
"Tentu saja saya sudah siap tuan "ucap Xiong Yu dengan cepat yang terlihat telah bertekad.
Liu Wen membalas jawaban Xiong Yu hanya dengan anggukan yang kemudian ia membuat lingkaran teleportasi yang akan menteleportasikan mereka berdua ke desa malaikat hitam.
Dalam sekejap mata Liu Wen dan Xiong Yu di teleportasi ke depan rumah Huang Zhu.
Di depan rumah Huang Zhu Liu Wen langsung mengetuk pintunya dan memanggil Huang Zhu.
"Zhu'er apakah kau ada didalam,apakah aku dapat masuk ke dalam"ucap Liu Wen yang meminta izin untuk masuk ke dalam rumah Huang Zhu.
"Masuk saja ayah aku ada di dalam"ucap Huang Zhu yang terdengar dari dalam rumah.
Liu Wen masuk dengan perasaan yang aneh"kenapa yah... Dengan hatiku kenapa perasaan ku terasa aneh yah... Apakah akan terjadi sesuatu"ucap Liu Wen membatin.
Liu Wen kemudian mengabaikan firasat anehnya dan bertanya kepada Huang Zhu ketika ia tidak melihat Jia Li didalam ruangan yang Liu Wen berada saat ini.
"Zhu'er dimanakah kakak mu sekarang kenapa aku tidak melihatnya"ucap Liu Wen yang berpura-pura tidak tahu padahal ia dapat mengetahui hanya dengan mengirup udara di sekitarnya.
"Um... Kakak sedang istirahat ayah"ucap Huabg Zhu yang terlihat mencurigakan.
"Zhu'er apakah kamu melakukan sesuatu kepada kakakmu"Ucap Liu Wen menginterogasi Huang Zhu yang membuat Huang Zhu mengeluarkan keringat dingin.
"Ti...tidak ayah mana mungkin aku melakukannya"ucap Huang Zhu yang menjawab dengan tergagap yang membuat Liu Wen yabg terlihat lebih curiga.
Padahal Liu Wen sendiri telah mengetahui lokasi dari Jia Li.
"Hmm...."ucap Liu Wen yang menatap dengan tajam Huang Zhu cukup lama hingga ia berkata"Kamu pasti melakukannya kan Zhu'er"ucap Liu Wen yang membuat Huang Zhu jatuh ke lantai karena takut.
"Baiklah baiklah terserah padamu tapi kamu ingin menghukum kakak mu aku berharap kamu tidak terlalu keras kepadanya"ucap Liu Wen yang pasrah
__ADS_1
"Ayah tidak perlu khawatir tentang itu aku sudah menghukum nya dengan hukuman yang ringan,sebentar lagi ia akan datang ke ruang makan"
"Ayo kita tunggu di ruang makan saja bersama ku serta bawa juga kakak cantik yang ada disana ke ruang makan juga"ucap Huang Zhu yang mengajak Liu Wen dan Xiong Yu menuju ruang makan.
Huang Zhu mengajak Liu Wen dan Xiong Yu dengan memasang senyum semangat, senyuman Huang Zhu membuat Liu Wen menjadi bingung dan heran"Dimana ketakutan mu kepada ku sebelum nya Zhu'er, apakah sebelumnya kamu hanya akting ataukah akunya saja yabg mudah di bodohi"batin Liu Wen membatin dalam hati.
"Maaf jika saya merepotkan anda nona"ucap Xiong Yu dengan hormat kepada Huang Zhu karena tidak memandang rendah diri Xiong Yu.
Xiong Yu dapat menghormati Huang Zhu adalah karena sangat jarang orang yang kuat seperti Huang Zhu yang dapat menghormati seseorang yang memiliki kekuatan lebih rendah seperti Xiong Yu.
"Silahkan dinikmati"ucap Jia Li yang membawakan makanan dari dapur dan ia taruh di atas meja makan.
"Li'er jadi kamu mendapat hukuman dari adikmu yaitu ini"ucap Liu Wen dengan terkejut.
"Hehehe..."tawa Jia Li yang cengengesan.
