Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
Batu Tes


__ADS_3

Setelah Liu Wen memberitahu Hua Yuntian tentang ponggoda neraka 7 tingkat yang telah dimurnikan ia lalu berkata"Sekarang bagaimana dengan kerajaanmu apakah aku sudah memilih penerusmu"ucap Liu Wen.


"Masih belum tuan apakah ada saran tuan "tanya Hua Yuntian kepada Liu Wen karena ia merasa para pangeran atau anaknya masih terlalu dini untuk memegang kekuasaan kerajaan yang akan ia tinggalkan .


"Aku bertanya sekali lagi bagaiman dengan pendapat para leluhurmu jika aku yang memilih"ucap Liu Wen.


"Kalau itu..."ucap Hua Yuntian bingung mau berkata apa karena Liu Wen adalah orang luar jadi dia tidak dapat menyerahkan pada Liu Wen.


"Oh ya... kau minta saran ya... tapi aku akan bertanya apakah anakmu akan sanggup menahan ujianku jika aku memberikan saran memberikan tes"ucap Liu Wen.


"Itu bisa dicoba tuan ,hal tersebut juga merupakan keputusan mereka "ucap Hua Yuntian.


"Baiklah jika begitu,ini bawalah dan bila ada yang dapat menahan dan mendapatkan pemahaman yang kuberikan secara penuh atau setengahnya maka pilih dia"ucap Liu Wen yang memberikan saran dan petunjuk serta Liu Wen juga memberikan sebuah batu kecil,yang bila disentuh maka akan memasukkan pemahaman dan bila orang yang menyentuh tidak kuat akan pemahamannya ia akan berteriak kesakitan.


Pemahaman dibatu tersebut juga dapat bermanfaat bagi orang yang menyentuhnya karena berisi tentang pemahaman tentang api dari tingkat bawah hingga tingkat atas dan juga berisi tentang riwayat peperangan yang penuh darah.


Riwayat tersebut akan dialami bagi yang menyentuh jadi seperti orang tersebut akan mengalaminya sendiri apa peperangan dan berbagai pertempuran.


Saat Hua Yuntian ingin menyentuhnya dengan tangan kosong ia dihentikan oleh peringatan Liu Wen "Jika kau menyentuhnya maka akan langsung mengalami riwayat pertempuran yang dapat menghancurkan jiwamu dan jika kau dapat mengatasinya itu akan sangat bermanfaat"ucap Liu Wen.


"Tapi jika kau ingin mencobanya silahkan"ucap Liu Wen sambil duduk santai.


"Biarkan saya mencobanya terlebih dahulu tuan"ucap Hua Yuntian yang langsung mencoba menyentuhnya.


Saat Hua Yuntian menyentuh batu yang diberikan Liu Wen ia langsung merasakan bahwa dirinya berada ditengah-tengah orang berbaju zirah besi yang berjumlah jutaan atau bahkan puluhan juta sedangkan didepannya ada miliaran prajurit berbaju zirah yang siap bertempur melawannya.


Hua Yuntian tersadar ketika ia mendengar teriakan.

__ADS_1


"Serang dengan segenap jiwa dan raga kita!!"teriak komandan pasukan dipasukan berzirah milik Hua Yuntian.


Lalu pasukan berzirah yang berjumlah jutaan itu langsung menyerang pasukan berzirah yang jumlahnya miliaran yang hampir terlihat mustahil untuk memenangkan peperangan tersebut.


Hua Yuntian pun ikut menyerang walau persentase kemenangan hanya 1% sekalipun.


Hua Yuntian menghabisi pasukan berzirah musuh dengan sangat kesulitan ia merasa ini bukanlah tes tetapi ia merasakan langsung kengerian peperangan ini.


Darah terus terciprat diudara ,teriakan demi teriakan terdengar serta bau amis darah menyebar diseluruh medan peperangan.


Hua Yuntian menggunakan kekuatan api berkali-kali hingga kekuatannya habis tak tersisa, tetapi disaat ia mencapai batas kekuatannya ia merasakan ada sebuah pemahaman yang masuk dengan paksa kekepalanya yang membuatnya kesakitan bahkan jiwanya terguncang.


