
"Ayo kita lihat siapa yang memiliki aura iblis ini"ucap Liu Wen yang lalu ia melesat ke arah aura iblis tersebut.
Saat sampai Liu Wen menemukan bahwa yang memiliki aura iblis tersebut adalah sebuah tongkat yang menancap di tengah hutan tersebut.
"Tongkat kenapa aku tidak pernah tahu "ucap Hua Yuntian dengan terkejut karena seharusnya setiap sisi hutan bagian selatan adalah tempat kekuasaannya yang berarti setiap informasi tentang benda, penyusup atau hal-hal lain yang berada di wilayah selatan hutan seharusnya, sudah menjadi laporan para prajuritnya.
Liu Wen lalu turun ia melihat dari dekat ketika ia telah menyentuh tanah sebuah serangan melesat kearah Liu Wen.
Slash...
Duar...
Serangan bilah yang berbentuk bulan sabit yang mengarah ke arah leher Liu Wen.
Tetapi Liu Wen menundukkan kepalanya dengan cepat ia lalu mendengar sebuah teriakan dari sosok yang menyerang Liu Wen.
"Siapa kamu apakah kamu juga yang ingin mendapatkan senjata itu "ucap orang yang menyerang Liu Wen
"Senjata oh begitu rupanya, Aku sarankan jika kau ingin hidup lebih lama sebaiknya kau hilangkan niat untuk mendapatkan senjata itu"ucap Liu Wen menyarankan untuk sosok tersebut untuk tidak mengambil tingkat yang menancap di tanah tersebut.
"Jangan kau kira kau dapat menipu ku, kau hanya ingin mendapatkannya untuk dirimu sendiri"ucap sosok yang menyerang Liu Wen tersebut.
"Terserah jika kau tidak melakukan sesuai saranku juga aku tidak memaksa"ucap Liu Wen dengan santai.
Liu Wen lalu meninggalkan sosok tersebut menghampiri bawahannya dan melanjutkan perjalannya.
"Tuan apakah kita tinggalkan dia bukanlah aura iblis ini berbahaya"tanya Xi Yan.
"Tidak masalah buat kan dia merasakannya walau ia mendapatkan kekuatan yang luar biasa tetapi itu hanya sementara"ucap Liu Wen.
"Benar perkataan tuan tetapi tetap saja senjata itu dapat menyebabkan pertumpahan darah"ucap Yun Ying.
"Aku heran dengan kalian sejak kapan kaum naga mengasihani kaum manusia"ucap Liu Wen.
"saya berbeda tuan karena saya berpikir setiap individu atau kelompok memiliki yang harus di lindungi, jadi menurut saya kaum apapun dapat melakukan kerja sama dan tidak perlu terlalu sombong dengan merendahkan kaum yang lebih lemah"ucap Yun Ying dengan tegas.
__ADS_1
"Bagus kau tidak mengecewakan diriku"ucap Liu Wen.
"Maksud tuan?"ucap Yun Ying bingung dengan ucapan Liu Wen.
"Entah lah"ucap Liu Wen dengan tersenyum.
"eh...."ucap Yun Ying dengan kebingungan.
"Sudahlah kak Yun Ying kakak memang selalu begitu nanti kamu akan tahu dengan sendiri"ucap Jia Li.
"Eh... begitu yah..."ucap Yun Ying sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah kepergian dari tempat tertancapnya tingkat yang beraura iblis itu sosok yang menyerang Liu Wen sebelumnya, memegang tongkat yang menancap di tanah dan menariknya keluar.
Setelah tongkat yang tertancap tercabut tiba-tiba keluar aura hitam yang mengerikan memasuki tubuh sang pemegang.
Kekuatan sosok yang menyerang Liu Wen langsung melonjak naik tetapi kerugiannya kedua mata telah hilang, dengan di iringi teriakan sosok yang menyerang Liu Wen.
Argh...
