
"Eh...."ucap Huang Zhu dengan kecewa
Mereka kemudian melanjutkan makan hingga selesai kemudian mereka melakukan kegiatan masing-masing hingga hari menjelang siang.
[Note: sebelumnya saat Jia Li dan Huang Zhu membuka mata dari meditasinya dan bertemu dengan Liu Wen pada saat itu hari masih pagi]
Siang hari waktu kepergian Liu Wen dari dunia segel.
Di depan gerbang Liu Wen telah membuat gerbang keluar menuju dunia luar, di tangannya ia menggendong kelinci yang berwarna putih seputih susu.
Kelinci tersebut jika di pandang orang biasa hanya sebatas kelinci biasa yang tinggal di sekitaran hutan, tapi jika di amati dengan baik melalui energi maka orang lain akan tahu bahwa kelinci tersebut bukan kelinci biasa.
Kelinci tersebut adalah kelinci yang dapat membunuh seorang kultivator di tingkat kaisar dengan mudah hanya dalam sekejap mata.
Kelinci tersebut adalah kelinci Kilat Putih yang sebelumnya memasakkan Liu Wen daging rasnya sendiri.
Kelinci tersebut bertranformasi menjadi wujud kelinci agar tidak membuat heboh dan gempar para penduduk desa Malaikat Hitam, karena jika dengan wujud manusia maka tekanan yang di miliki Kelinci Kilat Putih sangat besar sedangkan dalam wujud kelinci aura, energi dan kekuatan seperti di tekan hingga ke tingkat terendah sehingga terlihat seperti kelinci biasa.
Liu Wen memerintahkan Kelinci Kilat Putih melakukan ini karena kebanyakan penduduk desa Malaikat Hitam hanya berada di tingkat raja sedangkan di tingkat kaisar itu pun sangat sedikit, sehingga penduduk desa Malaikat Hitam tidak akan mengalami tekanan dan akan menganggap hanya memberikan hewan peliharaan kepada Huang Zhu ketika ia memberikan Kelinci Kilat Putih.
Kenapa Liu Wen menghindari penduduk desa terkena tekanan dari Kelinci Kilat Putih ketika dalam wujud manusia?
karena dalam wujud manusia Kelinci Kilat Putih memiliki kekuatan yang dapat memberikan seseorang di tingkat alam langit tekanan yang luar biasa, jadi tekanan yang di berikan ketika terkena orang yang masih berada di tingkat raja dan kaisar bukan hal yang di anggap remeh.
Di sana telah ada Jia Li,Huang Zhu,Xiong Yu, ketua suku Malaikat Hitam dan para penduduk desa yang lain.
"Zhu'er jaga dia jangan sampai dia membuat keributan karena hanya kamu dan aku yang dapat memerintahnya"ucap Liu Wen dengan tegas sambil memberikan Kelinci Kilat Putih kepada Huang Zhu.
Liu Wen berbicara dengan suara yang sangat lirih sehingga hanya Liu Wen dan Huang Zhu yang dapat mendengarnya.
"Ayah tenang saja aku pasti akan menjaga nya dengan baik"ucap Huang Zhu dengan yakin.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu"ucap Liu Wen menganggukkan kepalanya.
"Sudah saatnya aku pergi"ucap Liu Wen sambil menoleh dari kanan ke kiri melihat sekelilingnya.
Liu Wen kemudian melangkahkan kakinya menuju gerbang dimensi yang menuju luar dunia segel.
"Hati-hati tuan di luar sana "ucap ketua suku malaikat hitam dengan tulus.
"Tentu saja"ucap Liu Wen dengan yakin.
Liu Wen muncul di dalam kamarnya lalu ia dengan tenang berjalan ke arah tempat tidur.
Ia melemparkan tubuhnya di tempat tidur tersebut, di karenakan kualitas tempat tidur yang ia gunakan sangat bagus membuat Liu Wen tertidur hanya dalam beberapa hitungan menit ia sudah terlelap
Keesokan harinya
Liu Wen pergi ke aula ia juga tidak lupa memanggil para petinggi kerajaan untuk mengadakan diskusi.
Di aula
"Bagaimana informasi yang di bawa oleh pasukan inti tentang pergerakan mereka"tanya Liu Wen kepada para petinggi.
