
"Bagaiamana bukankah kau suka sekali dengan caraku ini."ucap Jilin.
"Kau!!!."wanita itu sangat kesal dan geram marah tentu saja marah,kulit yang selama ini ia rawat kini sudah tersayat sayat seperti ikan yang akan di bakar,bau amis menyeruak ke dalam Indra penciumannya.
"Kenapa?,bukankah bagus karya ku ini lihatlah dirimu sungguh cantik dengan kain berwarna merah membuat dirimu sangat menarik."ucap jilin menyeringai.
Wanita itu langsung menyerang Jilin,tapi seketika jilin menghilang entah kemana,tiba tiba dari arah belakang Jilin menyentuh pundak wanita itu,seketika wanita itu langsung berbalik dan saat berbalik wanita itu sudah di hempaskan oleh Jilin beberapa meter.
Wanita itu tentu saja terkejut karena serangan
itu benar benar sangat cepat,wanita itu terduduk dan mengeluarkan seteguk darah.
"Sial dia benar benar tidak bisa di remehkan jika begini aku bisa kalah telak,apalagi wanita itu tidak bisa aku sentuh,siapa sebenarnya wanita itu?."ucap wanita itu.
"Cukup main mainya kita akhiri saja permainannya,"ucap Jilin dingin.
Jilin mengeluarkan kekuatanya dari telapak tanganya terlihat angin kecil berada di telapak tangannya,dan di arahkan ke arah wanita yang sudah siap membalas serangan Jilin.
Wanita itu dengan sigap langsung menghindari serangan Jilin,tak ingin terpojokan wanita itu membalas serangan Jilin,lagi lagi hanya udaralah yang ia serang.
Dari arah samping jilin mengeluarkan elemen anginya dan menghempaskan wanita itu lagi dan lagi,sedikit sadis mungkin ataukah terlalu sadis,itulah Jilin jika sudah menyangkut musuh di a akan dengan senang hati melukai seseorang dengan caranya sendiri.
Wanita itu mengeluarkan darah dari mulutnya dan hidungnya akibat terbentuk tanah terlalu keras,wanita itu sudah tidak kuat lagi remuk sudah tubuhnya saat ini luka luar dan dalam yang wanita itu rasakan ia,dengan setengah kesadaran ia melihat jikin pergi dari arena.
"Wah kau sangat hebat Jilin."
"Sadis bener bener sadis."
krasak krusuk para penonton memenuhi Indra pendengaran Jilin tapi hanya wajah tenang nya saja yang Jilin tampilkan beberapa patriak sampai melongo melihat aksi Jilin.
Ada yang kesal,marah, bangga dan takjub.
Saat jikin sudah sampai di tempat duduk semua orang langsung memberikan pujian pujian yang membuat jilin tidak nyaman.
Baiklah kita akan masuk ke babak selanjutnya yaitu siapa yang terkuat dan bisa masuk ke babak final,untuk saat ini kalian di berikan waktu untuk istirahat dan akan di lanjutkan setelah ini.!!!! ucap patriak.
Semua peserta langsung beristirahat menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin.
__ADS_1
Tiga dupa sudah habis itu artinya istirahat mereka pun sudah habis,kini mereka m mempersiapkan diri untuk maju siapa yang pertama.
Baiklah kalian berlima silahkan kedepan dan ambil no antrian!!!.ucap patriak.
Semua orang langsung maju kedepan dan mengambil no sebelum mereka kembali ketempat duduk patriak mengisyaratkan untuk diam terlebih dahulu dan menyuruh m reka melihat no mereka.
Saat semuanya sudah membuka no mereka
mereka hanya menatap patriak,dan menunggu penjelasan dari patriak.
Untuk kali ini ni kalian akan sama pertarungan pertama akan bertarung dengan no pertama dan no kedua akan bertarung dengan no kedua,dan yang tergambar bintang di anatara kalian maka itu adalah keuntungan kalian karena bisa langsung ikut final tanpa harus di pilih,lalu siapa yang mendapatkan kartu berbintang itu.
Jilin pun langsung memperlihatkan kartu yang bergambar bintang bergemerlapan di siang hari membuat siapapun pasti akan iri.
