
Di ruang makan
Liu Wen dan yang lain-lain berbincang-bincang dengan santai.
"Ayah berlatih di sini lebih baik dari dunia luar karena kandungan energi disini lebih padat"ucap Jia Li dengan tersenyum kepada Liu Wen.
"Hm... apa maksudmu berkata seperti itu Li'er"ucap Liu Wen menghentikan makannya dan membalas bertanya karena ia sudah tahu dengan maksud Jia Li yang ada maksud tersembunyi dari pertanyaan nya.
"Hehehe.... Aku ingin lebih lama berlatih disini dan sekalian tinggal di sini tidak apa-apa kan ayah"ucap Jia Li dengan tawa kecilnya.
"Oh hanya itu terserah kamu"ucap Liu Wen membalas permintaan Jia Li.
"Apa kamu juga Zhu'er meminta seperti Li'er"ucap Liu Wen bertanya sambil menatap ke arah Huang Zhu.
"Iya ayah seperti sebelumnya aku akan tinggal disini di desa Malaikat Hitam ini"ucap Huang Zhu menjawab pertanyaan Liu Wen.
"Zhu'er apa kau tidak ingin melihat dunia luar"ucap Liu Wen bertanya karena penasaran.
"Aku masih merasa belum saatnya ayah, tapi suatu hari nanti pasti! aku akan melihat dunia luar"ucap Huang Zhu dengan keyakinan penuh.
"Baiklah jika kau sudah berkata begitu aku tidak akan melarang mu atau memaksamu"ucap Liu Wen sambil melanjutkan makannya.
"Karena aku tidak akan lama disini aku memberikan sekedar informasi"
"Lihat wanita yang berada di pojok meja makan itu dia adalah orang yang akan menjadi pelayan sekaligus pengawal pribadi mu Li'er"ucap Liu Wen yang menunjuk wanita yang berada di pojok meja makan.
Wanita yang di tunjuk oleh Liu Wen adalah wanita yang tidak disadari keberadaan nya dari awal oleh Jia Li dan Huang Zhu karena wanita tersebut menekan hawa keberadaannya hingga sangat tipis.
Jia Li dan Huang Zhu sangat terkejut dengan keberadaan wanita tersebut yang tidak lain adalah Xiong Yu.
"Si...siapa kau!!"teriak terkejut Jia Li sedangkan Huang Zhu telah melompat mundur dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Hei hei kenapa kalian tidak sopan dia adalah wanita yang 2 hari lalu bersamaku sebelum kalian memulai pelatihan"ucap Liu Wen dengan santai.
"Ta...ta...tapi ayah kenapa aku tidak dapat merasakan auranya jangan-jangan dia adalah musuh"ucap Jia Li yang memperkuat sikap siaganya.
"Tidak!dia bukan musuh "
"Kalian dudukah twrlebih dahulu biar kita santai berbicara nya"ucap Liu Wen yang menenangkan Jia Li dan Huang Zhu dari terkejutannya.
Jia Li dan Huang Zhu kemudian kembali ke tempat duduknya masing-masing yang sebelumnya mereka gunakan ,tapi mereka tidak melepas sikap waspada nya.
Jia Li dan Huang Zhu menatao dengan tajam ke arah Xiong Yu.
"Sekarang kalian sudah tenang kan"ucap Liu Wen bertanya kepada Jia Li dan Huang Zhu.
"..."Jia Li dan Huang Zhu tidak menjawab pertanyaan Liu Wen mereka malah terus menatap dengan tajam ke arah Xioang Yu.
Xiong Yu yang di tatap dengan tajam menjadi gugup ,ia tidak dapat merasakan bahaya dari Jia Li dan Huang Zhu karena ia memiliki tingkat kultivasi yang memungkinkan untuk melawan balik kekuatan di tingkatan yang di miliki oleh Jia Li dan Huang Zhu ,walau mereka berdua bekerja sama.
"Huh..."desah mengeluh Liu Wen melihat Jia Li dan Huang Zhu.
"Xiong Yu perkenalkan dirimu kepada mereka berdua agar mereka tidak salah paham kepadamu"perintah Liu Wen kepada Xiong Yu untuk memperkenalkan diri kepada Jia Li dan Huang Zhu.
