
Setelah Liu Wen memberikan sebuah teknik pada malaikat hitam ia pergi ke sebuah ruangan,diruangan tersebut terdapat 100 orang,60 laki-laki 40 wanita mereka adalah pasukan inti yang sebelumnya.
"Baik setelah ini aku akan memberikan sebuah misi untuk kalian tetapi sebelum itu aku ingin bertanya apakah hadiah yang kalian inginkan sudah kalian dapatkan"ucap Liu Wen.
"Sudah tuan"ucap mereka serentak.
"Baiklah sekarang kalian ikut aku"ucap Liu Wen lalu ia mengibaskan tangannya dan dalam seketika para pasukan inti keluar dari dunia segel bersama dengan Liu Wen.
"Dari 98 orang diantara kalian akan kuberi misi dengan pelajari Buku-buku atau kitab-kitab yang ada disamping kiriku ini"ucap Liu Wen.
Buku-buku dan Kitab-kitab tersebut adalah tumpukan panduan menjadi kultivator dan panduan seni bela diri.
"Setiap orang mendapatkan 2 yaitu 1 kitab dan 1 buku pelajari dan latihlah dan untuk misi kalian awasi setiap gerak-gerik para kultivator didunia entah kalian memulai dengan menjadi kultivator bebas, petinggi kerajaan,ataupun membuat kerajaan bahkan membuat sekte itu terserah kalian misi kalian hanya mengawasi dunia"perintah Liu Wen.
Sebenarnya Liu Wen melakukammn itu hanya untuk membebaskan mereka dari dirinya tidak mungkinkan setelah ia melakukan pembantaian mereka bunuh dan buang itu tidak mungkin.
Jadi lebih baik mereka diberi tugas mengawasi dunia dari melakukan kejahatan yang tidak tau mana salah mana benar.
Lalu setelah mendengar perintah Liu Wen mereka semua mengambil buku dan kitab dan lalu pergi entah kemana mereka.
Perlu diketahui dunia yang ditempati oleh Liu Wen memiliki 5 benua yaitu timur benua Langit, barat benua Bintang,selatan benua Sihir , utara benua Elemen dan tengah benua alam.
Setiap benua memiliki beberapa kerajaan bahkan kekaisaran.Saat ini tempat Liu Wen berada pada tengah benua Bintang.
Kembali pada Liu Wen.
"Dan sekarang kalian berdua ikut dengan ku masuk kedalam kota"perintah Liu Wen.
"Baik tuan"ucap mereka serentak.
Waktu yabg dilalui oleh Liu Wen dari latihan sendiri hingga ia melatih para pesukannya hannya berjalan beberapa detik karena perbedaan waktu.
Setelah Liu Wen,Wu Shan dan Xiao Li berjalan dengan santai mereka telah sampai digerbang kota.
Sebelum mereka memasukinya mereka harus menunjukkan tanda pengenal,Liu Wen pun menunjukkan tanda pengenalnya yang ia buat secara spontan dengan skillnya.
Liu Wen berpura-pura mencari disaku celananya tetapi ia membuat kartu identitasnya disana,Liu Wen masuk dengan mudah walau pandangan orang-orang tertuju pada mereka .
__ADS_1
Liu Wen memiliki paras yang sangat rupawan dan belum lagi Wu Shan dan Xiao Li juga sangat rupawan dan memiliki tubuh yang dapat mengusik iman setiap orang entah laki-laki atau wanita.
"Hei para wanita sekarang kalian dimana"telepati Liu Wen langsung kepada Fang Yin dan Jia Li.
Jia Li yang mendengar itu tersedak makanan yang ia makan ia lalu mengeluarkan aura pembunuhnya,bukannya takut Liu Wen saat merasakan aura Jia Li ia langsung menghampirinya karena Liu Wen dapat membedakan setiap aura setiap makhluk walau itu aura membunuh sekalipun.
"Oh... disana rupanya"lalu Liu Wen menghilang bersama dua orang yang mengikutinya.
Liu Wen muncul didepan Jia Li dan Fang Yin lalu ia berkata"Kenapa kalian makan dulu tanpa mengajakku"ucap Liu Wen tanpa mempedulikan amarah Jia Li.
"Kakak apa aku tidak tau aku sedang makan"teriak Jia Li.
"Gak tau"ucap Liu Wen dengan polos.
"Oke gak masalah kan kan kau masih hidup"ucap Liu Wen.
"Oh... gitu kalau begitu kakak yang traktir"ucap Jia Li yang marah lalu menyeringai.
"Oh... kau nantang ,ayo walau satu benua aku beli"ucap Liu Wen santai.
Liu Wen menyuruh para bawahannya duduk di meja lainnya ia tidak ingin tempat tersebut berdesak-desakan.
"Kalian disana pesan apapun aku yang bayar"ucap Liu Wen.
"Ba...baik tuan"ucap Wu Shan dan Xiao Li secara bersamaan karena ia merasakan aura membunuh dari Jia Li.
"Tidak perlu takut nanti dia akan tenang kembali"telepati Liu Wen.
"Baik tuan"balas mereka semua lewat telepati juga.
Wu Shan dan Xiao Li tidak terkejut Liu Wen memiliki kemampuan telepati karena mereka juga dapat menggunakannya karena setiap orang dapat memilikinya,hanya saja kontrol mananya yang sulit.
Wu Shan dan Xiao Li pun menjauh dari sana dan pergi kemeja lain dan memesan makanan untuk mereka makan.
"Anu saudara Liu Wen siapa mereka"tanya Fang Yin
"Oh mereka... ,bawahan yang aku tinggal sebelumnya"ucap Liu Wen santai.
__ADS_1
"Oh... gitu "ucap Fang Yin sambil menatap tajam dan menyelidik pada Xiao Li.
"Oh... apa yang membuatmu menatap tajam pada Xiao Li"tanya Liu Wen.
"Oh...it..itu em..."ucap Fang Yin yang tergagap.
"Oh... mungkin cemburu kak"ucap Jia Li.
"Oh... rupanya kau tidak marah lagi ,begini saja akan kuturuti 1 permintaan mu"ucap Liu Wen.
"Benarkah"ucap Jia Li dengan mata berbinar.
"Sial sepertinya aku akan terkena masalah"batin Liu Wen.
"ya... 1 hanya 1"ucap Liu Wen.
"Kalau begitu aku ingin kakak membuat sebuah istana dan kakaklah yang menjadi rajanya"ucap Jia Li.
Liu Wen yang mendengar itu tersedak makanan yang ia makan sendiri lalu ia berkata"yang bwnar saja aku hanya ingin hidup tenang menjadi raja mustahil"gumam Liu Wen.
"Anu... adaikku yang cantik adakah permintaan yang lain saja"ucap Liu Wen menolok dengan halus.
"Katanya 1 permintaan "ucap Jia Li cemberut.
"Hadeh... baiklah baiklah"desah Liu Wen pasrah.
"Hore... "tawa senang Jia Li.
"Baru saja aku bebas dari masalah tentang para malaikat hitam sekarang ditambah yang baru,huft... apa segini amat aku harus menjadi penguasa"gumam Liu Wen.
"Hmmm... apa kakak berkata sesuatu"tatap Jia Li.
"Ah... gak kok mana mungkin"ucap Liu Wen gugup
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya
setelah selesai membaca, terimakasih....
__ADS_1