
Tetapi itu dengan mudah dihindari oleh Liu Wen dengan mudah, Liu Wen melesat terbang keatas sambil mempertahankan aura dingin yang keluar dari tubuh nya untuk menghindari serangan.
"Apa hanya ini sungguh mengecewakan"ucap Liu Wen yang dapat menghindari serangan dari Xi Yan walau itu sangat cepat.
"Ini belum selesai tuan"ucap Hua Yuntian yang auranya ditransformasikan menjadi seekor burung Phoenix api yang memiliki panas api yang mengerikan.
Phoenix api tersebut langsung melesat ke arah Liu Wen dengan kecepatan yang luar biasa sehingga menyebabkan Liu Wen terpukul mundur puluhan meter ketika terkena benturan serangan Phoenix tersebut.
Tubuh naga es milik Liu Wen mengeluarkan asap yang diakibatkan oleh benturan api Phoenix sebelumnya dengan tubuh naga es milik Liu Wen yang memiliki suhu yang cukup dingin.
"Menarik sekarang giliranku"ucap Liu Wen sambil memasang senyum di bibirnya.
Liu Wen lalu mengeluarkan nafas dinginnya ke arah Phoenix api itu dengan jumlah yang cukup besar.
Phoenix api tidak tinggal diam ketika merasa terancam nyawanya sehingga ia melawan balik ke arah serangan dingin milik Liu Wen.
Benturan antara panas dan dingin kembali terjadi yang menyebabkan area hutan tersebut menjadi hancur berantakan,tetapi itu terjadi tidak memakan waktu yang lama karena mengeluarkan energi sebesar itu akan sangat menguras energi.
Karena Liu Wen sedang menurunkan tingkatan kekuatannya maka dari itu ia hanya dapat mengeluarkan energi seperti di ia ditingkat dunia kuning.
Walau Liu Wen berada di dunia kuning tetapi jika lawannya memiliki tingkat alam langit yang berjumlah 4 maka ia akan tetap kewalahan,walau energi Liu Wen di tingkat dunia kuning seperti energi 10 kultivator tingkat alam langit yang disatukan.
"Huh..huh... Kita seperti melawan monster"ucap Hua Yuntian dengan nafas yang memburu karena penggunaan energi di jurus transformasi Phoenix sebelumnya.
"Kita sudahi saja latih tanding ini sepertinya sudah cukup"ucap Liu Wen menyudahi latih tanding yang ia lakukan bersama Xi Yan,Hua Yuntian dan Shen Lu.Liu Wen lalu berubah wujud menjadi manusia kembali.
"Bagaimana yah.... keadaannya Fang Yin yang disana "ucap Liu Wen sambil mengingat ingat senyuman manis yang dimiliki oleh Fang Yin yang sekarang masih ada di istananya.
"Sudahlah mungkin sebentar lagi aku akan pulang dan melihat nya kembali"ucap Liu Wen dalam hati.
__ADS_1
"Kalian istirahat sebentar disini setelah itu kita akan keluar dari sini dan pergi menemui adikku"ucap Liu Wen kepada Hua Yuntian,Xi Yan dan Shen Lu.
"Baik"ucap mereka bertiga.
Setelah 1 jam mereka istirahat Liu Wen dan yang lainnya kemudian keluar dari dunia segel dan langsung menuju ke arah istana kerajaan laut.
Di gerbang istana sudah ada 2 penjaga yang menjaga, mereka adalah orang-orang yang berasal dari klan Yun.
"Selamat siang tuan ada gerangan apa anda datang ke istana ini"ucap salah satu penjaga gerbang tersebut.
"Apakah aku boleh masuk ke dalam"ucap Liu Wen bertanya.
"Tentu tuan"ucap penjaga gerbang tersebut dengan tersenyum.
Sebelumnya kedua penjaga gerbang itu telah diberitahu oleh Yun Ying jika Liu Wen dan yang lainnya ingin memasuki istana maka mereka dapat langsung dipersilahkan untuk memasuki istana.
