
Di sisi lain Sheng Yu membawa Fei ke pavilun teratai,karena tempat yang dekat hanyalah istana,tempat bernaung nya Jilin dan Fei, tempat tinggalnya di pisah sangat menguntungkan untuk mereka karena lepas dari pengawsan raja.
Bertahan lah fei'er,bertahan lah kumohon bertahan lah sambil memegang tangan Fei'er
tangan yang pucat dan lemah tak berdaya,wajah yang dulu ceria kini terdiam kaku dan pucat,Sheng yu tak bisa menahan tangis,bagaimana tidak gadis yang dicintainya sedang dalam keadaan sekarat.
''Hikk hiks hiks, Fei'er cepatlah bangun aku disini Fei'er,kumohon bangun lah ma..aafkan a..ku hiks hiks aku tidak bisa melindungi mu kumohon sadarlah Fei'er jangan tinggalkan aku aku mencintaimu mu fei'er,aku maafkan aku aku terlambat hiks hiks hiks aku terlambat.
Di sisi lain Run yang sedang menemani Sheng yu merasa kasian,dia tidak tau bagaimana cara menenangkannya sudah beberapa kali di bujuk tapi Sheng yu tidak mempedulikan kata katanya,selalu saja menyalahkan diri nya sendiri,padahal ini adalah takdir tuhan,mau sehati hati seperti apapun jika sudah takdir tidak akan ada yang bisa mengelak.
''Sudahlah sodara kau jangan terlalu larut dalam kesedihan,kakak Fei'er baik baik saja dia masih hidup,mungkin butuh beberapa hari untuk sadar karena organ dalam nya terluka sangat parah,bisakah kau tidak menangis kau membuat ku sedih,lebih baik kau berdoa kepada tuhan untuk kesembuhan Fei'er.''ucap Run dengan hati hati takutnya menyinggung perasaan Sheng yu yang saat ini sedang bersedih.
BRAAKKK
Jilin masuk dengan rergesa gesa khawatir dengan keadaan Fei,Jilin menghampiri run dsn Sheng yu yang sedang menangis.
Jilin mengahmpiri Fei yang sedang terbaring kaku di atas kasur,Jilin memeriksa denyut nadinya yang lemah,beralih denyut nadi yang ada di lehernya memeriksa jantung nya, matanya Jilin berfikir keras untuk bisa menyembuhkan Fei dengan cepat,Jilin teringat dengan teratai warna warni Jilin mengeluarkan teratai warna warni dan membuat ramuan untuk memperbaiki organ dalam nya yang terluka parah.
Sebelum melakukan nya Jilin melihat ran dan Sheng yu ysng berbeda ekspresi itu yang satu sedang menangis tersedu sedu yang satu sedang diam melamun,Jilin hanya geleng geleng kepala,melihat Sheng yu yang sangat cengeng itu.
''Run kau keluarlah jaga di luar takut ada orang yang menyusup,dan kau Sheng yu apakah kau akan terus menangis seperti itu hah?,aku akan mengobati Fei jika kau ingin terus menangis lebih baik keluar kau akan mengganggu konsentrasi ku dan jika kau ingin tetap disini lebih baik diam dan lihat yang akan ku lakukan,dengar dengan kau menangis seperti itu kau tidak akan membuat Fei pulih,yang ada dia akan semakin memburuk.''ucap Jilin dengan dingin.
Seketika tangisan Sheng yu berhenti seperti bayi menangis di beri permen langsung berhenti,Sheng yu mengelap sisa air mata yang masih menempel di ujung matanya.
''Baik aku berhenti,aku akan tetap disini untuk menemani fei'er.
Jilin tak mempedulikan Sheng yu lagi Jilin langsung membuat ramuan obat dari bunga teratai dan mencampurkan dengan beberapa herbal,setelah selesai Jilin langsung meminumkannya kepada Fei.
Jilin melihat Sheng yu yang balik menatap nya'' Fei akan terbangun beberapa jam lagi untuk saat ini ramuan itu sedang bekerja,mungkin Fei akan terbangun besok pagi,kau tidak usah khawatir dia baik baik saja organ dalamnya akan pulih seperti sedia kala,lebih baik kita keluar biarkan dia tidur dengan tenang,''yang di angguki oleh Sheng yu.
''Run melihat Jilin dan Sheng yu keluar,run langsung menghampiri keduanya.
__ADS_1
''Bagaiamana Jilin'er,apakah Fei'er baik baik saja.''
''Hn''dia akan baik baik saja tidak usah khawatir,aku sudah memulihkan organ dalamnya selebihnya serahkan saja kepada Fei sendiri,dia bukan wanita lemah.
''Hn'',baiklah. ucap serempak.
