Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
108. Awal Pertarungan


__ADS_3

"Mari kau sialan!!"teriak marah patriak sekte dengan melesat menyerang dengan kecepatan penuhnya.


"Teknik Kelinci Hitam : Taring Penghancur Gerbang Neraka"


Patriak sekte mengumpulkan energi qi nya di kedua tangannya yang mengepal dengan erat munculnya siluet kelinci di setiap tangan patriak sekte yang terlihat menunjukkan gigi yang tajam dan terasa memiliki aura yang mengerikan serta mengeluarkan aura yang mungkin dapat menghancurkan segalanya yang terkena pukulan tersebut.


Patriak sekte melesatkan pukulannya ke arah


kepala Liu Wen tapi dapat dengan mudah di hindari dengan memiringkan kepalanya lalu ia melanjutkan dengan mengarahkan ke arah tubuh Liu Wen tapi juga dapat dengan mudah di hindari dengan melompat mundur ke belakang, walau serangan nya selalu dihindari tapi Patriak sekte tetap melesatkan serangan demi serangan ke arah Liu Wen berharap dapat mengenai tubuh Liu Wen meskipun tidak ada yang mengenai tubuh Liu Wen


.


"Teknik Tingkat kaisar : Hantaman Maut"


Liu Wen yang melompat mundur ke belakang tiba-tiba merasakan energi qi di atasnya ia pun menoleh ke atas ia dapat melihat tetua agung telah memposisikan serangan tendangan dari atas ke arah Liu Wen dengan kecepatan mengerikan.


Duar..


Kawah yang besar terbentuk akibat dari serangan tetua agung yang meleset karena di hindari oleh Liu Wen ,Liu Wen secara refleks menghindar ke samping setelah melihat serangan dari tetua agung yang memiliki kepadatan qi yang sangat padat .


"Cih sialan"decak kesal tetua agung ketika serangan nya di hindari oleh Liu Wen.


"Hah..."hela nafas tetua agung menenangkan pikirannya.


"Sekarang giliranku"ucap Liu Wen yang kemudian mengeluarkan teknik tingkat kaisar kepada patriak sekte dan tetua agung juga karena tetua agung dan patriak sekte memiliki ranah kultivasi tingkat Kaisar.


"Teknik Tingkat kaisar : Hantaman Harimau Darah"


Liu Wen juga memusatkan energi qi nya di kedua tangan yang terkepal di kedua tangan nya seperti patriak sekte sebelumnya hanya saja miliki Liu Wen memunculkan siluet harimau berwarna merah darah.

__ADS_1


"Tidak akan kubiarkam"ucap Patriak sekte kembali melesat menyerang dengan pukulan yang ia gunakan sebelumnya .


"Teknik Kelinci Hitam: Taring penghancur gerbang neraka"


Pukulan patriak sekte dan Liu Wen membentur menghempaskan udara yang kencang yang dapat membuat memporak-porandakan hutan.


Wush...


Patriak sekte terus melesat kan pukulan demi pukulan yang terus beradu dengan pukulan Liu Wen ,tetua agung tidak tinggal diam ketika melihat patriak sekte terus beradu pukulan dengan musuhnya yaitu Liu Wen ia lalu mengeluarkan teknik tendangannya yang diliputi dengan niat mencari celah di pertahanan Liu Wen.


"Teknik Tingkat kaisar: hantaman maut"


Liu Wen yang terus menangkis dan membenturkan pukulannya ke arah serangan demi serangan patriak sekte tiba-tiba ia merasakan perasaan krisis di tubuh bagian kanannya dan benar saja tetua agung sudah berada di samping kanannya dan sudah siap untuk menendang tubuh Liu Wen begian kanannya.


Liu Wen yang mengetahui itu dengan refleks langsung melangkah mundur dengan teknik langkah langit nya.


"Baiklah kurasa sudah cukup "ucap Liu Wen yang telah memjauh dari lokasi pertarungan dengan langkah langit nya.


"Apa maksudmu telah selesai sialan!!"teriak marah tetua agung dan kembali melesat menyerang Liu Wen dengan kecepatan penuhnya.


