Petualangan Xia Jilin Lian

Petualangan Xia Jilin Lian
Liu Rui dan Liu Yan


__ADS_3

Ctar ctar Ctar,itulah akibatnya jika kau berurusan dengan ku,saat akan mencambuk


kedua pengemis itu lagi,cambuk itu di pegang oleh seorang gadis.


''Belum puaskah kau menyiksanya paman,''dengan wajah datarnya.


Laki laki kekar itu,melihat ke samping dimana cambuk nya di pegang erat oleh seorang gadis,heh apa hak mu mencampuri urusan ku,oh apakah kau ingin ikut di cambuk juga.


Jilin tidak menghiraukan ucapan pria kekar itu, sebaliknya Jilin melihat kedua pengemis yang sudah lemah tak berdaya,Jilin m nengok ke gegenya,Gege ambil obat ini dan obati mereka berdua.


Fai yang mendapatkan arahan Jilin mengiyakan tanpa berfikir,Fei tidak jijik sedikitpun terhadap kedua pengemis kumuh itu, bagaimana pun kedua pengemis itu adalah rakyat nya,apalagi kedua pengemis itu masih remaja,Fai mengajak pengemis itu ke pinggir jalan supaya tidak menganggu orang berlalu lalang,dan memberikan obat pil penyembuh kepada kedua pengemis itu.


Di sisi lain


Paman apakah paman tidak punya malu


menyiksa anak kecil,apalagi alasan paman menyiksa kedua anak kecil itu hanyalah masalah sepele.


Heh gadis kecil,kau tidak tau pokok permasalahannya dia sudah menyenggol ku sehingga aku terjerambab dan jatuh,mau di taruh dimana mukaku,hah.


Tapi setidak nya tidak usah paman cambuki,mereka masih kecil,cukup dimarahi saja apa susahnya,apalagi kedua anak kecil itu berlari bukan tanpa alasan,mereka dibkejar olehborang yang akan menjual dirinya,jika psmsn berada di posisi anak itu apa yang akan paman lakukan.


KEPARAT!!!


Kau menceramahi ku hah,kau tak pantas menceramahi ku gadis kecil!!!.


Kau membuatku tambah marah jika aku tidak boleh mencambuki pengemis itu,maka kau gantinya hahaha!!!,pria kekar itu mengayunkan cambuk nya ke arah Jilin sedangkan Jilin hanya diam tak bergeming dengan tatapan datar.


Sebelum mengenai tubuh Jilin pria kekar itu terjatuh,tentu saja Jilin menendang dan membuatnya terjatuh ke tanah.


Kau ingin mencambuki,sebelum kau mencambuku maka kau dulusn yang ku cambuk kau ingin tau rasanya di cambuk


paman arogan.


Kita lihat sejauh mana kau akan bertahan,bibi pria ini mencambuki anak kecil itu berapa kali


bibi,seraya bertanya ke salah satu wanita paruh baya yang sedang menontonya.


"Hm,lima puluh kali nak."


"Hn",baik lah lima puluh kali ya,kau harus membayar nya dengan di cambuk lima puluh kali juga dengan mengeluarkan pecutan dari cin cin ruang miliknya.


Jilin mengeluarkan cambukan dengan warna emas dengan setiap tali pecutan itu terdapat duri duri yang bikin rakit sendiri,sontak semua orang terkejut dengan apa yang akan di lanjutkan Jilin.


Tidak,tidak kau tak bisa mencambuki ku aku disini korban,kumohon gadis kecil jangan cambuki aku,kumohon,sambil memohon mohon pada Jilin,laki laki itu tidak bisa berdiri karena tulang kakinya patah susah untuk berdiri,tak main main jilin mematahkan tulang kaki dengan begitu parah.

__ADS_1


"Korban apa paman,korban perasaan?, bukan kah aku sudah bilang dari awal,tapi kau tidak menghiraukan ucapan ku,kini giliran ku untuk membuatmu Menyesal,dengan seringaian penuh arti.


