Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
106.Berlibur


__ADS_3

"apa bawahanmu dapat di percaya"ucap Liu Wen yang sedikit meragukan bawahan dari Lia dan memandang tajam ke arah Lia


"Anda bisa memegang ucapan saya"ucap Lia dengan keyakinan penuh.


"Baiklah akan ku pegang perkataan mu,tapi jika bawahanmu melakukan hal yang merugikan kerajaan kamu dan bawahanmu harus siap menerima konsekuensinya"ucap Liu Wen tegas.


Pembicaraan Liu Wen dengan Lia dilakukan dengan menggunakan telepati, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


"Apa ada yang bertanya kembali"ucao Liu Wen sambil menatap semua orang yang ada di aula tersebut,setelah berbicara dengan Lia.


"Kapankah kira-kira anda akan pergi yang mulia"ucap Wu Shan bertanya.


"Hmmm... Mungkin 2 hari dari sekarang"ucap Liu Wen.


"Baik Yang Mulia tapi mohon maaf ada gerangan apa anda pergi ke sana"ucap Wu Shan dengan heran.


"Hanya berlibur"ucap Liu Wen dengan santai yang membuat seluruh orang yang ada di aula tersebut tercengah.


"Jika itu memang keinginan anda yang mulia maka tidak akan ada yang menghentikannya tetapi mohon untuk tetap menjaga keselamatan anda "ucao Wu Shan yang terkesan khawatir.


"Tentu saja "ucap Liu Wen sambil tersenyum.


"Baiklah karena kulihat dari kalian tidak ada yang bertanya kembali maka akan ku akhiri rapat untuk hari ini"ucap Liu Wen mengakhiri rapat di aula tersebut.


"Kalau begitu kami undur diri yang mulia "ucap Wu Shan yang kemudian membungkuk hormat diikuti para petinggi dan menteri-menteri yang ada di aula tersebut.


Setelah itu semua orang yang ada disana pergi kecuali Liu Wen dan Lia ,Lia kemudian berbicara dengan Liu Wen tanpa menggunakan bahasa formal.


"Liu Wen apa kamu tidak mengajak adik Jia Li dan Huang Zhu"ucap Lia santai karena hanya ada mereka berdua di aula tersebut.


"Tentu saja aku ingin mengajak mereka tapi aku takut menggaggu latihan mereka "ucap Liu Wen tersenyum kecut.


"Ah... Itukah yang kamu khawatirkan , baiklah aku saja yang mengajak meraka sekarang tolong kamu buka gerbang menuju dunia segel agar aku dapat segera bertemu dengan mereka"ucap Lia yang seperti sangat ingin segera bertemu dengan Jia Li dan Huang Zhu.


Lia mengetahui dunia segel karena beberapa bulan yang lalu Liu Wen mengajaknya kesana ,Liu Wen sedikit melatih Kemampuan Lia untuk mengeluarkan sihir skala yang sangat besar karena ia merupakan orang kepercayaan Liu Wen jadi Liu Wen tidak ingin orang kepercayaannya adalah orang lemah,ia juga tidak khawatir di khianati karena di tubuh Lia telah terpasang formasi pembunuh yang akan membunuh Lia jika ia berniat berkhianat kapada Liu Wen.

__ADS_1


"Hah... Baiklah "ucap Liu Wen mendesah.


Liu Wen kemudian merobek ruang di depan Lia,tanpa banyak bertanya Lia pun memasuki robekan ruang tersebut.


Baru satu langkah Lia melangkah pada robekan ruang tersebut ,Lia berhenti melangkah secara tiba-tiba dan bergumam yang dapat di dengar oleh Liu Wen.


"Selalu saja kasar bagaimana mungkin kamu akan mendapatkan seorang wanita"ucapnya yang kemudian memasuki robekan ruang yang dapat langsung mengantarnya ke dunia segel milik Liu Wen.


"Kak Lia tenang saja karena aku sudah mendapatkannya yah... Itu tidak pasti sih ..."ucap Liu Wen sambil tersenyum.


"Hmmm dari pada aku tidak ada kerjaan lebih baik aku melatih teknik bertarung tangan kosong ku"ucap Liu Wen yang kemudian meninggalkan aula tersebut.


