
''Huh,melenyapkan sekte merah sebenarnya tidak terlalu sulit,hanya saja senjata dan orang di belakang nya lah yang sangat sulit,aku merasa kekuatanya setara dengan ku atau melebihiku.''ucap Jilin sambil memandang kedepan.
''Berarti itu sebuah tantangan untuk kita,jangan terlalu di pikirkan yang paling penting kita harus melenyapkan yang paling mudah terlebih dulu,''ucap Chen sambil memandangi pohon besar.
''Huh,ternyata perjalananku tidak semudah memetik buah mangga,''ucap Jilin sambil mengerucutkan bibirnya.
Chen melihat Jilin dengan alus terangkat''Maksudmu apa buah mangga?,''tanya Chen.
''Bukan apa apa,''ucap Jilin sambil tersenyum.
Kau sering mendatangi tempat ini putri Jilin.''ucap Chen.
''Aku selalu mendatangi tempat ini ketika hati dan pikiran ku sedang tidak baik,di tempat ini sangat menenangkan sekali.''ucap jilin.
''Hm,Oh begitu,kita pergi mencari makan perutku sudah lapar,''sambil menarik tangan Jilin.
''Eh,kenapa kau menarik tanganku,jika aku terjatuh bagaimana.''omel Jilin.
''Lalu aku harus menggendong mu,lagi pula jika terjatuh itu tidak akan membuat dirimu mati,''ledek Chen.
Di pasar yang sangat ramai banyak orang orang yang berjualan dari makananan,hantu,topeng, aksesoris dan masih banyak lagi yang mereka jual.
Jilin melihat lihat sekeliling nya,pasarnya sangat luas ramai dan bersih orang orang nya juga sangat sopan dan ramah,Jilin berfikir sudah berapa lama ia tidak ke pasar,sangat berbeda sekali saat terakhir kali aku ke pasar.
__ADS_1
''Tempat ini jauh berbeda dari terakhir aku kesini.''tanya Jilin.
''Hm,karena kau sudah melenyapkan tikus tikus yang mengotori pasar,jadi pasar ini sudah bersih dari kuman,kekeh Chen.
''Masih ada tikus tikus yang belum aku bersihkan,.''ucap jilin.
''Hm,itu kita bersihkan nya secara bersamaan,''supaya cepat bersihnya jawab Chen.
Jilin dan Chen terus berbincang bincang di sepanjang perjalanan,mereka berhenti di sebuah kedai yang terlihat mewah dan ramai,karena penasaran dengan makanan mereka Jilin dan Chen pergi ke kedai itu untuk mengisi perut mereka.
Setelah memesan makanan mereka,merek melihat lihat ke sekeliling nya,sangat bersih dan nyaman,pelanggannya juga sangat banyak,membuat ramai dan padat.
Setelah makanan mereka sampai,Jilin mencicipi makanan nya,mereka menikmati makanannya setelah selesai makan,Jilin dan Chen berbincang bincang sambil menikmati teh yang sudah di sediakan.
Di saat mereka menikmati teh nya,mereka tidak sengaja mendengarkan salah satu meja yang sedang mengobrol dengan sangat serius.
''Memangnya matinya kenapa.''
''Tubuh nya tidak ada luka tapi kulit dan daging nya sudah kering,seperti di ambil jiwanya.''
''memang nya kalo di ambil jiwanya seluruh badanya akan kering.''
''Entahlah aku juga tidak tahu.''
__ADS_1
''Lalu kamu pikir siapa pelakunya,siluman apa masih berwujud manusia.''
''Aku juga tidak tahu.''
''kalo begitu kita harus hati hati mulai sekarang.''
''Iya benar.''
Setelah mendengarkan percakapan mereka Jilin berfikir,ini salah satu kejadian langka untuk disini karena Jilin baru pertama kali mendengar kasus seperti ini.
''Menurut mu makhluk apa itu?.''tanya chen
''Hm entah lah,untuk memastikannya kita harus pergi kesana?,jawab Jilin.
Setelah selesai mereka berdua pergi kehutan untuk memastikan makhluk apa yang sering memangsa manusia,dengan begitu mengerikan.
Setelah sampai hutan,auranya begitu senyap,sunyi,lembap sangat jarang di jamah oleh manusia,sangat minum dari cahaya matahari.
''Hm,jika di lihat lihat hutan ini sangat tenang,tidak ada mahluk hidup yang berkeliaran di sekitar hutan ini,hanya suara serangga serangga kecil,yang ikut meramaikan hutan ini.''Jelas Chen.
''Tapi aura jahat disini sangat kuat,''ucap Jilin sambil melihat sekelilingnya.
''Kau benar,jika kita ingin tahu jawabannya kita harus masuk lebih dalam lagi kehutan ini.
__ADS_1
Mereka berdua masuk,sambil menatap sekeliling nya,semakin dalam masuk kehutan semakin kuat
aura jahat nya.