Petualangan Xia Jilin Lian

Petualangan Xia Jilin Lian
MEMBURU 1


__ADS_3

Jilin dan Fai berjalan menyusuri jalan setapak


Fai memilih jalan kecil di bandingkan jalan umum,alasannya tentu saja jalan yang mereka tempuh lumayan dekat dengan Istana .


Jilin melihat danau yang sangat indah,bahkan dari tadi Jilin tersus menerus tersenyum tiada hentinya,sambil berlari kesana kemari mengejar kupu kupu yang sangat indah menurutnya.


Fai tersenyum bahagia,terkadang tertawa,atau membantu Jilin ketika tersandung mereka seperti kekasih yang bahagia,jika ada orang yang melihatnya.


''Gege,apakah Gege tidak punya wanita yang Gege cintai.''


''Tentu saja ada.''Ucap fai.


''Waah benarkah,kenalkan lah padaku gege.''


Fai terkekeh, melihat ke antusiasan adiknya itu,tentu saja kau,kau adalah adik Gege yang paling cantik setelah ibunda,Gege sangat menyayangi dan mencintai adik Gege dengan sepenuh hati,jiwa dan raga.


Jilin tersenyum,dan memeluk gegenya,walaupun Jilin sangat kejam tanpa perasaan kepada musuhnya Jilin sangat menyayangi keluarga nya.


''Terima kasih Gege,aku juga sangat menyayangi dan mencintai Gege,segenap setengah jiwa dan dan setengah raga ku Gege,ucap Jilin terkekeh.


''Kenapa setengah'',ucap Fai sambil mengerucutkan bibirnya.


''Karena kalo utuh untuk suamiku kelak'',ucap Jilin terkekeh.


''Terserah kau sajalah.''sambil mencubit hidung mancung Jilin.


''AW,sakit,nanti hidungku tak mancung lagi.'',sambil m megang idung nyavysng memerah.


''Sudalah ayo kita jalan,kita harus sampai hari ini juga ke istana.


''Kita.''Gege aja Jilin'er pergi ke markas.''


''Terserah kau sajalah.'',sambil memutar bola matanya.


Jilin dan Fei berjalan menyusuri pesawahan


Danau,dan juga hutan belantara yang sangat gelap,Jilin dan Fai berjalan dengan tenang seolah olah jalanan ini,adalah hak biasa untuk mereka,saat mereka memasuki tempat itu yangereka rasakan adalah dingin yang menusuk ke tulang,lembab,tentu saja karena hutan belantara ini jarang di jamah oleh para kultivator atau orang awam.


''Jilin'er kapan kau akan pergi ke sekte.''


''Hm,kalo sudah beres di kekaisaran ini aku akan pergi ke sekte,untuk sekarang Sheng yu dan Fai harus melatih diri supaya kuat,jika aku memang sudah siap pergi kesana tapi alangkah baiknya jika membawa teman kan.


''Kenapa kau tidak mengajak ku.'',sambil melirik ke arah adiknya.


''Gege kan tau aku kesana bukan untuk bersenang senang atau liburan,aku kesana


untuk membunuh para sekte gelap,ucap Jilin malas.''


''Dan aku juga akan bergabung di sekte yang cukup terkenal nanti disana,aku yakin sekte putih sedang mengumpulkan kekuatan yang besar untuk membunuh sekte gelap,dan aku akan dengan senang hati bergabung disana.''

__ADS_1


''Aku Mengerti.''oh iya tuan muda Chen juga akan pergi ke benua barat,katanya dia mempunyai urusan disana entah sampai kapan dia disana,mungkin kalian akan bertemu.


''Benarkah.''untuk apa dia kesana,bukankah dia mempunyai kerajaan disini kenapa dia bisa pergi kesana kemari,bukankah jika raja keluar itu berarti musuh mengincar.


''Ada tangan kanan yang dia percaya oleh tuan muda Chen,jadi dia tidak khawatir tentang kerajaannya direbut atau di ambil alih.''


'''Untuk apa Chen pergi ke benua barat apakah


sepertinya aku akan bertemu dengan dia disana'',hah aku terlalu berharap tapi tunggu kenapa aku tiba tiba berharap bertemu dia disana'' hah,entahlah mungkin jika dia jodohku aku akan bertemu dengannya,hahaha


ngarep si Jilin hahahha,batinya


''Hei''Jiliner apakah kau mendengarkan gegemu ini hm,kau kenapa melamun hah,cape cape Gege berbicara panjang lebar tapi tak di dengarkan.


''Eh''maaf Gege heheh,tadi Gege bicara apa.''


''Tidak jadi, Sudalah tidak usah di bahas ayo kita pergi.''ucao Fai kesal.


Jilin dan Fai berjalan beriringan sesekali melihat lihat hutan yang rindang oleh pohon pohon besar menjulang tinggi menambah ke angkeran tersendiri.


Disini sunyi sekali kenapa tak ada orang lewat


hewan pun tak ada,''gege kita kesana.''sambio menunjuk jalan yang akan di laluinya.


''Fai mengerutkan alisnya,''kenapa kita pergi ke arah sana,disana banyak binatang buas Liar,


dan pastinya banyak bintang buas yang hidup ribuan tahun jika begitu kita tidak bisa menghajar nya,apalagi jika berkelompok kita akan mati di terkam,ucap Fai mengingatkan.


