Perjalanan Seorang Pemuda

Perjalanan Seorang Pemuda
95.Laki-laki Bertopeng


__ADS_3

"Bajingan!! jika kalian melakukan itu aku akan membunuh kalian! dan mengutuk kalian walau kalian berada di ujung alam neraka"ucap gadis itu dengan mata merah karena marah.


walau ia berucap dengan tegas ketika marah tetapi tubuhnya masih saja bergetar karena tubuhnya yang hampir mencapai batas kekuatannya.


"Hahaha... "tawa jahat ke 4 pria kekar yang mengepung gadis itu.


Gadis tersebut hanya dapat menggertakkan giginya mendengar tawa ke 4 pria kekar tersebut, tubuh yang sudah tidak dalam kondisi yang baik dan kekuatan yang telah menurun secara drastis karena kondisi tubuhnya , hal inilah yang membuat gadis tersebut hanya dapat pasrah dan terus berjuang hingga nafas terakhirnya, walau ia tahu kemungkinan menang dan kembali dengan selamat hanya beberapa persen tapi tekatnya seperti tidak akan menurun.


setelah melihat bahwa gadis yang ada di depannya sudah pasrah dan ingin berjuang hingga titik penghabisan, pria kekar tersebut menyeringai melihat keadaan gadis yang telah memasang wajah pucat  karena kondisi tubuhnya, dengan cepat pemimpin pria kekar tersebut melesat menyerang ke arah gadis yang telah berwajah pucat tersebut.


"Crash..."


Tetapi sebelum serangan pemimpin pria kekar tersebut sampai pada targetnya, tiba-tiba tubuhnya terlempar menjauh dari gadis tersebut.


"Brak..."


Bukan hanya terlempar menjauh saja tetapi pemimpin pria kekar tersebut telah kehilangan kedua tangannya tanpa ia sadari.


Ketika pemimpin pria kekar tersebut tersadar dari keterkejutannya akibat ia yang tiba-tiba terlempar menjauh seperti ada seseorang yang menendangnya dengan keras, ia merasa dingin di kedua tangannya dan ia menoleh ke arah tangannya.


"Argh...!!"teriak pemimpin pria kekar tersebut kesakitan karena kedua tangannya terpotong dengan bersih.


"Sialan!!siapa sampah yang beraninya menyerang dengan diam-diam"teriak marah pria kekar yang sebelumnya berada di belakang pemimpin pria kekar.


Pria kekar yang berteriak marah tersebut adalah orang yang melihat siluet manusia yang menendang dada pemimpin pria kekar sebelumnya, tetapi ia tidak melihat gerakan memotong kedua tangan pemimpin pria kekar, jadi walau ia menampilkan sikap marah tapi ia juga meningkatkan kewaspadaannya, karena ia tahu sosok  yang baru datang adalah orang yang tidak dapat di anggap remeh.

__ADS_1


Ia tidak akan percaya apabila yang melakukan itu adalah gadis yang kini telah berwajah pucat, karena ia dapat melihat kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan untuk dapat bergerak menyerang dengan kecepatan yang luar biasa, jadi ia menyimpulkan bahwa ada seseorang yang membantunya.


Ia dapat melihat seorang laki-laki yang berdiri di samping gadis yang sebelumnya mereka kepung, walau pria yang berdiri di samping gadis itu memakai topeng tapi ia tahu bahwa pria tersebut memiliki tingkatan kekuatan yang sangat tinggi.


"Kau tidak apa-apa nona"ucap seorang laki-laki yang memakai topeng di samping gadis itu.


"Ti... Tidak apa-apa , terima kasih telah menolongku"ucap gadis tersebut dengan senyum yang memaksakan karena menahan sakit di sekujur tubuhnya.


"Gadis ini sangat gigih"batin laki-laki bertopeng tersebut sambil tersenyum.


Laki-laki bertopeng itu adalah Liu Wen yang bertindak menyelamatkan gadis itu karena ia tahu identitas sebenarnya gadis tersebut.


"Apakah perlu aku membantumu untuk membersihkan sampah dunia karena jika ku lihat baik-baik tubuh mu terlihat tidak dalam kondisi  yang baik"ucap Liu Wen yang menawarkan bantuan.