Jilin menyuruh Run untuk berburu dan Sheng yu mencari kayu bakar mereka akan membuat daging bakar,dan Jilin membuat bumbu yang akan menjadi cita rasa yang lezat.
Run dan Sheng yu datang bersamaan,mereka langsung membuat makan malam,hewan buruan yang sudah di cuci bersih langsung diberi bumbu,dan setelah itu di bakar,karena jarak antara istana dan kediaman Jilin sangat jauh,jadi tidak ada yang terganggu dengan aktivitas mereka.
Setelah masak daging bakarnya mereka langsung makan dengan lahap.
''Makasakan mu selalu terenak Jilin'er.''ucap Run memuji.
''Hn,kau benar masakan kuliner enak tapi lebih enak masakan fei'er.''uxap Sheng yu polos.
''Run dan Jilin hanya menggeleng geleng kepalanya melihat tingkah Sheng yu.
''Memang nya aku kenapa apakah aku terlihat tampan,''ucap Sheng yu,yang memperlihatkan gigi yang penuh dengan daging.
''Iiih berkaca lah kau Sheng yu kau membuatku jijik,ucap Jilin dengan ekspresi jijik yang di buat buat.''
Setelah makan mereka meminum teh bersama,saat semuanya hening Jilin teringat akan Qisuan.
''Qisuan kau tolong urus kedai ku untuk sementara,aku tidak tau Fei akan sadar besok atau tidak aku harus ada di samping Fei,kedua lelaki ini tidak bisa aku percaya,mereka akan menganggu istirahat Fei .
''Baiklah tuan,serahkan saja padaku,aku akan bertemu dengan tuan Fai dan akan mengurus kedua kedai bersama sama.
''Jangan ajak Fai untuk mengurus kedai dia akan memarahiku nanti kau ajak lah Run dia akan senang hati menjaga kedai kedai ku,dari pada duduk disini,dia terlihat kebosanan disini.''
''Baiklah tuan.''
__ADS_1
Run kau sebaiknya kembali ke markas tolong urus kedai kedaiku,aku dan Sheng yu akan mengurus Fei,Jangan khawatir Qisuan akan menemani mu sementara,Jilin mengayun kan tanganya dan munculah botol botol porselen yang begitu banyak,bawa ini dan serahkan semua kepada Qisuan dia yang akan menyusunnya,oh iya tolong buatkan papan nama kedai ku namanya Xajilan.
''Baik Jilin'er,aku pergi.''
Setah kepergian Run,Fai datang dari istana membawa dua kotak yang berisi baju untuk kedua adik kesayangannya.
''Jiliner ada apa ini,kenapa kalian di luar tumben sekali.''ucap Fai.
''hm,jadi begini gege,hm tadi sore Fei di serang oleh bandit bandit yang kultivasinya jauh lebih tinggi dari Fei,dia kalah dan dia sekarang berada di kamar,tidak sadarkan diri hm mungkin besok dia akan terbangun?,ucap Jilin ragu ragu.
APA!!!
''Bagaimana bisa dia kalah dari bandit bandit itu bukankah Fei sangat kuat,lalu kau kemana?,ucap Fai geram.
''Aku sedang membuat obat di markas,tadi pagi Fei sibuk di dapur istana,aku kebosanan dan aku pergi ke markas untuk membuat obat obatan,dan setelah selesai Fei mengurus di dapur istana dia kepasar untuk belanja dan setelah pulang dia di hadang segerombolan bandit yang sangat kuat,dan aku mengetahui nya sedikit terlambat aku melacaknya sekuat tenaga sampai aku tau dimana keberadaanya
saat aku sampai Fei sudah tak sadar kan diri dengan penuh luka sayatan dan hampir di tebas kepalanya oleh ketua bandit itu,untung aku cepat membawa Fei jika tidak mungkin urusanya beda lagi,''ucap Jilin panjang lebar.
''Dari mana Jilin'er tau tentang ini bukankah sedang tidak bersama Fei.''ucap Fai.
''Kau lupa tentang kemampuanku gege.''ucso Jilin malas.
''Hampir lupa'',oh iya dan kenapa kantung matamu besar Sheng yu,apakah kau juga terlibat perkelahian bandit bandit itu?,ucap Fai.
''Dia habis menangis'',ucap Jilin santai.
''Oh hahahha kau menangis sampai kantung matamu besar seperti itu,aku ingin lihat saat kau menangis seperti apa'',hahahh,ucap Fai.
sedikit dulu ya ceritanya,aku lagi nggk mood jaringan tak mendukung,hp ku nge leg Mulu males author emosi Bae bawaanya,nanti sore atau malam author up lagi.
jangan lupa 👍💬💟,jangan jadi pembaca gaib dong,kalo males ngetik nge like kan bisa tapi hm terserah si di baca juga udah alhamdullilah.
__ADS_1