
Pedang yang ada diatas langit langsung turun dengan kecepatan yang luar biasa.
Pedang tersebut turun seperti meteor yang jatuh dengan luar biasa.
Pedang 5 warna itu turun menghantam tubuh Penguasa iblis.
argh.....
Duar...
Tanah yang terkena hantaman jatuhnya pedang tersebut langsung berlubang dengan sangat dalam.
Liu Wen lalu menggunakan teknik dan jurusnya kembali.
"Teknik Elemen: Tanah Kesuburan"ucap Liu Wen.
tanah yang berlubang sebelumnya lalu disentuh oleh Liu Wen, tanah yang disentuh Liu Wen langsung pulih tanpa meninggalkan jejak.
"Cih... cuma segini doang serpihan jiwamu penguasa iblis"ucap Liu Wen.
"Tunggu pembalasanku kaisar hitam!!"teriak suara yang menggelar dilangit.
"Ku tunggu kedatangan mu"ucap Liu Wen.
Shen Liu dan Shen Li yang melihat itu ia merasakan ketakutan yang super hingga tubuh mereka gemetar dengan dasyat, sangking takutnya mereka pingsan dengan mata masih terbuka.
"Gila!! apa wajahku yang tampan ini sungguh menakutkan"ucap Liu Wen dengan heran.
"Ah... sudahlah akan kubawa mereka menuju adikku yang imut"ucap Liu Wen yang lalu ia mengikat tangan dan kaki mereka dengan alat sihir yang berbentuk rantai.
Alat sihir tersebut didapatkan ketika Liu Wen berada di dimensi goa.
Setelah Liu Wen mengikat mereka berdua ia pergi kearah kerajaannya yang sebagian hancur.
Liu Wen membawa Shen Li dan Shen Liu dengan menyeretnya ditanah yang kasar.
Setelah beberapa menit Liu Wen berjalan sambil menyeret Shen Liu dan Shen Li ia menemukan sebuah pusaka yang berbentuk golok yang menancap di sebuah puncak gunung.
__ADS_1
golok tersebut tertancap membentuk silang karena ada dua yang saling menyilang.
Warna golok tersebut yang ada di kanan berwarna hitam sedangkan yang kiri berwarna merah darah.
Liu Wen melihat pusaka tersebut ketika ia menyeret Shen Liu dan Shen Li.
"Hmm... lumayan buat teknik baru kalau bisa sih..."ucap Liu Wen yang langsung menuju puncak gunung yang terdapat pusaka sebelumnya yang menancap ditanah.
Saat Liu Wen menariknya ia merasakan bahwa benda yang ia tarik di depannya itu sangat berat, ia tidak pernah merasakan beradu seperti ini karena kultivasinya berada di tingkat dunia tanpa warna.
Tingkat kultivasi di tingkat dunia tanpa warna sudah termasuk sangat langkah karena tingkat paling tinggi berada pada tingkat dunia emas dan dunia tanpa warna.
"Hmm... kenapa ya... sangat berat sekali"
"Padahal dengan kekuatanku yang sekarang aku dapat mengangkat sebuah planet dengan kedua tanganku, sedangkan ini kenapa bisa ini tidak bisa"ucap Liu Wen dengan bingung.
Liu Wen lalu melihat dirinya sendiri bahwa tubuhnya normal tanpa kesalahan lalu ia teringat sesuatu.
"Tubuhku biasa saja kekuatanku juga sama hmm... oh iya bukankah kata temanku di kehidupan sebelumnya aku harus dapat melihat segala sesuatu yang tidak dilihat orang lain ketika diriku, merasakan aneh, kekurangan, dan kesalahan yang tanpa disadari"batin Liu Wen panjang lebar.
"Ah.. astaga kenapa aku bisa lupa"
"Akukan telah melakukan beberapa pertarungan dan energi ditubuhku sedikit kacau sebaiknya aku stabilkan dan memperkokoh pondasi kekuatanku"batin Liu Wen yang lalu ia duduk bersila sambil menutup mata.
Liu Wen merasakan didalam tubuhnya antara energi qi dan energi elemen sedikit mengalami benturan karena Liu Wen paling sering menggunakan energi qi dan energi elemen.
Liu Wen lalu membuat pembatas untuk membatasi energi yang ada ditubuhnya, energi yang ada di tubuh Liu Wen mulai stabil dan tidak tercampur aduk dan saling berbenturan.
Setelah merasa energi yang ada ditubuhnya stabil Liu Wen membuka matanya lalu ia menutup pintu keluar energinya dengan mantra formasi.
"Formasi 4 Elemen: Formasi Penyegelan"ucap Liu Wen.
Di depan Liu Wen menculik sebuah lingkaran formasi yang sangat besar, lingkaran formasi tersebut lalu mengecil hingga seukuran jari tangan.
Formasi yang seukuran jari tangan itu melesat kearah tengah dada Liu Wen dan menempel disana.
Aura dan energi Liu Wen langsung menghilang seperti hanyut di dalam lautan yang luas.
__ADS_1
Kini tubuh Liu Wen seperti orang biasa yang tidak memiliki energi apapun, tetapi fisik Liu Wen tetap sama fisik yang super kuat.
"Baiklah-baiklah saat nya mencoba"ucap Liu Wen maju kesepian dan memegang pusaka golok tersebut.
"Hiat..."
"Berhasil akhirnya berhasil"ucap Liu Wen kegirangan ketika pusaka golok tersebut dapat ditarik dengan mudah seperti pusaka tersebut menancap di lumpur.
"Baiklah teman sekarang kau yang akan menemaniku menggapai puncak hahaha...."ucap Liu Wen berbicara dengan golok tersebut.
Secara tiba-tiba golok tersebut melayang dan keluarlah sebuah suara yang amat merdu.
"Terima kasih Tuhan karena telah membebaskan saya dari segel yang telah menyegel saya selama ribuan tahun"ucap pusaka golok tersebut.
"Oh... memiliki kesadaran rupanya, siapa pemilikmu sebelumnya"ucap Liu Wen dengan santai sambil bertanya.
"Pemilik saya sebelumnya adalah seorang laki-laki tua yang suka membunuh dan membantai ia sering dijuluki kakek putih"ucap pusaka golok tersebut.
Pemilik pusaka golok yang ada didepan Liu Wen adalah seorang laki-laki tua yang di juluki kakek putih karena ia selalu membunuh orang yang memiliki hawa kejahatan, sedangkan yang hanya sedikit atau tidak sama sekali ia akan melepaskannya kecuali di medan perang.
Tetapi sayang ia terbunuh oleh muridnya sendiri.
"Ok baiklah tapi aku tahu kau pasti menginginkan sesuatu kan karena kau berbicara dengan ku"ucap Liu Wen m
"Benar maaf karena itu, sebenarnya saya menginginkan anda membalaskan dendam tuan saya sebelumnya"ucap pusaka golok tersebut.
"Tidak masalah tetapi yang mengherankan kenapa kau bisa berada disini"ucap Liu Wen bertanya.
"Itu karena kemarahan saya sehingga saya menuntut balas dengan membantai orang sekitarnya tetapi tidak disangka murid yang berkhianat tersebut ternyata kekuatannya meningkat drastis alhasil karena saya tidak dapat melawan saya disegel disini"ucap pusaka golok tersebut.
"Lalu bukankah seharusnya kau akan digunakan oleh murid yang berkhianat itu"ucap Liu Wen dengan santai.
"Memang seharusnya seperti itu oleh karena itu sebelum terjadi saya menyegel energi murni saya"ucap pusaka golok tersebut.
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya
setelah selesai membaca, terimakasih....
__ADS_1