
Ditengah-tengah mereka yang memakan makanan yang tersedia di meja muncullah Xiao Li yang langsung membungkuk hormat di samping Liu Wen.
"Salam Yang Mulia maaf kan saya karena terlambat datang menemui anda"ucap Xiao Li dengan hormat.
"Ah kau sudah datang Xiao Li kuperintahkan dirimu untuk menyiapkan beberapa kediaman untuk mereka berempat dan kediaman yang harus berukuran hampir sama dengan milikku"ucap Liu Wen.
"Maaf Yang Mulia bila saya lancang tetapi kediaman yang anda ingin kan masih tidak ada hanya ada dua yang ukurannya besar yaitu kediaman anda dan putri"ucap Xiao Li.
"Begitukah baiklah pokoknya yang cukup bagus buat mereka"ucap Liu Wen kepada Xiao Li.
"Baik tuan"ucap Xiao Li yang kemudian pergi untuk mengurus seperti apa yang di perintahkan oleh Liu Wen.
Kemudian Liu Wen karena merasa bersalah dengan Ke empat orang tersebut dia meminta maaf kepada mereka.
"Maaf yah aku tidak dapat memberikan kediaman yang bagus "ucap Liu Wen yang meminta maaf.
"Tidak jadi masalah tuan karena kami juga akan menjadi bawahan anda jadi kediaman yang secukupnya sudah sangat baik untuk kami"ucap Hua Yuntian dengan tulus.
"Baiklah kalau begitu ayo kita lanjutkan menikmati hidangan yang ada di meja, kita harus menghormati kekayaaan yang di berikan oleh alam"ucap Liu Wen tersenyum.
Mereka berenam tersebut memakan makanan mereka tanpa menyuarakan sepatah katapun,setelah setengah jam barulah mereka selesai bersamaan juga Xiao Li kembali untuk melaporkan bahwa perintah yang diperintahkan oleh Liu Wen telah selesai.
"Karena kalian seperti nya ingin istirahat biarkan Xiao Li yang mengantar kalian"ucap Liu Wen.
"Baik terimakasih tuan"ucap mereka serempak kemudian mengikuti Xiao Li.
"Kalau begitu tuan-tuan silahkan ikut saya"ucap Xiao Li yang akan memandu jalan.
"Baik"ucap Yun Ying,Hua Yuntian, Xi Yan dan Shen Lu.
"Sedangkan untuk mu Li'er ikut dengan ku"ucap Liu Wen yang menyuruh Jia Li untuk ikut dengan nya
"Ada apa kak hingga kamu menyuruhku untuk tetap disini"ucap Jia Li.
"Sebenarnya aku ingin membawamu untuk menemui seseorang"ucap Liu Wen kepada Jia Li.
"Siapa itu"ucap Jia Li penasaran.
__ADS_1
"Kau akan tahu nanti"ucap Liu Wen yang kemudian membuka gerbang dimensi menuju ke dunia segel.
Liu Wen menyuruh Jia Li untuk masuk bersamannya ke gerbang dunia segel yang di buat olehnya.
Di tempat mereka menginjakkan kaki terlihat hutan yang sangat lebat ,Liu Wen kemudian dengan cepat melesat ke arah desa malaikat hitam.
"Kak aku merasakan ada seseorang yang bermeditasi di sekitar sini"ucap Jia Li
"Oh benarkah"ucap Liu yang berakting seakan -akan ia tidak mengetahuinya.
"Ayo kesana kak"ucap Jia Li dengan bersemangat.
Sampai di tempat yang di rasakan oleh Jia Li ,ia dapat melihat seseorang wanita cantik sedang bermeditasi.
"Siapa dia?"ucap Jia Li.
"Ketemu yah..."ucap Liu Wen
"Apa ayah kenal dengan orang ini"ucap Jia Li penasaran.
"Justru aku yang membawa nya kesini mana mungkin aku tidak mengenalnya"ucap Liu Wen.
"Sebenarnya orang yang akan aku pertemukan dengan mu adalah seseorang yang kamu kenal di kehidupan sebelumnya sedangkan orang ini adalah orang yang akan menjadi pelindung mu"ucap Liu Wen menjelaskan .
