Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
72.Latih Tanding


__ADS_3

"Hanya 2 tingkatan tetapi aku tidak tahu di tingkat apa ini"ucap Yun Ying yang tidak mengetahui tingkatan yang sekarang dia miliki.


"Oh... Mungkin ditingkat dunia kuning"ucap Jia Li dengan melihat keatas seolah olah ia sedang berpikir.


"Tingkat dunia kuning ?apakah masih ada yang lebih tinggi dari tingkat alam langit?"tanya Yun Ying kepada Jia Li.


"Tingkat alam langit hanya awal dari tingkatan dan itu pun masih ada tingkatan yabg lebih tinggi lagi"ucap Jia Li kepada Yun Ying.


"Masih ada tingkat yang lebih tinggi ! benar-benar luar biasa di tingkat ini saja bisa menghancurkan area ribuan meter dan sekarang ditingkat yang kumiliki mungkin puluhan kilo meter bukan menjadi mustahil dan apabila di tingkat yang lebih tinggi lagi, bagaimana bisa aku membayangkannya kekuatannya mungkin sangat mengerikan"ucap Yun Ying sambil tubuhnya begidik ngeri.


"Jangan terlalu dipikirkan jika tidak  kau akan takut sendiri karena betapa mengerikannya kekuatan di tingkat itu"ucap Jia Li.


"Benar ucapan mu saudari Jia Li"ucap Yun Ying yang lalu menarik napas dalam-dalam dan lalu mengeluarkan nya secara perlahan.


Kemudian mereka berdua berbicara dengan topik yang tidak penting.


Di tempat Liu Wen,Xi Yan, Hua Yuntian dan Shen Lu.


Di waktu sebelumnya.


Disaat perjalanan pergi dari tempat istana tempat penyegelan orang-orang klan Yun sebelumnya,Liu Wen memikirkan sesuatu hingga beberapa saat ia ingin melakukan nya.


"Hei kalian bagaimana kalau kita latih tanding "ucap Liu Wen yang mengajak untuk latih tanding.


"Latih tanding! Tetapi kekuatan tuan sudah sangat besar,ingat ketika kita baru saja bertemu kita bahkan hampir di jadikan samsak hidup oleh tuan"ucap Xi Yan yang mengingat ketika ia pertama kali bertemu dengan Liu Wen.


"Hahaha... Itu kan dulu dan sekarang kalian sudah dapat menggunakan energi Qi serta dapat mengendalikan nya dengan mahir "ucap Liu Wen dengan tertawa.


"Tetapi tetap saja tingkat kultivasi tuan sudah cukup tinggi mana bisa kami sanggup melawannya "ucap Hua Yuntian yang merasa tidak akan menang.


"Begini saja aku akan menurunkan tingkat kultivasi ku ketika latih tanding, bagaimana?"ucap Liu Wen yang menyarankan.


"Okelah kalau begitu"ucap Shen Lu.


"Bagaimana dengan kalian?"ucap Liu Wen kepada Xi Yan dan Hua Yuntian.


"Kalau begitu aku iya aja "ucap Xi Yan yang menyetujui saran Liu Wen.

__ADS_1


"Oke lah ini kan hanya latihan"ucap Hua Yuntian.


"Dimana kita akan latih tanding"ucap Shen Lu bertanya.


"Santai kita latih tanding di dunia ku saja"ucap Liu Wen yang lalu ia membuka portal menuju dunia segel.


Liu Wen dan yang lainnya lalu memasuki portal menuju dunia segel,setelah mereka meenginjakkan kaki mereka disana mereka langsung memasuki hutan yang berada di dunia segel.


"Disini saja kita latih tandingnya"ucap Liu Wen.


"Okelah"ucap Xi Yan.


"Kalian langsung lawan aku bertiga saja agar lebih enak dan seru"ucap Liu wen bersemangat.


Liu Wen lalu mengambil posisi siaga diikuti dengan Shen Lu,Xi Yan dan Hua Yuntian yang saling berhadapan dengan posisi siaga.