"Sudah kubilang selesai yah.. Selesai"ucap Liu Wen sambil menatap tajam tetua agung sambil memasang wajah tidak senang serta ia juga mengeluarkan aura nya untuk menekan tetua agung.


"Sialan!!"decak kesal patriak sekte.


"Jawab pertanyaan ku maka akan ku lepas kalian berdua dan sekte kalian yang kecil ini tapi jika tidak pasti kalian sudah mengetahui apa yang akan terjadi"ucap Liu Wen sambil tersenyum.


"Baiklah "ucap patriak sekte menyetujui perkataan dari Liu Wen kareka ia tahu lawannya akan melakukan apa yang ia inginkan ketika ia ingin tanpa ada yang dapat menghentikan tindakannya.


Tekanan yang menimpa mereka kemudian menghilang ketika patraik sekte telah menyetujui permintaan dari Liu Wen karena Liu Wen telah menarik aura yang menekan mereka berdua hingga jatuh tersungkur.

__ADS_1


"Baiklah pertanyaannya adalah kenapa sekte kalian di sebut dengan sekte aliran hitam padahal jika aku lihat dan rasakan tidak adanya aura gelap hasil ataupun efek dari tindakan keji maupun kejam di sekte ini dari yang terkecil hingga yang terbesar sekali pun"ucap Liu Wen bertanya dengan penasaran.


"Itu karena sekte kami merupakan sekte yang menerima perintah membunuh dari balik bayang-bayang itu merupakan perintah dari kerajaan Jiu,karena banyaknya permintaan dalam membunuh membuat sekte aliran putih maupun aliran netral menyatakan bahwa sekte kami merupakan sekte aliran hitam"ucap patriak sekte.


"Ah... Raja kerajaan jiu yah... orang sialan yang berusaha ingin menghancurkan kerajaan yang baru saja aku bangun"ucap Liu Wen sambil tersenyum sinis.


"Apa kalian menyukai perintahnya"ucap Liu Wen bertanya kembali dengan senyum yang terlihat jelas di wajahnya.


"Jika saja ini bukan karena mempertaruhkan sekteku maka aku tidak akan pernah mengatakannya kepada mu"ucap patriak sekte yang kemudian mengambil nafas dalam-dalam.


"Aku sungguh sudah sangat muak dengan semua perintah dari istana kerajaan jiu "ucap patriak sekte dengan raut wajah marah dan mengeluarkan aura membunuh yang kuat.


"Kenapa?"ucap heran Liu Wen melihat wajah marah dan aura membunuh dari patriak sekte.


"Karena mereka telah memperkosa anakku dan istriku hingga mati dan juga perintah perintah nya selalu membunuh orang-orang yang tidak bersalah "ucao Patriak sekte sambil mengeluarkan aura


membunuh yang lebih besar.


"Lalu kenapa kalian tidak menolak dan melawan serta membunuh mereka bukankah mereka telah melakukan hal-hal keji kepada kalian terutama kepada keluarga dirimu"ucap Liu Wen sambil memandang patriak sekte.


"Itu karena aku , tetua agung dan beberapa petinggi telah terkena racun mereka,racun yabg dapat membunuh tubuh seseorang dengan membusukkan bagian-bagian tubuh secara perlahan"ucap patriak sekte menjelaskan


"Kami akan selalu mendapat kan stok pemawar dan penghenti racun tersebut di setiap bulan ketika kami masih menuruti semua perintah mereka,tapi anehnya racun ini tidak menghilang selama ini walau sudah di kasih oleh penawar selama bertahun-tahun "ucap patriak sekte menjelaskan dengan wajah sedih.


"Bagaimana jika aku dapat membantu kalian tentang racun maupun Kerajaan Jiu apa manfaatnya untuk ku" ucap Liu Wen ingin menawarkan bantuan tapi juga meminta bayaran yang setimpal.


"Dan juga bisa saja aku juga membantu kalian untuk membunuh dan membalaskan dendam kalian ke arah siapa yang telah berbuat kejam kepada kalian dan keluarga kalian"ucap Liu Wen menambahkan.


NEXT CHAPTER . . .

__ADS_1


__ADS_2