Di tempat pribadinya


"Lebih baik aku berlatih di dunia cincin merah ini karena disana sudah tidak ada yang menghuni nya"ucap Liu Wen yang kemudian muncul di dunia yang ada di cincin merah nya.


Dunia tersebut adalah dunia yang di ciptakan Liu Wen untuk para demon Beast peliharaan nya tapi di karenakan para Demon Beast tersebut telah berubah menjadi secret beast dan tinggal di kerajaan Liu Wen,menjadikan dunia tersebut menjadi kosong kecuali hewan-hewan biasa yang di jadikan untuk bahan makanan.


"Baiklah mari buat disini 100 tahun dan di kuar baru 1 hari "ucap Liu Wen yabg mengubah waktu dunia tersebut setelah bersiap akan melakukan pelatihan.


Lalu ia melakukan gerakan-gerakan tangan kosong hingga ia tanpa sadari waktu untuk mengunjungi kerajaan Jiu telah tiba.


"Huft... Mungkin sudah waktunya"ucap Liu Wen yang kemudian menghilang dan muncul di dunia segel,ia langsung berteleportasi di ruang tamu rumah Huang Zhu yang ada di dunia segel.


"Ah... Ayah apa sudah waktunya!?"ucap Huang Zhu terkejut karena kemunculan Liu Wen yang secara tiba-tiba saat ia sedang menikmati suasana pagi hari.


"Oh .. kau ikutkah"tanya Liu Wen dengan santai.


"Iya ayah bersama kak Li dan Kak Lia "ucap Huang Zhu yang kemudian berjalan pergi ke arah dapur membuatkan teh untuk di bawakan kapada Liu Wen.


Lalu Huang Zhu kembali dengan membawa secangkir teh dan menaruhnya di meja depan Liu Wen yang saat itu Liu Wen sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Terima kasih"ucap Liu Wen.


"Lalu kapan kita akan berangkat ayah"ucap Huang Zhu bertanya karena penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja sekarang, tolong segera panggilkan mereka sekarang"ucap Liu Wen.


"Baik "ucap Huang Zhu yang kemudian menghilang secepat kilat karena terlalu bersemangat.


"Dia benar-benar bersemangat "gumam Liu Wen pelan sambil tersenyum.


Tidak butuh waktu lama Huang Zhu kembali bersama Jia Li dan Lia.


"Baiklah ayo kita berangkat"ucap Liu Wen


"Tunggu!ayah biarkan aku membawa si kecil"ucap Huang Zhu yang kemudain menghilang kembali.


"Si kecil ?"ucap Lia dengan bingung.


"Ah... Mungkin kelinci putih yang kuberikan sebelumnya"ucap Liu Wen yang mengingat Demon Beast yang ia berikan kepada Huang Zhu.


"Kelinci?"ucap Lia tambah penasaran


Lalu muncullah Huang Xhu sambil membawa kelinci berwarna putih di gendongannya,Lia yang melihat Kelinci tersebut merasa gemas.


"Adik Zhu apa benar kelinci ini yang akan kau bawa "ucap Lia kepada Huang Zhu.


"Benar kak"ucap Huang Zhu menjawab pertanyaan Lia.


"Bolehkah aku yang membawanya"ucap Lia dengan mata berbinar.


"Tidak masalah kak"ucap Huang Zhu yang kemudian memberikan kelinci putih tersebut kepada Lia.


Lia dengan cepat menerima kelinci putih tersebut dan menggendong nya sambil menggosok-gosokkan pipinya di pipi kelinci tersebut


Liu Wen yang melihat tingkah Lia hanya dapat bisa menggeleng-gelengkan kepala sedangkan Jia Li, Huang Zhu hanya bisa tersenyum canggung melihat tingkah Lia.


"Ah... Sudahlah ayo kita berangkat" ucao Liu Wen yang kemudian menteleportasikan dirinya dan yang lainnya ke depan gerbang kerajaannya miliknya.


Kemudian ia membuat salinan tubuh dan memerintahkan untuk mengurusi semua urusan kerajaan ketika dirinya tidak ada di sana,sedangkan dia pergi ke kerajaan jiu dengan menggunakan robekan ruang.

__ADS_1


__ADS_2