"Baik tuan"ucap Xiong Yu yang kemudin berdiri"Perkenalkan nama saya Xiong Yu kekuatan hanya berada di tingkat kaisar dan juga saya di pilih oleh tuan untuk menjaga nona muda Jia Li sebagai pelayan sekaligus pengawal pribadi"ucap Xiong Yu memperkenalkan diri dengan tegas.
"Apa benar kamu akan menjadi pelayan ku tapi kekuatanmu hanya di tingkat kaisar, bukannya aku menghina tapi musuh-musuh adalah orang-orang yang memiliki kekuatan yang mengerikan"
"Apa benar kamu yakin menjadi pelayanku walau kau di pilih oleh ayah, jika memang kau tidak memiliki keyakinan untuk melawan duri-diri yang menghalangi jalan ku kamu dapat menyerah dan pergi dari sini untuk memulai hidup yang tenang"ucap Jia Li memperjelaskan situasinya saat ini.
"Saya akan berusaha sebaik mungkin walau itu harus mengorbankan nyawa saya"ucap Xiong Yu dengan tekad yang kuat.
Rasa waspada Jia Li dan Huang Zhu telah menghilang ketika mengetahui bahwa Xiong Yu di pilih oleh Liu Wen sebagai pelayan Jia Li.
__ADS_1
Mereka sangat percaya dengan pilihan Liu Wen karena mereka tahu bahwa Liu Wen selalu mengamati gerak-gerik sikap orang tanpa ketahuan jadi ia akan tahu apabila orang tersebut adalah mata-mata ataupun hanya seorang yang sok kuat, bahkan saat ini Liu Wen saat ini sangat santai sehingga menambah rasa percaya mereka kepada ayahnya.
"Baiklah jika kau memang sangat yakin , jika begitu kita bisa melakukan latih tanding di lain waktu"usai Jia Li yang ingin mengajak latih tanding bersama Xiong Yu.
"Baik sesuai keinginan nona muda"ucap Xiong Yu dengan hormat.
Di sela-sela pembicaraan antara Jia Li dengan Xiong Yu, Huang Zhu menanyakan beberapa hal yang ingin ia tanyakan.
"Oh.... Yah ayah apakah aku bisa memberikan kriteria untuk pelayan yang di peruntukan untukku"ucap Huang Zhu kepada Liu Wen sambil berharap.
"Kriteria yah.... Ok tidak masalah selama itu tidak aneh-aneh"ucap Liu Wen menanggapi permintaan dari Huang Zhu.
"Tentu saja tidak aneh ayah , hanya wanita yang akan menjadi pelayan ku , aku tidak ingin memiliki pelayan laki-laki hanya itu syarat yang ku inginkan"ucap Huang Zhu dengan tersenyum tipis.
"Ok tidak masalah"ucap Liu Wen singkat.
"Karena sudah jelas maka aku ingin menginformasikan bahwa aku lelaki ke dunia luar siang nanti"ucap Liu Wen mengetahui tahu waktu kepergiannya ke dunia luar.
"Ayah apakah kau tidak akan ke sini lagi"ucap Jia Li bertanya.
"Tentu saja aku akan kembali ke sini saat aku sempat , tapi tidak di waktu dekat ini"ucap Liu Wen menjawab pertanyaan Jia Li.
"Ayah apakah aku bisa meminta salah satu Sacret beast milik mu"ucap Huang Zhu.
"Dari mana kamu mengetahui bahwa aku memiliki Sacret Beast Yang lebih dari satu"ucap Liu Wen dengan penasaran.
"Hehehe... Aku mencium aroma berbagai Sacret Beast di tubuh ayah, jadi ku simpulkan ayah memilikinya tapi di sembunyikan entah di mana"ucap Huang Zhu pertanyaan Liu Wen dengan tawa kecil.
"Baiklah tapi kau tunggu hingga nanti siang dan juga kau tidak bisa memilih Sacret Beast yang akan ku berikan"ucap Liu Wen kepada Huang Zhu.
"Eh...."ucap Huang Zhu dengan kecewa
__ADS_1