Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
SAATNYA OLAHRAGA


__ADS_3

"Maaf tuan menggangu waktu tuan sepertinya terjadi sesuatu di dalam tanah"ucap Wu Shan melalui telepati yang sebelumnya ia diperintahkan mengawasi anggota kerajaan agar tidak melakukan hal yang tidak-tidak.


Hal yang dimaksud oleh Liu Wen adalah bersinggungan dengan adiknya dan Fang Yin entah kenapa perasaannya merasakan khawatir, ya.. mau bagaimana lagi dulu Jia Li adalah anak satu-satunya dari Liu Wen jadi perasaan tidak akan hilang,belum lagi karakter Jia Li yang meledak-ledak.


Saat Liu Wen mendengar laporan itu ia segera melesat kebawah dan merubah tubuhnya menjadi manusia kembali, sebelum ia merubah tubuhnya ia menghentikan waktu agar tidak ada yang dapat melihat perubahan wujudnya.


whus...


tak..


"Oke saatnya olahraga "ucap Liu Wen sambil meregangkan tubuhnya.


Lalu Liu Wen berlari kearah sumber getaran pada tanah,ia berhenti kemudian duduk santai divawah tatapan orang-orang yang menganggapnya pengemis meskipun baju Liu Wen bagus tetapi tidak mengubah pandangan orang lain.


Walau Liu Wen terlihat hanya duduk santai ia sebenarnya mendengar pembicaran dibawah tanah.


"argh..."teriakan seseorang yang terkena serangan


"Sial kenapa ia kuat sekali ,dan serangan kita walau melukai kenapa dia masih dapat bangkit berdiri"gumam orang yang menyerang.


"Hahah... sudah menyerahkah walau kau menyerang ribuan kali tetap aku tidak akan membiarkanmu memilikinya"ucap orang yang terserang sebelumnya.


"Hanya pengganggu saja sombong"ucap penyerang dengan sombongnya.


"Oh... begitu coba kalian kalahkan aku kalau bisa"tantang orang yang terkena serangan sebelumnya.


"Hahahah dengan senang hati"ucap orang yang menyerang.


"Sial jika ini diteruskan aku bisa-bisa mati "ucap orang yang menahan serangan.


Saat ia sedang berpikir ia mendengar sebuah suara melalui kepalanya"butuh bantuan??"suara tersebut terdengar.


Oarang tersebut tersentak kaget ia mendengar suara tetapi tidak menemukan orangnya,ia menoleh kanan dan kirinya menelusuri pandangan matanya.


Orang uang menyerang sebelumnya keheranan"Kenapa ia tampak bingung,apa dia sudah hilang akal"batin penyerang tersebut.


Penyerang disini terdapat 3 orang penyerang sedangkan yang menahan serangan karena perbedaan kondisi membuatnya kewalahan.


Lalu si penyerang mengejek"Hei hei hei kau hilang akal ya..."


"Hahaha.... mungkin iya hahah"ucap yang lainnya

__ADS_1


"Humm... sepertinya ia menunggu seseorang"ucap yang satunya lagi.


"Sial kita jika dia mendapat bantuan"ucap yang sebelumnya mengejek.


"Baiklah kita habisi dia dengan cepat "ucap yang tertawa sebelumnya.


"Siapa kau bila kau dapat membantuku aku akan membalas deng-"ucap Bao Yu yang merupakan orang yang menahan setiap serangan pemberontak.


Belum selesai Bao Yu selesai berbicara ia sudah dihentikan oleh Liu Wen yang merupakan suara sebelumnya.


"Sudahlah aku tidak menginginkan apapun aku hanya ingin membantu jika tidak ya.. gak papa"ucap Liu Wen acuh tak acuh.


"Jika bi..bisa tolong membantu"ucap Bao Yu.


"Oke"ucap Liu Wen tetap lewat telepati.


Lalu muncul seorang pemuda tampan berambut hitam sebahu,memiliki pupil mata hitam legam dan pandangannya tampak tajam,tenang dan dingin.


"Si...siapa kamu!!"ucap teriak Fen Yu orang yang menyerang sebelumnya.


Orang yang memberontak adalah 3 bersaudara yaitu Fen yu tertua,Fen Shi dan Fen Qingyu meraka adalah saudara sedarah.


