
Setelah Jilin selesai membuat semua pil yang di butuhkan,Jilin berjalan ke arah istananya,memang tempat penyulingan pil Jilin lebih memilih di luar,Jilin masuk dan melihat keluarga kecilnya sedang bermain dengan Qilin.
Young Sheng yang melihat Jilin langsung menghampiri Jilin.
Kakak Ma Huang Xi sangat menggemaskan,dua mengeluarkan suara seperti keledai,nguaa nguaaaa,sambil mempraktikkan suara Huang Xi.
Hehe tentu saja dia kan masih bayi,butuh beberapa tahun untuk beradaptasi,nah semuanya aku sudah selesai membuat pil
aku ingin kalian merawat Ma Huang Xi bersama sama,karena tidak mungkin kan aku membawanya bersamaku.
Tentu saja tuan,kita akan merawatnya sebagaimana mana kami merawat young Sheng dan Wen Hua.
Bagus Jika begitu,hm Mao Bai sebaiknya kau ikutlah dengan ku,apkah kau tidak ingin keluar dari ruang dimensi si ini hm.
Bolehkah tuan.
Tentu saja boleh,baiklah kau ikut dengan ku,dan ini Jilin mengeluarkan susu dari cincin penyimpanan, ambilah ini untuk kalian semua aku membelinya sangat banyak.
Baiklah aku pergi sambil menggendong Mao Bai,setelah sampai di kamar Jilin melangkah ke arah bak mandi,oh iya Mao Bai kau tunggulah di ranjang,jangan sampai ada yang masuk kecuali Fei kau paham.
Baik tuan,Mao Bai pergi keranjang Jilin dan tidur disana.
Beberapa saat kemudian.
Jilin keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian setelah berganti pakaian Jilin merias diri sendiri tidak lupa riasannya setipis mungkin,saat Jilin berias Fei masuk tanpa mengetuk.
Jilin kau sudah berias,sini aku bantu menghias rambutmu,sambil menyisir rambut Jilin,tidak lupa dengan sedikit pernak pernik supayabtidak terlalu polos,nah sudah.
Fei kau berhias lah kau juga bagian dari keluargaku ayo aku bantu kau berhias,aku yakin setelah kau berhias kau akan sangat cantik,kau kan seorang putri.
Tapi Jilin aku tidak mau berhias,mau bagaimana pun aku disini hanya seorang pelayan,dan sangat tidak pantas jika pelayan berhias.
Heh kata siapa pelayan tidak boleh berhias,di luar sana banyak pelayan yang berhias,ingat Fei kehidupan kita sendiri tidak ada yang bisa mengatur,hanya kita yang bisa menentukan semuanya hanya kita dan kau bukan pelayan tentu saja itu adalah kebenaran.
Tapi aku takut aku akan di marahi oleh kepala pelayan.
Fei disini hanys kita berdua,tidak ada kepala pelayan disini,kepala pelayan akan mengatur di istana bukan di tempat ku,jika ada yang membuat onar denganu kau hanya perlu membalas nya.
Baiklah Jilin.
Baiklah ayo kau harus pakai baju yang seperti ku,kau diberi pakaian oleh Gege kan pakailah itu kan sama dengan ku,cepat pakailah,sedikit memaksa.
Baiklah Jilin,aku akan berganti pakaian dulu,saat ingin melangkah Jilin memanggilnya.
Tunggu Fei kau mau kemana,ini bajunya sudah ada di sini,kau gantilah oakain disini,kau tennag saja disini hanya ada aku bersama Mao Bai dia tidak akan melihat,sambil menutup mata Mao Bai.
Perasaan bajunya sudah aku tempatkan di tempat bajuku.
Benar Mao Bai yang melakukannya,tentunya atas perintah ku,baiklah kau pakailah pakainya nanti aku bantu kau berhias.
setelah Fei selesai berganti pakaian Jilin menghampirinya,baiklah ayo kita rias wajahmu,Jilin tampak serius mendadani Fei,Jilin sudah terbiasa mendadani Xia yu di zaman modern,jadi hanya Corat coret di muka Fei dangatckah mudah.
Fei merasa kalo Jikin sangat cepat mendadani nya,apakah benar Jilin bisa mendandaniku, kenapa dia seperti Corat coret di muka ku,batinya.
