
Kini Jilin dan Fai sedang menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan nanti,dari startegi dan Jilin memberikan bubuk beracun itu kepada Fai dan para pemuda yang nanti akan ikut dalam penyergapan.
Hm sudah hampir sore apakah kalian siap untuk menyergap para bandit itu,untuk pemuda pemuda sekalian,kalian aku bekalkan bubuk beracun,jika bubuk beracun ini terkena lawan kalian harsu cepat menghindarinya.
Karena bubuk beracun ini memiliki kadar yang sangat tinggi,sekali lempar kepada lawan,lawan akan langsung mati dan meleleh seketika.
Lalu bagaimana cara saya mengambil bubuk beracun ini putri,jika terkena kulit langsung meleleh.
Kalian tak usah khawatir,aku sudah membuat sapu tangan anti racun,dengan melambaikan tangannya segundukan sapu tangan anti racun berada di depan Jilin dan semua orang,''cepat pakailah''sambil memberikan sapu tangan kesekeliling nya.
Baiklah para pemuda,jika bubuk kalian sudah habis,kalian langsung kesini dan jangan pernah mengejar para bandit yang lari,itu adalah tugas ku dan gegeku ''apakah kalian mengerti.''
''Mengerti Putri ''
Kita harus menghabis tuntas hari ini juga,ucap Jilin dengan tatapan elang nya dan tersenyum misterius.
Hari yang di tunggu pun tiba dimana para bandit berpencar mencari mangsa dan jumlahnya sangat banyak setiap kelompok,
terdiri dari dua puluh orang tingkatanya juga tak tanggung tanggung,ada yang di tingkat bumi,God Dan raja dan kebanyan dari mereka pria dewasa.
Jilin melihat dari kejauhan sambil tersenyu menyeringai,pantas saja tak ada yang bisa
memusnahkan kelompok bandit itu,mereka memiliki tingkatan yang sama dengan Gege ku.
Gege jangan cari masalah dengan kelompok yang tengah itu,mereka berada di tingkatan yang sama dengan mu,kau mengerti ge.
''Hn,aku mengerti.''
''Berjuanglah,ucap Jilin.''
Jilin bertelapati dengan hewan kontrak nya
kalian bunuh lah orang orang yang masih di dalam hutan aku akan membunuh yang sudah berada di desa ini.
Jilong samarkan auramu dan tubuhmu,kau bisa berubah menjadi manusia,bunuhlah dengan wujud manusia mu jilong inget pesan ku ya.
''Baik tuan'',aku mengerti.
''Para pemuda kalian siap''
Ayo kita mulai permainannya,ucap Jilin tersenyum misterius,Jilin dengan jalan mengendap endap pergi ke arah bandit yang sedang berjalan ke arah desa.
Jilin dengan mengeluarkan bubuk racun nya,hah seperti ya racun ini cocok untuk orang orang itu,Jilin dengan sigap mengambil bubuk racun di tangannya dan dengan kekuatan anginya bubuk beracun. itu di arahkan ke arah kelompok yang paling belakang.
Whushh
Para bandit yang terkena bubuk beracun itu
langsung pisan seketika,dengan tubuh lama semakin lama tubuh mereka mengurai seperti
darah di bersihkan oleh air.
__ADS_1
'
Jilin tersenyum menyeringai puas dengan racun buatannya,ternyata sangat cepat tetudai nya,bagus dengan begini mereka tidak akan di temukan.
setelah puas melihat kelompok yang sudah Jilin bunuh kini Jilin mengincar kelompok yang lainya,dengan kekuatan penuh Jilin mengendalikan angin dari jauh tak ingin mengambil resiko.
Seperti kelompok yang tadi mereka akan pingsan terlebih dulu sebelum terurai tubuhnya,karena Jilin sudah mencampurkan racun mematikan dengan obat bius tingkat tinggi jadi korbannya tidak akan menjerit sebelum mati ini sangat menguntungkan supaya tidak membuat kerusuhan.
Di sisi lain Fai juga sama menaburkan bubuk beracun dengan kekuatan anginya dsn mengarahkanya ke pada bandit bandit yang berada di belakang,suapaya tidak ketahuan dan curiga.
