Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
111. Pergi Ke Desa Elf


__ADS_3

"benar ucapan senior" ucap Liu Wen


"berarti kamu ke sini untuk meminta janjimu sebelumnya tentang kesepakatan"ucap Qing Cao


"tepat sekali "Ucap Liu Wen membenarkan.


"Baiklah ayo aku tunjukkan arah ke aula istana"ucap Qing Cao


Di perjalanan


" hei... siapa ya mereka, apakah mereka wanitamu seperti wanita sebelumnya "ucap polos dari Qing Cao


"bukan! Mereka ada adikku sedangkan yang di samping paling kanan adalah bawahanku"ucap Liu Wen.


"Begitu" ucap Qing Cao.


tanpa di rasakan mereka telah sampai di depan pintu aula.


Qing cao langsung masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu, berapa prajurit yang menjaga pintu tersebut hanya membiarkannya ,karena mereka mengetahui bahwa Qing Cao adalah leluhur dari kerajaan Ling.


Raja , para menteri dan petinggi kerajaan hanya diam ketika tahu siapa yang masuk


"Kakek ! Ada gerangan apa anda kesini "ucap raja kerajaan Ling


"apa kau ingat dengan pemuda ini" ucap Qing Cao sambil menunjuk ke Liu Wen


"Tunggu sebentar "ucap raja kerajaan Ling menatap dengan tajam ke arah Liu Wen.


"... Oh ya aku ingat, bukankah kamu pemuda yang membantu kami melawan pemberontak kerajaan 1 tahun yang lalu " ucap raja kerajaan Ling.


"benar karena itulah kenapa aku ke sini untuk mengantarnya untuk membuat kesepakatan kerajaan seperti yang ia katakan satu tahun yang lalu "ucap Qing Cao menjelaskan.


" oh begitu, baiklah ayo kita buat kesepakatannya "ucap raja kerajaan Ling.


"Jika begitu aku akan menyebut syarat-syarat dalam kesepakatan, pertama dilarang memasuki hutan terlarang bagian dalam , merusak keindahan alam di hutan dan.... " Liu Wen mengucapkan semua hal yang ia inginkan.


"Ok baiklah" ucap raja kerajaan Ling yang kemudian menulis di sebuah gulungan yang berwarna emas.


gulungan tersebut berfungsi untuk menyatakan bahwa perjanjian telah disetujui oleh kedua belah.


Setelah beberapa saat


" Apa hanya itu? "Tanya raja kerajaan Ling.


"ya hanya itu "ucap Liu Wen singkat.


"Setelah ini kami kemana junior"ucap Qing Cao


"Entahlah"ucap Liu Wen santai.


"Kalau begitu menginaplah sementara di sini" ucap Qing Cao


"Benar ucapan dari kakek"ucap raja kerajaan Ling menambahkan


"sebuah kehormatan bagi saya untuk itu " ucap Liu Wen dengan nada hormat.


"Mohon tidak terlalu formal dengan saya karena kita memiliki kedudukan yang sama yaitu seorang raja" ucap raja kerajaan Ling dengan tersenyum tipis.


"Baikkah, terima kasih atas semua hal ini" ucap Liu wen dengan nada tulus.


" prajurit antarkan mereka ke kamar untuk para tamu kehormatan "perintah raja kerajaan Ling


" baik yang mulia ! "ucap beberapa prajurit yang ada di aula kerajaan Ling tersebut.

__ADS_1


" mari saya antarkan tuan-tuan "ucap prajurit tersebut mengajak ke kamar kehormatan di istana kerajaan Ling sesuai yang di perintahkan kepada mereka.


" oke "ucap Liu Wen di ikuti oleh yang lainnya.


" jika begitu kami permisi "ucap nya yang kemudian mengikuti prajurit yang akan mengantar mereka ke kamar untuk tamu kehormatan.


" jika begitu aku pergi juga "ucap Qing Cao yang kemudian mengikuti Liu Wen


" junior apa yang akan kamu lakukan setelah ini?"ucap Qing Cao Kepada Liu Wen,bertanya kembali.


"Hmm... mungkin jalan-jalan" ucap santai Liu Wen.


"oh.... begitukah"ucap Qing Cao.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di depan sebuah ruangan yang memiliki pintu yang indah bercorak naga dan besar.


kita telah sampai tuan pilihlah kamar untuk Anda dan, untuk para nona-nona kamar anda dapat memilih juga berada di samping ruangan ini karena banyak ruangan yang tersedia "ucap prajurit tersebut sambil menunjukkan sebuah ruangan yang berderet memanjang sekitar terdapat 30 kamar yang tersedia.


"baik terima kasih "ucap liu wen yang kemudian masuk kamar yang disediakan untuknya yang sudah ia pilih.


"Kalau begitu aku pergi dulu junior "ucap Qing Cao


" baikkah, jika ada yang ingin di diskusikan tentang formasi atau hal lain silahkan datang padaku kapan saja "ucap Liu Wen dengan tersenyum kepada Qing Cao


"baikkah" ucap Qing Cao yang kemudian meninggalkan mereka berempat


"apakah kalian ingin beristirahat atau jalan-jalan di istana ini" ucap Liu Wen kepada ketiga wanita yang pergi bersamanya.


(Note: sebelum ia masuk ke dalam kamar)


"kami istirahat saja" ucap Huang Zhu mewakili Jia Li dan Lia.


"oke "ucap Liu Wen yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.


