
Setelah Hua Yuntian mendengar saran dari Liu Wen ia memikirkannya dengan keras lalu ia teringat akan pemahaman tentang api ketika dalam peperangan yang ada dibatu tes.
Batu tes ini sebenarnya adalah batu yang tertanam ribuan mantra formasi ilusi dan pengguncang jiwa jadi yang menyebabkan orang yang menyentuhnya akan merasakan ilusi yang nyata.
Sedangkan pemahaman tentang api ini sebenarnya karena batu tersebut adalah batu terpanas dalam alam semesta yang ada dialam semesta yang ada dikehidupan Liu Wen.
Sebelumnya Liu Wen melahap badai ruang dan waktu sebelumnya batu tersebut ternyata mengambang dibadai ruang dan waktu,dan anehnya lagi batu tersebut seukuran 1 meter dan jumlahnya ada puluhan,yang terus mengambang dibadai ruang dan waktu yang berakhir tertelan oleh Liu Wen.
Batu yang tertelan oleh Liu Wen akan melebur dan menjadikan energi yang murni yang langsung diserap oleh Liu Wen,yang membuat peningkatan kekuatan Liu Wen yang pesat.
Sedangkan batu yang sekarang ada didepannya adalah batu yang dibentuk kembali oleh Liu Wen dari serpihan kecil energinya yang berada didalam tubuhnya.
Hua Yuntian menanyakan tentang pemahaman sebelumnya pada Liu Wen.
"Um... tuan pemahaman tentang api yang ada dibatu tersebut kenapa ikut masuk secara paksa ditubuh ketika mengalami tes"tanya Hua Yuntian.
"Pemahaman api yang ada dibatu ini adalah pemahaman tentang api yang seiring berjalannya waktu akan masuk ketubuh ketika mengalami latihan,dan juga pemahaman ini tidak akan masuk apabila orang tersebut "ucap Liu Wen.
"Jadi ketika tubuh orang yang dites tidak kuat maka pemahaman akan masuk ketika tubuh telah kuat "ucap Liu Wen menjelaskan.
"Oh... begitukah tuan"ucap Hua Yuntian yang sambil menganggukkan kepalanya.
"Baiklah sekarang saatnya dirimu memilih"ucap Liu Wen.
Lalu Liu Wen dan Hua Yuntian pergi kearah istana dengan membawa batu yang diangkat dengan hawa energi Hua Yuntian yang membentuk tangan naga.
Mereka berdua pergi keistana tepatnya dibagian aula istana,Hua Yuntian akan mengumumkan tentang tes yang akan dilakukan.
__ADS_1
Hua Yuntian langsung masuk keaula dan duduk dikursi paling megah diaula tersebut.
Yun Ying,Xi Yan dan Shen Lu berada dikamar yang disediakan untuk para tamu di istana naga api,jadi Yun Ying,Xi Yan dan Shen Lu tidak mengikuti rapat diaula.
Sedangkan Liu Wen duduk ditaman ia bersantai menikmati hembusan angin yang menerpa wajah dan rambutnya.
Hua Yuntian langsung mengumumkan tentang tes yang sebelumnya dan ia juga memberikan peringatan sebelum mereka melakukan tes ini karena tes ini dapat mengguncang jiwa mereka.
Setelah Hua Yuntian mengumumkan tes yang diberitahukan untuk memegang tahtahnya ia menunjuk pada batu yang berada ditengah-tengah aula ,yang sebelumnya ia meletakkannya sebelum ia menduduki kursinya yang megah.
Yang berani untuk menyentuh batu tes hanya ada 3 orang karena sebelumnya mereka telah mendengar peringatan dari raja sekaligus ayahandanya Hua Yuntian.
Mereka adalah Hua Ling Hua Yu dan Hua Ye mereka semua merupakan anak kandung raja Hua Yuntian.
"Baiklah kalian bertiga silahkan memegang batu ini dan rasakan tes yang penuh penderitaan "ucap Hua Yuntian yang berbicara seperti menakut-nakuti tetapi sebenarnya memang itu adalah kebenaran,bukannya takut tetapi para pangeran kerajaan api itu malah tersenyum sambil saling memandang.
Mereka bertiga pun menyentuh batu tes dan langsung mereka bertiga terkena ilusi peperangan seperti yang dirasakan oleh Hua Yuntian tetapi kekuatannya disesuaikan oleh setiap pangeran kerajaan api.
Diilusi tempat Pangeran Hua Ling
"Sial! apa-apaan ini ternyata tes perang yang nyata"ucap Hua Ling.
Hua Ling langsung menyerang tanpa memikirkan apapun ia menebas dengan sesuka hatinya hingga ia kehabisan batas dan secara tiba-tiba kekuatannya dan tubuhnya kembali semula, serta pemahaman tentang api masuk ketubuhnya.
Sama persis kejadiannya dengan Hua Yuntian tetapi yang membedakan Hua Yuntian merasa bingung sedangkan Hua Ling tanpa menghiraukan apapun ia langsung terjun kemedan perang.
Hingga peperangan tersebut dimenangkan oleh Hua Ling dengan membunuh pemimpin pasukan musuh dan para pasukannya.
__ADS_1
Peperangan dibatu tes yang membuatnya berbeda adalah walau pemimpin pasukan telah mati pasukan akan tetap tetus berjuang sampai ia meninggal.
Setelah Hua Ling memenangkan peperangan ia dipindahkan medan kepeperangan berikutnya seperti Hua Yuntian dan setiap ,tubuh mencapai batas ia akan mendapat pemulihan dan pemahaman api.
Pemahaman yang didapatkan Hua Yuntian sebelumnya adalah kemampuan apinya yang meningkat dari api biru mencapai api hitam.
Hua Ling terus melakukan peperangan hingga kemenangan dan dipindahkan kembali kemedan perang selanjutnya.
Perpindahan tersebut terus terjadi hingga mental dan jiwanya terguncang walau orang yang telah melakukan tes ini akan mendapatkan manfaat dari pemahaman api.
Hua Ling mencapai batas pada perang ke 53 sedangkan saudaranya yang lain juga mengalami hal yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan mental dan semangat serta kecerdasan.
Walau mereka bertiga sama-sama anak dari Hua Yuntian tetapi mereka memiliki karakter tersendiri.
Seperti Hua Ling memiliki karakter pantang menyerah,haus darah kepada musuh kecuali pada keluarganya,rela berkorban dan sedikit bodoh.
Hua Yu memiliki karakter terlalu banyak berpikir,licik tetapi hanya untuk musuhnya tidak untuk keluarganya dan seseorang yang sangat pintar dalam strategi.
Hua Ye memiliki karakter bengis terhadap musuh,suka membantai tanpa melakukan persiapan dan orangnya bodoh.
Setiap karakter anak Hua Yuntian seperti mereka tidak akan melakukan kelicikan dan kejahatan terhadap saudaranya sendiri bahkan tahta kerajaan sebenarnya tidak ada yang mau karena kebanyakan dari mereka memiliki sifat yang aneh.
Seperti suka bersantai dikamar,taman dan lainnya dan juga mereka suka berlatih pedang dan pengendalian api.
Saat sebelumnya mereka merasa tertantang ketika mendengar peringatan dari ayah mereka jadi mereka tidak menghiraukan tentang hadiahnya.
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya
__ADS_1
setelah selesai membaca, terimakasih....