Fai sengaja ikut berpencar supaya tidak ketahuan dalam persembunyiannya apalagi Fai menyerang yang bisa di baca tingkatanya saja,yang tak bisa di baca tingkatanya Fai hindari,bukan pengecut karena tak ingin mengeluarkan tenaga tentunya.
Para pemuda membagi dirinya menjadi lima kelompok,masing masing kelompok lima orang,karena cyingkstsn kultivasi para pemuda itu belum sampai di tingkat raja mereka harus berkelompo supaya jika ketshusn mereka tidak akan kesulitan dan akan bekerja sama dalam pertarungan.
Dan di hutan terdengar jeritan jeritan dan tegiskan dari para bandit yang sedang di bantai oleh hewan kontrak nya Jilin,siapa lagi kalo bukan jilong,jilong bergerak sendiri bukan berarti hewan kontrak Jilin tak ingin m membantu.
Hanya saja jilong yang memaksa bahwa membunuh bandit bandit tingkat raja adalah
sangat mudah baginya,jadi tak perlu banyak banyak yang ikut.
Jilong dengsn menghunsksn pedang nya membunuh tanpa perasaan,baginya tetisksn tetisksn para bandit itu sangat merdu dan m njsdi ke enagan dirinya.
Apalagi jilong sudah lama tak membunuh manusia,jilong sangat suka membunuh para penjahat ysng suka membuat obar.
Tidak Banyak membuang waktu jilong sudah memberantas setengah lebih dari para bandit,
jilong dengan kekuatan apinya membakar yang tersisa,sontak para bandit yang terkena
serangan api Jilong langsung terbakar hangus.
ya hahahah.
Kau pikir dengan pergi ke kerajaan ini kalian akan senang merampok sesuka hati kalian,kalian jauh jauh dari kerajaan tetangga hanya untuk mati miris sekali kalian.
Jilong menyemburkan kekuatan apinya kesegala arah,tak lama kemudian jilong
sudah membunub para bandit bandit itu dengan tak tersisa.
Setelah pekerjaan jilong selesai jilong memberitahu Jilin melewati telepati
"Tuan tugas saya sudah selesai",apakah masih ada yang harus saya bantu tuan.
Jilin terhenti ketika mendapatkan telepati dari jilong,dengan tersenyum senang, hahaha ternyata sangat singkat untuk membunuh para cecunguk itu''Kau pergi lah ke ruang dimensi jilong sisanya biar aku yang urus''.
Jilin melihat para bandit yang semakin lama semakin sedikit,Jilin dengan terang terangan langsung menyerang mereka dengan pedang kesayangannya.
Para bandit itu terkejut dengan serangan dadakan Jilin,para bandit itu langsung meyerang Jilin.
Ketua bandit itu melihat kesekeliling mencari kelompok yang lain,kenapa tinggal satu kelompok saja kemana yang lain sambil mengedarkan pandangannya.
Jilin tersenyum sinis,''kau mencari kelompok mu'',sayang sekali mereka sudah kubunuh dan ya dengan bodohnya kau tak menyadari sama sekali.
__ADS_1
Apakah kau benar benar ketua bandit itu atau kau,hanya sekelompok orang yang mencari keuntungan di antara para bandit yang lain hahahahah,ucap Jilin.
Ketua bandit itu sangat kesal,''bagaimana mungkin kau gadis bocah yang membunuh semua orang orang ku,kekuatan orang orang ku sangat kuat bahkan kau bisa kalah jika bertarung dengan orang orang ku.
Heh pak tua yang sangat bodoh,jika orang orang masih hidup,mereka kemana tak mungkin kan meninggalkan dirimu seorang lihat lah ke bawah kelompok mu'' sudah mati ku tebas,masih tak percaya.
Bagaiamana menjadi mgkin kau membunuh orang orang ku hah, dimana mereka katakan
atau kau Bingin ku bunuh hah!!!.
Tennag lah pak tua orang orang mu sudah tenang di alam baka,mereka sudah ku bunuh
jadi tinggal kau yang akan ku bunuh hahahha.
Ketua bandit itu geram dengan Jilin, bagaiamana bisa orang orang ku bisa mati di tangan gadis bocah ini,dengan menatao tajan ke arah Jilin.
