
Mereka berdua saling bertatapan cukup lama hingga terdengar suara ketukan meja yang menyadarkan mereka berdua.
"Huh apakah kalian jika berdebat harus dengan pikiran dan juga apa kalian melupakan keberadaan kami"ucap Liu Wen yang mengeluh dalam hati.
Liu Wen mengetuk meja agar Jia Li dan Huang Zhu tersadar dari saling tatap mereka dalam diam.
Setelah Jia Li tersadar dengan cepat ia segera duduk di kursi ruang makan itu sedangkan Huang Zhu malah membalikkan wajahnya karena takut melihat wajah Liu Wen yang tersenyum.
"apakah kalian berdua telah kembali tenang"ucap Liu Wen dengan tersenyum.
Senyuman Liu Wen dimata Huang Zhu terlihat seperti predator yang menatap mangsanya dengan tajam.
"Hahaha... su...dah ayah"ucap Huang Zhu dengan tawa canggung dan berkata dengan tergagap.
Jia Li hanya menggagukkan kepalanya bersamaan dengan perkataan Huang Zhu sebelumnya.
"Karena kalian berdua sudah kembali tenang,maka ada hal yang ingin ku bicarakan dengan kalian apakah bisa"ucap Liu Wen sambil menatap Jia Li dan Huang Zhu dengan tajam.
Liu Wen sebelumnya bertanya ketika Jia Li dan Huang Zhu telah kembali tenang.
"tentu saja apa yang ayah ingin katakan"ucap Jia Li dengan penasaran.
"Benar ayah silahkan saja ucapkan apa yang ayah ingin katakan"ucap Huang Zhu membenarkan perkataan Jia Li.
__ADS_1
"Yah... aku hanya ingin bilang bahwa aku telah menentukan seseorang sebagai pelayan( penjaga) kalian masing-masing"ucap Liu Wen yang berbicara terus terang.
"Kenapa ayah! apakah aku masih terlalu lemah hingga ayah telah memilih seseorang sebagai penjaga setiap dari kami "ucap Huang Zhu dengan sedih dan kecewa.
"Bukan aku menganggapmu lemah tapi jika kau pikir begitu maka itu tidak salah dan juga apa salahnya jika ada yang menjaga punggung mu bukankah itu hal yang baik jika ada yang menjaga punggungmu dan juga bisa sebagai pelayan atau teman ketika kamu sendirian"ucap Liu Wen membuat alasan agar kedua putrinya tidak menolak.
"Benar juga apa yang dikatakan ayah karena memang jika aku tidak dapat menjaga punggungku karena musuh memiliki kekuatan yang sama atau lebih tinggi maka aku dapat mengandalkan pelayanku(penjaga) aku juga tidak dapat menyebut diri sendiri kuat ketika menemui musuh yang kuat"batin Huang Zhu.
"Tapi ayah kapan rencana kita akan membalas kan dendam kepada para iblis sialan itu! butuh waktu berapa lama untuk mengumpulkan kekuatan agar dapat membalas kan dendam kita kepada para iblis"ucap Jia Li mengabaikan perkataan Liu Wen sebelumnya tentang pelayan yang akan di pilih untuk setiap putrinya.
""Hmmm... Kamu bertanya di waktu yang tepat karena aku tidak ingin menyembunyikan ini"ucap Liu Wen berterus-terang.
"Apa ayah sudah mempersiapkannya hal-hal yang dibutuhkan untuk membalas kan dendam kita kepada para iblis"ucap Huang Zhu bertanya .
"sebenarnya untuk saat ini aku hanya dapat mempersiapkan hal-hal yang dasar saja ,seperti mengumpulkan pasukan, senjata dan kebutuhan dasar yang lain"ucap Liu Wen memberikan informasi tentang persiapan nya saat ini untuk membalaskan dendam.
"Maaf mengecewakan tapi karena sekarang kita berada di dunia bawah sehingga kekuatan pasukan yang kita miliki sekarang hanya beberapa persen daripada pasukan kehidupan yang sebelumnya"ucap Liu Wen menjawab dengan nada yang membuat kecewa kedua putrinya.