__ADS_1
''Hm Jilin benarkah kau bisa mendandaniku kenapa kau sangat cepat sekali,''ucaonys dengan bingung
Jilin hanya tersenyum,kau tenang saja,hasilnya akan sangat memuaskan,kau akan lihat sebentar lagi selesai nah sekarang tinggal pemerah bibir,hm kau cocok warna apa ya,nah kau pake warna merah muda saja ini sangat bagus di bibir mu yang pucat,ucapnya sambil antusias.
Hm baiklah,aku pasrah saja dengan apa yang kau buat di mukaku,ucapnya sambil tersenyum.
Fei kau seolah-olah sangat pasrah dengan wajah yang ku rias ini hm,kau tenang saja semuanya sangat baik aku sudah bisa berdandan,jadi mendandani orang bukan lah hal yang sulit kau tahu,nah sudah selesai,sekarang lihat lah cermin,kau seperti tuan putri besar.
Fei melihat cermin, betapa cantiknya dia sekarang,wah apakah ini wajah ku,kenapa sangat cantik sekali,benarkah ini aku,sambil meraba tak percaya.
tentu saja ini kau Fei,lihat lah betapa indah nya karyaku,hm baiklah ayo kita keistana,Mao Bai ikutlah dengan ku,ubah warna mu menjadi warna abu abu.
Mao Bai yang mendengar perkataan Jilin langsung berdiri dan mengubah warna bulunya.
Nah jika begini,kau tidak akan di buru,sambil menggendong Mao Bai.
Ayo sambil keluar,Fei mengikuti dari belakang.
Jilin tidak melihat Fei di samping berbalik ke belakang,Fei kau bukan pelayanku,ayo berdiri lah di sampingku,sambil menarik tangan Fei.
Tapi aku tidak pantas bagaimana jika kaisar marah padaku.
Kenapa marah hm,kau tau aku ini Putri terbuang tidak di anggap sama sekali di undang keistana jika perayaan saja,jadi apa yang aku lakukan,dia tidak peduli,sudalah urusan kaisar biar aku saja yang urus kau diam dan ayo pergi keistana sepertinya semua ya sudah berkumpul.
'' Baiklah Jilin terima kasih untuk semuanya,''sambil tersenyum.
''Kau adalah sodaraku sudah sepantasnya kita menjaga satu sama lain hm,''sambil memegang tangan Jilin ayo kita masuk.
Di istana
dan keluarga besarnya,tiba tiba terdengar langkah kaki yang begitu banyak,tiba tiba Kasim berteriak.
YANG MULIA KAISAR MEMASUKI RUANGAN.
SELIR AGUNG MEMASUKI RUANGAN
PANGERAN MAHKOTA MSEMASUKI RUANGAN
PANGERAN XIA CHYOU MRMASUKI RUANGAN
PANGERAN WEN HUA MEMASUKI RUANGAN
Sontak semua orang langsung berdiri dan memberikan salam,yang mulia kaisar hanya mengangguk dan melambaikan tangannya,saat kaisar akan membuka mulut,Kasim berteriak dan mengumumkan kedatangan Jilin dan Fei.
PUTRI MAHKOTA MEMASUKI RUANGAN
Sontak semuanya mengalihkan pandangannya ke arah Jilin,banyak yang terpesona kecantikan Jilin meskipun memakai cadar,aura kepemimpinannya tidak akan pernah tertutupi terlebih lagi Jilin mengeluarkan aura yang sangat pekat,siapapun yang melihatnya akan terpesona bercampur dengan takut.
Jilin berjalan ke arah kaisar,salam kaisar dengan wajah datarnya,setelah itu Jilin pergi ke tempat duduk Fai,hanya itu tempat yang kosong,Jilin melihat tempat duduk nya hanya satu, PENGAWAL.
Iya tuan putri ambilkan satu tempat duduk untuk sodaraku,pengawal melihat ke arah Fei sejak kapan dia menjadi sodara tuan putri Jilin.
Jilin melihat pengawal itu menatap Fei dengan sinis,''kenapa diam apakah kau tuli bawakan kursi untuk sodaraku,''dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Ba..baik putri.
Jilin berdiri mematung bersama Fei.
Jilin kau duduk lah aku tidak apa berdiri,aku kan pelayanmu.
Hah,sambil memutar bola matanya,Jilin menarik tangan Fei untuk duduk,Fei kaget dengan tingkah Jilin,sontak Fei terduduk di kursi.