Katakan dari mana kau beradal dan kenapa kau membunuh dan merampok di kerajaan ku
apakah kau ingin cari mati,oh apakah kau sudah di tendang oleh kerajaan mu,hingga kau pindah kesini dan membuat kekacauan merampok dan membunuh rakyat rakyat kerajaan Xia.
Mau tau emmbuat di kerjakan ini,berarti kau sudah siap mati,dengan senyum semiriknya.
Ayo seberapa hebat dirimu pak tua,sehingga menjadi ketua di antara bandit bandit itu,sambil tersenyum mengejek.
Sialan mati saja kau,sambil menebas leher Jilin,tapi Jilin langsung mengelak ke belakang
dan memutar badanya kekiri,dengan sigap Jilin menendang ketua bandit itu dengan kekuatan penuh.
Sontak ketua bandit itu,terdorong berpuluh puluh meter dan menabrak pohon besar yang menghalanginya,muntah darah tak terelakan,dengan segenap kekuatanya ketua
itu berdiri tertatih tatih.
Hahahaha,pak tua,kau bahkan tak bisa di sebut ketua jika kekuatan mu lebih rendah dari pada diriku ini yang masih bocah.
Hah hah hah,dengan nafas yang tersengak sengal ketua bandit itu mengeluarkan teknik jurus terlarang.
Jilin melihat dengan teliti ooh ternyata kau mempunyai teknik itu,akan ku perlihatkan teknik mana yang paling bagus pak tua,Jilin dengan sigap membuat pola pola rumit bergambar burung Phoenix entah apa yang Jilin,''BURUNG PHOENIX KEMATIAN'' dengan suara keras dan lantang,munculah burung Phoenix raksasa dengan warna merah,seperti ingin menyambut kematian pak tua itu.
Ketua bandit sudah membuat pola pola rumit ''ULAR NERAKA''ucap ketua bandit itu dan mengarahkanya ke arah Jilin.
Phoenix kematian dan ular neraka saling beradu,burung Phoenix mencakar dan mematuk ular neraka,sedangkan ualr neraka ingin melilit burung Phoenix kematian.
Jilin tersenyum senang,seperti elang dan ular sawah,tentu saja lebih unggul burung elang,dan yang aku lihat ini pun sama Phoenix dan ular,aku sudah tau siaap yang akan menang.
Tak lama dari itu terdengar suara ledakan yang sangat besar,debu debu berterbangan pasir berterbangan,untuk sesaat tempat jilin bertarung di tutupi pasir yang berterbangan.
Setelah satu menit kini terlihat siapa yang menang dan yang kalah,Jilin berdiri dengan tenang walaupun keluar sedikit darah,pakaian berkibar tertiup angin,rambut terbawa angin kesana kemari,Jilin dengan tersenyum puas melihat korban nya mati mengenaskan.
Pak tua kasian sekali dirimu datang ke negeri ini dan mati,siapa suruh kau mengacau di kerajaanku,itulah akibatnya jika kau berani merampok dan membunuh rakyat Xia,apapun yang terjadi di kerajaan Xia,aku lah yang akan turun tangan lebih dulu,sambil melihat mayat tak berbentuk ketua bandit itu.
Fai,patriak dan pemuda yang lainya sudah berada di tempat berkumpul tadi,Fai terlihat menghawatirkan adiknya,walaupun ia tau sekuat apa Jilin,tetap saja rasa khawatirnya tak akan pernah hilang.
__ADS_1
Begitu pun para ptriak dan yang lsinya,menurut mereka putri jilin adalah yang berperan besar dalam hal ini,bagaimana tidak Jilin menghadapi para bandit bandit paling banyak bahkan sangat bsnyak sedangkan Fai dan pemuda hanya beberapa kelompok saja,karena tingkat bumi dan God hanya sedikit.
Hah,ntah kenapa otaku nggk mau mikir sudah vanget buat mikir,😐tolong dong kasih koment apa aja deh terus like,vote kalo mau nggk juga nggk papah,tapi setidaknya hargailah aku,jangan jadi pembaca gaib,kan jadi nggk semangat,komen koment cuma beberapa,ok lanjut episode ya🤗🤗🤗