Petualangan Xia Jilin Lian

Petualangan Xia Jilin Lian
FINAL


__ADS_3

Jilin srdnag berbincang bincang dengan Sheng yu masalah yang tadi tentu saja tidak bisa di lupakan oleh kedua orang itu apalagi Sheng yu hampir saja membunuhnya,Jilin memarahi Sheng yu habis habisan ia benar benar kesal dengan pemikiran Sheng yu yang dangkal menurut nya.


"Apakah kau tahu kau hampir saja membuka identitas mu dan juga hampir menghancur kan nama sekte kita."ucap Jilin kesal.


"Aku tahu,aku tahu itu,tadi aku benar benar emosi sampai sampai kekuatanku pun tak bisa aku menahannya itu adalah benar benar tidak sengaja."ucap sheng merasa bersalah.


"Ingat di masa depan pandai pandailah mengontrol kekuatanmu jangan sampai orang lain tahu identitas mu yang sebenarnya."ucap jilin datar


"Akan aku ingat,kau tenang saja."ucap Sheng yu.


"Karena kau hampir membunuh Qujing kau di diskualifikasi oleh para patriak kau tidak bisa meengikuti pertandingan lagi kau sudah kalah."ucap Jilin.


"Apa!!!,bagaimana bisa,ini tidak adil siapa yang menentukannya kan Qujing juga tidak jadi mati dia masih hidup lalu kenapa aku masih mendapatkan hukuman."kesal Sheng yu.


"Sheng yu ini sudah bulat para patriak sudah


sepakat bahwa kau sudah di anggap kalah,jadi terima lah ini sebagai hukuman bukankah kau sudah berada di posisi ketiga jadi tidak usah repot untuk Huanran biar aku yang urus."ucap Jilin datar.


"Hm baiklah."ucap Sheng yu lirih.


Baiklah karena ada masalah jadi kita langsung ke babak final,atau pertandingan inti,Untuk peserta dari sekte lotus biru karena sudah melanggar aturan jadi di diskualifikasi atau tidak bisa mengikuti babak final.


"Baiklah kita langsung saja ini adalah pertarungan terakhir antar sekte lotus biru dan sekte lotus merah,baiklah untuk para petarung silahkan maju kedepan."ucap patriak.


Jilin dan Huanran maju kedepan,mereka saling melemparkan tatapan tajam,tak ingin kalah Huanran seakan akan mengancam Jilin


bahwa ia lebih baik mengaku kalah sebelum pertandingan di mulai.


Jilin yang tahu arti tatapan itu hanya mendecih sinis,kau kira aku takut denganmu ciih jangan harap,terlebih kau sudah membuat kakaku Fei terluka aku atas nama Fei akan membuat mu sama dengan apa yang sudah di lakukan oleh kakakku Fei,


batin Jilin.


Huanran menyerang Jilin,dengan pedang di tangannya,Huanran menyerang titik vital,dan memberikan pukulan telak ke arah dada Jilin tapi harapan Huanran harus pupus sudah karena semua serangannya tidak mengenai


targetnya.


Jilin memiringkan kepalanya dan menyeringai


"Tidak semudah dah itu,untuk menyentuhku."ucap Jilin dingin.


Jilin memukul dada Huanran di saat huanran lengah,bukan hanya di dada tapi juga membanting dengan tangan kosong sampai Huanran tersungkur ke tanah dengan tidak elit.


Huanran yang tersungkur m ncoba berdiri walaupun dadanya dan tanganya sedikit nyeri


Huanran menatap tajam ke arah Jilin ia benar benar sudah di permalukan oleh seorang gadis kecil.

__ADS_1


"Kau kira dengan pukulan seperti ini bisa membuatku cedera tentu saja tidak kau itu hanya gadis manja."ucap Huanran.


"Benarkah bukti? aku butuh bukti bukan omong kosong mu Huanran."ucap Jilin dingin.


"Kurang ajar."Huanran dengan geram menyerang Jilin dengan pedang dan memberikan kekutan di ujung pedangnya nya


dengan berlari mendekati jilin yang tetap diam di tempatnya.


Tatapan Jilin menajam saat pedang Huanran hampir sampai di leher nya dengan tangan kosong jilin menangkis pedang yang hampir menebas kulit putih nya itu.


Semua orang melotot tidak percaya dengan apa di lihatnya terutama Huanran.


"Apa!!"bagaiamana bisa."


krasak krusuk dari penonton dan para patriak pun mulai terdengar ramai,Jilin hanya acuh tak acuh baginya teknik ini memang benar benar membantu disaat dia tidak ingin menggunakan pedang.


"Hm,aku kan sudah bilang tidak semudah itu untuk menyentuh kulit ku."ucap Jilin dingin dan datar.


"Ternyata gadis ini bukan gadis biasa,bahkan dia tidak bisa aku sentuh dasar gadis beracun dari segi penampilan dia benar benar tidak beracun tapi setiap serangannya memiliki racun yang mematikan,tenagaku sudah terkuras banyak aku tidak bisa lebih lama lagi melawan gadis beracun ini."batin Huanran.


Huanran menyeringai dan mengeluarkan ular raksasa dengan sisik yang begitu hitam legam dan juga mata merah menyala membuat ular itu terlihat seram,bahkan ular itu sangat besar lima kali lipat dari Fei.


"Hm ternyata kau *mengeluarkan senjata pamungkas mu ya?hn,baiklah ayo kita lihat siapa yang akan menang."


"Jiao bisakah kau m mabntuku dalam hal ini?."


"Keluarlah dan bertarung dengan dia."


