
Di waktu bersamaan
Liu Wen sedang tidur-tiduran di atas punggung Wyvern yang ia tunggangi padahal ia dapat terbang sendiri tanpa membutuhkan bantuan seperti tunggangan apalagi energinya yang sangat berlimpah .
"Yang Lu segera menuju ke kerajaan laut"ucap Liu Wen yang memberikan perintah.
"Baik tuan "ucap Yang Lu yang kemudian mempercepat terbangnya.
Butuh sekitar setengah jam Liu Wen dan Yang Lu untuk sampai di atas pusaran air yang dasyat , pusaran air yang merupakan sebuah jalan untuk menuju gerbang kerajaan Laut.
"Akhirnya sampai,dari sini aku teleportasi saja"ucap Liu Wen yang kemudian membuat mantra formasi didepannya yang kemudian lingkaran mantra formasi tersebut di lewati oleh Yang Lu.
Wush...
Liu Wen langsung diperlihatkan pemandangan perkotaan yang beberapa membeku dan kota-kota lain tidak membeku.
"Rupanya sudah selesai mereka melakukan ini dengan sangat cepat"ucap Liu Wen yang mengingat ketika memberikan sesuatu untuk dapat melelehkan es yang dibuat oleh Liu Wen dan Jia Li.
Liu Wen kemudian turun kebawah di kota yang dulu pernah di dibekukan dengan elemen es milik Liu Wen.
Kota tersebut masih dalam keadaan membeku sehingga Liu Wen tidak khawatir karena disana tidak ada penduduk yang meninggalinya.
"Baiklah sekarang aku akan menemui Jia Li"ucap Liu Wen yang kemudian ia berlari ke arah kerajaan dengan teknik jurus nya.
"Teknik Elemen: Langkah Langit"
Hanya dalam beberapa menit Liu Wen telah sampai di depan gerbang kerajaan.
"Siapa kau!!"ucap penjaga gerbang dengan siaga ketika melihat siluet yang berbentuk manusia yang menghampirinya.
"Tenang tenang ok ini aku "ucap Liu Wen yang kemudian dirinya terlihat ketika debu menghilang.
"Maaf tuan Liu saya tidak mengenali anda karena kepulan debu sebelumnya"ucap penjaga gerbang kerajaan dengan khawatir.
__ADS_1
"sudahlah tidak perlu khawatir tapi aku boleh masuk kan"ucap Liu Wen yang ingin masuk ke dalam kerajaan.
"Silahkan tuan tidak perlu berlama-lama di sini"ucap penjaga gerbang mempersilahkan untuk Liu Wen masuk ke dalam istana kerajaan.
Bersamaan Liu Wen memasuki pintu gerbang Liu Wen juga mengirimkan Demon Beast yang berbentuk merpati untuk memberikan informasi kepada Jia Li.
Jia Li yang sedang melakukan meditasi tiba-tiba ia merasakan sebuah aura kecil yang sedang menuju kearah kediamannya,ia pun kemudian menyudahi meditasinya dan melihat siapa yang datang.
Jia Li yang membuka mata ia melihat seekor Demon Beast yang berbentuk burung merpati yang di kakinya di selipkan sebuah gulungan,Demon Beast itu hinggap di jendela di kediaman milik Jia Li tersebut.
"Makhluk kecil ini memiliki aura kakak "ucap Jia Li yang kemudian menangkap Demon Beast tersebut dan mengambil sebuah gulungan yang berada di kakinya.
"Gulungan? Apa yah... Isi dari gulungan ini"ucap Jia Li penasaran.
Jia Li kemudian membaca gulungan yang ia ambil dari Demon Beast tersebut, setelah membaca gulungan tersebut senyum di bibirnya terlihat tetapi senyum nya tidak bertahan lama, Jia Li yang melanjutkan membaca gulungan itu senyum di bibirnya menghilang di gantikan dengan gertakan gigi dengan keningnya yang mengkerut yang tampak seperti ia sedang menahan kemarahan.
"Kakak kau butuh penjelasan untuk ini"ucap Jia Li dengan senyum mengerikan di wajahnya.
Gulungan yang di baca oleh Jia Li adalah informasi yang di beritahu oleh Liu Wen tentang pergerakan iblis yang mulai terlihat dan ia telah melacak gerbang untuk naik ke dunia atas serta juga tentang Fang Yin yang telah kembali ke sekte nya.
