
"Jika anda bisa melakukan hal tersebut maka saya dan seluruh sekte akan melakukan semua perintah anda"ucap patriak sekte dengan bersemangat dan melihat Liu Wen dengan mata berbinar karena ia mendapat kan secercah harapan untuk hidup bebas tanpa belenggu Kerajaan yang mengikat mereka serta dapat membalas kan dendam yabg telah terpendam puluhan tahun.
"Tapi kamu harus menunggu Minggu depan mungkin karena anakku yang akan menyembuhkan kalian"ucap Liu Wen menjelaskan.
"Baik selama itu ada harapan untuk membalas kan dendam kami serta melepaskan kan belenggu kerajaan yang mengikat kami maka kami tidak masalah"ucap patriak sekte dengan penuh harapan, tatapan Patriak sekte tidak jauh berbeda dengan tatapan tetua agung yang berharap hal tersebut dapat benar-benar terjadi atau terwujud.
"Padahal aku mengira kalian adalah sekte aliran hitam yang sebenarnya tetapi ternyata tidak ,sekte aliran hitam yang biasanya membuat rusuh di berbagai wilayah dan suka membunuh jadi aku dapat bersenang-senang dengan membunuh kalian ,tapi sungguh sayang sekali"ucap Liu Wen mengeluh.
Patriak sekte dan tetua agung yang mendengar itu hanya dapat tersenyum kecit mendengar keluhan dari Liu Wen, mereka kemudian berpikir jika saja mereka tidak memberi tahu semuanya kepada Liu Wen maka sudah tidak ada lagi namanya sekte Kelinci Hitam di kerajaan Jiu.
"Baiklah aku pergi dulu nantikan orang yang akan aku kirim kesini, sampai jumpa lagi"ucao Liu Wen yang kemudian menghilang dalam sekejap mata.
"Tung-"ucapan Patriak sekte berhenti ketika melihat Liu Wen telah menghilang dengan sekejap mata.
"Sudahlah patriak sekte pasti dia akan kembail untuk membenarkan perkataan nya yang sebelumnya"ucap tetua agung yang percaya sepenuhnya dengan Liu Wen.
"Yah... Benar juga ucapanmu "ucap patriak sekte yang kemudain masuk kembali ke dalam sekte bersama tetua agung yang berjalan di belakang nya.
Disisi Liu Wen.
"Ah... Sudah sore ternyata "ucap Liu Wen ketika telah sampai kembali di dalam kota kerajaan.
"Cari penginapan saja sambil menunggu laporan tentang seluruh kegiatan di dalam istana"gumam sendiri Liu Wen sambil berjalan menyusuri ibukota.
Liu Wen kemudian berjalan pergi mengelilingi ibukota kerajaan hingga akhirnya ia menemukan sebuh penginapan dengan nama'Penginapan Langit Merah'.
Lalu ia memasuki penginapan yang ada di depan matanya,ia menginap selama 2 minggu sedangkan untuk Jia Li,Huang Zhu,Lia
Liu Wen tidak memikirkannya biarkan mereka bebas pikir Liu Wen,ia membiarkan nya agar mereka dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan.
Beberapa saat kemudian muncul sosok yang mirip dengan Liu Wen yang lalu membungkuk hormat di hadapan Liu Wen seolah-olah ia menghadap pada rajanya.
Sosok tersebut tidak lain adalah salinan tubuh Liu Wen yang di perintah oleh Liu Wen untuk memantau dan merekam seluruh kegiatan yang ada di istana kerajaan Jiu.
__ADS_1
"Bagaimana?"tanya Liu Wen kepada sosok yang baru datang tersebut.
"Sesuai perintah anda tuan semua aktivitas dan kegiatan di istana telah di rekam di ingatan saya"ucap salinan tubuh Liu Wen dengan hormat.
"Kerja bagus ,baiklah sekarang kembali lah"ucap Liu Wen yang memerintah.
"Baik"ucap salinan tubuh Liu Wen menggaguk yang kemudian menjadi buturan cahaya yang masuk ke dalam tubuh Liu Wen.
Setelah butiran-butiran cahaya tersebut masuk ke dalam tubuh Liu berbagai ingatan tentang aktivitas dan kegiatan yang ada di istana masuk keingatannya.
"Ah... Jadi mereka melakukan itu"ucap Liu Wen sambil tersenyum menyeringai.