Nah kan kali begini enak,Gege geser lah,aku ingin duduk di sebelahku,Fai menggeser tempat duduk nya,supaya Jilin bisa duduk disebelahnya.
Jilin tersenyum dengan kebaikan Gegenya itu,terima kasih sudah berbagi,sambil duduk.
Tentu saja kedua adiku sangat cantik dan manis ya walapun Jilin'er memakai cadar,tapi kau tetap sangat cantik.
Oh iya Fei kau sangat cantik sambil tersenyum lembut,Fei yang mendengar itu sontak langsung tersenyum.
Terima kasih Gege.
Ehkm Putri Jilin tidak baik Jika pelayanmu duduk berdampingan dengan dirimu dan pangeran,ucap selir agung.
Oh benarkah tidak di perbolehkan yah,lalu apakah kau pantas duduk di kursi alm ibundaku,dengan senyum sinis,kau belum di angkat permaisuri kan oleh kaisar,lalu kenapa
kau duduk disini,seolah olah kau adalah permaisuri,sampai kau lupa dengan setatus mu disini,kau hanyalah selir agung,bahkan jabatan ku sebagai seorang putri mahkota lebih tinggi dari pada selir agung,dengan penuh Penekanan.
Selir agung merasa malu dengan penuturan putri Jilin,apalagi apa yang di ucapkan putri Jikin memang benar adanya,tapi ya namanya juga orang bermuka tebal,nggk bakalan ada rasa malunya lah.
Kaisar yang mendengar perdebatan Putri dan selirnya,menengahinya supaya tidak semakin rumit,sudalah kita berkumpul disini bukan untuk berdebat,kita disini untuk merayakan kemenangan pendekare pendekar hebat,semuanya sudah berkumpul baiklah ayo kita mulai acara ini dengan makan makan bersama terlebih dulu,ayo semuanya jangan sungkan.
Jilin hanya memutar bolanya,lagi lagi ingin menutupi semua aib selir tercintanya,aku ingin tau jika kaisar tau kalo dia adalh yang sudah membunuh ibundanya bagaimana kah jadinya,apakah akan mencintainya apa akan membencinya,sambil menyeringai.
Sudalah untuk sekarang mari kita makan terlebih dahulu,ucap Fai.
baiklah ayo makan, Jilin mengeluarkan buah dari dimensinya,makan lah buah buah ini yang banyak karena kita akan melihat pertunjukan,ucap Jilin.
Jilin sedang mengedarkan pandangannya,dan tidak sengaja melihat Salah seorang yang Jilin kenal,hm dia ternyata hadir juga,Jilin melambaikan tangannya.
Fai dan Fei tidak sengaja melihat Jilin melambaikan tangannya hanya bisa mengikuti arah pandang Jilin,hm ternyata dia hadir juga,ucap Fei.
Tentu saja Fei'er,dia kan tuan muda,kaisar termuda lagi,hm idaman semua putri,ucap Fai dengan asal.
Jilin hanya jengah mendengar perkataan gegenya,sudalah Gege kau terlalu melebih lebihkan dia hanya seorang kaisar muda apa yang harus di senangi ya,sambil melihat Fei dan Fai.
Sudalah ayo makan yang banyak,oh iya Jiliner,Fei'er bagaimana,apakah kau punya rencana,sebentar lagi para pemenang akan di umumkan,lalu apa yang akan kalian lakukan dengan menggunakan gaun ini, bagaimana semua orang tau.
Gege tenang saja aku dan Fei sepakat akan membuka identitas,tentang siapa pemenang sebenarnya.
Gege aku membawa baju penyamaran ku waktu pertandingan dulu,ucap Jilin, Fei hanya manggut manggut menyetujui ucapan Jilin.
Hallo guys gimana ceritanya,maaf aku baru update soalnya aku yang drop lagi,nggk bisa
nulis,nggk bisa mikir,pokonya serba nggk bisa bangun pun tak bisa,sedih tau nggk bisa ngapa ngapain selama tiga hari,tapi guys aku mau update lagi ya ksli ini bisa di cepetin kali ya soalnya kasian para pembaca setaliaku sudah meronta ronta suruh update,ok tunggu kelanjutan ya yang semakin seru ok jangan lupa kasih like,comen,kalo bisa kasih tip ya
😁😁😁😁🤦
__ADS_1
oh Jan lupa author punya chenl YouTube ya sekalian tolong share subscribe ya namanya
Lilis Lisnawati pake krudung biru ok bye bye