
"Memang benar ucapan anda Yang mulia tapi bagaimana jika para prajurit kita yang melakukan latihan hidup dan mati di hutan justru kehilangan nyawa sedangkan para prajurit di kerajaan sangat sedikit"ucap Wu Shan yang tiba-tiba berkata sebelum Xiao Li menjawab.
"Hal tersebut tidak perlu di khawatirkan , karena ada Biji Waktu"ucap Liu Wen percaya diri.
"Biji Waktu? Apa itu Biji Waktu"ucap Wu Shan dengan bingung.
Bukan hanya Wu Shan saja yang bingung tapi para petinggi yang lain juga.
"Benar Yang Mulia apa itu Biji Waktu?"ucap salah satu petinggi yang kebingungan karena ketidak tahuannya.
Yang lain juga ingin menanyakan pertanyaan yang sama dengan petinggi yang barusan bertanya tetapi karena ada salah satu petinggi yang bertanya terlebih dahulu jadi petinggi yang lainnya mengurungkan niatnya untuk bertanya dan ingin mendengarkan penjelasan dari rajanya yaitu Liu Wen.
"Biji Waktu adalah sebuah biji yang bila di teteskan dengan darah maka biji tersebut akan menandai pemilik darah tersebut, dan apabila pemilik darah yang di tandai oleh Biji Waktu mengalami kematian maka tubuh pemilik darah tersebut akan kembali ke waktu 1 jam sebelum kematian, tetapi hanya dapat berlaku untuk 1 kali"ucap Liu Wen yang menjelaskan.
"Yang Mulia bukankah dengan Biji Waktu ini dapat membuat dunia gempar karena fungsinya yang luar biasa"ucap Lia dengan kagum, diikuti dengan para petinggi-petinggi yang terkagum-kagum dengan Biji Waktu tersebut.
"Hahaha.... Kamu memang benar tapi Biji Waktu ini hanya menandai pemilik darah dengan waktu 1 hari saja , setelah 1 hari maka Biji Waktu ini tidak akan menandai pemilik darah yang di teteskan serta biji ini sangat langka di dunia ini kecuali di dunia atas"ucap Liu Wen menjelaskan.
"Jika memang langka kenapa tidak Anda saja yang menggunakannya, dengan harta berharga tersebut Anda mungkin membutuhkannya suatu hari nanti"ucap Wu Shan dengan tegas.
"Tidak perlu khawatir tentang itu aku memiliki beberapa pohon yang menghasilkan biji ini, jadi hal tersebut tidak perlu di pikirkan"ucap Liu Wen menenangkan ke khawatirkan para bawahannya.
__ADS_1
"Terima kasih Yang Mulia atas kemurahan hati Anda"ucap semua petinggi-petinggi yang telah menghilangkan kekhawatiran nya.
Mereka juga bersyukur memiliki atasan yang tidak terlalu serakah, karena rajanya dengan mudah memberikan harta yang menurut mereka sangat berharga walau itu sudah banyak di miliki oleh Liu Wen, biasanya raja atau kaisar hanya menyimpan hartanya hanya untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaan dan kebutuhan orang lain.
"Baiklah baiklah tidak perlu di pikirkan"ucap Liu Wen dengan senyum tulus.
"Kalau begitu aku akhiri diskusi ini"ucap Liu Wen yang mengakhiri diskusi yang ada di aula tersebut.
"Baik!"ucap semua orang yang ada di sana.
"Kalau begitu kami pamit undur diri Yang Mulia"ucap salah satu petinggi dengan membungkuk hormat di ikuti oleh yang lain.
Setelah para petinggi yang lain telah hilang dari ia pandangannya , Liu Wen berkata kepada diri sendiri.
"Rencana peningkatan kekuatan pasukan sudah di lakukan, memperluas wilayah juga sudah di lakukan yang akan menjadi penopang kekuatan , jadi tunggu aku datang kawab-kawan!"ucap Liu Wen dengan tersenyum mengerikan.
