Petualangan Xia Jilin Lian

Petualangan Xia Jilin Lian
Di pondok


__ADS_3

Karena ia harus meminjam kekuatan spiritual suci milik Qisuan,Jilin harus membunuh iblis itu sebelum kekuatan Wisua Habis,Jilin menatap iblis itu yangsbedang bertarung dengan naga,ia mencari kelemahan iblis itu,jika bukan di lehernya,pasti di jantung nya,untuk bisa menusuk jantung iblis itu Jilin harus membuat iblis itu lengah.


Jilin bertelepati dengan Chen,''Buat dia lengah aku sudah tau di mana titik kelemahan nya,''ucap Jilin.


Chen yang mendengar itu mengiyakannya.


Chen dan naganya bertarung bersama ia,mencoba membuat iblis itu lengah,iblis itu sangat tidak mudah di dekati,beberapa kali ia terlempar,naga nya hampir melewati batas kekuatannya,kunci kemenangan ada di tangan Jilin,harus Chen akui bahwa kekuatan Jilin sangat kuat biasa,tetapi kekuatan iblis itu sangat kuat membuatnya sulit untuk di lukai.


Chen menutup matanya,ia mengayunkan pedang nya ke arah iblis itu,karena iblis itu sedang melawan naga miliknya ia berhasil melukai tubuh iblis itu.


Tubuh itu lentur seperti karet walaupun empuk tapi ketika kulitnya terbuka akan tertutup kembali dengan sangat cepat,itu membuatnya kesulitan.


Iblis itu marah dan menghantam Chen dengan kekuatannya,Chen membuat aray pelindung


Walaupun begitu iblis itu tetap menyerang Chen dengan membabi buta,aray itu sedikit demi sedikit retak,membuat Chen kehabisan tenaganya,tepat di saat itu juga Jilin langsung menusuk tepat di jantung iblis itu,karena terlalu fokus,Samapi lupa bahwa Jilin sudah di belakang nya dan menusuk jantungnya.


Iblis itu langsung berteriak kesakitan,badannya mulai memudar tapi sebelum hilang iblis itu berteriak.


''Aku tidak akan mati semudah itu,ingat ini adalah awal dari kehancuran!!!''.


''Ucap iblis itu,Jilin dan Chen lega karena iblis itu musnah,tapi pandangan Jilin Tiba tiba mengabur lama lama gelap dan terjatuh,Chen melihat Jilin sudah lemah langsung menangkapnya.


...----------------...

__ADS_1


Di pondok di tengah tengah hutan Seorang wanita tebaring lemas,wajah cantiknya terlihat pucat,tiba tiba mata tertutupnya perlahan lahan terbuka,ia melihat sekelilingnya semua terbuat dari bambu,Jilin melihat seorang pria yang sedang duduk di depannya,karena pandangan nya masih kabur wajah pria itu tidak terlalu terlihat.


Jilin mengucek matanya perlahan lahan dan pandangan perlahan lahan semakin jelas ia bisa melihat pria yang duduk di depanya adalah Chen.


''Aku dimana.''ucao Jilin lirih.


''Paviliun ini ada di tengah tengah hutan dan aku sudah menyembunyikannya,jadi tidak akan seorang pun ya dapat menemukannya.''Ucap Chen,sambil memberikan segelas air.


Jilin memegang kepalanya yang sakit,''Berapa lama aku tertidur.''tanya Jilin.


''Tiga hari.''ucap nya singkat.


''Tiga hari,kenapa lama sekali.''gerutu Jilin.


''Begitukah,''Jilin melihat Chen wajahnya masih tetap sama tampannya tidak pernah hilang,Jilin menatap chen''Apakah kamu terluka Chen.''tanya Jilin sambil meraba tubuh Chen.


''Eeeh,ti..tidak,aku tidak terluka,aku hanya sedikit lemah tapi sudah ku atasi,melawan iblis itu sangat menyusahkan membuat kekuatan ku terkuras,naga ku juga sedang memulihkan kekuatannya,serangan serangan iblis itu sangat kuat butuh waktu lama naga ku untuk memulihkan nya.''terang chen.


''Jadi setelah aku pingsan apa yang terjadi?.''tanya Jilin.


''Setelah kamu pingsan semua orang tiba tiba menghilang termasuk para patriak dan para murid itu,meraka pergi kesuatu tempat,awalnya aku ingin mengejar mereka tapi kamu lebih penting dan harus segera di selamatkan,tapi sebelum patriak itu hilang ia sempat memberikan kata kata ejekan.


Plash back

__ADS_1


''****Hari ini kami menyerah tapi hari yang akan datang kami akan memang melawan kalian, akan blis yang kau bunuh hanya tingkatan rendah!!,sekuat apapun kalian,kalian tidak akan bisa menang melawannya dan kami akan menguasai daratan. ****


****ini,hahahhaha.''ucap patriak itu****.


''Hm,iblis yang kita bunuh itu tingkatan rendahnya,jadi masih ada iblis lain di belakangnya seperti apa kekuatan iblis itu,melawan iblis tingkatan rendah nya saja sudah hampir mati.''ucap Jilin.


''Entahlah,kita harus mengasah kekuatan kita?aku kira aku sudah sangat kuat ternyata disini ada yang lebih kuat!.''ucap Chen mengejek.


''Iblis itu hanya memakan jiwa manusia akan membuat mereka kuat,semakin banyak memakan jiwa manusia semakin kuat juga kekuatannya,aku rasa iblis lain yang dimaksud ini sudah ribuan tahun hidup dan memakan jiwa manusia,tidak heran jika mereka kuat.''tetang Jilin.


Jilin memegang dadanya yang terasa sakit dan sesak,ia mengatur nafasnya pelan pelan dan mengernyitkan alisnya ia merasa pusing dan mata berkunang kunang,pandangan semakin lama semakin gelap,dan ia tidak tahu setelah itu.


Chen melihat Jilin yang pingsan lagi,kekuatannya terkuras,akibat meminjam kekuatan spiritual nya


Chen melihat Jilin dengan tatapan sulit di artikan ia merasa setiap melihat Jilin ia merasa senang,di dekatnya merasakan nyaman dan di saat ia menyentuh kulitnya ada perasaan berbeda yang mengalir di tubuhnya,entahlah perasaan apa itu.


Chen membuat makan malam untuk mereka berdua karena pondok itu hanya ada mereka berdua,jadi Chen harus membuat makanan untuk perut mereka,dia bukan Jilin yang selalu menyimpan makanan di cincin ruangnya,jadi ia harus mencari ikan,ayam dan buah buahan sendiri.


Di saat Chen sedang asik dengan dunianya sendiri Jilin melihat api di luar pondok ia melihat seorang pria yang sedang menyiapkan makanan seorang diri,ia berjalan kesana kemari,dan terbatuk batuk sesekali,Jilin tanpa sadar tersenyum geli,ia menghampiri Chen.


''Ekhm,sedang apa?,''tanya Jilin.


''nyuci baju?.''singkat Chen.

__ADS_1


__ADS_2