"Patriak Apakah ini adil."protes yang lain.
"Tentu saja,ini memang sudah turun temurun jadi bukan kecurangan semata baiklah untuk urut pertama silahkan kalian maju dan bertarung.
Terlihat tiga pria dan dua wanita,siapa lagi kalo bukan Jilin dan Fei,Sheng yu,dan dari sekte merah dan lotus merah,Huanran dari dekte merah dan Qujing dari sekte lotus merah,mereka adalah orang orang paling kuat di antara yang lainya.
bertarung dengan Fei,dan sheng yu akan bertarung dengan Qujing sedangkan Jilin akan bertarung di babak final karena mendapatkan kartu bintang istimewa dari patriak.
Huanran dan Fei maju ke arena mereka saling diam dan mencari kelemahan masing masing
Fei dengan tennag melihat ke arah Huanran yang sedang menatapnya.
"Aku tidak pernah menjadi angka kalau lawan mu adalah dirimu,sejauh ini aku melihatmu lumayan kuat untuk ukuran wanita."ucap Huanran datar.
Fei memiringkan kepalanya a dan menaukan sebelah alisnya,"Apakah karena aku wanita aku harus terlihat lemah begitu,kau harus tahu wanita itu tidak lemah,hanya saja mereka tidak tau cara mengolahnya."ucap Fei datar.
Huanran melesat kan serangannya berbentuk bola bola ke arah Fei tapi Fei dengan mudah bisa menghindar.
Fei mengeluarkan pedang dan menyerang Huanran dengan ledang kesayangannya
sangat sulit bagi Fei karena mereka berada di
kultivasi yang sama dan tahapan yang sama
__ADS_1
keduanya selalu saja seimbang tidak ada yang terluka.
Huanran ingin menusuk tangan Fei tapi Fei dengan cepat menghindari serangan Huanran
tidak sampai disitu Huanran menterang titik bagian vital nya Fei tapi selalu saja bisa Fei tangkis.
Dengan mata tajamnya Fei lansgung maju dua langkah dan menyerang bagian perut tapi
Huanran dengan sigap langsung menangkis
pedang yang akan menusuk perut ya itu.
Fei menyerang bagian leher dan Huanran pun menyerang bagian leher mereka sama sama
menyerang bsgian leher,membuat keduanya tak bisa berkutik sedikit saja benda pipih dan tajam itu menggores kulit putih nya Huanran dan Fei sudah di pastikan mereka sama sama terluka.
"Lumayan ternyata kau pandai juga bermain pedang."ucap.
Fei hanya melihat Huanran sekilas dan memukul bagian dada,bukan itu saja Fei pun memukul kedua lututnya membuat Huanran meringis kesakitan dan mundur beberapa langkah.
Sedangkan Fei melihat musuhnya menderita hanya mentap nya tajam dan malas ia malas.
Setelah rasa sakitnya mereda ia memandang Fei dengan geram,gadis ini terlalu pandai bermain pedang bahkan kekuatan internal nya juga lumayan,bagaiaman caranya aku menggalinya waktunya sebentar lagi habis tapi dia belum ada tanda tanda akan menyerah bahkan trrlukapun tidak,dasar gadis licin,batin Huanran.
Huanran pun langsung mengeluarkan jurusnya yaitu telapak setan.
Fei pun sama mengeluarkan jurusnya yaitu
cakar seribu,keduanya langsung saling menyerang kekuatan yang harus di keluarkan oleh keduanya lumayan menguras tenaga, apalagi telapak setan tidak sebanding dengan cakar seribu membuat Fei kewalahan.
Huanran melihat wajah kesusahan musuhnya pun menyeringai dan mengeluarakan kekuatan nya dari tangan kirinya dan di hantam kan ke arah Fei membuat Fei terseret beberapa ratus meter dan mengeluarakan banyak darah,dan pandangan Fei jadi buram dan pingsan.
Tunggu lanjutannya nanti siang ya.
jangan lupa 👍💬💟.
Selalu memberikan jejak, berkomentar lah sesuai cerita ok.
__ADS_1