Sekarang Liu Wen sedang duduk di kursi singgasana nya sambil menatap para petinggi kerajaan.
"Mohon maaf Yang Mulia informasi yang di dapat oleh pasukan inti adalah belum adanya pergerakan apapun , hanya informasi tentang hal-hal umum seperti perebutan wilayah, pemberontakan dan lain-lain sebagainya bahkan ada yang berencana menaklukkan hutan yang menjadi wilayah kekuasaan kita"ucap menteri informasi
Ketika menteri informasi mengatakan salah satu kerajaan berniat menaklukan hutan berbahaya yang berada di wilayah kekuasaan kerajaan Liu ia memasang senyum meremehkan.
Bukan hanya menteri informasi tapi juga para petinggi yang lain memasang senyum meremehkan, karena mereka tahu seberapa kuatnya Hewan, demon Beast,dan makhluk-makhluk lain yang tinggal di sekitar kerajaan.
"Hah berani juga mereka ingin menaklukkan hutan ini, apa mereka tidak sadar bahwa itu hanya akan melemahkan kekuatan militer mereka"ucap Liu Wen dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Yang Mulia apa kita biarkan saja mereka? ataukah kita ikut bertindak karena mereka hanya akan menambah kotoran yang berada di hutan ini"ucap bertanya menteri pertahanan.
"Tidak perlu, lagi pula mereka pasti membutuhkan waktu yang lama untuk persiapan , jadi untuk saat ini abaikan saja"ucap Liu Wen yang tidak perduli tentang niat kerajaan yang ingin menaklukkan hutan.
"Sesuai keinginan anda Yang Mulia"ucap menteri pertahanan membungkuk hormat.
"Apakah ada informasi yang lain"ucap Liu Wen bertanya.
"Tidak ada Yang Mulia"ucap menteri informasi yang bertugas mengumpulkan segala informasi.
"Bagaimana perkembangan militer kerajaan"tanya lagi Liu Wen.
"Untuk perkembangan militer yaitu pada kultivasi mengalami peningkatan yang cukup memuaskan tetapi ada kekurangannya yang mulia yaitu pengalaman"
"Pengalaman yang di miliki oleh prajurit kerajaan kita sangat minim sehingga peningkatan gerakan seni bela diri menjadi kurang bagus"ucap salah satu jendral yang bertugas melatih pasukan kerajaan.
"Pengalaman yah..."ucap Liu Wen sambil mengelus-elus dagunya.
"Ah... Iya juga kita bisa menggunakan hutan ini untuk menambah pengalaman pada prajurit kita sekalian untuk menaklukkan hutan"ucap Liu Wen dengan senang.
"Baiklah perintahku latih mereka di hutan sekitar kerajaan jendral, buat mereka mengalami pertarungan hidup dan mati"
"Serta buat mereka terbiasa dengan latihan hidup dan mati, ketika mereka telah terbiasa buat mereka menelusuri lebih dalam hutan ini untuk dapat melawan monster atau demon beast yang lebih mengerikan"perintah Liu Wen dengan tegas.
"Baik Yang Mulia!!"ucap tegas juga jendral tersebut.
"Maaf lancang Yang Mulia bukankan sebaiknya kita memantau makhluk-makhluk yang ada di hutan ini terlebih dahulu, karena kita masih belum mengetahui makhluk apa saja yang tinggal di hutan ini"ucap Xiao Li merasa keberatan dengan perintah Liu Wen yang langsung di putuskan.
Xiao Li tidak takut untuk di hukum karena ini juga demi kebaikan kerajaan yang di bangun oleh Liu Wen, kesetiaannya tidak perlu di ragukan.
Liu Wen bukannya marah dengan perkataan Xiao Li ia malah tersenyum karena hanya dia yang dapat mengukapkan apa yang ada di pikirannya.
__ADS_1
"Jika kita mencari informasi terlebih dahulu maka itu hanya akan menjadi pertarungan yang mencari aman saja, maka dari itu pertarungan langsung tersebut akan membuat berkemungkinan menjadi pertarungan hidup dan mati karena kita tidak tahu musuh yang akan kita hadapi, entah itu kuat maupun yang lemah"ucap Liu Wen yang menyatakan pemikirannya.