"Pelindung?itu tidak perlu yah karena aku kuat"ucap Jia Li yang ingin menolak
"Tidak ada penolakan"ucap Liu Wen menghentikan penolakan dari Jia Li.
"Hah yah... Sudahlah"ucap Jia Li yang tidak ingin berdebat.
"Aku memilih dia karena dia memiliki tubuh yang istimewa"ucap Liu Wen.
"Tubuh istimewa kenapa kamu menemukan lagi tubuh istimewa ada berapa banyak tubuh istimewa yang berada di dunia bawah ini"ucap Jia Li yang dengan terkejut karena Liu Wen menemukan kembali tubuh istimewa.
"Jika begitu yah sudahlah sekarang ayo kita temui orang yang ingin kamu pertemukan dengan ku"ucap Jia Li yabg penasaran.
"Baiklah ayo"ucap Liu Wen yang melesat dengan cepat ke arah desa malaikat hitam yang diikuti oleh Jia Li.
__ADS_1
Saat sampai di desa Malaikat Hitam Liu Wen dan Jia Li dengan cepat disambut oleh Malaikat Hitam ketika mereka merasakan aura dari Liu Wen, mereka segera bergegas ke arah Liu Wen datang dan meninggalkan pekerjaan yang sedang mereka kerjakan.
"Selamat datang Yang Mulia,ada gerangan apa anda kemari"ucap ketua suku malaikat hitam membungkuk hormat dan berbicara dengan nada sopan kepada Liu Wen.
"Berdiri lah aku ingin mengatakan sesuatu"ucap Liu Wen meminta ketua suku malaikat hitam untuk berdiri
Ketua suku malaikat hitam kemudian berdiri , setelah di rasa ketua suku malaikat hitam telah berdiri dengan tenang ,Liu Wen barulah mulai mengatakan sesuatu kepada Ketua suku malaikat hitam.
"Bagaimana kabar tentang naga yabg aku bawa ke sini"ucap Liu Wen bertanya tentang kondisi naga hijau yabg sebelumnya Liu Wen bawa ke desa Malaikat Hitam.
"Dia sudah pulih 100% Yang Mulia tetapi akhir-akhir ini dia terlihat murung"ucap Ketua suku malaikat Hitam menjelaskan.
"Apa yang membuat nya murung apakah kamu tahu penyebabnya?"tanya Liu Wen dengan penasaran kepada orang yang berada di sekitarnya.
"Saya juga belum begitu mengerti tentang dia walau ia sering membantu dalam berbagai hal dan bersosialisasi tapi kami tetap tidak mengerti tentang apa yang ia pikirkan "ucap ketua suku malaikat hitam menjelaskan.
"Lebih kita tanyakan kepadanya langsung apa yang membuat nya murung akhir-akhir ini"ucap Liu Wen yang mengajak untuk oergi ke rumah naga hijau serta berniat untuk menemuinya.
Hanya sekali menghirup udara yang ada di sekitar nya Liu Wen dapat mengetahui dimana letak rumah Naga Hijau.
"Apakah naga ini yang ingin kamu pertemukan kepadaku ayah"ucap Jia Li bertanya kepada Liu Wen.
"Benar"Liu Wen kemudian berjalan ke arah rumah naga hijau yang diikuti oleh Jia Li dan Ketua suku malaikat hitam.
Sedangkan orang-orang suku malaikat hitam yang lainnya kembali ke pekerjaan dan kegiatan mereka sebelumnya.
Di depan pintu rumah naga hijau ketua suku malaikat hitam mengetuk pintu dqn berbicara dengan keras agar naga hijau dapat membukakan pintu.
"Tok... tok...."
"Nona apakah kau ada didalam!!"ucap ketua suku malaikat hitam dengan berteriak.
"Iya tunggu sebentar "ucap naga hijau yang kemudian keluar dari rumahnya dan membukakan pintu rumah.
Dengan terkejut ia melihat Liu Wen bersama dengan Jia Li tetapi terkejutannya tidak ia tunjukkan di mukanya,sehingga wajahnya hanya terlihat datar ketika melihat mereka berdua.
"Ayah!"batin Naga hijau.
__ADS_1
"Apa kabar? bagaimana keadaanmu?"ucap bertanya Liu Wen dengan tersenyum.