Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
Kembali Ke Istana


__ADS_3

Bola cahaya yang masuk lewat kedua tangan Liu Wen berubah menjadi energi yang masuk kedalam tubuh Liu Wen, mengalir seperti darahnya.


Tubuh Liu Wen terdengar ledakan yang teredam di dalam tubuh Liu Wen.


Boom..


"Akhirnya aku naik ke tingkat semesta"ucap Liu Wen dengan gembira.


Liu Wen lalu keluar dari dunia dantian tetapi sebelum itu ia memakan pil pondasi untuk memperkokoh pondasi kultivasinya.


Wen duduk memantapkan pondasi nya hingga beberapa saat ia kembali berdiri untuk keluar dari dunia dantian.


Di saat Liu Wen membuka matanya ia melihat badai ruang yang seukuran sangat kecil tetapi memiliki efek penghancur yang luar biasa.


Walau memiliki efek penghancur yang luar biasa tetapi itu bukan apa-apa di bandingkan badai ruang yang sebelumnya di lahap oleh Liu Wen.


Badai ruang tersebut berjumlah ratusan hingga menyebabkan kekacauan yang sangat luar biasa.


Tetapi Liu Wen tidak memperdulikannya, ia langsung keluar dari dimensi ruang setelah mengetahui bahwa ibunya ke dua Chu Xia tidak ada di sana.


Saat Liu Wen keluar dari formasi ruang ia langsung bergegas kearah kaki-laki tua yang tergeletak disana.


Liu Wen menyentuh keningnya yang lalu dengan secara tiba-tiba tubuh Liu Wen menghilang menyisakan tubuh laki-laki tua yang masing tergeletak di tanah.


"Datang secara tiba-tiba pergi juga tiba-tiba sudah seperti hantu orang itu"gumam senjata pusaka golok.


Liu Wen yang menghilang ia muncul di tengah-tengah hutan yang lebat disana terlihat seorang laki-laki muda, yang sedang terluka parah.


"Siapa kamu!!"teriak pria muda tersebut.


Liu Wen lalu menoleh kearah pria muda tersebut setelah ia tersadar tentang situasinya.


"aku?"ucap Liu Wen sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Aku adalah orang yang akan membantumu"ucap Liu Wen lagi.

__ADS_1


"tidak!! pasti kau adalah seseorang yang di utus untuk membunuhku kan"ucap laki-laki muda tersebut.


"Walau jika aku memang orang seperti yang kau katakan aku akan tetap melakukannya"


"Kau bahkan tidak dapat mengalirkan energi yang berada di tubuhmu sehingga menyebabkan memperparah racun yang berat di tubuhmu"ucap Liu Wen sambil mencoba memberikan tekanan kepada pemuda tersebut.


"Ap... apa sialan!"ucap pemuda tersebut dengan kesal.


Tetapi Liu Wen menekannya dengan keras untuk menghentikan pergerakan nya.


Bersamaan dengan tekanan Liu Wen keluarkan , ia membaringkan tubuh pemuda tersebut dan memukul perutnya dengan telapak tangannya.


Ugh...


Pemuda tersebut memuntahkan seteguk darah , darah yang dikeluarkan oleh pemuda tersebut berwarna hitam dan ketika menyentuh tanah darah tersebut mengkorosi tanah dan tumbuhan yang berada di sekitarnya.


Setelah darah yang keluar dari tubuh pemuda tersebut, aliran energinya mengalir kembali dengan lancar yang sempat tersumbat di meridian-meridian di tubuhnya.


Liu Wen langsung menghilangkan tekanannya.


"Terima kasih tuan telah menyelamatkan saya dan saya mohon maaf telah salah paham terhadap anda"ucap pemuda tersebut.


"Dan juga dengan berlatih pada fokus serangan utama jangan berpindah jurus jika ingin mendapatkan kekuatan yang maksimal."ucap Liu Wen memberikan saran agar dapat memperkuat kemampuan pemuda tersebut.


Liu Wen berkata untuk menggunakan energi langit karena ia merasakan bahwa tubuh pemuda tersebut, cukup istimewanya.


Yaitu tubuh Langit, tubuh Langit adalah tubuh yang dapat menggunakan energi langit dan memiliki 4 kaki lipat kecepatan kultivasi untuk orang biasa.


"Baik tuan terima kasih atas saran dan petunjuknya"ucap pemuda tersebut.


"Saat nya setuju pergi"ucap Liu Wen yang lalu membuat gerbang ruang dan waktu untuk kembali .


"Tinggi tuan Anda masih belum menyebutkan nama Anda"ucap pemuda tersebut.


"Tidak perlu jika kita di takdirkan bertemu kita akan bertemu"ucap Liu Wen yang lalu memasuki gerbang ruang dan waktu.

__ADS_1


"Terima kasih tuan bantuan anda pasti akan saya balas"gumam pemuda tersebut.


Di tempat Liu Wen


Liu Wen yang berada di dimensi ruang ia merenung"huft... di luar pasti telah berubah"ucap Liu Wen dengan pelan.


Saat Liu Wen telah keluar dari gerbang ruang dan waktu ia tidak melihat pusaka golok maupun laki-laki tua yang berbaring sebelumnya.


"Baiklah kita lanjutkan untuk pergi ke rumah"ucap Liu Wen yang lalu ia melesat ke arah kerajaannya sendiri.


[Note: sebelumnya Shen Lu dan Shen Liu di letakkan begitu saja di tempat yang sebelumnya Liu Wen menarik pusaka golok yang tertancap di tanah]


Saat tiba di kerajaan ia melihat bahwa bangunan-bangunan yang telah hancur , di bangun ulang oleh para malaikat hitam yang tersisa.


Liu Wen yang berjalan santai di depan gerbang ia mendengar teriakkan dari salah satu malaikat hitam yang berdiri di depan gerbang.


"Yang mulia telah tiba!! cepat buka gerbangnya"ucap malaikat hitam tersebut yang menjadi prajurit yang menjaga gerbang.


Gerbang pun terbuka dengan perlahan-lahan, Liu Wen melihat puluhan prajurit menyambutnya dengan membungkukkan tubuh mereka dengan hormat.


"Selamat datang kembali yang mulia"ucap Wu Shan yang menggunakan ucapan selamat datang.


"Tidak usah berlama-lama disini ayo kita langsung ke istana"ucap Liu Wen yang dengan malas memerintah.


"Baik yang mulia"ucap Wu Shan.


[Note : Tubuh belahan Liu Wen yang sebelumnya ia tinggal untuk senantiasa tinggal di istananya telah mati di karenakan melindungi Jia Li karena kekuatan belahan tubuh Liu Wen hanya 25 persen sedangkan kekuatan musuh sudah berada di tingkat dunia]


Liu Wen dan Wu Shan serta pilihan prajurit yang menyambut langsung menuju ke istana sedangkan sisanya kembali melakukan tugas nya masing-masing.


Tiba di istana Liu Wen melihat bahwa istananya telah pulih 25 persen dan yang lainnya masing dalam proses perbaikan.


"Aku istirahat terlebih dahulu dan juga masukkan mereka ke penjara paling aman serta biarkan kondisi mereka terikat seperti itu" ucap Liu Wen


"Baik Yang Mulia"ucap Wu Shan.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya


setelah selesai membaca, terimakasih....


__ADS_2