"Apa kalian telah siap,siapa yang akan memulainya"ucap Liu Wen.


"Jika tuan tidak ingin memulainya maka aku yang akan memulainya"ucap Hua Yuntian yang lalu ia membuat sebuah tombak api yang berwarna hitam


"Teknik Naga:Tombak Naga api neraka"


"Cepat!"ucap Liu Wen.


"Ayo tuan ini hanya permulaan"ucap Xi Yan yang kemudian melemparkan batu yang dibentuk menjadi pedang, yang berjumlah puluhan.


Pedang batu tersebut langsung dilesatkan kearah Liu Wen dengan kecepatan yang hampir sama dengan tombak api hitam sebelumnya.


"Teknik Naga:Pedang Badai Tanah"


Pedang batu Tersebut menyerang Liu Wen dengan sangat ganas yaitu dengan menyerang bertubi-tubi disegala arah dan terus berputar-putar seperti badai.


Liu Wen menghindari nya dengan sangat lincah yang terlihat dimata seperti ia sedang menari dengan indah di tengah-tengah kumpulan puluhan pedang yang terbuat dari tanah.


Pedang batu itu menyerang sesuai dengan pengendalian Xi Yan yang terus menyerang Liu Wen dititik-titik butanya, hingga Xi Yan kehabisan energi karena pengendalian pedang batu tersebut sangat menguras energi karena berjumlah puluhan.


Belum ambil nafas Liu Wen telah diserang kembali dengan serangan naga kegelapan yang muncul dari bawah.

__ADS_1


"Teknik Naga:Naga Kegelapan"


Naga kegelapan berjumlah 4 keluar dari bawah yang menunjukkan taringnya kearah Liu Wen yang melesat dengan sangat cepat.


Whush...


Srak...


Muncul luka sayatan di di dada Liu Wen yang masih meninggalkan unsur energi kegelapan yang masih menempel di luka sayatan tersebut


"Huh bisa-bisanya kalian melukaiku tetapi sekarang tentu giliran ku"ucap Liu Wen yang tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang Shen Lu.


Buk...


Terdengar pukulan Liu Wen ke arah perut  Shen Lu yang membuat Shen Lu terlempar hingga puluhan meter.


"Belum waktunya tuan"ucap Hua Yuntian dengan tersenyum.


"Teknik Naga:Aura Nafas Neraka"


Hua Yuntian hanya bernafas tetapi suhu disekitarnya menjadi naik secara drastis yang menjadikan sangat panas,panas tersebut mencangkup 1 km , sebelumnya Xi Yan sesegera mungkin menghindari dengan cepat karena ia merasakan firasat buruk ketika ia melihat senyum Hua Yuntian sebelum ia menggunakan jurus ini.


Tetapi justru Liu Wen hanya tersenyum ketika melihat Hua Yuntian menggunakan teknik aura.


"Apa hanya segini baiklah akan ku keluarkan teknik yang sama"ucap Liu Wen.


Liu Wen kemudian berubah menjadi naga es yang ukuran nya sangat kecil hanya 5 meter tetapi ia mengeluarkan aura dingin yabg sangat ekstrim,sehingga energi dingin dan energi panas saling berbenturan yang menyebabkan hutan disisi Liu Wen menjadi beku dan disisi Hua Yuntian mengering serta terbakar.


"Kita lihat berapa lama kau akan bertahan dengan menggunakan aura yang cukup menguras energi ini"ucap Liu Wen sambil tersenyum.


"Kita lihat saja tuan siapa yang akan bertahan"ucap Xi Yan yang muncul di kejauhan dari lokasi Hua Yuntian dan Liu Wen.


Xi Yan memanfaatkan aura energi milik Hua Yuntian untuk membuat batu yang sangat panas dan melesatkan ke arah Liu Wen.


Tetapi itu dengan mudah dihindari oleh Liu Wen dengan mudah dengan terbang keatas sambil mempertahankan aura dingin yang keluar dari tubuh nya.


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya

__ADS_1


setelah selesai membaca, terimakasih....


__ADS_2