"Benarkan ayah aku tidak memberikan hukuman yang terlalu berat kepada kakak"ucap Huang Zhu dengan bangga.
"Baiklah... Baiklah"ucap Liu Wen dengan cepat.
"Baiklah ayo kita rasakan masakan dari kakak cantik ini"ucap Liu Wen yang kemudian memasukkan makanan yang berada di atas meja makan ke dalam mulutnya.
"Enak!!"ucap Liu Wen dengan takjub.
"Terimakasih"ucap Jia Li yang malu-malu.
"Tidak biasanya kamu malu-malu Li'er apakah ini buat persiapan pernikahanmu"ucap Liu Wen menggoda.
"Ha!!"teriak Jia Li yabg kemudian menampar Liu Wen dengan keras hingga meninggalkan jejak telapak tangan di pipinya.
__ADS_1
Xiong Yu dan Huang Zhu hanya tertawa kecil tanpa mengeluarkan suara sedangkan Jia Li kembali ke ketenangan yabg sebelumnya.
Huang Zhu mengabaikan jejak telapak tangan yang berada di pipinya ia malah meminta saran kepada Liu Wen tentang hukuman untuk Jia Li.
"Ayah bagaimana jika kakak Li yang akan memasakkan makanan ketika kita semua berkumpul seperti saat ini mulai dari sekarang sebagai hukumannya"ucap Huang Zhu meminta saran kepada Liu Wen.
"Jika kqu bertanya kepadaku jawabannya tetap sama yaitu terserah kepadamu asal jangan berlebihan"ucap Liu Wen yang menyerah kan masalah hukuman Jia Li kepada Huang Zhu.
"Jika ayah bilang begitu berarti tidak ada masalah kan"ucap Huang Zhu dengan wajah senang.
Huang Zhu terlihat seperti seorang anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru dari kedua orangtuanya sehingga membuat Liu Wen menjadi bingung apakah ia harus senang ataukah harus bagaimana Liu Wen menjadi bingung.
"Tunggu tunggu adik Zhu apa ini tidak apa-apa jika hukuman nya hanya memasakkan makanan buat kalian"ucap Jia Li yabg sepertinya keberatan karena merasa itu terlalu ringan untuk di sebut dengan hukuman.
Huang Zhu melihat wajah Jia Li yang seakan-akan ini adalah pekerjaan mudah hanya tersenyum,dan kemudian ia berkata"Kakak Li tenang saja memang sekarang kakak akan memasakkan baru beberapa orang yang kakak masakkan makanannya, apa kakak Li sudah tidak menganggap anggota keluarga lain tidak ada! Tidak kan!"ucap Huang Zhu dengan tersenyum.
"Eh... Ternyata itu rencanamu adik Zhu tapi jika aku harus memasakkan makanan untuk mereka semua juga aku tidak masalah dengan melakukan hal-hal tersebut"ucap Jia Li dengan tersenyum membalas senyuman Huang Zhu.
"Tentu saja kakak tidak perlu khawatir yang sekarang kakak lakukan terlalu ringan karena masih ada lagi hukuman yang akan datang di masa depan entah itu kapan"ucap Huang Zhu yang kembali menjawab dengan tersenyum.
Mereka berdua saling bertatapan cukup lama hingga terdengar suara ketukan meja yabg menyadarkan mereka berdua.
"Huh apakah kalian jika berdebat harus dengan pikiran dan juga apa kalian melupakan keberadaan kami"ucap Liu Wen yang mengeluh dalam hati.
Liu Wen mengetuk meja agar Jia Li dan Huang Zhu tersadar dari saling tatap mereka dalam diam.
Maaf jika novel saya terlalu kaku,membosankan atau hal-hal yang tidak mengenakkan untuk para pembaca terhormat saya hanya ingin meminta dukungan dengan komen,like dan vote nya.
Untuk yang telah membaca novel saya ,saya sangat berterimakasih karena telah setia membaca novel yang tidak jelas ceritanya ini.
__ADS_1
Sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak TERIMA KASIH