
"Apa!! Apa benar itu kak kamu tidak mungkin bohong kan"ucap Jia Li dengan sangat terkejut.
Jia Li dapat terkejut karena ia tidak pernah menyadari bahwa fisik naga dapat meningkatkan kekuatan individu menjadi ratusan kali lipat tanpa menggunakan energi.
"Jika tidak percaya berlatih lah dengan giat dan rasakan sendiri apa yang sebelumnya kukatakan"ucap Liu Wen dengan percaya diri.
"Jika benar begitu fisik ini benar-benar tidak masuk akal"ucap Jia Li yang berpikir.
"Baiklah kurasa di luar sudah hampir malam ayo kita kembali ke kediaman masing-masing"ucap Liu Wen yang mengajak keluar dari ruangan bawah tanah itu.
"Ayo.."ucap Jia Li yang kemudian mengikuti Liu Wen untuk segera keluar dari ruangan bawah tanah tersebut.
Di perjalan Jia Li penasaran dengan suatu hal yang berhubungan dengan kehidupan sebelumnya.
"Kak aku yakin kamu sudah mengingat bahwa aku adalah anakmu sebelum kehidupan kamu menjadi kaisar hitam aku benar atau tidak"ucap Jia Li sambil tersenyum kecil.
"Ternyata kamu sudah tahu "ucap Liu Wen yang tersenyum tipis.
"Lalu kenapa kamu masih menganggapku sebagai adikmu"ucap Jia Li dengan penasaran.
"Aku bukannya tidak menganggap mu sebagai anakku tetapi di kehidupan ini aku tidak akan mengekangmu seperti kehidupan sebelumnya kamu bebas memilih dan juga di saat ini aku menginginkan seorang adik perempuan jadi aku lebih senang memanggilmu seperti itu"ucap Liu Wen dengan tersenyum.
"Yang benar saja"ucap Jia Li dalam hati.
"Jika begitu aku masih dapat memanggilmu ayah kan "ucap Jia Li dengan menunjukkan wajah memohon.
"Hahaha... Terserah padamu tetapi aku tetap seperti sebelumnya aku memanggilmu adik "ucap Liu Wen yang masih tetap pada pendiriannya.
"Baik jika begitu aku juga akan tetap memanggilmu ayah "ucap Jia Li dengan memantapkan keinginannya.
"Baik baik,oh.. iya apakah kau masih belum menemukan pria yang cocok untuk kamu jadikan suami Li'er"ucap Liu Wen yang penasaran dengan polos nya bertanya.
"Ayah jangan mengungkit-ungkit masalah hal tentang romantis rasanya hatiku ngilu setelah merasakan pengkhianatan dari kekasihku sebelumnya"ucap Jia Li yang sedih.
"Heh... Lalu kapan kamu akan memberikan aku cucu kalau begitu"ucap Liu Wen yang menggoda Jia Li.
Pipi Jia Li menjadi merah merona karena setelah mendengar ucapan Liu Wen pikirannya terbesit dengan hal-hal yang tidak senonoh.
"Heh... Kamu berpikir terlalu berlebihan Li'er"ucap Liu Wen yang berbicara di dekat telinga Jia Li.
Jia Li yang tersadar segera memukul Liu Wen sambil berteriak.
__ADS_1
"Jangan menggoda ku lagi!!"ucap Jia Li sambil berteriak.
"Hahah... Kamu terlalu mudah emosi Li'er"ucap Liu Wen sambil dengan nada menggoda.
"Hmmm!!"dengus Jia li yang mempercepat jalannya ke arah luar jalan bawah tanah itu.
....
Di kamar Liu Wen ia mentelepati Yun Ying ia ingin membicarakan sesuatu dengan Yun Ying.
"Maaf mengganggu Yun Ying apakah kita bisa bertemu"ucap Liu Wen melalui telepati.
"Ah... Iya bisa tuan"ucap Yun Ying dengan tergagap karena kaget.
"Baiklah aku tunggu di air mancur"ucap Liu Wen di telepati.
"Baik"ucap Yun Ying yang kemudian bersiap sesegera mungkin .
Di air mancur Liu Wen yang sambil menunggu ia membuat beberapa bunga dari api yang memiliki beberapa warna,dari merah, putih dan biru.
