
Setelah pertarungan yang sengit,Jilin dan Chen kembali ke tempat teman temannya nya berada,Jilin melihat teman temannya masih tertidur pulas,mereka berdua duduk di atas pohon sambil mengamati langit langit yang berwarna gelap tanpa ada nya kehidupan.
''Langit ini sangat kosong,tanpa ada cahaya satupun sangat tenang.''ucap Jilin.
'Hm sepeti mukamu sangat tenang untuk di lihat,''ucap Chen menggoda.
Jilin hanya meliriknya dengan sinis.
Jilin dan Chen berbincang bincang sampai teman temanya terbangun satu persatu.
''Sudah pagi ternyata?'',ucap Fei.
''Pagi Jijie,''ucap Jilin,sambil melambaikan tangan,dan tersenyum manis.
''Kau sudah bangun,Jilin'er?.''ucap Fei lagi.
''Hn, seperti yang Jijie lihat.''sambil tersenyum manis.
''Heh,kalian berdua_.
''Apakah kalian tidak istirahat dari semalam,ucap Jingmi.''sambil menepuk bahu Jun yang hendak berbicara.''
''Heh,Jingmi,aku sudah memberitahu kalau orang sedang bicara jangan menyela.''ucap Jun kesal
''Sudah sudah,ini bukan waktunya untuk berdebat,sebaiknya kita berkemas dan mulai pencarian monster itu?.Ucap Chen.
''Monster itu?.''maksudmu monster itu?.''tanya Jingmi.
''Kita susah menemukan monster yang kita cari,jadi bersiaplah untuk bertarung,ingat satu hal monster itu memiliki kelemahan di lidahnya,jadi sebisa mungkin kalian harus menebas lidah mereka.''terang Putri Jilin.
__ADS_1
''Baiklah.''ucap mereka serentak.
''Kau siap Jijie,mungkin ini akan sangat menguras tenaga kita,pastikan kalian semua jangan lengah,jangan berpencar,kalian harus yakin dengan kekuatan kalian,semakin cepat kita membunuh monster itu semakin cepat pula kita pergi dari hutan ini?.''Terang Jilin.
''yeah,aku sudah bersemangat sekarang,ingin sekali pergi dari hutan menakutkan ini?.''ucap Xi Wang.
Setelah perdebatan itu mereka mulai,menuju monster itu berada,tidak tau persis di mana kelompok monster itu,tapi mereka yakin,monster itu sudah sangat dekat,itu karena aura hitam yang terlalu melekat di hutan ini.
Setelah lama berkeliling akhirnya mereka menemukan tempat persembunyian mereka,kelompok Jilin langsung bersembunyi,dan Jilin dengan gesit menghilangkan aura teman temannya supaya tidak bisa terendus oleh monster itu.
''Jumlahnya banyak sekali,mukanya sangat besar dan jelek?.''ucap jingmi.
''Hn,aku bahkan tidak bisa menghitung mereka dengan cepat,banyak sekali?apa kita bisa membunuh monster itu.''Bisik Li Lian.
''Kita bisa mengalahkan mereka! percayalah dengan kemampuan mereka,jangan berfikir kita tidak bisa,itu adalah kelemahan kita,kuatkan hatimu,bulatkan tekadmu,tajamkan dan asahlah keberanian mu,ketika kita di hadapkan dengan lawan yang kuat,maka hanya ada satu jalanya mundur sebagai pengecut,dan maju sebagai petarung,''ucap Putri Jilin,memberikan mereka semangat.
Baiklah ayo kita maju,Jilin dan Chen lebih dulu maju dan di susul teman teman Jilin,sadar ada para kultivator monster itu langsung menyerang dan berteriak keras,suaranya memekikkan telinga,para monster itu menyerang mereka dengan gerakan asal asalan, memukul,menginjak atau mengayunkan batang pohon yang mereka cabut dan mengarahkannya ke berbagai arah.
