
"Jadi aku bertanya bagaimana kamu menginginkan kematian "ucap Liu Wen menyeringai sambil menatap santai ke arah Gong Jiu.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kau menginginkan kematian seperti apa?"ucao Gong Jiu membalas perkataan Liu Wen dengan nada sombong.
"Cih.. baiklah biar aku tunjukkan saja kematian seperti apa yang sangat indah kepadamu karena telah menantang ku"ucap Gong Jiu dengan senyum kejam.
"Teknik Tingkat kaisar: tebasan Gerhana bulan"
"Oh... Benarkah baiklah ayo kita buktikan"ucap Liu Wen menyeringai.
"Teknik tingkat kaisar : ayunan cakar naga"
Sring...
Bilah tebasan dari Gong Jiu dan Liu Wen bertabrakan menbuat ledakan yabg sangat keras...
Duar...
Gong Jiu terlempar karena telah kalah kekuatan dengan tebasan Liu Wen yabg sangat kuat.
"Cih... Ternyata hanya omong kosong"ejek kesal dari Liu Wen dengan senyum sinis.
"Sialan! Mati!"ucap Gong Jiu marah lalu ia melesat kembali menyerang Liu Wen.
"Teknik Tingkat kaisar : amarah Bulan"
Seketika suhu daerah tersebut menjadi dingin yang sangat mencengkam padahal tadi masih pagi hari menjadi malam dengan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang.
Tetapi suhu dingin dan aura dingin tersebut tidak mempengaruhi tubuh Liu Wen bahkan tidak banyak efek pada tubuhnya Liu Wen.
"Ah ... Mengubah suhu sekitar yah untuk memperlambat gerakan lawan hmmm... Tidak buruk tapi aku akan tunjukkan rasa dingin dari rasa sakit yang tidak akan kau sadari"ucap Liu Wen sambil tersenyum kejam.
"Teknik elemen: tebasan aliran sungai mengalir"
Liu Wen bergerak sangat cepat dan halus menghindari dan menyerang ke arah Gong Jiu yang telah menyerang ke arah Liu Wen dengan membabi buta, karena efeknya teknik sebelumnya juga ia mendapatkan kecepatan dan kekuatan menjadi beberapa kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.
Tapi Liu Wen dapat dengan mudah menghindari setiap serangan dari Gong Jiu walau ia telah menurunkan tingkat kultivasi nya ke tingkat yang sama dengan Gong Jiu.
Slash...
Gong Jiu tiba-tiba merasakan dingin di tangan kirinya ia pun menoleh sebentar ke tangan kirinya dan betapa ia terkejutnya ketika ia melihat tangan kirinya telah hilang dan rasa sakit muncul ketika ia sadar bahwa tangan kirinya telah hilang.
Argh...
"Bagaimana? Sakitkah?"tanya Liu Wen mengejek ke arah Gong Jiu.
"Sialan!sialan!"ucap marah Ging Jiu aura hitam seketika merembes dengan deras dari tubuh Gong Jiu.
Langit seketika menggelar petir menyambar di mana-mana membuat dunia bawah tersebut bergetar ketakutan seolah bencana akhir dunia telah tiba pada dunia tersebut.
tapi di wajah Liu Wen muncul senyum kejam yang tidak biasa ia perlihatkan kepada orang lain hanya di perlihatkan ketika melakukan pembantaian musuh-musuhnya pada peperangan.
__ADS_1
Senyum kejam nya yang lebih dari sebelumnya siapapun yang melihat pasti akan bergetar ketakutan.
"keluarlah jika tidak maka murid mu ini akan ku bunuh menjadi debu tanpa kau sadari bahkan tidak akan terlahir kembali di kehidupan selanjutnya "ucap Liu Wen dengan menggunakan Qi sehingga suaranya menggelegar di dalam ibu kota.
"hahaha apa kau berani bocah"ucap sosok yang tiba-tiba muncul secara tiba-tiba di belakang raja Jiu Gong.
" ternyata benar sesuai pikiranku bahwa itu dirimu jadi bagaimana kabarmu teman lama " ucap Liu Wen sambil tersenyum sinis
Sosok tersebut kemudian berhenti tertawa dengan tiba-tiba ia terkejut dengan apa yang ia lihat , seseorang yang telah lama membuat nya dapat menciptakan ketakutanbpada dirinya.
sosok pria tua misterius tersebut yang ternyata adalah iblis yang telah lama hilang karena dimusnahkan oleh Liu Wen tapi ternyata menyebarkan jiwanya hingga menjadi ratusan yang ia sebarkan ke seluruh dunia dan dimensi dari dunia atas tengah dan bawah.
" lama tak berjumpa teman"ucap Liu Wen dengan senyum sinis
" aku harus memberitahu mereka karena kemunculannya akan membuat kegemparan di semua alam "ucap dalam hati iblis yang baru datang tersebut.
dengan panik dan ketakutan Ibis tersebut hendak merobek ruang dan pergi tetapi tiba-tiba tubuhnya tak dapat bergerak, setelah beberapa detik kemudian ia tahu akibatnya yang ternyata dari tekanan yang dikeluarkan oleh Liu Wen.
" ingin pergi dari hadapanku tidak semudah itu" ucap Liu Wen tersenyum
walau tindakannya gagal tetapi ia tidak menyerah karena ini menyangkut nyawanya dan teman-temannya.
