Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
118. Mantan Murid


__ADS_3

[ 118 ]


Liu Wen mengalirkan energi Qi ke dalam cincin penyimpanannya dan mengeluarkan sebuah pedang berwarna biru.


Pedang tersebut ia alirkan dengan energi Qi yang sangat kental tetapi sangat tipis sehingga terlihat seolah garis cahaya tipis dan redup.


Liu Wen mengangkat tinggi-tinggi senjatanya dan mengayunkannya dengan kekuatan penuh.


“ Hukum Pedang : Tebasan Pemotongan Laut ”


Ayunan dari Liu Wen sangat sunyi tanpa menimbulkan sebuah suara apapun.


Tetapi gelombang kejut tercipta dengan kekuatan yang luar biasa.


Dari tebasan itu terbentuk sebuah bilah bulan sabit yang melesat ke suatu arah.


Di tempat para iblis yang telah keluar dari gerbang antar ruang.


Salah satu dari mereka yang memiliki kekuatan paling tinggi tiba-tiba dengan insting kuat segera mengeluarkan pedang yang ia miliki.


“ Siapa ! Bukankah aku baru datang ke sini ! ” ucap Iblis itu yang bernama Hante.


Pedang besar Hante di lapisi energi Qi berwarna hitam dan langsung mengeluarkan teknik pedangnya dengan kekuatan penuh.


“ Pedang Iblis : Amukan Setan Merah ”


Hante menciptakan bilah pedang untuk melawan serangan bilah pedang yang di arahkan Liu Wen.


Tebasan dari Hante sangatlah kuat sehingga gelombang kejut yang ia ciptakan juga membuat semua iblis yang ada di sekitarnya mundur beberapa langkah.


Benturan segera tercipta dengan kekuatan yang mengerikan.


Duar....


Pepohonan dan tanah di bawah benturan dua serangan tersebut harus gemetar dan retak membentuk lingkaran kawah yang besar.


Liu Wen tersenyum melihat itu dari jarak yang cukup jauh.


“ Hei ku kira setelah pergi dari ku ia akan melemah ternyata cukup kuat ternyata ! ” ucap Liu Wen sebelum menghilang dari tempatnya.


“ Cukup kuat untuk menahan serangan ku ! Pengkhianat ! ” ucap Liu Wen dengan santai ketika melihat kawah 200 meter yang ada di bawahnya.


Ia juga melirik ke arah seseorang yang menahan serangannya.


“ Haha... Bagaimana kabarmu wahai murid ku yang berkhianat ! ” ucap Liu Wen dengan tawa jahat.

__ADS_1


Hante yang di maksud hanya tertegun sejenak dan kemudian ia tersenyum jijik ke arah Liu Wen.


“ Ternyata kau masih terlihat menjijikkan dasar Kaisar bodoh ! ” ucap Hante dengan memasang kuda -kuda menyerang.


“ Pedang Iblis : Amukan Setan Merah ”


Tubuh Hante menjadi afterimage dan muncul di samping Liu Wen dengan ayunan pedang besar yang di aliri energi Qi yang pekat.


Liu Wen menghindar serangan itu dengan sangat mudah seolah ia telah melihat seluruh gerakan Hante dan memprediksinya.


Terkadang memiringkan kepala dan terkadang memutar tubuhnya , Liu Wen terus menghindari serangan Hante tanpa ada niatan untuk melawan.


“ Tunjukkan kepadaku bahwa kau telah menjadi naga bukan katak yang di bawa pergi oleh seseorang hanya untuk di jadikan mainan ” ucap Liu Wen dengan santai sambil melirik setiap gerakan dari Hante.


“ Sungguh mengecewakan ! ” batin Liu Wen dengan tatapan remeh ke arah Hante.


“ Kau masih sombong seperti dulu ! ! ” ucap Hante yang meningkatkan kekuatan dan kecepatannya.


“ Pedang Iblis : Gelombang Jeritan Kematian ”


Hante menebaskan pedangnya berkali - kali di sekitar Liu Wen dengan kecepatan super cepat sehingga terlihat banyak tebasan dalam satu waktu yang mengepung Liu Wen.


Liu Wen mundur satu langkah ke belakang dengan langkah angin.


“ Teknik yang unik , tetapi kamu melupakan inti dari serangan mu ! ” ucap Liu Wen yang muncul di samping Hante dan menekankan aura Kultivasi tingkat semesta yang membuat Hante dan para iblis yang ada di sana seakan tertawa lucu.


Tetapi dari itu gerakan Liu Wen itu Hante berhenti sejenak dan melihat ke arah Liu Wen seolah melihat orang bodoh.


