah Jia Li menekan tombol di bawah meja sebuah gerakan dari bawah lantai, terlihat tangga menuju ke bawah yang muncul dari bergesernya lantai ke samping.


"Wow keren! Nostalgia sekali "ucap Liu Wen dengan kagum.


"Benarkah ini jalannnya Li'er ?apa kita tidak salah jalan aku takut ternyata ini adalah tempat rahasia milik kerajaan laut"ucap Liu Wen yang khawatir.


"Benar aku sangatlah yakin ,kakak tenang saja memang ini jalannya karena tempat latihan yang di berikan oleh saudari Yun Ying sangat rahasia yang hanya keluarga kerajaan yang tahu"ucap Jia Li dengan yakin untuk menghilangkan rasa khawatirnya Liu Wen.


"Sebelumnya Saudari Yun Ying menunjukkannya dengan hanya aku dan dia sehingga tidak ada yang tahu selain kita berdua untuk kenapa tempat latihan ini rahasia karena disana sering di gunakan untuk perkumpulan keluarga kerajaan secara rahasia"ucap Jia Li yang memberi penjelasan yang di berikan oleh Yun Ying sebelumnya.


"Lah... Jika begitu untuk apa para anggota keluarga kerajaan berkumpul secara rahasia tetapi yang membuat aku lebih penasaran bukankah mereka tidak perlu melakukan pertemuan rahasia jika hanya mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan kerajaan"ucap Liu Wen dengan bingung.


"Benar juga yah... Kak dengan ucapanmu tetapi itu bukanlah urusan kita ,itu adalah urusan para penghuni kerajaan laut sedangkan kita hanya orang luar"ucap Jia Li yang mengabaikan tentang yang di bingungkan oleh Liu Wen.


"Yah... Benar ucapanmu Li'er tetapi kan aku hanya penasaran ,aku juga harus memikirkan jalan lain jika ada hal yang tidak di inginkan"ucap Liu Wen dengan memegang dagunya yang seperti memikirkan sesuatu.


"Biar kakak saja deh yang memikirkan itu aku hanya putri kecil yang manis"ucap Jia Li yang bersikap manja.


"Terserah padamu"ucap Liu Wen yang mengabaikan perkataan Jia Li.

__ADS_1


"Huh... Kakak bodoh"ucap Jia Li mendengus dengan kesal.


Liu Wen dan Jia Li kemudian menuruni tangga yang menuju ke bawah tersebut,mereka berjalan hingga beberapa menit mereka sampailah di sebuah jalan yang hanya lurus dan hanya diterangi oleh api obor


Liu Wen dan Jia Li melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan lurus hingga mereka sampai di ruangan yang sangat luas,disana hanya diterangi oleh api obor yang menerangi dari jalan lurus sebelumnya hingga sampai di seluruh ruangan luas tersebut.


"Disinikah tempatnya Li'er"ucap Liu Wen bertanya.


"Benar kak inilah tempat nya"ucap Jia Li membenarkan ucap Liu Wen sebelumnya.


"Sekarang kita akan mulai dari mana"ucap Liu Wen berpikir.


"Ayo kak kita latihan seperti biasanya dengan latih tanding ilmu pedang"ucap Jia Li dengan semangat.


"Begitu.. kalau begitu ayo.."ucap Liu Wen yang mengeluarkan dua pedang kayu yang memiliki berat 1000 kg.


"Mulai"ucap Jia Li yang kemudian ia melesat ke arah Liu Wen dengan sangat cepat.


Sebenarnya buat Jia Li pedang yang di berikan oleh Liu Wen adalah termasuk cukup berat untuk Jia Li tetapi karena Liu Wen juga menggunakan pedang yang sama ia berpikir gerakan Liu Wen tidak akan cepat karena Jia Li juga menurun kecepatan nya karena berat dari pedang tersebut.


Walau Jia Li memiliki fisik naga ia tetap seorang gadis yang membutuhkan membiasakan diri dengan kekuatan itu oleh karena itu jika ia terlalu banyak melakukan serangan dengan fisik naga maka ia juga akan merasakan kelelahan dengan cepat.


"Menarik kalau begitu aku tidak perlu menahan diri"ucap Liu Wen yang kemudian juga melesat ke arah Jia Li dengan kecepatan yang tinggi.


Trang...


Dentingan pedang kayu yang berat terdengar beradu dengan sangat kuat,hembusan angin yang kuat terbentuk dari dentingan pedang kayu tersebut.


Crt...

__ADS_1


Kedua pedang kayu saling menahan dengan sangat kuat,hingga Jia Li mengambil tindakan memutar tubuhnya ke samping sambil memposisikan pedangnya yang masih menghunus ke arah Liu Wen.


Liu Wen memperkuat pegangan pedangnya untuk menahan serangan memutar pedang dari Jia Li.


"Sangat cepat"ucap dalam hati Jia Li terkejut.


Liu Wen termundur dua langkah dari serangan milik Jia Li karena pijakannya yang belum terlalu kuat, karena Jia Li masih belum dapat sepenuhnya mengontrol fisik naganya sehingga kekuatan yang di keluarkan akan melebihi apa yang sebenarnya dia ingin keluarkan.


"Aduh duh duh... Benar-benar tidak menahan diri "ucap Liu Wen dengan tersenyum.


"Sekarang giliran ku Li'er"ucap Liu Wen yang kemudian melesat ke arah Jia Li dengan kecepatan yang luar bisa sambil mengayunkan pedangnya miring.


Liu Wen menargetkan serangan dari pundak kanan menuju ke pinggang kiri,Jia Li yang merasa insting bahayanya aktif ia segera melompat mundur beberapa langkah ke belakang.


"Ini semakin menyenangkan kak"ucap Jia Li yang mengayunkan pedangnya ke arah Liu Wen tetapi kembali tertangkis oleh serangan Liu Wen kembali.


Serangan demi serangan di lakukan oleh Jia Li dan Liu Wen yang membuat ruangan tersebut terdengar banyak dentingan pedang kayu yang keras.


Suara dentingan tersebut terjadi berkali-kali hingga pada akhirnya terdengar suara pedang kayu yang hancur.


Pedang milik Jia Li hancur karena tidak kuat menahan serangan Liu Wen yang bertubi-tubi dan juga tidak kuasa menahan kuatnya pegangan tangan Jia Li yang membuat pedang kayu tersebut sedikit demi sedikit menjadi rapuh.


"Yah aku kalah"ucap Jia Li dengan sedih.


"Hahaha... Terlalu cepat kamu untuk mengalahkan aku "ucap Liu Wen dengan bangga.


"Apa benar tadi hanya menggunakan kekuatan fisik kenapa kamu dapat menahan kekuatan pedang kayu tanpa membuat pedang kayu tersebut retak"ucap Jia Li dengan curiga kepada Liu Wen.


"Kau saja kurang latihan menggunakan fisikmu padahal jika kau tahu bahwa kekuatan fisik naga merupakan kekuatan yang cukup kuat untuk menghabisi seorang kultivator dengan tingkat Dunia kuning"ucap Liu Wen yang memberi tahu rahasia fisik naga.

__ADS_1


__ADS_2