Entah apa yang membuatnya tersenyum mengerikan, jika para petinggi yang lain melihat senyuman Liu Wen mereka hanya dapat mengeluarkan keringat dingin di punggungnya disertai dengan tubuh yang gemetar belum lagi Liu Wen tidak menahan aura membunuh yang merembes keluar dengan sangat kental dan gelap.
Esok hari nya
Liu Wen memberikan perintah kepada para Jendral dan Komandan pasukan untuk melakukan pelatihan yang sebelumnya ia rencanakan bersama para petinggi di aula, ia juga tidak lupa memberikan ribuan Biji Waktu untuk di bagikan kepada para prajurit yang akan melakukan pelatihan di hutan serta Liu Wen juga menjelaskan manfaat dan fungsi dari Biji Waktu.
__ADS_1
Setelah memberikan perintah kepada Jenderal dan Komandan yang akan di butuhkan untuk melatih prajurit agar dapat memperkuat militer kerajaan, ia melesat pergi ke arah kerajaan Ling untuk menikmati keramaian penduduk yang tidak ada di kerajaannya, karena kerajaannya baru terbentuk.
Sebelum ia sampai di kerajaan Ling ia telah merubah wujudnya menjadi seekor merpati kecil yang memiliki warna putih bersih sehingga wujudnya saat ini tampak sangat indah.
Di atas langit Kerajaan Ling Liu Wen dapat melihat ribuan manusia yang saling bersosialisasi dengan wajah cerah, dari saling tawar menawar di toko-toko, bercanda gurau dengan sesama teman, sahabat bahkan saudara dan ada banyak lagi kegiatan yang dilakukan oleh penduduk Kerajaan Ling, Ia berharap dapat membangun kerajaan yang terbilang damai seperti kerajaan Ling yang sekarang ia lihat dari atas langit.
Pandangan Liu Wen terus melihat mengelilingi seluruh wilayah yang ada di bawah nya hingga pandangannya berhenti pada suatu tempat.
Tempat tersebut adalah gang kecil yang berada di sudut kota yang sangat ini Liu Wen lihat, disana ia dapat melihat seorang gadis yang kiranya berumur 19 tahun sedang di kepung oleh beberapa pria kekar yang berwajah ganas, setiap pria tersebut membawa senjata di tangan masing-masing.
Keadaan gadis yang dikepung tersebut tidak terlihat dalam kondisi yang baik, tubuhnya penuh dengan luka, banyaknya sobekan jejak sayatan benda tajam pada gaunnya serta wajahnya yang kini menampilkan wajah pucat yang seakan-akan tubuhnya dapat jatuh pingsan kapan saja.
Karena penasaran dengan yang di lihatnya Liu Wen terbang mendekat ke arah gang kecil tersebut, dan mendengar obrolan antara gadis itu dengan para pria kekar yang mengepungnya.
"Dasar sialan! Cepat berikan artefak itu kepada kami gadis kecil, kalau tidak kami akan membuatmu hanya tinggal nama"ucap pria kekar yang berada paling depan dari empat pria kekar, ia terlihat seperti seorang pemimpin dari kelompok pria-pria kekar tersebut.
"Memberikan kepada kalian? jangan bercanda! Bajingan seperti kalian hanya akan menambah luka di dunia ini Jika membawa artefak ini"ucap gadis tersebut dengan lantang tanpa memperdulikan kondisi tubuh nya yang tidak dalam kondisi yang baik.
"Aku sangat kagum dengan keberaniannya gadis kecil, tapi apa kamu masih dapat begitu berani kepada kami ketika kami akan membuat mu nikmat"ucap pria kekar yang sebagai pemimpin dengan memasang senyum menjijikan.
"Bajingan!! jika kalian melakukan itu aku akan membunuh kalian! dan mengutuk kalian walau kajian berada di ujung akan neraka"ucap gadis itu dengan mata merah karena marah.
__ADS_1