"Hah... sepertinya memang butuh waktu yang lama untuk membalaskan dendam kepada para iblis "ucap Huang Zhu dengan nada sedih.
"Tapi itu bukan masalah karena kita masih memiliki waktu yang lama untuk membalaskan dendam"ucap Liu Wen memberi harapan.
"Benar adik Zhu kamu tidak perlu terburu-buru untuk membalaskan dendam ,kamu juga belum pada kekuatan penuh seperti di kehidupan yang dulu kan , bersamaan dengan kita mengumpulkan kekuatan hingga maksimal ,kita juga bisa meningkatkan kekuatan ke tingkat yang belum pernah kita miliki serta kita dapat melatih fisik kita yang tidak pernah kita latih di kehidupan sebelumnya ke tingkat tertinggi sehingga kita memiliki kekuatan ekstra untuk melawan para iblis"ucap Jia Li memberi harapan lanjutan untuk memberikan semangat pada dirinya,Huang Zhu dan ayah nya.
__ADS_1
"Benar ucapan Li'er kekuatan yang cari dengan terburu-buru tidak akan menghasilkan apapun hanya kerugian yang akan terlihat, serta kekuatan membutuhkan sebuah pondasi dan sebuah pondasi kekuatan adalah pilar yang terpenting dalam hal kekuatan di dunia ini, oleh karena itu kita harus mencari pondasi kekuatan terlebih dahulu untuk mendapatkan kekuatan yang luar biasa dan memperkokoh nya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan"ucap Liu Wen memberikan informasi terpenting dalam mencari kekuatan.
"Baiklah! mulai besok aku akan berlatih meningkatkan kekuatan serta pondasi ku ke tingkat yang lebih tinggi dari kekuatan ku yang sekarang dan yang dulu"ucap Huang Zhu dengan bersemangat.
"Adik Zhu tenang saja Aku akan menemanimu untuk meningkatkan kekuatan dengan pelatihan bersama"ucap Jia Li menawarkan dirinya untuk melakukan latihan bersama yang mungkin dapat meningkatkan kekuatan dua kali lipat dengan sebuah teknik khusus.
"Tidak kak! itu terlalu menyakitkan kak untuk melakukan latihan tersebut"ucap Huang Zhu yang paham maksud dari Jia Li pelatihan bersama.
"Apa hanya itu tekatmu! sungguh mengecewakan ingin membalaskan dendam tetapi tidak ingin menghadapi hal-hal yang menyakitkan yang merupakan rintangan dalam pelatihan untuk meningkatkan kekuatan"ucap Jia Li memprovokasi sambil menantang mental dari Huang Zhu.
"Apa kau bilang!!"teriak marah Huang Zhu mendengar perkataan Jia Li.
"Baiklah baiklah... kalau begitu ayo tidak perlu basa-basi disini kita buktikan bahwa tekad ku tidak hanya sebatas ini"ucap Huang Zhu yang terpancing provokasi Jia Li.
"Ok"ucap Jia Li yang tersenyum licik.
Liu Wen hanya dapat tersenyum melihat tingkah Jia Li yang memprovokasi Huang Zhu.
"Belajar dari mana dia cara memprovokasi seseorang"pikir Liu Wen sambil menghela nafas.
Jia Li dan Huang Zhu dengan cepat berlari kearah halaman belakang rumah Huang Zhu,mereka pergi begitu saja tanpa meninggalkan sepatah kata pun kepada Liu Wen yang membuat ia hanya dapat menghela nafas.
"Xiong Yu maaf yah... karena mereka sedikit kurang sopan"ucap Liu Wen yang meminta maaf.
__ADS_1
"Tuan tidak perlu khawatir wajar jika bersikap acuh kepada orang yang baru dikenal aku pun masih belum berkenalan dengan mereka"ucap Xiong Yu memaklumi sikap Jia Li dan Huang Zhu.
Liu Wen meminta maaf karena dari ia datang bersama Xiong Yu ke ruang makan Xiong Yu diacuhkan hanya saat ia baru sampai di rumah Xiong Yu disambut oleh Huang Zhu.