''Tidak'',kita tidak bisa kesana Jilin'er disana banyak hewan buas Liar yang hidup nya ribuan tahun,jika kita kesana kita cari mati,mereka tak punya otak untuk berfikir


mengerti lah untuk situasi saat ini Jilin'er,kita berdua disini,jika kita sama sam terluka siapa yang akan membantu kita nantinya,ucap Fai panjang lebar.


''Gege tenang saja aku tau apa yang harus aku lakukan terlebih aku harus mengambil inti kristal hewan buas itu,untuk sumber daya kultivasi ku.'',ucap Jilin kekeh.


''Baiklah aku akan ikut dengan mu,toh jika kita mati,kita akan mati bersama iyakan Jilin'er,sambil melirik adiknya.


PLETAK


''Bicaranya enteng sekali,''gege tenang saja kita tak akan mati,selama ada aku disini.


AW,sambil meringis,''kenapa kau memukul kepalaku Jilin'er,dasar kurang ajar,seharusnya kau itu hormati gegemu ini.


''Hormat hamba pangeran Xia Shen Fai'',ucap Jilin tersenyum mengejek dan sedikit membungkukkan badanya.


''Hah sudalah aku malas,ayo kita masuk saja keburu kemalaman nanti.'',ucap Fai kesal.


Jilin hanya terkekeh karena membuat gegenya kesal.


Di tengah hutan belantara,Jilin mengedarkan pandangannya,tiba tiba matanya berbinar

__ADS_1


melihat tumbuhan herbal yang langka dan hidup ribuan tahun,akan sangat tinggi kualitasnya.


Jilin pergi ke arah herbal itu dan gang tentu saja mengikuti adiknya yang keras kepala itu


Jilin'er,''tumbuhan apa yang kau petik,banyak sekali,itu hanya rumput liar Jilin'er''.


''Ini bukan tumbuhan liar ini tumbuhan herbal tingkat tinggi yang hidup ribuan tahun,sudalah gege,kau bantu lah adikmu ini jangan mematung saja disana,''ucap Jilin.


Fai hanya menurut saja dan memetik pohon herbal yang sekiranya itu pohon herbal,setelah beberapa menit mereka sudah mengambil semua pohon herbal yang banyak,tapi masih disisakan pohon herbal yang masih kecil kecil tujuannya untuk kelangsungan alam.


Jilin dan Fai meninggalkan tempat itu dan kembali ke tujuan pertamanya,yaitu mencari hewan buas,untuk di ambil inti kristal nya.


Setengah perjalanan tiba tiba di hadang segerombolan Heina yang tubuh nya tiga kali lebih besar dari Heina aslinya.


Fai dan Jilin langsung waspada dan mengeluarkan pedang kesayangan mereka dan bersiap menyerang Heina lapar itu.


Jilin dengan santai menebas Heina,karena Heina memiliki kecepatan nalar manusia ,jilin dengan menggunakan mata dewanya menetralisir gerakan yang akan menyerang nya,Jilin dengan tersenyum sinis nya langsung menebas leher,mata perut dan terkadang membakarnya.


Fai melawan heina dengan sesikit kewalahan


karena kebanyak Heina tingakt tinggi yang menyerang Fai di tambah Fai tidak memiliki mata dewa,sangat sulit menebak kecepatan gerakan Heina yang bringas itu.


Heina itu dengan bringas menatap Fai,ada sorot kebencian di dalam matanya,gigi yang kuning dan bibir yang hitam,di tambah sorot mata merah yang terkesan menakutkan bagi siapa saja yang melihat nya.


Fai dengan tersenyum Sinis langsung mengeluarkan kekuatan nya dan menyalurkannys ke ujung pedang,dengan segenap hati jiwa dan raga,Fai menebas dengan gaya memutar,sontak membuat para Heina yang mengerubungi Fai terkejut dan terkena tebasan pedang Fai.


Fai tetsenyum sinis,ternyata sangat mudah membunuhnya.


Kini tersisa beberapa Heina,para Heina itu melihat kelompok nya mati satu persatu sangat marah,menjadi lebih bringas,dan tubuhnya perlahan lahan menjadi besar tiga kali lipat dari yang tadi.


Jilin dan Fai bersatu.


''bagaimana ini Jilin'er,mereka bertambah kuat dan besar berkali lipat,kau tenang saja Gege,tinggal dua Heina itu mudah bagiku


Jilin membuat pola pola rumit dan terbentuklah BURUNG PHOENIX KEMATIAN''


dan langsung mengarahkanya ke arah Heina yang sudah menjadi lebih besar dari yang tadi.


Fai melongo,dari mana adiknya mendapatkan jurus burung Phoenix kematian,bukankah jurus itu sudah tak ada lagi,tapi Fai tak menyangka jika,jurus burung Phoenix berada di tangan Jilin adiknya,sepertinya dia tak pantas menjadi kakak nya,Fai merasa malu karena lebih kuat adiknya.


Jilin,tersenyum melihat ekspresi menuntut dari Gege nya,akan ku jelaskan nanti.


Boom DHUAR


Dua Heina itu langsung meledak,buru buru Jilin mengambil inti kristal yang berserakan di tanah dengan senang.


Baiklah ayo kita lanjutkan lagi perjalanan.


Hayoo,up lagi dung,hm aku kurang semangat nih bikin ceritanya,banyak pembaca gaib,nggk ada yang ngasih like,itu menjawab semua ceritaku,ceritaku ternyata kurang menarik,banyak yang kurang minat baca,ya😌

__ADS_1


Tapi tak apa lah berusah aja,kan menyalurkan hobi,Jan lupa,👍💬💟.


__ADS_2