"Dan juga ternyata terdapat pecahan jiwa dari iblis yang telah ku musnahkan jutaan tahun yang lalu"ucap Liu Wen tersenyum.
"Hahaha..... Waktu bermain telah tiba"tawa Liu Wen yang membuat aura di sekitar nya menjadi dingin.
Seluruh pengunjung di penginapan merasakan merinding ngeri mendengar tawa Liu Wen yang keras ,tawa Liu Wen terdengar sangat mencengkam dengan energi dingin yang menyertainya.
Keesokan harinya.
"Saatnya bersenang-senang wahai para makhluk pembawa bencana"ucap Liu Wen yang kemudian menghilang dari sana dan muncuk di atas langit istana kerajaan Jiu.
"Pertama"ucap Liu Wen mengayunkan jarinya ke bawah.
Duar..
Ayunan jari dari Liu Wen memunculkan jarum Qi yang langsung melesat turun dan menghancurkan salah satu atap bangunan di area istana kerajaan menjadi debu.
Jarum Qi yang turun tersebut memiliki kecepatan yang luar biasa yang dalam sekejap mengarah ke arah atap bagunan dan menghancurkan setengah bangunan yaitu hanya atapnya saja tidak dengan bawahnya.
Terlihat di atas langit terdapat puluhan kurungan budak di tempat atap yang di hancurkan oleh Jarum Qi yang di buat oleh Liu Wen,para prajurit yang mendengar dan melihat bangunan tersebut meledak menjadi panik karena bangunan tersebut adalah gudang budak keluarga kerajaan.
Di salah satu kamar
__ADS_1
"Sialan siapa yang berani-beraninya menyerang istana ku"ucap seorang kakek tua yang di samping nya terdapat seorang wanita muda yabg tidak memakai sehelai benang pun tergeletak di sampingnya.
Pria tua itu kemudian keluar dari kamarnya dan pergi ke halaman istana ,betapa terkejutnya ketika melihat bangunan tempat ia menyimpan budak yang ia telah kumpulkan selama bertahun-tahun memiliki atap yang hancur.
"Sialan!! Siapa yang berani menghancurkan bangunan tempat hartaku berada"ucap marah pria tua tersebut yang merupakan raja kerajaan Jiu.
Di sisi lain lebih tepatnya di tempat Liu Wen.
"Oh... Rajanya telah keluar baiklah"
"Ini yang kedua"ucap Liu Wen yang kemudian mengayunkan kembali jarinya yang seketika membentuk jarum Qi untuk melesat turun ke bawah dan menghancurkan atap salah satu bangunan seperti yang sebelumnya.
Duar....
Ledakan keras terdengar kembali membuat raja kerajaan Jiu yang bernama Gong Jiu meningkatkan kemarahannya setelah mendengar ledakan yang kedua kalinya.
"Sialan!"teriak keras Gong Jiu yang kemudian aura kultivasi ranah alam bumi seketika menyebar dan menekan seluruh istana kecuali Liu Wen yang tetap santai terbang di atas langit.
"Apa kau sungguh bodoh"ucap Liu Wen mengejek Gong Jiu dari atas langit sehingga suaranya menggema di seluruh istana.
"Keluar!"teriak marah Gong Jiu .
"Percuma miliki kultivasi tinggi tapi tidak dapat merasakan keberadaan musuh,sungguh menggelikan"ucap Liu Wen yang kembali mengejek Ging Jiu
Tentu saja sangat sulit untuk merasakan keberadaan Liu Wen karena aura Liu Wen sudah sangat tipis serta energinya pun menjadi setipis udara sehingga keberadaan nya sudah seperti menyatu dengan alam.
"Baiklah karena kamu sungguh sangat bodoh aku akan turun"ucap Liu Wen yang kemudain turun dari atas langit secara perlahan di jarak 2 meter dari jarak Ging Jiu.
Gong Jiu melihat sosok bertopeng turun menggeraktakkam gigi nya.
"Bagaimana aku membunuhmu anak muda"ucap Ging Jiu kepada Liu Wen karena melihat tubuh kecil Liu Wen.
"Anak muda?diriku?.. hahahah..."tawa keras Liu Wen.
__ADS_1
"Apa yang membuat mu tertawa bocah sialan"ucap kesal Gong Jiu.
"Tidak ada hanya aku merasa bukan anak muda yang kamu maksud"ucap Liu Wen berhenti tertawa.