Bunga-bunga tersebut terlihat indah di pandang mata yang terkesan romantis.
Tanpa di sengaja Yun Ying telah tiba dengan cepat dan melihat bunga api yang membuat nya takjub.
"Wah... Indah"ucap Yun Ying dengan kagum.
"Baiklah Yun Ying kau sudah datang kemarilah"ucap Liu Wen yang membuat sadar Yun Ying dari kekagumannya.
Saat Liu Wen ingin menghilangkan bunga api tersebut Yun Ying menghentikan nya,ia berkata agar itu dibiarkan agar terasa terang di malam itu.
Liu Wen hanya dapat menuruti kemauan Yun Ying padahal sebelumnya ia hanya ingin menjernihkan pikiran nya dengan membuat bunga api sambil menunggu kedatangan Yun Ying.
"Baiklah apa kita bisa mulai topik yang akan aku sampaikan"ucap bertanya Liu Wen kepada Yun Ying.
"Silahkan tuan"ucap Yun Ying dengan ramah.
"Begini aku sebenarnya ingin mempercepat kepergian ku dari kerajaan ini tetapi aku ingin bertanya masih berapa persen kira-kira sekarang proses perbaikan di kerajaan ini"ucap Liu Wen dengan jelas.
"Hmm.... Kalau tidak salah sudah 80% tuan tetapi jika anda ingin segera pergi kita bisa lakukan besok atau besoknya lagi"ucap Yun Ying menjawab pertanyaan Liu Wen.
"Begitu hm..."ucap Liu Wen yang berpikir.
__ADS_1
"Berapa lama sampai 90% perbaikan kerajaan ini"ucap Liu Wen bertanya.
"3 hari tuan "ucap Yun Ying dengan cepat.
"Baik 4 hari dari sekarang kamu urus masalah perbaikan serta pemegang kerajaan selanjutnya seperti yang dilakukan oleh Hua Yuntian dan Xi Yan sebelumnya"ucap Liu Wen.
"Baik tuan"ucap Yun Ying.
"Karena diskusi kita telah selesai apa yang ingin kamu lakukan"ucap Liu Wen kepada Yun Ying.
"Untuk sejenak aku ingin menikmati keindahan kilauan bunga itu"ucap Yun Ying yang menunjuk ke arah bunga api yang dibuat oleh Liu Wen.
"Baiklah aku temani"ucap Liu Wen yang tersenyum.
"Eh... Tapi jika tuan lelah tuan bisa langsung kembali ke kediaman anda saya bisa sendiri disini"ucap Yun Ying yang tidak ingin merepotkan Liu Wen.
"Santai saja"ucap Liu Wen yang tersenyum manis yang membuat hati Yun Ying berdegup kencang.
"Jika dia tahu bahwa satu bunga api ini dapat menghancurkan 1 kediaman mewah disini mungkin ia tidak akan melanjutkan melihat bunga api"ucap Liu Wen dalam hati.
"Ke... Kenapa hatiku rasanya berbunga-bunga ketika melihat senyum tuan yah... Apakah aku jatuh cinta kepadanya"ucap dalam hati Yun Ying yang pipinya memerah tanpa ia sadari.
"Hei Yun Ying apa kau tidak kelelahan kenapa mukamu memerah"ucap Liu Wen yang membuat Yun Ying tersadar dari lamunannya.
"Ti... Tidak tuan"ucap Yun Ying dengan tergagap.
"Kenapa wanita terkadang menjadi aneh yah... "Ucap Liu Wen yang tidak mengerti pikiran dari seorang wanita.
Setelah 2 jam berlalu mereka barulah pergi dari sana.
"Oh yah tuan anda kan baru kembali ayo saya antarkan menuju kediaman anda yang telah saya siapkan"ucap Yun Ying yang akan menunju kediaman yang akan ditinggali oleh Liu Wen.
"Eh.. apa tidak merepotkan"ucap Liu Wen yang ingin menolaknya.
"Hal ini hanya hal kecil tuan anda tidak perlu terlalu khawatir"ucap Yun Ying dengan cepat.
"Tapi... Kan"ucap Liu Wen .
"Sudahlah tuan terima saja"ucap Yun Ying yang memaksa.
"Hah..."ucap Liu Wen yang mendesah.
__ADS_1