"Hoam..."Liu Wen menguap bangun dari tidurnya.


kemudian ia mandi dan memakai pakaian hitam, kemudian ia keluar dari kamarnya dan menuju ibukota.


di pasar ibukota


"mungkin setelah ini aku akan mengunjungi desa Elf" ucap Liu Wen bergumam.


Setelah mengucapkan hal itu ia menikmati berbagai macam makanan di pinggiran jalan kota serta berbagai pertunjukan dan berbagai hal yang ada di sana.


Dua hari kemudian


"apa kau tidak akan mengunjungi kami setelah ini "ucap Qing Cao


"tentu saja aku akan berkunjung ke sini ketika aku tidak sibuk sekalian berlibur " ucap Liu Wen dengan tersenyum.


"Baiknya hati-hati di jalan " ucap Raja kerajaan Ling


"tentu saja" ucap Liu Wen yang kemudian menaiki pedang besar di ikuti oleh Jia Li, Huang Zhu dan Lia.


"kita akan kemana selanjutnya "ucap Lia kepada Liu Wen penasaran.


"Mengunjungi desa Elf "ucap singkat Liu Wen


" oh jadi kita akan ke desa Kak Lia yah , baik lah ayo !!" ucap Huang Zhu bersemangat


"Benar"ucap Liu Wen.


Tidak butuh waktu lama mereka terbang menggunakan pedang untuk sampai di desa Elf karena kecepatan terbang mereka yang sangat tinggi .

__ADS_1


di desa Elf


"ketua suku saya merasakan aura orang kuat yang energinya sangat tinggi menuju ke sini dengan kecepatan yang luar biasa"Ucap salah satu petinggi suku Elf dengan serius.


Pada saat ini ketua suku dan para tetua petinggi suku Elf sedang melakukan rapat di aula, tiba-tiba mereka merasakan aura seseorang yang kuat menuju desa mereka.


"Biarkan mereka masuk "ucap ketua suku acuh tak acuh.


"Tapi jika mereka musuh apa yang harus kita lakukan ketua suku " Ucap salah satu tetua yang ada di sana.


"Kurasa mereka tidak memiliki niat buruk."Ucap ketua suku dengan santai.


"baik ketua suku "ucap ketua yang berbicara sebelumnya


" ada gerangan apa mereka kemari tidak biasanya "batin ketua suku sambil tersenyum.


Di gerbang masuk desa Elf


"siapa kalian!" Ucap penjaga gerbang dengan waspada kepada Liu Wen, Jia Li ada Lia sambil mengacungkan tombak ketua mereka bertiga.


"apakah kalian tidak mengenalku sungguh " ucap Lia maju ke depan dengan wajah kecewa.


" eh... "Ucap salah satu penjaga gerbang tersebut dengan terkejut dan kaget.


"Bukankah Anda Putri Lia "ucap salah satu penjaga gerbang tersebut dengan terkejut dan kaget .


" benar aku telah kembali hahaha..., Cepat beritahu kepada kakak " perintah Lia kepada kedua penjaga gerbang yang menghadang nya.


"baik" ucap salah satu penjaga gerbang yang kemudian memasuki desa.


"jadi kita akan menunggu atau masuk "ucap Liu Wen bertanya.


"kita masuk saja" ucap Lia yang kemudian memasuki desa dengan santai


"baikkah " ucap Liu Wen yang kemudian memasuki desa dengan santai tidak lupa ia menutup auranya hingga tidak terasa sama sekali .


Seluruh pandangan orang-orang suku memandang Liu Wen dengan tatapan merendahkan dan menghina sedangkan kepada Jia Li Huang Zhu dan Lia mereka justru takut


"tidak manusia tidak elf semua sama saja memandang rendah pada setiap makhluk yang memiliki kekuatan lebih rendah dari diri mereka "ucap Liu Wen yang dapat didengar oleh wanita-wanita yang ada di belakangnya


" Eh... Hahaha... Maaf kalau begitu "tawa Lia dengan canggung dan terdapat rasa kekecewaan.


"kenapa meminta maaf santai saja itu bukan kesalahanmu" ucap Liu Wen dengan tersenyum.


setelah beberapa menit mereka berjalan sampailah di aula rapat di desa Elf.


Lia pun mengetuk pintu dahulu, lalu berucap"Kak apa kami bisa masuk " ucap Lia berteriak.


"masuklah" ucap suara dari dalam ruangan


Lia, Liu Wen, Jia Li, dan Huang Zhu pun masuk ke dalam aula


Lia maju dan membungkuk hormat sedangkan Liu Wen, Jia Li dan Huang Zhu hanya menundukkan kepala sebagai rasa penghormatan


Beberapa petinggi yang melihat sikap Liu Wen , Jia Li dan Huang Zhu menjadi geram dan marah .


"Lancang! siapa kalian beraninya tidak membungkuk hormat kepada ketua suku " ucap salah satu petinggi dengan berteriak.


ketua suku pun melirik petinggi yang berteriak sebelumnya, petinggi yang dilihat oleh ketua suku menjadi gemetar ketakutan


"Besar juga nyalimu berteriak ketika aku masih ada di sini "ucap ketua suku dengan senyum dipaksakan dan aura membunuh yang menyebar menekan semua petinggi di sana kecuali Liu Wen dan yang lainnya karena kekuatan mereka.


"mohon maaf ketua suku tapi mereka berani-beraninya tidak hormat kepada mu raja raja saja memberikan hormatnya kepadamu tapi kenapa mereka tidak ,siapa mereka" ucap petinggi yang berteriak itu memberanikan diri menjawab.

__ADS_1


__ADS_2