"Baik tuan dengan senang hati saya melakukannya*."


Tiba tiba muncul seekor ular dengan mahkota di kepalanya dengan ukuran yang lebih besar dari ular milik Huanran dengan mata merah kuning yang bercampur dengan bola matanya


membuat siapapun terkagum kagum.


Dan juga sisik yang gemerlapan seperti halnya emas murni membuat penampilan Jiao mengundang orang orang serakah untuk memilikinya.


Jilin tersenyum saat melihat wujud asli dari jiao jujur Jilin pertama kali melihat ular dengan corak seperti Jiao,"*Sangat indah,"batin Jilin.


Huanran dan yang lainya terkejut karena Jilin memiliki hewan kontrak ratu ular sekaligus


banyak orang yang menangis karena iri dengan apa yang dimiliki oleh Jilin.


Seperti biasa Jjilin tak peduli dengan riuh nya penonton yang disebabkan olehnya ia memilih untuk menyerang musuh di depan matanya karena ia sudah tak ingin lama lama di tengah tengah pertandingan dan membuat semua orang ramai ol h perbuatanya.


Tapi semua orang terkejut karena ular kontrak Huanran memilih untuk menundukan kepalanya kepada Jiao dan menghilang entah kemana,itu membuat Huanran murka.

__ADS_1


"Apa apan ini kenapa bisa begini hewan kontrak ku kenapa tidak melawan ular besar di depannya."ucap Huanran geram.


"Apakah kau buta huanran,ular yang aku miliki ini adalah Ratu dari semua jenis ular dan hewan kontrak mu pun termasuk,bukankah itu sudah lumrah jika seorang perajurit melihat ratunya atau rajanya di depannya apakah akan menyerang? menyerang berarti pemberontak dan menurut adalah cara aman untuk bisa bertahan hidup aku rasa hewan kontrak mu mencari aman agar nyawanya tidak terancam,seharusnya kau tau itu Huanran."ucap Jilin menyeringai.


Tanpa basa basi huanran langsung menyerang jilin dengan kekuatan anginya dengan cepat,bahkan Huanran membuat senjata tak terlihat dari elemen angin membuat siapapun takjub dengan kekuatanya.


Bukanya takut Jilin malah menyeringai dan melesat menghindari serangan serangan yang di berikan oleh Huanran.


Dengan kekuatan alam nya Jilin membuat


tanah terbelah,akar akar entah dari mana melilit tubuh Huanran membuat Huanran tidak bisa bergerak.


Huanran dengan susah payah akhirnya masih bisa melepaskan diri dari ikatan yang membelenggu dirinya.


Jilin menajam kan matanya ia tak mungkin membunuhnya,jangan kan membunuhnya membuat orang orang cedera membuat sekte mendapatkanaslaah apalgi jika membunuh sekte hanya karna pertandingan benar benar kesalahan besar.


Huanran pun mengeluarkan pedang nya dan menebas semua akar yang menghujaminya beberapa kali.


Jilin pun memiliki cara yang sangat ampuh agar tidak membuatnya cedera tapi akan merasa kan sakit.


Jilin mengeluarakan aura kematian nya dan mengarahkannya hanya ke arah Huanran agar semuanya tidak curiga.


Huanran yang sedang berdiri tegak pun terkejut karena seluruh anggota tubuhnya tidak bisa di gerakan bahkan hanya matanya lah yang bisa ia gerakan.


Sakit itulah yang diraskaan oleh Huanran walaupun luarnya tidak cedera tapi seluruh organ dalamnya seakan di peras,urat urat mulai keluaran keringat bercucuran.


Membuat semua orang terheran heran dengan perubahan huanran,Huanran tidak mempedulikan orang orang yang sedang menatapnya aneh tapi ia berusaha untuk tetap sadar karena semakin lama ia Sakin kehabisan tenaga yang bisa ia lihat gadis beracun yang sedang menatapnya tajam setelah itu pandangannya mulai kabur dan tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya biarlah orang yangasih tersadar yang mengutus semuanya.


Para penonton berteriak senang,riuh teriak teriakan dan pujian yang di berikan kepada Jilin benar benar sangat banyak bahkan hampir tidak terkendali jika para patriak tidak turun tangan.


**Hm baru up lagi maay ya biasalah sibuk bsnegt maaf juga nggk bisa bales semua komenta komentar kalian,jangan kan bales komentar buat cerita ajah nggk pernah sempet.


Oh iya Author mengucapkan selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin ya


maaf baru bisa ngucapin sekarang๐Ÿ˜sibuk banget bener bener sibuk,udah hampir singgu nggk up jadi kangen banget.


Author nya kan pulang kampung buku ceritanya ketinggalan di tempat kerja jadi aku cuma mau lanjutin cerita yang kepotong potong dan mungkin aku nggk pake nama nama yang banyak ya,bukunya ketinggalan


huhuhu๐Ÿ˜ญsedih banget.


Mau bikin tapi mager yasudahlah seinget yang di otaku saja ya.


Oh iya kalo yang lain ngasih THR itu pake duit kalo aku ngasih THR nya pake poin ya masing maisng aku kasih sepuluh poin cuma untuk kedua puluh orang aja tapi ya,silahkan chat pribadiku ya nanti aku kasih masingaisng sepuluh poin,siapa cepat dia dapat ok.


Salam sayang dari Authoraaf ya kalo ceritanya nggk sesuai ekspektasi kalian authornya pas Pasan IQ nya ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜.

__ADS_1


Jangan lupa๐Ÿ‘๐Ÿ’ฌ๐Ÿ’Ÿ**.


__ADS_2