Ctar Ctar Ctar Ctar......Ctar Ctar


ARGHHHH


Kumohon jangan ARGHHHH sakit...kumohon jangan lagi?.


ARGHHH


Setelah mencambuki lima puluh kali pria itu langsung pingsan,cih payah di cambuki oleh anak kecil saja kau langsung pingsan apalagi anak kecil itu kau cambuki tak terbayangkan rasa sakit anak kecil itu pikul.


banyak para penonton yang ngeri dengan tingksh Jilin,mereka hanya bisa menonton tanpa membantu,apalagi melihat cara Jilin


mencambuki pria kekar itu dengan membabi buta siapapun yang melihatnya akan bergidik apalagi pria kekar itu sudah banyak noda darah dimana mana,mungkin lukanya akan lama di obati,setiap cambukan Jilin mampu merobek kulit,tak terbayangkan Dicsmbuki Lima pulub kali, berapa kedalaman luka luka itu.


Jilin melihat datar ke arah pria kekar itu dengan membersihkan noda darah dari cambuk nya,setelah itu Jilin berjalan ke arah Gege nya itu.


Jilin melihat kedua pengemis itu dengan prihatin,dengan senyum termanis nya Jilin menyapa kedua pengemis itu.


Dek,dimana orang tua kalian kenapa kalian mengemis?,ucap Jilin dengan penuh tanya.


Terima kasih kakak,sudah mau membantu kami lepas dari pria kekar itu,orang tua kami sudah meninggal beberapa hari lalu oleh bandit bandit yang melintasi perbatasan ,dan saat itu kami dan orang tua kami ada di perbatasan,kami di rampok dsn orang tua kami di bunuh hanya menyisakan kami


kami tidak tau harus bagaimana lagi,untuk menyambung hidup kami,kami harus rela meminta minta supaya kami bisa makan


Jilin dan Fai sangat prihatin,beruntung Jilin dan Fai bertemu mereka tepat waktu,hm mendekati tepat waktu dan mendekati terlambat.


Baiklah kalian ikutvkami saja,kalian tidak usah khawatir kami bukan orang jshsty,kami bukan pemburu budak kami sedang menjalankan tugas jadi kalian ikutlah dengan kami bagaiamana.


"Tapi kami tidak ingin merepotkan kakak, kakak sekalian",sudah di selamatkan pun sudah terima kasih,ucap salah satu angka kecil yang sedikit tinggi.


"Sama sekali tidak merepotkan,kalian ikutlah dengan kami,jika kalian dibiarkan hidup di jalanan seperti ini hidup kalian selalu dalam bahaya,mungkin sekarang kalian untung karena ada kami membantu kalian tapi jika hal seperti ini terjadi lagi apakah masih ada orang yang Sudi membantu kalian,kalian tenang saja kalian ikut kami bukan untuk


dijadikan budak tapi untuk dilatih menjadi kuat dan bisa melindungi kalian sendiri.


Baiklah bkami ikut,terima kasih banyak sudah Sudi manampung kami.


Tidak masalah baiklah sekarang kita ketoko baju dulu,kits mencari baju yang pas untuk kalian.


Fai dan anak kecil itu menunggu di luar toko pakaian sedangkan jilin sedang milih baju yang cocok untuk kedua adik kecil itu pakai


setelah mendapatkan baju yang cocok Jilin memanggil kedua adik kecil itu dan menyuruhnya memakai baju yang sudah Jilin pilih,bukan itu saja Jilin membantu memakaikan bajunya.


Setelah bergelut dengan kedua adik kecil itu Jilin membayar baju baju yang sudah Jilin pilih,dan membawa adiknkecil itu ke kedai makanan karena mereka belum makan.

