Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
76.Teman Kecil Menjadi Penduduk


__ADS_3

Liu Wen hanya diam mendengar perkataan Fang Yin yang menanyakan berapa besar kekuatan jiwanya.


"Tidak dijawab yah... Yah sudahlah setiap orang punya rahasia nya sendiri-sendiri"ucap Fang Yin.


Setelah mereka makan mereka pergi ke taman dan berbincang-bincang di sana.


"Fang Yin jika ada sesuatu yang kau ingin kan jangan ragu untuk memintannya kepadaku"ucap Liu Wen.


"Terima kasih Liu Wen tetapi aku sangat penasaran kenapa dari awal kita bertemu kamu selalu baik kepadaku apakah ada yang kamu inginkan dari diriku"ucap Fang Yin bertanya.


"Ah masalah itu ,memang sih untuk pertemuan kita yang pertama sebenarnya aku hanya ingin memanfaatkan mu sebagai penunjuk jalan yang akan aku lewati tetapi setelah beberapa saat mengenalmu aku tidak tega kepadamu"ucap Liu Wen.


"Hmmmm sebenarnya aku menginginkan sesuatu apakah kau dapat mengabulkan nya"ucap Fang Yin.


"Apa itu jangan ragu untuk mengatakannya"ucap Liu Wen


"Aku sangat merindukan guruku sehingga ku ingin kembali ke sekte"ucap Fang Yin yang mengucapkan keinginannya.


"Oh... Itu tidak masalah , jadi kapan kau ingin kembali"tanya Liu Wen.


"Kalau bisa pada hari dekat ini"ucap Fang Yin.


"Ok baiklah akan ku usahakan"ucap Liu Wen.


"Kalau begitu aku akan kembali ke kamar terlebih dahulu"ucap Fang Yin kepada Liu Wen yang kemudian ia berdiri dan pergi menuju kamarnya.


"Ok"ucap Fang Yin.


"Hmmm.." gumam Liu Wen ketika ia sendiri.


"Aku pergi melihat pasukan latihan saja deh dari pada termenung sendirian disini"ucap Liu Wen yang kemudian ia pergi ke salah satu barak pasukan.


Di depan barak pasukan.


"Selamat datang tuan di lapangan pasukan"ucap prajurit yang menjaga pintu barak pasukan


"Apakah para prajurit sedang berlatih"tanya Liu Wen.

__ADS_1


"Iya tuan mereka berlatih bersama dengan komandan Xiao Qi.


"Oh... Begitu"ucap Liu Wen.


Liu Wen lalu masuk ke barak pasukan ,pasukan yang sebelumnya hanya mempersilahkan Liu Wen untuk masuk melihat-lihat atau melakukan hal lainnya.


"Hmm ah disana"ucap Liu Wen yang pandangannya berhenti di lapangan yang besar disana sudah terdapat puluhan pasukan yang berjejer rapi dan sedang mengayunkan pedangnya ,yang mereka lakukan secara berulang-ulang.


Liu Wen kemudian berjalan ke arah pasukan yang berbaris rapi itu ,di saat ia melangkahkan kakinya ia mendengar teriakan.


"Yang mulia telah datang!!"ucap salah satu prajurit yang berbaris ketika melihat Liu Wen.


"Tidak perlu di hiraukan"ucap Liu Wen dengan suara yang keras sambil tersenyum.


Setelah kata-kata Liu Wen para prajurit menjadi ragu untuk bersikap,yang kemudian Komandan Xiao Qi mendekat dan bertanya.


"Yang mulia ada apa anda kemari dan maaf disini kondisinya cukup sederhana"ucap komandan Xiao Qi yang berjalan ke arah Liu Wen yang kemudian menunduk hormat.


"Tidak perlu formal aku hanya mampir kesini"ucap Liu Wen santai.


"Baik yang mulia jika anda membutuhkan sesuatu cepat katakan kepada saya"ucap lagi komandan Xiao Qi.