“ Apakah kau ingin menakuti ku dengan Kultivasi lemah seperti ini , jangan membuatku tertawa dengan jijik ” ucap Hante dengan senyum meremehkan.


Liu Wen tersenyum dan mundur ke belakang beberapa meter.


Di tempat Liu Wen sebelumnya muncul sebuah mata besar dengan penampilan tanpa tubuh.


Bersamaan dengan itu juga terdapat sebuah tekanan yang menekan 34 iblis itu dengan kuat.


“ Apa itu !! ” salah satu iblis hanya dapat menatap dengan ngeri ke arah mata tanpa tubuh itu yang menatap ke arah seluruh iblis yang ada di sana.


Boom....


Tekanan yang di lepaskan makhluk itu sangat lah kuat yang bahkan semua iblis yang ada disana tidak ada yang tahu apa itu.


Tingkat Kultivasi yang sebelumnya berada di luar tingkatan semesta secara drastis langsung turun ke tingkatan semesta tahap puncak.


Setelah kekuatan kultivasi semua iblis yang ada di sana di tekan dan hanya dapat menggunakan kekuatan Semesta puncak, makhluk tidak di kenal tersebut langsung menghilang menjadi hembusan angin.

__ADS_1


Semua iblis yang ada di sana hanya dapat bertanya-tanya makhluk apa sebelumnya.


“ Sial ! Apa-apaan itu ! ” ucap Hante dengan kesal.


Para iblis itu menjadi sedikit panik karena kekuatan tingkat semesta hanya berada di alam fana menurut di dunia atas.


“ Haha ... Bagaimana rasanya bertemu dengan penguasa dunia ini , sungguh luar biasa bukan ! ” ucap Liu Wen yang muncul kembali dengan tatapan santai ke arah para iblis.


“ Bukan kah ini hanya di dunia bawah kenapa ada tekanan seperti di dunia atas ! ” ucap kesal dari Hante melihat ke arah Liu Wen.


“ Kalian merasa kuat dan tidak perlu di mengkhawatirkan apapun Haha... sungguh konyol , biarkan aku memberitahu , dunia itu luas jangan sampai kekuatan menguasai mu” ucap Liu Wen dengan santai seolah ia tidak mengetahui bahwa iblis-iblis itu datang untuk membunuhnya.


Hante ingin menjawab dengan hinaan atas kata-kata Liu Wen tetapi tekanan kultivasi membuat jiwanya seakan di sayat.


Hante hanya dapat menggertakkan gigi dengan melihat ke arah Liu Wen dengan amarah yang meluap-luap.


“ segera bunuh pria ini , dunia ini terasa ada yang aneh jadi sebaiknya segera selesaikan misi ! dan laporkan ke pada Kaisar ” ucap Hante yang memerintahkan semua iblis yang berangkat bersamanya untuk secara bersamaan menyerang Liu Wen.


“ Matilah dan jangan datang lagi untuk menjadi seorang bencana ! ” ucap Hante yang kini melepaskan serangan secara penuh.


“ Sungguh , kebodohan yang tidak pernah hilang ! ” batin Liu Wen dengan kecewa melihat tingkah dari mantan muridnya.


Bersamaan dengan Hante dan beberapa iblis yang langsung menyerang dari depan ke arah Liu Wen , 4 pria tua iblis di belakang baris iblis melukis di udara dengan sebuah kuas yang di isi dengan energi Qi dan Jiwa.


“ Formasi 4 Segi : Ruang Tekanan Berat ”


Sebuah lingkaran besar muncul di bawah Liu Wen dan tekanan berat langsung menekannya seolah terdapat logam dan berton-ton yang menekan Liu Wen.


Bukan hanya berat saja tetapi suhu di sekitarnya menjadi naik dan turun.


Di sisi kanannya suhu menjadi sangat dingin sedangkan di sisi kiri suhu menjadi sangat panas.


“ Wow lingkaran formasi yang baru , Haha lumayan untuk di pelajari ! ” batin Liu Wen dengan penuh senyuman.


Liu Wen membentuk lingkaran formasi di tubuhnya yang berbentuk simbol di beberapa bagian tubuh.


“ Formasi Segel : Segel Banteng Bumi ”


“ Formasi Segel : Segel Ular Putih ”


2 segel formasi langsung terpasang di tubuh Liu Wen yang terlihat di dada kanan dan keningnya yang tertulis ular dalam bahasa formasi.


Setelah dua segel itu terpasang , gerakan Liu Wen sangat cepat dan lincah sehingga dapat menghindari berbagai serangan yang menuju ke arahnya dengan lumayan santai.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2