Penyebab mereka memberontak adalah karena suruhan salah satu menteri kerajaan.


"Rupanya sadar diri toh ,ngapain juga ingin tahu kalau pada akhirnya kamu akan terbunuh"ucap Fen Yu.


"Oh benarkah kamu atau aku biar kita lihat"ucap Liu Wen menantang.


"Oh... kamu hanya cecungguk kecil berani sombong dihadapaanku kalau begitu hari akhir dari hidupmu"ucap Fen Qingyu dengan sombong.


Lalu Fen Qingyu melesat kearah Liu Wen ia bergerak menusuk jantung Liu Wen, Liu Wen hanya melangkah mundur lalu ia menangkap tombak yañg digunakan Fen Qingyu dengan 2 jarinya.


Lalu Liu Wen meremas tombak tersebut dengan jarinya hingga terdengar suara retakan.


Krak..


"Oh hanya senjata anak-anak ingin menusukku ,dimana omonganmu tadi"ucap Liu Wen mengejek.


"Adik ceoat mundur!!"teriak Fen Shi lalu ia melesat maju dan menyerang menggunakan pedangnya .


"Tebasan Kegelapan : Kegelapan pembawa Penderitaan "teriak Fen Shi meniraki jurusnya.

__ADS_1


Pedang Fen Shi lalu mengeluarkan aura hitam pekat dan mencekam lalu ia menebaskan secara vertikal dari atas kebawah dilanjutkan secara horizontal dan seterusnya ia menebas secara berantakan.


Liu Wen hanya melangkah 1 langkah kebelakang untuk menghindarinya setiap tebasan kadang ia menangkisnya dengan telapak tangannya dan mendorongnya kembali.


Slash...


trang..


Slash..


Suara benturan besi terdengar diruangan tersebut hingga pada akhirnya Fen Shi terlempar karena terkena tendangan pada dadanya.


Fen Shi terlempar hingga menghancurkan kurungan Sky Cat yang menyebabkan kucing tersebut langsung kabur melarikan diri.


penjelasanLiu Wen yang melihat Sky Cat lalu ia bertanya dengan bahasa demon beast "Woi kau apa yang kau lakukan disana"ucap Liu Wen dengan bahasa demon beast.


Sky Cat terkejut karena ada seorang manusia dapat memahami bahasa mereka ,biasanya orang yang dapat memahami bahasanya adalah orang yang memiliki darah separuh monster.


"Yah...larilah ngapain juga aku kesini selamanya"ucap Sky Cat dengan wajah menjengkelkan.


"Oh... begitu kalau begitu pergilah "ucap Liu Wen santai.


"Dah..."ucap Sky Cat lalu pergi.


Bao yu yang melihat Sky Cat hampir marah karena ia tahu betapa berharganya demon beast tersebut,ia tidak jadi marah karena mendengar penjelasan dari Liu Wen.


"Biarkan saja dia hidup biar aku yang membayar ingin berapa kau 10.000 koin platinum cukupkan"ucap Liu Wen menawarkan.


Bao Yu kaget mendengar nominal tersebut ,diistana kerajaan saja 100 platinum didapatkan hanya dalam setahun,betapa besarnya nominal yang ditawarkan Liu Wen bahkan 1 kerajaan pasti dapat ia beli.


"Cu...cukup tuan "ucap Bao Yu kembali bernafas lega dan kembali tenang.


"Ok sekarang kita lanjutkan pertarungannya"ucap Liu Wen.


"Darsar bodoh!! mana bisa dilanjutkan hewan itu saja sudah dilepas ngapain juga dilanjut"teriak Fen Yu


"Aih... gak asik dih"ucap Liu Wen mengeluh.


"Sial tahu-tahu aku tangkap dulu kucing kecil itu dulu"batin Liu Wen menyesal.


Jika ada orang lain mendengar penyesalan Liu Wen mereka akan menangis darah ,bagaimana tidak kucing yang dapat menghancurkan sebuah negara seorang diri dan lagi kucing yang dinggap mengerikan hanya dinggap hewan kecil.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya


setelah selesai membaca, terimakasih....


__ADS_2