"Hmm bukankah itu aura milik kakak"ucap Jia Li yang melihat dari jendela ,disana ia dapat melihat dari jauh aura milik Liu Wen.
"Mungkin dia sudah kembali ke kerajaan ini"ucap Jia Li yang kemudian melesat ke arah aura Liu Wen yang ia lihat sebelumnya.
"Kak bisakah kau jelaskan tentang informasi yang kau berikan ini"ucap Jia Li dengan nada amarah.
Liu Wen kemudian menolehkan kepalanya ia dapat melihat wajah Jia Li yang sedang kesal karena informasi yang ia berikan sebelumnya.
"Li'er mana sopan santunmu apakah kau ingin aku ajarkan tentang sopan santun"ucap Liu Wen dengan mengeluarkan aura membunuh yang lumayan pekat yang membuat Jia Li begidik ngeri bukan hanya itu bahkan tubuh Jia Li terkena tekanan aura membunuh yang sangat kuat.
"Ugh... "Jia Li memutahkan darah segar dari mulutnya karena tidak kuasa menahan tekanan aura membunuh milik Liu Wen.
"Maaf K..kak tolong hilangkan a...aura membunuh mu aku ti..dak dapat ber.. nafas"ucap Jia Li yang terengah -engah menahan tekanan dari Liu Wen.
__ADS_1
Liu Wen kemudian menghilang kan aura membunuh nya yang membuat Jia Li jatuh ke tanah karena tenaganya telah habis untuk menahan tekanan yang diberikan oleh Liu Wen.
"Hah... Sudahlah apa yang ingin kau minta penjelasan dari ku"ucap Liu Wen yang berkata sambil tersenyum.
Jia Li yang masih bergidik ngeri serta masih terdapat rasa ketakutan di hatinya memberanikan diri untuk berbicara.
"Um... Kak apakah kau telah memaafkanku"ucap Jia Li yang sambil ketakutan.
"Yah jika lain kali kau menghilang kan sopan santun mu aku yang akan mengajari mu"ucap Liu Wen dengan santai sambil tersenyum manis.
Senyum manis Liu Wen dimata Jia Li seperti senyum iblis karena ini pertama kalinya ia melihat Liu Wen bersikap seperti itu.
"Baik kak , yang ingin ku inginkan adalah penjelasan tentang pergerakan iblis-iblis yang kamu ceritakan di gulungan sebelumnya dan
,Apa benar juga kamu sudah menemukan titik gerbang menuju dunia atas serta informasi Fang Yin yang telah kembali ke sektenya"ucap Jia Li dengan berusaha kuat.
"Kau tidak perlu takut kepadaku aku hanya akan berbuat seperti ini jika kau melakukan kesalahan,untuk yang kau inginkan akan ku jelaskan"
"Aku sudah beberapa kali melawan iblis-iblis yang berada di perjalanan sebelumnya jadi aku menyimpulkan bahwa mereka telah melakukan pergerakan,dan titik gerbang menuju dunia atas itu sepertinya berada di sekte Fang Yin"ucap Liu Wen.
"Benarkah jadi kita akan berkunjung kesana nanti ketika kita akan naik ke dunia atas "ucap Jia Li dengan bersemangat.
"Iya tetapi disana sepertinya terdapat aura iblis jadi aku yakin ada iblis yang mengawasi titik gerbang tersebut agar orang-orang dunia bawah ini tidak dapat naik ke dunia atas"ucap Liu Wen menjelaskan.
"Jadi kapan kita akan kesana kak"ucap Jia Li.
"Kita harus menjadi lebih kuat dulu paling tidak kita harus mencapai di tingkat semesta"ucap Liu Wen.
"Semesta! ba..bagaimana mungkin"ucap Jia Li yang putus asa.
"Tidak perlu khawatir di kerajaan ku aku telah memasang formasi pengumpulan energi yang membuat energi disana menjadi ratusan kebih tebal dari dunia tengah"ucap Liu Wen yang memberi motivasi.
"Kalau begitu kita masih ada kesempatan untuk menjadi lebih kuat di dunia bawah ini"ucap Jia Li dengan semangat.
__ADS_1
"Lalu kapan kita akan kembali"ucap Jia bertanya.