"Oh... Yah... Ambil ini"ucap Liu Wen yang meleparkan beberapa botol arak.
" Bersenang-senanglah dengan teman-teman mu"ucap Liu Wen lagi yang memberikan sebuah arak yang berasal dari goa tempat pelatihan nya dulu.
Arak tersebut memiliki efek yang dapat membuat jiwa tenang dan mentabilkan kekuatan,arak tersebut sering disebut dengan arak Melati Jiwa,disebut ini karena arak tersebut terkandung aroma bunga melati serta dalam proses pembuatan nya arak ini diproses dengan kekuatan jiwa.
"Terima kasih tuan"ucap penjaga gerbang dengan menangkap 2 botol arak yang diberikan oleh Liu Wen.
Liu Wen lalu menggunakan kekuatan jiwanya untuk mencari Jia Li ,ia tidak menggunakan telepati karena malas dengan teriakan serta kata-kata Jia Li yang tidak ada habisnya ketika telah marah ,sehingga ketika ia ingin menggunakan telepati ia mengurungkan niatnya.
Mereka berempat berjalan selama 15 hingga terlihat sebuah taman yang indah yang berada 100 meter di depan dari lokasi mereka.
"Dimana ya... kita sekarang"ucap Xi Yan sambil menoleh ke kanan dan kiri.
__ADS_1
"Sepertinya kita sekarang berada di dekat kediaman pribadi seseorang"ucap Liu Wen yang memahami sedikit lokasinya.
Liu Wen tidak menggunakan energi alam untuk melihat sekitar karena ia merasa takut dengan aktivitas Jia Li yang kemungkinan dekat dari sana, jika ia ketahuan mengetahui maka ia akan menerima akibatnya.
Liu Wen bukan takut karena kultivasi tetapi jika Jia Li sudah marah ia akan mengucapkan kata-kata yang sepertinya tidak akan berhenti,hingga menyebabkan telinga Liu Wen terasa panas padahal dirinya adalah kultivator yang memiliki ketahanan serangan tetapi dihadapan Jia Li rasanya itu ternetralkan.
Liu Wen lalu mengeluarkan api dari telapak tangannya yang lalu ia lemparkan ke atas langit ,api yang melesat diatas langit itu berubah menjadi sebuah bunga mawar yang terbang diatas langit yang memancarkan keindahan.
"Kakak sudah datang saudari Yun Ying"ucap Jia Li kepada Yun Ying ketika ia melihat tanda dari Liu Wen yang berupa mawar api yang berada di atas langit.
"Indah.."gumam Yun Ying ketika melihat bunga mawar api yang terbang di atas langit.
"Hei saudari apa kau dengar"ucap Jia Li yang membuyarkan lamunan Yun Ying.
"Ah... Yah... Maaf "ucap Yun Ying dengan terbata-bata.
"Kenapa kau tiba-tiba terbata-bata seperti ini"ucap Jia Li kepada Yun Ying.
"Itu sungguh indah jadi aku terlalu fokus melihat nya jadi tidak menyadari kau mengatakan sesuatu heheheh..."ucap Yun Ying
"Sudahlah itu adalah tanda kakak bahwa ia telah kemari tetapi karena ia tidak ingin mengganguku maka ia menggunakan cara seperti itu"ucap Jia Li sambil menunjuk ke arah bunga api yang berada di atas langit.
"Kenapa harus dengan cara yang begitu wow, bukan kah dengan cara biasa seperti menanyakannya ke pelayan itu juga bisa"ucap Yun Ying yang heran.
"Benar juga ucapanmu,kenapa kakak tidak memikirkan nya ya...."ucap Jia Li bingung dengan kobodohan Liu Wen.
"Sudahlah ayo kita kesana"ucap Jia Li mengajak untuk menemui Liu Wen.
"Ok"ucap Yun Ying yang lalu mengikuti Jia Li untuk menemui Liu Wen dan yang lainnya.
__ADS_1