
"Terserah kau saja."ucap Jilin malas.
Hening
Hanya ada keheningan dan suara suara hewan malam yang memasuki Indra pendengaran mereka,di saat dalam pikiran mereka masing masing,teriakan yang memekakkan telinga mereka Jilin dan Chen langsung berdiri dan mencari suara itu bersama.
Tolongggggg
Tolooonggggg
Argghhhh
"Hm sepertinya aku kenal suara itu tapi siapa ya?
Oh tidak itu suara Jun dan Xi Wang,ayo kita harus menemukan mereka"sambil menarik tangan Chen.
"Jilin dan chen berlari ke tengah hutan yang lebat tapi suara mereka mendadak menghilang,dan itu berhasil membuat Jilin cemas,Jilin menepuk jidatnya ia lupa bahwa ia punya mata dewa dengan cepat ia memakai mata dewanya dan mengedarkan pandangannya ke segala arah.
Saat Jilin mengedarkannya ke sebelah selatan di tengah hutan tempatnya dekat gua yang hampir tidak terlihat karena banyak sekali tanaman tanaman liar yang mengelilingi gua itu.
Jilin melihat orang orang yang sedang bertarung dengan jumlah yang tidak seimbang dan Jilin semakin menajamkan ketika melihat baju berbaju merah dan hitam.
"Kita harus cepat kesana,Jun dan Xi Wang sudah terpojok jumlahnya sangat banyak,bisa bisanya mereka keroyokan awas saja akan ku balas mereka."
Chen yang dari tadi diam langsung memegang tangan Jilin dan langsung melesat secepat kilat.
Kini Jilin dan Chen sudah berada di tempat Jun dan Xi Wang mereka benar benar terpojok dengan segera Jilin menangkis pedang yang akan menusuk Xi Wang,sedang kan Jilin menyelamatkan Jun yang saat ini hampir sekarat.
"Ingin membunuh temanku? Tidak semudah itu?."ucap Jilin sambil menyeringai.
"Heh,ternyata dua tikus liar yang berani melawanku."ucap seseorang yang tak lain adalah anggota sekte kegelapan.
"Kau benar,kami adalah sekumpulan tikus liar dan kalian adalah para cecunguk yang harus di musnahkan dari dunia ini."ucap Chen tak kalah pedas.
"Kurang ajar,akan ku bunuh kalian."ucap anggota sekte kegelapan.
"Kau ternyata orang pertama yang berani berbicara ini padaku."ucap Chen.
"Jangan banyak omong serang tikus liar ini."ucap salah satu anggota sekte.
BAIK!!!
Jilin dan Chen mulai menyerang anggota sekte kegelapan,dengan gesit Jilin dan Chen yu bisa m membunuh semua sekte kegelapan dengan cepat berkat kerja sama,kini tinggal satu anggota sekte kegelapan yang masih hidup,bukan lebih tepatnya dibiarkan hidup sementara,hanya untuk menggali informasi dan setelah itu tetap saja di bunuh.
"Siapa yang menyuruh mu untuk mengacau disini hah."ucap Chen.
__ADS_1
"Siapa yang menyuruhku bukan urusan mu,bunnuh saja aku aku tidak akan membocorkan informasi sedikitpun pada kalian."ucap anggota sekte kegelapan.
"Kalian memag sangat setia sekali,tapi sayang kalian setia pada orang yang salah baiklah jika begitu kau harus bergabung dengan temanmu yang sudah mati."ucap Chen sambil menusuk jantung anggota sekte kegelapan.
Setelah selesai Jilin menghampiri Jun yang sudah
Banyak kehabisan darah dengan cekatan Jilin mengambil alat alat untuk membersihkan luka luka Jun yang sudah menghabiskan banyak darah.
Setelah beberapa lama bergulat dengan penyembuhan Jun, jilin pun akhirnya selesai keadaan Jun sudah sangat baik dari sebelumnya,kini tinggal xi Wang yang belum sadar kan diri,walaupun tidak terlalu parah jika tidak di obati dengan cepat tetap saja akan terjadi demam tinggi dan akan tidak sadarkan diri berhari hari oleh sebab itu Jilin langsung mendeteksi luka luka di Wang dan memberikan obat herbal untuk di balutkan ke luka luka xi Wang.
Sedangkan Chen pergi untuk mencari makan untuk mereka berempat, setelah beberapa lamanya Chen di dalam hutan ia kemvlai dengan hewan buruan yang sudah berada di tanganya dan sudah bersih tinggal di panggang di api yang berkobar.
"Aku kira kau kemana."ucap Jilin sambil memakan buah apel.