Komandan Xiao Qi lalu kembali ke depan barisan dan melanjutkan melatih para pasukan,Liu Wen lalu terpikirkan sesuatu untuk meningkatkan kekuatan pasukannya menjadi lebih kuat.


"Komandan Xiao Qi aku memiliki usul bagaimana jika disaat latihan seperti ini disertai dengan tekanan aura membunuh"ucap Liu Wen.


"Tetapi apakah para pasukan tidak apa-apa dengan itu"ucap komandan Xiao Qi.


"Jika mereka dapat terbiasa dengan aura membunuh mereka akan memiliki mental kuat yang akan meningkatkan kekuatan nya berkali-kali lipat"ucap Liu Wen.


"Baiklah kalau begitu sesuai dengan permintaan yang mulia"ucap komandan Xiao Qi.


"Hei kalian semua kita akan melakukan latihan dengan diiringi oleh aura membunuh mulai sekarang"ucap Komandan Xiao Qi dengan lantang.


"Baik Komandan"ucap para pasukan dengan lantang tanpa rasa takut.


"Kita mulai"ucap Komandan Xiao Qi yang lalu ia mengeluarkan setengah aura membunuh nya.

__ADS_1


Di barak latihan tersebut langsung terasa berat,tekanan yang membuat beberapa orang memuntahkan darah dan ada juga yang berlutut karena tidak kuasa menahan tekanan dari aura membunuh.


"Yang Mulia mereka sepertinya tidak kuat"ucap Komandan Xiao Qi.


"Biarkan mereka seperti ini hingga 1 jam berlalu ,dan biarkan mereka merasakan tekanan kembali setelah istirahat 1 jam,lakukan itu berulang-ulang kali hingga mereka terbiasa, setelah mereka terbiasa buat mereka latihan seperti biasanya dengan dibawah tekanan aura membunuh"ucap Liu Wen.


"Apakah itu tidak berlebihan Yang Mulia"ucap Komandan Xiao Qi.


"Tidak berlebihan didunia ini jika tidak ingin terbunuh maka kita harus membunuh dan syarat untuk membunuh adalah kita harus lebih kuat dari orang yang ingin kita bunuh"ucap Liu Wen.


"Baik Yang Mulia"ucap Komandan Xiao Li.


Komandan Xiao Qi lalu melakukan sesuai dengan perintah Liu Wen,Liu Wen kemudian meninggalkan barak pasukan dan ia berjalan-jalan di area istana kerajaan tersebut.


Setelah puas berjalan-jalan ia pergi ke kamarnya yang tersedia untuk nya dan kemudian tidur.


3 hari kemudian


Liu Wen berada di lapangan latihan yang ukurannya sangat besar,ia lalu mengeluarkan para demon Beast dan


Sacret Beast yang berada di cincin dimensi milik Liu Wen.


Muncul puluhan Wyvern merah dan hitam, Harimau Putih,


Ular Bersayap dan lain-lainnya.


"Hormat kami tuan "ucap ratusan Demon Beast dan Sacret Beast sambil menunduk hormat kepada Liu Wen.


"Apakah kalian dapat mengubah wujud kalian menjadi wujud manusia"tanya Liu Wen.


"Bisa tuan tetapi untuk para Demon Beast hanya membutuhkan sedikit energi untuk dapat berevolusi menjadi Sacret Beast karena hanya Sacret Beast saja yang dapat berubah wujud menjadi manusia"ucap salah satu ular bersayap.


"Oh begitu ,kalau begitu tolong para demon beast untuk kembali terlebih dahulu ke cincin dimensi"perintah Liu Wen.


Kemudian sekitar 200 demon beast memasuki cincin dimensi milik Liu Wen sedangkan para Sacret Beast mereka tetap di posisi mereka masing-masing serta mereka telah berubah wujud menjadi manusia.


"Ok kalau begitu aku ingin meminta kalian untuk menjadi rakyat di kerajaan ini apakah ada yang keberatan"ucao Liu Wen.

__ADS_1


"Tidak tuan"ucap para Sacret Beast bergantian.


__ADS_2