
"Hormat yang mulia, ada apa anda memanggil saya"ucap Pang Jun kepada laki-laki tua tersebut.
"Cepat cari apakah ada pemberontak di kekaisaran ku yang kuat ini"ucap Laki-laki tua tersebut
Laki-laki tua tersebut adalah kaisar di kekaisaran Black Ghost yang bernama Fei Wenjie, kekaisaran Black Ghost beredar di dunia atas
"Baik yang mulia kaisar"ucap
Kembali ke tempat Liu Wen
Liu Wen lalu tidur dengan nyenyak di tempat tidurnya, sebenarnya seorang kultivator tidak membutuhkan tidur.
Esok hari ter dengar suara bentakan sorakan, suara tersebut terdengar karena terdapat pertandingan untuk mendapatkan token hitam untuk alat melarikan diri secara paksa di makam pedang
Bertepatan dengan pertandingan arena tersebut Liu Wen terbangun dari tidurnya, ia langsung bergegas membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian, lalu Liu Wen keluar dari kamarnya.
Liu Wen lalu turun dari lantai tiga ia pergi ke lantai 1 untuk makan dan minum dan juga mencari informasi, walau sebenarnya Liu Wen dapat mendapatkan informasi hanya dengan menghirup udara tetapi menurutnya mencari informasi dengan cara mendengar pembicaraan orang lain lebih menarik dan unik.
"Hei apakah kau tidak ikutan dalam kompetisi untuk mendapatkan token hitam itu"ucap pengunjung yang bersebelahan dengan meja Liu Wen.
"Mana mungkin aku ikut lihat saja pesertanya kekuatan rata rata saja di tingkat jendral dan yang terkuat adalah di tingkat komandan"ucap temannya yang duduk di meja yang sama.
"Gila!, benar-benar deh memang sih token itu memiliki fungsi yang berguna jika dalam kondisi kritis"ucap temannya lagi.
"Oh kompetisi ini banyak yang mengikuti tetapi padahal hanya token teleportasi "ucap Liu Wen dalam hati .
Liu Wen meremehkan token hitam karena ia dapat membuat token yang dapat memantulkan serangan apapun serta menteleportasikan pengguna jika serangan tersebut dapat menghancurkan token yang memiliki fungsi pelindung yang super kuat.
Setelah pembicaraan itu para pengunjung berbicara hal-hal yang tidak penting menurut Liu Wen.
Liu Wen lalu melanjutkan makan makanan yang sebelumnya ia pesan.
__ADS_1
Di saat Liu Wen menyantap makanannya ia di hampiri oleh seorang wanita cantik berambut hitam ia adalah Xiong Yu
"Permisi tuan apakah saya boleh ikut makan"ucap Xiong Yu kepada Liu Wen.
"Sudah datang ya.... makanlah jika kurang pesan lagi kepada pelayan yang ada disana"ucap Liu Wen sambil menunjuk pelayan yang sedang melayani pengunjung penginapan
Setelah mereka berdua selesai makan mereka pergi ke hutan.
"Cukup disini saja"ucap Liu Wen kepada Xiong Yu
"Baik tuan lalu aku harus bagaimana"ucap Xiong Yu kepada Liu Wen.
Mereka berdua pergi hutan untuk memurnikan tubuh yang di miliki oleh Xiong Yu.
"Sebelum itu aku ingin kau melakukan kontrak jiwa dengan ku , aku tidak ingin ada pengkhianatan "
"Apakah kau terima jika tidak aku tidak akan melakukan nya"ucap Liu Wen.
"Baik tuan asal diriku dapat menjadi kuat dan membalaskan dendam ku"ucap Xiong Yu dengan tegas.
"Kekuatan dan kekuasaan bukan segalanya tetapi hati dan pikiran yang menentukan segalanya"ucap Liu Wen.
"Baik tuan"ucap Xiong Yu yang walau tidak paham tetapi tetap berusaha untuk paham.
"Sekarang duduk bersila dan tutup matamu dan juga ledakan energi yang berada di tubuhmu"ucap Liu Wen.
[Note: Sebelum Liu Wen memulai pemurnian tubuh ia membuat kontrak di jiwanya yang berbentuk segel di jiwanya ]
"Jika saya meledakkan energi yang berada di tubuh saya bukankah tubuh saya tidak kuat akan hancur lebur dalam seketika"ucap Xiong Yu yang keberatan.
"Hahaha.... sekarang aku tanya apakah kau percaya padaku atau tidak percaya"ucap Liu Wen yang tidak menjawab tetapi malah memberikan pertanyaan.
__ADS_1
Maksud dari Liu Wen meledakkan energi adalah mengeluarkan seluruh energi di dalam tubuh dan mengalirkan secara paksa dari batasan normal, yang menyebabkan seseorang meledak dengan dahsyat, biasanya teknik ini digunakan untuk bunuh diri.
Xiong Yu yang tidak mendapat jawaban justru mendapat pertanyaan ia mengalami kebimbangan.
"Apakah aku harus percaya yang di katakan oleh tuan Liu tetapi aku ...."
"Yah sudahlah aku akan bertaruh jika memang takdir ingin aku untuk tetap hidup makan aku akan terus hidup dan jika tidak aku akan membalaskan di kehidupan selanjutnya"batin Xiong Yu yang dalam kebimbangan.
Lalu Xiong Yu menatap wajah Liu Wen dengan tajam setelah ia menatap wajah Liu Wen dengan tajam ia melihat telapak tangannya yang gemetaran, karena ia merasa kesal kepada dirinya sendiri ia mengeluarkan pedang dari sarungnya.
Xiong Yu lalu menggores telapak tangan nya dan dari sana keluar darah.
darah yang ada di telapak tangan, Xiong Yu lalu mengusap kan di wajahnya sehingga wajahnya berubah merah, semangatnya lalu membara seperti seseorang yang akan terjun ke medan perang.
Liu Wen yang pertama di lihat dengan tatapan tajam lalu di lanjutkan dengan tindakan yang belum ia pernah lakukan merasa heran dan bingung.
"Kenapa anak ini! aku hanya ingin ia memutuskan kenapa harus bertindak sedemikian rupa"ucap dalam hati Liu Wen yang kebingungan.
"Tuan saya sudah siap"ucap Xiong Yu dengan nada semangat dan penuh tekad.
"Baiklah coba tahan karena proses ini akan lama"ucap Liu Wen.
"Tidak masalah tuan cepat lakukan semakin cepat semakin baik"ucap Xiong Yu yang ingin segera melakukanya.
"Ok segera tutup matamu dan ledakan energi mu"perintah Liu Wen.
Xiong Yu lalu meledakkan energi yang berada di dalam tubuh nya , tubuh Xiong Yu lalu keluar retakan-retakan seperti tanah yang hampir pecah.
Setelah Liu Wen melihat itu ia segera menembakkan energi ke semua titik energi dalam beberapa detik yang menyebabkan proses peledakan energi semakin cepat.
Liu Wen justru menginginkan proses ledakan terjadi dengan cepat , setelah beberapa menit tubuh Xiong Yu mengeluarkan cahaya yang terang , itu di sebabkan karena ledakan energi akan meledakkan tubuh Xiong Yu.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya
setelah selesai membaca, terimakasih....