Chen menutup matanya dan mengeratkan pegangan pedang nya,dan memfokuskan pikirannya,dengan sekejap Chen sudah berpindah tempat dan tepat berada di depan para monster itu,kesempatan tidak datang dua kali di saat monster itu mengeluarkan lidahnya,Chen langsung mnebas para lidah monster itu.
Begitu pula dengan teman teman Jilin yang sudah bisa menyesuaikan ketakutan mereka dan bertarung dengan para monster itu, walaupun kelincahannya tidak bisa di bandingkan dengan Chen dan Jilin,tapi mereka tetap menyeimbangkan kekuatan mereka.
Fei memfokuskan pikirannya kesalah satu monster itu dan langsung melompat dan menebas lidah monster itu,dan akhirnya monster itu ambruk setelah pertarungan sengit tadi.
Pertarungan merek berlangsung sangat lama,karena banyak sekali monster monster itu yang sangat besar dan jumlah yang tidak seimbang,menyulitkan mereka membantai para monster dengan singkat.
Langit yang gelap gulita membuat para kultivator terlalu sulit mendeteksi pergerakan para monster monster yang terus menyerangnya tanpa ampun.
Jilin melompat tinggi dan membaca mantra,setelah membaca mantra munculah api kecil dan semakin lama semakin membesar,membuat para monster mengerang kepanasan,kesempatan tidak datang dua kali Jilin langsung menebas lidah para monster itu dengan sangat cepat.
__ADS_1
Dukk
Jilin mendarat dengan sempurna,penampilan sudah acak acakan,baju company camping,darah segar mewarnai baju putri Jilin,rambut entah bagaimana bentuknya,wajah lelah letih pun terpancar dari wajah Jilin,sungguh pertarungan yang sangat melelahkan.
Teman teman Jilin pun tidak lepas buruk penampilannya,nafas memburu dan terengah engah wajah di penuhi darah segar,rambut dan pakaian sudah tak bisa dikatakan lagi,jauh dari kata tapi,tapiereka tetap tersenyum dan terduduk lemas.
''Akhirnya kita bisa membunuh para Monster itu,'' ucap Sheng yu.
''Kita menang.ucap Li Liang Yi dengan nafas memburu.
''Akhirnya kita keluar dari tempat ini,''ucap Jingmi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah pertarungan itu,Jilin dan teman temannya mulai keluar dari hutan itu,sebelum memasuki desa mereka mencari sungai untuk membenahi penampilan mereka setelah mereka selesai mereka mulai memasuki desa,karena sudah lama mereka di dalam hutan dan jarang sekali bertemu para kultivator membuat mereka senang,karena mereka bisa bertemu para kultivator lagi.
Jilin dan teman temannya berhenti d adalah satu kedai yang menurut mereka kelihatan enak,mereka pun masuk dsn di sambut hangat oleh penjaga kedai itu,setelah mencari tempat duduk mereka memesan makanan,sambil menunggu makananya mereka mengobrol sambil bercanda sesekali tertawa.
''Huh,akhirnya kita bisa makan,setelah sekian lama tidak makan yang seperti ini,ucapan Jingmi.
''Haha,aku kira aku akan mati,dan aku mengira tidak bisa makanan makanan enak lagi,ucap Jun.
''Sudah sudah makanannya sudah datang,ayo kita makan,''ucapan Li Liang Yi sambil memandangi makanannya.
Mereka makan dengan sangat lahap,sesekali mereka menambah makanan,membuat para penjaga hampir kewalahan karena pesanan mereka.
Setelah kenyang mereka memesan penginapan dan akan di lanjutkan esok hari karena hari sudah mulai sore,Jilin dan teman temannya mencari penginapan setelah lama mencari penginapan dan akhirnya ketemu dan langsung memesan beberapa kamar untuk mereka menginap semalam.
Setelah mendapatkan kamar masing masing,mereka semua langsung bersih bersih dan makan malam bersama,setelah selesai makan malam mereka pergi ke kamar mereka masing masing untuk istirahat.
__ADS_1
Jilin membuka pintu kamar,dengan anggun nya jilin
berjalan ke atas kasur dan duduk bersila,dan mulai menutup mata,untuk memulihkan luka lukanya.