Tetapi Hua Yuntian tetap berdiri ia terlihat hanya berdiri tegak diluar tetapi didalam ia merasakan kesakitan yang amat sangat,jika orang lain melihat ini mereka akan merasakan guncangan jiwa yang sangat dasyat.


Setelah beberapa saat Hua Yuntian merasakan sakit ia kembali tenang segala pemahaman tentang api telah merasuk dikepalanya.


Hua Yuntian kembali menyerang setelah ia mengorbankan pukuhan ribu pasukannya untuk melindunginya ketiak ia diam tidak bergerak.


Hua Yuntian menyerang membabi buta hingga ia terlihat seperti orang yang kerasukan jiwa iblis,Hua Yuntian terus mengibaskan tangannya yang memusatkan apinya yang terbentuk dari api yang dikeluarkannya dan membentukan menjadi cakar naga yang ukurannya 1 gedung dan mengibaskannya dengan mudah,Hua Yuntian terlihat seperti naga yang sedang haus darah.


puluhan ribu,puluhan juta telah mati karena caranya yang terbuat dari apinyang membentuk cakar naga yang besar.


Hua Yuntian tidak dapat berubah menjadi naga karena energi yang digunakan dalam bentuk naga berbeda dengan energi dimedan perang yang sekarang ia injak.


Oleh karena itu ia hanya dapat menggunakan energi murni dari tubuhnya sehingga ia hanya terlihat seperti anak kecil yang pertama kali belajar ilmu bela diri.


Hingga kekuatan Hua Yuntian habis pasukan musuh telah habis tak tersisa hanya meninggalkan pemimpinnya yang kekuatannya tidak dapat dilihat oleh Hua Yuntian.

__ADS_1


Tetapi kekuatannya kembali pulih secara tiba-tiba yang menyebabkan ia tersentak kaget lalu ia berlari kearah pemimpinnya dan bertarung kembali hingga ia memenangkan pertarungannya.


Tidak berhenti disitu Hua Yuntian dipndahkan ketempat yang berbeda dalam situasi yang hampir sama dan Hua Yuntian bertarung mati-matian kembali ia memenangkan kembali hingga ia bertarung kembali,Hua Yuntian terus melakukan peperangan yang tidak ada habisnya hingga mentalnya hampir hancur karena ia terus-temerus melakukan peperangan yang terus-temerus.


Tetapi setelah ia tidak kuat ia terbuang dimedang peperangan ia seperti ditolak oleh medan tersebut.


Karena medan perang tersebut akan menolak orang yang menyerah atau hampir merusak jiwanya karena sebelumnya Liu Wen hanya menggertaknya jika jiwanya akan hancur,karena ia ingin menguji seberapa kuat mentalnya dalam menghadapi kematian.


Liu Wen hanya duduk santai hingga ia melihat batu tersebut yang bertuliskan 80 .


Secara tiba-tiba Hua Yuntian tersadar dan langsung jatuh lemas lalu ia kehilangan kesadarannya.


Setelah Liu Wen menunggu beberapa jam sekitar 3 jam Hua Yuntian tersadar dan duduk dengan wajah yang langsung serius.


"Tuan bukankah tes ini sangat mengerikan"ucap Hua Yuntian yang berkata dengan wajah serius.


"Begitukah menurutmu lalu aku akan bertanya bila jika kerajaanmu hancur karena minimnya mental penerusmu dalam menghadapi kekejaman dan kengerian dunia bagaiman sikapmu yang akan kau lakukan."ucap Liu Wen.


"Itu.... "ucap Hua Yuntian Bingung.


"Dan juga kau tahu sendiri didunia itu hanya orang yang kuat yang bertahan bukan dan jika tidak akan terusir benar kan ucapanku"ucap Liu Wen.


"Coba pikirkan baik-baik tetapi jika ada yang menurutmu lebih baik dari ini gunakan yang menurutmu yang lebih baik"ucap Liu Wen.


"Aku juga tidak memaksamu untuk melakukan hal yang kuinginkan "ucap Liu Wen.


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya

__ADS_1


setelah selesai membaca, terimakasih....


__ADS_2