Petualangan Xia Jilin Lian

Petualangan Xia Jilin Lian
PRIA TUA


__ADS_3

Pria itu terkejut dengan kejadian yang dilihatnya barusan,di sisi lain Jilin menatap pria di depannya dengan tatapan dingin,jari lentik nya bergerak sedikit demi sedikit dan sedikit cahaya di ujung jarinya dan melemparkannya ke arah pria itu,pria itu pun terpental jauh.


Semua orang terbelalak tak percaya,hanya menggerakkan satu jadi bisa membuat orang terpental,Jilin hanya melihat pria yang jatuh itu dengan tatapan dingin,pria itu di penuhi luka luka akibat terkena kayu kayu yang di tabraknya.


''Aku rasa temen mu itu pantas mati,perampok seperti kalian tidak pantas untuk hidup,kalian hanya menjadi hama di Disini,''ucap Jilin dengan menatap para pria itu dengan tatapan dingin.


Selanjutnya Jilin maju selangkah para pria itu terduduk duduk dan tidak bisa nafas,Jilin mengeluarkan obat dan menaburkannya ke arah pria itu,tidak butuh lama obat obat itu mulai bekerja,para perampok yang terkena obat obat itu seketika kesakitan,merasakan kepedihan yang teramat dalam rasa sesak di pernafasannya,tidak lama kemudian para pria itu tidak bergerak,terkapar tidak berdaya.


Semua orang melihat itu terkejut melihat kekuatan Jilin yang menurutnya sangat luar biasa,obat yang di berikan efeknya sungguh di luar dugaan membuat semua orang takjub dengan kejadian yang di lihatnya.


Tidak ingin menjadi pusat perhatian terlalu lama Jilin pun membayar kerugian yang sudah ia perbuat dan pergi meninggalkan kedai itu.


Jilin menyusuri kampung itu karena terlalu bosan Jilin memanggil antek antek ya dari dalam dimensi untuk menemaninya berjalan jalan.


''Salam tuan.''ucap Qisuan


''Hm,temani aku jalan jalan.''ucap jilin


''Huangxi kau selalu ikut paman mu.''ucap Jilin tersenyum.


''Hm,paman jilong sedang berkultivasi,aku tidak ingin mengganggunya jadi aku ikut paman Qisuan saja,''ucap Huangxi.


Mereka bertiga mengobrol sampai di tengah hutan Jilin berhenti melangkah mengedarkan pandangannya ke sekeliling,''Kau merasakanya Qisuan.''ucap Jilin sambil melihat pohon pohon tinggi di depannya.


''Hm,iya tuan aku merasakan ada makhluk hidup disini,seperti nya manusia.''


Tiba tiba mereka di serang dari arah belakang


dengan sigap Qisuan langsung mengayun kan tangannya.


Hush


Munculah sosok pria dengan perawakan tinggi dan wajah rupawan,setelah tau siapa dalangnya,Jilin menghela nafas panjang.


''Apa kau mengikuti ku Chen.''Ucap Jilin.


Chen tersenyum,''seorang wanita dan kedua orang laki laki berada di tengah hutan sedang apakah gerangan.''tanya Chen balik bertanya.


''Untuk apa kau bertanya,itu urusan ku.''ucap Jilin.

__ADS_1


''Kami hanya berjalan jalan saja,tuan.''celeteuk Huangxi.


Sontak saja Qisuan dan Jilin memandang ke arah Huangxi dengan tatapan sulit di artikan.


''Eh eee,hehehe,sambil tersenyum dipaksa.''


''Oh kebetulan sekali aku juga sedang berjalan jalan,bagaimana kalo kita pergi bersama sama.''ucap Chen.


''Tidak perlu,kamu bisa melanjutkan perjalanan mu sendiri.''ucap Jilin ketus.


Disaat mereka sedang mengobrol terdengar suara manusia sedang berteriak minta tolong.


Tolongg.......


Tolongg.....


Aku pohon siapa saja bantu aku...


Ucap pria itu sambil berlari pantang panting,pria itu melihat ada manusia selain dirinya,langsung ke arah ke empat orang itu sambil menatapnya.