"Sialan jika kau membunuhku saat ini maka dunia bawah ini akan hancur lebih cepat"ancam iblis tua itu.
"Hahaha... Beraninya mengancam, aku salut kepadamu tapi yah , dunia hancur lebih cepat dan dalam bahaya hahaha... lucu sekali kau"tawa mengejek dari Liu Wen
"apa kau sudah lupa dengan diriku"ucap Liu Wen
"Sial bisa bisanya aku lupa dengan dirinya, ia akan melakukan persiapan sebelum bertindak "ucap kesal iblis tersebut setelah mengingat masa lalunya yang sudah ratusan kali di bunuh oleh Liu Wen.
kemudian ia memandang raja kerajaan Jiu Liu Wen mengatakan sesuatu sebelum ia membunuh nya
"karena kau sudah telah banyak berbuat jahat maka hari ini akan menjadi akhir dari hidupku hiduplah lebih baik di kehidupan selanjutnya "ucap Liu Wen yang kemudian menebas kepala raja kerajaan Jiu tanpa menunggu reaksi nya terhadap kata -kata yang ia ucapkan sebelumnya.
"Hah.. akhirnya selesai"ucap Liu Wen
Kenapa tidak ada yang membantu karena seluruh orang di istana pingsan akibat dari tekanan yang di keluarkan oleh raja kerajaan Jiu sebelumnya.
Kemudian Liu Wen meninggalkan istana kerajaan jiu begitu saja.
Di sisi Huang zhu,jia li dan lia
Mereka yang sedang menikmati makanan di restoran lantai 2 tiba-tiba merasakan aura kuat mendekat.
Hmmm... Siapa yang mengeluarkan aura ini "ucap huang zhu dengan tenang
"entahlah" ucap Jia Li acuh tak acuh
saat mereka berdua asik berbicara aura yang kuat sebelumnya menyebar ke seluruh ibukota dan menekan ibukota
"sepertinya pemilik dari aura ini sedang marah besar entah apa yang terjadi" ucap Lia santai padahal seluruh ibukota ditekan hingga banyak yang memuntahkan seteguk darah segar.
__ADS_1
"apa pedulinya dengan kita biarkan saja" ucap Huang Zhu tidak peduli
"lanjutkan saja , nikmati makanan di sini walau tidak seenak di istana "ucap Jia Li dengan tenang.
Kembali ke sisi liu Wen
" selanjutnya berkunjung ke kerajaan Ling untuk membuat kesepakatan "ucapan Liu Wen bergumam sendiri.
Liu Wen kemudian menghilang dalam sekejap dan muncul di restoran tingkat 2
" apa kalian masih ingin ikut "tanya Liu Wen yang ternyata muncul di tempat Huang Zhu, Jia Li dan Lia
"memangnya kita mau ke mana" tanya Jia Li
"kerajaan Ling" jawab santai Liu Wen.
"baik aku ikut" ucap Huang Zhu dengan cepat
"Kalau begitu aku juga ikut "ucap Lia
"di sana mungkin ada hal yang menarik kenapa tidak" ucap Jia Li dengan semangat .
"Baiklah jika begitu ayo kita pergi" ucap Liu Wen yang kemudian bertelepotasi bersama Jia Li, Huang Zhu dan Lia
di taman istana
Terlihat seorang kakek tua sedang merenung sambil memasang senyum cerah di wajahnya memandang taman di depannya, di saat ia merenung tiba-tiba ia merasakan gesekan ruang di taman tersebut.
"siapa yang datang kenapa aku merasa familiar dengan auranya" ucap yang merupakan leluhur kerajaan Ling.
lalu muncul 4 orang di taman tersebut, Qing cao pun memasang wajah waspada ketika melihat ke empat orang asing yang baru datang tersebut , satu laki-laki bertopeng rubah dan 3 wanita salah satunya menggendong seekor kelinci berwarna putih
"Lama tidak berjumpa senior" ucap laki-laki bertopeng rubah yang merupakan Liu Wen
"senior? Siapa kamu ! Kenapa kalian di sini" ucap Qing cao dengan waspada
"apa kamu sudah lupa dengan suaraku dan auraku senior "ucap Liu Wen
" tidak, aku tidak mengenalmu "ucap waspada Qing cao.
" ini aku yang 1 tahun yang lalu beradu formasi denganmu dan membantu mengatasi pemberontakan kerajaan ini "ucap Liu Wen dengan tenang.
" tapi kenapa kamu memakai topeng rubah! "Tanya Qing cao yang masih waspada karena tidak sepenuhnya percaya.
" ah ... aku lupa " kemudian Liu Wen membuka topengnya memperlihatkan wajah seorang pemuda yang tampan dari balik topengnya
" ternyata Benar itu kau "ucap Qing Cao melepaskan rasa waspadanya.
" Maaf ya karena datang tiba-tiba "ucap tersenyum Liu Wen kepada Qing Cao
" kenapa kamu baru datang sekarang apa yang terjadi"tanya Qing Cao
__ADS_1
" ah...... Maaf maaf itu karena aku harus memperkuat kerajaan ku dulu agar tidak terjadi penyerangan dan pengkhianatan" ucap Liu Dengan tertawa kecil
"jadi saat ini kerajaan mu sudah memiliki kekuatan yang cukup ya" ucap Qing Cao memahami sesuatu.