"Tidak perlu ! Dan terima kasih atas tawarannya, ini adalah masalah ku jadi aku juga yang harus menyelesaikannya, tidak perlu orang lain ikut campur"ucap harus itu dengan sedikit arogan untuk menutupi kelemahannya karena ia tidak mengenal laki-laki bertopeng yang menolongnya jadi ia tidak langsung mempercayainya.


"..."gadis tersebut tidak menjawab pertanyaan dari Liu Wen, ia justru mempererat pedang yang merupakan artefak yang ingin di rebut oleh para pria kekar.


Gadis itu juga menatap tajam pada pria kekar yang ada di depannya, yang  masing-masing memegang senjata.


Walau pegangan pada pedangnya dan tatapan nya yang tajam tubuh gadis itu masih saja gemetar, bukan karena ia takut tapi ketahanan dan kekuatan tubuhnya hampir mencapai batas sehingga ia dapat pingsan di waktu kapanpun, walau begitu ia masih bersikap kuat seolah-olah gadis itu tidak mengetahui batas kekuatan pada tubuhnya.


Liu Wen hanya dapat tersenyum melihat keteguhan hati  yang di miliki oleh gadis itu, dengan memasang senyum ia mendekat ke arah gadis itu.


Tanpa di sadari gadis itu ia bergerak cepat  memasukkan sebuah pil yang berwarna hitam ke dalam mulut gadis itu.

__ADS_1


Sontak kaget gadis itu karena dengan tiba-tiba ia di paksa untuk menelan sebuah pil, yang ia tidak tahu kegunaannya.


Ketika ia ingin berteriak marah dan menebas ke arah Liu Wen ia tidak menemukan keberadaan pria bertopeng tersebut.


Hawa kehadiran ,aura serta energinya pun menghilang begitu saja seperti terbang terkena hembusan angin.


"Dimana dia!"ucap gadis itu.


Sebelumnya Liu Wen telah menghilang dengan menggunakan teknik hukum ruang yaitu teleportasi, sehingga tubuhnya hilang hanya dengan sekejap mata.


"Sial!"decak kesal gadis itu.


Sedangkan para pria kekar memasang wajah buruk karena tanpa mereka sadari ketua mereka yang sebelumnya hanya tangannya yang terpotong tali kini ia mati membeku, hal tersebut semakin membuat mereka merasa sangat waspada dan timbul rasa takut di hati mereka.


"Sialan!! Apa urusanmu dengan wanita itu sehingga mengurusi masalah kami dengan membunuh ketua kami"Teriak salah satu dari pria kekar yang sebelumnya berada paling dekat dengan pemimpinnya.


Tetapi bukannya mendapat jawaban dari mereka, mereka malah terabaikan oleh seorang laki-laki bertopeng  yang muncul secara tiba-tiba dan wanita yang sebelumnya mereka kepung.


Belum reda emosi mereka , mereka di kejutkan dengan wanita yang telah berwajah pucat tersebut pererat


pegangan pada senjatanya dan pandangannya fokus ke arah pria-pria kekar yang sebelumnya mengepungnya, membuat para pria kekar menjadi waspada.


Bukan  waspada kepada gadis itu tetapi waspada kepada laki laki bertopeng yang berada di dekatnya, insting mereka dapat berkata bahwa laki-laki bertopeng yang berdiri santai disana, adalah orang yang sangat sangat berbahaya untuk mereka hadapi.


Tanpa di sadari oleh 4 orang pria kekar tersebut Liu Wen telah memasang mantra formasi yang membuat kesunyian di sekitarnya dan gadis itu sehingga,hanya dia dan gadis itu yang dapat saling mendengar percakapan antar dirinya dengan gadis tersebut.

__ADS_1


Oleh karena itu pria-pria kekar tidak dapat mendengar percakapan Liu Wen dan gadis yang ada di sebelahnya.


Dan secara tiba-tiba gadis yang berada di samping laki-laki bertopeng dengan mendadak menebas laki-laki bertopeng yang sebelumnya menolongnya.


__ADS_2