''Tolong aku,aku di kejar kejar sekelompok perampok,tuan tolong aku,aku akan melakukan apa saja nanti,tapi tolong aku tuan.''ucao pria itu dengan suara gemetar.


Jilin menatap mereka dengan alis terangkat,pantas pria ini terluka begitu banyak di tubuhnya rupanya pria itu sekte kegelapan.


Pria itu bersembunyi di belakang punggung Chen Hongli dengan wajah ketakutan.


''Kalian,kembalikan orang itu,dia milik kami!.''ucap pria itu.


''Oh tidak semudah itu tuan,''ucap Jilin.


''Cepat kembalikan jika kalian tidak ingin sama nasibnya seperti orang di belakang punggungmu.''ucao pria itu.


''Kalian pengecut sekali beraninya dengan orang lemah,lihat lah tubuh dan pakaian kalian sangat tidak pantas,''ucao Chen menimpali.


''Orang seperti mu hanya bisa berbicara omong kosong tanpa ada nyali.''ucap Jilin memprovokasi.


''Kurang ajar kalian,bunuh mereka.''ucao pria itu.


Baru akan menyerang mereka sudah menjadi bubur manusia,dengan kondisi badan sudah tidak terbentuk darah keluar kemana mana,bahkan untuk membedakan mana kulit tangan dan kaki tidak akan bisa di bedakan.

__ADS_1


Jilin dan Chen saling pandang dan melihat ke arah Huangxi,pria itu sudah pingsan sebelum melihat kejadian pembunuhan,Qisuan hanya bisa memandang Huangxi dengan tatapan kagum.


''Maat tuan ini pertama kalinya aku menyerang manusia,aku belum bisa mengontrol kekuatan ku.''ucao Huangxi.


''Waaah,kau hebat sekali Huangxi aku tidak akan percaya jika tidak melihat ini secara langsung ucap Chen penuh kekaguman.


''Spirit mu sangat luar biasa.''ucap chen lagi sambil menimpali.


...----------------...


Jikin dan Chen sedang berada di Gubuk kecil yang letaknya berada di pinggir hutan,Jilin melihat gubuk itu sambil menerawang dirinya dulu pernah tinggal di gubuk yang dekatnya di pinggir hutan.


Jilin melihat pria itu yang sedang memasak,dan memandang kesekeliling nya hanya ada dia di hutan itu tidak siapapun.


''Tuan,apakah tuan tinggal disini seorang diri.''ucap Jilin.


''Awalnya aku bersama putriku,tinggal di desa,tapi setelah putriku di rampas oleh orang orang berbaju merah dan hitam aku memutuskan untuk tinggal seorang diri di hutan ini, untuk sisa hidupku.''ucao pria itu.


''Untuk apa mereka merampas putri mu.''ucap Chen.


''Untuk di jadikan budak,mereka selalu mencari gadis gadis muda untuk di perbudakan secara cuma,''ucap pria itu dengan ekspresi sedihnya.


''Lalu kenapa mek mengejarmu juga.''ucap Jilin menimpalinya.


''Aku juga tidak tahu,mereka selalu minta upeti kepada kami,jika tidak memberikan upeti itu,mereka tidak segan membunuh,menyiksa nya sampai mati.''ucap pria itu.


''Lalu bagaimana nasib anak mu disana.''ucap Chen.


''Aku tidak tahu bagaimana dengan nasib putri kami,tapi aku selalu berdoa untuk putriku,agar bisa hidup dengan baik disana,walaupun terkadang itu hanyalah mimpi,ucap pria itu lagi.''


Setelah pergi dari gubuk pria itu Jilin dan Chen pergi ke kedai yang dekat dengan sekte lotus biru,setelah Samapi Jilin dan Chen masuk dan memesan beberapa makanan.


''Apa rencanamu Putri Jilin,''ucap Chen.


''Aku akan menyerang sekte mereka,dan membebaskan para budak yang sudah merek ambil secara pakasa.''ucap Jilin dingin.


''Baiklah aku akan membantumu,ucap chen.''


Jilin hanya memandang pria di depannya,sambil mengangguk tanda mengiyakan.

__ADS_1


__ADS_2