"Aku mencari makan untuk kita berempat aku tidak tau kapan matahari terbit tapi seperti nya akan sangat lama terlebih untuk menjaga kedua orang pingsan dengan luka serius tentu nya sangat menguras tenaga bukan."ucap Chen sambil memberikan hasil buruannya untuk di masak.
"Kau Memang benar."sambil menyalakan api dan mulai memanggang hasil buruan tadi.
"Malam sudah berlalu kini hewan malam sudah tak terdengar lagi,digantikan dengan burung burung yang berkicau merdu.
Jilin dan Chen terbangun bersamaan terusik dengan pergerakan hewan hewan di pagi hari
Dengan sigap Jilin menghampirinya Xi Wang dan Jun yang sudah terlihat lebih baik,memeriksa kembali apakah masih ada racun tersisa atau luka luka yang belum kering serasa sudah aman Jilin mulai menghidupka api dan membakar hewan buruan semalam untuk di berikan kepada Xi Wang dan Jun nanti ketika mereka sudah sadar.
"Apakah kau tidak lelah."ucap Chen.
"Bukan itu,tapi semalam kalo tidak ingat kedua temanmu itu demam parah dan aku yakin semalam kau tidak tidur dengan baik."ucap Chen.
Flash back
"Arhhhg huhuhuhu saaaaakiiit."
"Dii dingiiinnn huhuhu panaaassss ARGHHH sakit."
Jilin terbangun dan menghampiri Jun dan Xi Wang yang terkena demam.
"Mereka demam,sepertinya aku masih menyimpan obat penurun demam."ucap Jilin sambil memeriksa ruang penyimpanan nya.
Jilin langsung memberikan obat penurun demam untuk keduanya,dan setelah itu jikin mencari kayu bakar untuk menghangat kan keduanya karena udaranya memang sangat dingin kain untuk menutupi keduanya benar benar tidak membuatnya hangat.
Setelah membuat api unggun kecil Jilin mengeluarkan berbagai buah karena perutnya tiba tiba ingin di isi,Jilin melihat Chen yang sedang tertidur pulas di bawah pohon besar.
Jilin memandangi Chen dengan detail,dan tiba tiba tersenyum hangat setelah melewati malam yang dingin akhirnya Jilin kembali tidur tanpa mematikan api unggunnya.
Flash back off
__ADS_1
Kalo sudah tau kenapa tidak membantuku hah."ucap Jilin kesal.
"Hm,karena aku benar benar lelah."ucap Chen datar.
Di saat mereka sedang bertengkar Jun dan Xi Wang terbangun.
"Arrgghh kepala ku sakit sekali."ucap Jun.
"Hmmmm huaaaaaah,seluruh tubuhku sangat sakit."ucap Xi Wang.
Sontak Jilin dan Chen langsung menghampiri keduanya dan menanyakan keadaannya.
Xi Wang dan Jun kaget karena Ternyata mereka masih hidup dan penyelamat hidup nya adalah jilin.
"Aku masih hidup."ucap Jun repleks
"Aku juga masih hidup,aku masih hidup."ucap sxi Wang senang.
"Tentu saja kalian masih hidup,kalo terlambat sedikit saja sudah kupastikan kalian tidak bisa selamat dan aku ingin penjelasan kalian kenapa kalian bisa berada di tengah hutan dan di keroyok oleh sekte kegelapan dimana yang lain."ucap Jilin beruntun.
***Hallo semuanya udah pada nungguin yaπ
Chen nya udah keluar ya nah jikin kali ini nggk bakalan sepi lagi karena temen ributnya udah ada....βΊοΈ
Menurut kalian Chen sama Jilin bisa bersatu nggk tugas tugas nya bakalan selesai nggk π§...
Terus gimana tugas Jilin yang suruh nyari kakak laki lakinya dan tugas tugas dari mendiang ibunya,banyak banget si tugas tugas nya harus cepat di selesai kan yaπ.
Kedepanya banyak banget teka teki yang harus Jilin selesai kan dan banyak banget musuh musuh yangvbskalan bermunculan.
"oke kenapa Author nya ngasih bocoran??."
"Ya supaya kalian nggk pada kepo kepo."
"Aku juga bakalan selesaiin ini cepet cepet karena mau bikin mahakarya lagiπ€
Tapi authornya nggk bisa di up sekarang sekarang nanti kalau cerita perjalanan Xia Jilin Lian tamat baru aku bikin cerita baru***
***lagi.
Yang udah pernah terbitin buku tolong dong coment kasih tau caranya ya,pengen nerbitin novel oh iya masih banyak cerita cerita ku yang belum sempurna atau belum semua author revisi .
Nanti author revisi lagi.
Salam sayang dan cinta dari Author ππππππππππ
__ADS_1
Jangan lupa ππ¬π ok***.