__ADS_1


Jilin dan Fai menatap adik kecil itu dengan seksama,Jilin dan Fai di buat takjub oleh


kedua anak kecil itu,adik kecil itu seperti pangeran dimana kulit nya putih dan bersih wajah nya imut imut lucu,dan sangat mengemaskan.


Ekhm,kamu belum bertanya nama kalian,siapa nama kalian,adik manis.


Ah,kami lupa memperkenalkan nama kami


perkenalkan nama kami Liu Rui sebagai Kakak dan ini adik ku Liu Yan.


"Hn",baiklah setelah makan kalian akan ku kirim ke tempat kami oleh saudara kami,kami tak bisa ikut dengan kalian,atau kalian tak bisa ikut dengan kami,tugas kami belum selesai,kalian tidak usah khawatir saudara ku sangat penyayang,dia sangat suka anak kecil


kalian akan senang bersama nantinya,ucap Jilin dengan antusias,sedangkan Fai hanya manggut manggut sambil menyesap teh nya.


Tak disadari oleh semua orang Jilin diam diam bertelapati dengan Qisuan,Qisuan datang cepat,tanpa menunggu jawaban dari Qisuan Jilin langsung memutuskan telepati sepihak,tak selang beberapa menit Qisuan berjalan dari arah pintu masuk,Qisuan berjalan seperti orang biasanya.


Qisuan langsung duduk di sebelah Fai dan bertanya ada perlu apa tuanya memanggil.


Qisuan kau bawalah adik manis ini ke tempat mu,ada tugas yang belum kami selesaikan terpaksa kau yang harus membawanya dan mengurusnya.


Qisuan melirik ke arah kedua anak kecil yang sedang memakan Manisan,waahh kalian sangat manis dan lucu baiklah ayo kalian ikutlsh dengan kakak,dengan antusias.


Fai dan Jilin geleng geleng kepala melihat kelakuan Qisuan yang sangat kekanakan jika bertemu anak kecil.


Sedangkan Liu Rui dan Liu Yan hanya mengerjapkan matanya beberapa kali serta mengangguk kecil.


''Baiklah Tuan Kami pergi''


Setelah kepergian Qisuan dan adik kecilnya Jilin dan Fei melanjutkan tugasnya.


Di Hutan belantara Jilin dan fasilitas berjalan beriringan,jika orang lain melihat mereka berdua,mereka adalah pasangan serasi anggun dan berwibawa dan berkarisma ,padahal mereka adalah saudara kandung,mereka berbincang bincang sambil berjalan.


''Fai kita harus memberantas orang yang selalu meresahkan kota ini dulu apalagi orang yang selalu memburu pengemis untuk di jadikan budak.''


''Hn'',kau benar kita harus mencari orang orang seperti itu sebelum menyelesaikan tugas utama kita.


Jilin dan Fai berjakan di hutan,Fai merasa aneh hutan ini adalah hutan yang sangat banyak hewan hewan liar tsoibselama berjalan tidak menemui satu hewan pun apalaginburung,fai melirik kanan kiri dan ke atas tidak melihat hewan kecil pun.


''Gege kenapa?'',apakah ada yang salah,melihat gegenya aneh sperti itu.


Hutan ini terkenal dengan hewan buas nya tapi kenapa tidak melihat nya dari sepanjang jalan,bahkan burung lewat pun tak ada.


Jilin tersenyum misterius, Sebenarnya jilin sudah mengeluarkan aura Phoenix nya ke seluruh hutan,dengan aura Phoenix tidak akan ada binatang lewat satupun bahkan jika itu burung di atas sekalipun,tidak akan beraniendelat,karena jiksnitu terjadi mereka semua bisa mati dengan aura Phoenix yang di keluarkan Jilin, karena sudah campur tangan Jilin.


''Oh itu bukanya bagus tak ada hewan buas,itu hanya akan menganggu kita dan menghambat perjalanan kita gege.''

__ADS_1


''Kau memang benar Jilin'er'',hanya saja terlalu aneh.''


__ADS_2