"mata... mataku"ucap sosok yang menyerang Liu Wen.
Setelah beberapa saat kekuatannya yang melonjak naik tiba-tiba berhenti dan sisik yang menyerang Liu Wen kembali berteriak
"Argh...."suara teriakan sosok yang menyerang Liu Wen ketika berbagai ilmu yang masuk kedalam kepalanya yang membuatnya kesakitan yang sangat luar biasa.
Hingga beberapa saat teriakan sosok itu telah hilang di gantikan wajah dingin dan aura pembunuh yang kuat.
"Sepertinya dia memiliki sesuatu yang harus dia balaskan"batin Liu Wen yang melihat dari jauh.
Setelah teriakkan yang di keluarkan oleh sosok yang menyerang Liu Wen telah berhenti, ia langsung menghilang dari tempatnya.
"Biarlah kita lihat apakah kamu akan masuk ke jurang iblis atau kejadian yang akan menjemputmu"batin Liu Wen yang melihat sosok yang menyerangnya telah menghilang dari tempatnya.
"Tuan apakah kita melanjutkan perjalanan"ucap Shen Lu.
__ADS_1
"Ayo"ucap Liu Wen yang langsung terbang kembali dan meninggalkan tempat tersebut.
Di saat perjalanan ia melihat mayat-mayat bergelimpangan di tempat sebelumnya tertancap tongkat di tanah.
"Bisa-biasanya aku tidak menyadari bahwa terdapat banyak mayat yang berserakan, sepertinya kekuatanku telah menurun banyak"batin Liu Wen yang melihat mayat-mayat tersebut.
Sedangkan Jia Li tatapan kosong ketika melihat mayat-mayat tersebut, Jia Li memiliki sifat kejam sepertinya ayahnya tetapi ia akan melihat karaktet orang yang akan ia bunuh.
Yun Ying, Xi Yan, Shen Lu dan Hua Yuntian melihat mayat-mayat tersebut hanya tersenyum kecil mereka memang merasakan bahwa kehidupan itu jika tidak membunuh maka akan dibunuh.
Sekitar 1 jam perjalanan Liu Wen dan yang lainnya mereka sampai di sebuah dimensi kerajaan Golem.
Pintu dimensi tersebut di jaga oleh 2 ksatria Golem dengan menggunakan armor yang berkualitas tinggi.
Liu Wen dan yang lainnya langsung turun di jarak 100 meter dari jarak pintu dimensi.
2 Golem yang menjaga ketika melihat raja mereka yaitu Xi Yan mereka langsung membungkuk hormat.
"Selamat datang kembali yang mulia raja"ucap dia Golem tersebut dengan bersamaan.
"Silahkan berdiri kembali , cepat buka gerbang dimensinya"ucap Xi Yan memerintah.
"Baik yang mulia"ucap dua Golem tersebut sambil kembali berdiri yang sebelumnya membungkuk hormat.
Dia Golem tersebut lalu menempelkan 2 token di formasi yang berada di sisi-sisi samping dimensi kerajaan Golem.
Pintu dimensi kerajaan Golem langsung mengeluarkan warna coklat dengan memperlihatkan wujud di dalam dimensi, yang terlihat transparan dari warna coklat yang di keluarkan pintu dimensi.
Liu Wen dan kakinya langsung memasuki gerbang dimensi dengan di dahului oleh Xi Yan di depan mereka.
Setelah Liu Wen dan lainnya telah memasuki pintu dimensi mereka di perlihatkan dengan pemandangan yang menakjubkan.
Bukannya kerahasiaannya berwarna coklat seperti tanah, merah seperti magma dan Hitam , justru kerajaan Golem berwarna hijau daun yang terlihat sejuk di pandang mata.
"Wah... indah"ucap Jia Li terpukau.
__ADS_1
"Ayo masuk ke kerajaan"ucap Xi Yan.
"Luar biasa kamu Xi Yan "ucap Yun Ying dengan kagum.