
Selang beberapa lama Jilin datang dengan senyum mengembang di wajahnya.
''salam patriak'',sambil membungkuk kan badanya sedikit.
Putri Jilin akhirnya kau datang juga kami semua khawatir dengan putri,ucap patriak.
Jilin'er kau tak apa?,apakah ada yang terluka?,apakah ada yang sakit?,atau ada yang tertusuk?,mana coba perlihatkan pada Gege,Gege ingin lihat ucap Fai dengan membolak balikan bada Jilin.
Jilin melihat perlakuan Gegenya,hanya memutar bola matanya jengah,Gege aku tak apa lihat lah aku baik bsik saja,bahkan pakaian ku tak terkena noda darah sedikitpun bersih.
Patriak dan para pemuda itu tersenyum senang karena kepedulian pangeran mahkota
kepada putri Jilin.
Oh iya patriak,aku sudah membabat semua bandit yang membuat onar itu mati mengenaskan,dan tak akan ada lagi bandit yang akan membuat onar di desa perbatasan ini,jadi patriak bisa tidur dengan tenang ucap Jilin antusias.
Benarkah,putri Jilin sangat hebat,berbeda dengan rumor,baiklah putri Jilin dan pangeran mahkota mari kita pulang,sudah malam,ucap patriak.
Bukan sudah malam patriak tapi ''hampir pagi?'',ucap jilin.
Sesampainya di desa Jilin dan yang lainya langsung di sambut hangat oleh warga desa disana,Jilin hanya tersenyum melihat kebahagiaan terpatri di wajah wajah warga desa perbatasan.
Sesampainya di depan rumah patriak,Jilin dan yang lainya masuk,seraya membersihkan diri,sarapan bersama dan berbincang bincang sampai siang.
Jilin dan Fai berpamitan.
Patriak kami akan langsung pergi ke kerajaan
tugas kami sudah selesai,jika ada seseorang yang mencurigai langsung saja di tangkap
jangan sampai kecolongan lagi,tapi setidak nya desa ini tak akan ada bandit lagi,tak akan ada bandit yang akan datang ke desa ini sambil melirik Jilin.
Terima kasih Pangeran dan putri sudah membantu desa ini dari bandit bandit itu
ini sedikit dari kami ambilah,untuk perbekalan
pangeran dan putri,ucap patriak.
Jilin melirik ke arah perbekalan yang di berikan oleh patriak,seketika matanya langsung berbinar dan mengambil kantung yang berisi manisan itu.
Fai melihat jilin,antusias dengan perbekalan
yang di berikan oleh patriak hanya geleng geleng kepala.
Jilin'er,cobalah bersikap anggun kau putri mahkota,kelakuan mu seperti anak kecil.
ucap Fai.
__ADS_1
Hahah,tak apa pangeran mahkota,putri Jilin memang beda dengan putri kerajaan yang lainya,mandiri,kuat,dan tingkshnya tak bisa di tebak,sungguh sangat langka.
''Hahahah,langka''?,putri ini memang langka di mana hanya ada satu yang tuhan ciptakan ingat hanya aku seorang tentu saja sangat langka bahkan tak ada duanya?,sambil memakan manisan.
''Putri Jilin memang benar,sambil terkekeh.''
Fai hanya menggeleng geleng kepalanya
''Baiklah patriak kami pergi'',sambil menundukan kepalanya sedikit.
...----------------...
''Gege aku lapar.''
''Baiklah ayo kita makan,kita cari kedai yang dekat.''
''Hn''
Setelah lelah mencari kedai yang terdekat akhirnya Fai dan Jilin melihat kedai yang lumayan besar dan ramai pengunjung.
Jilin dan Fai memasuki kedai itu,saat di lihatnya sudah banyak meja yang terisi
oleh pengunjung,Fai dan Jilin melangkah
ke lantai dua,di lantai dua juga ramai tapi tak seramai lantai satu,ada meja yang masih kosong tapi berada paling pojok,Jilin dan Fai menghampiri meja kosong dan memesan makannya.
Apalagi mereka terlihat sangat cocok,anggun dan berkarisma,cantik dan tampan,itulah mereka apalagi banyak para wanita yang dengan terang terangan melihat ke arah Fai dengan tatapan lapar.
Begitu juga dengan Jilin banyak para pria yang melihat Jilin dengan tatapan lapar dan mesum,tapi Jilin dan Fai hanya bersikap acuh tak acuh.
Tak lama kemudian makanan pesanan mereka berdua sudah sampai,dan di susun di meja yang panjang,Jilin dan Fai berterima kasih dan menyantap makanan di depannya.
Saat sedang menikmati makanan mereka Jilin dan Fai mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sesama pelanggan nya.
Jilin dengan sabar tidak mendengar kan ocehan wanita yang dari tadi berbicara terus tanpa henti.
Wanita itu merasa geram dengan Jilin karena di acuhkan wanita itu menggebrak meja makan,al hasil Jilin tersedak makanan yang baru saja dia suapkan.
Dengan sigap fai memberikan air minum kepada adiknya itu,dan mengelus tengkuk leher mencoba membantu sedikit.
''Nona kau bisa membunuhnya'',ucap Fai singkat.
''Apakah pekerjaan mu hanya bisa menganggu ketenangan orang lain'',ucap Jilin datar dan dingin.
''Hei aku sudah berbicara dengan mu tapi kau malah mengacuhkan ku.''
''Apakah kau buta Nona,saya sedang makan.''
__ADS_1
Wanita itu menatap tajam Jilin seakan akan ingin sekali mengulitinya.
''Jadi'',ucap Jilin datar.
''Aku hanya ingin kau pergi dari sini secepatnya,dengan keberadaan mu disini semua pria melihat ke arah mu,lihatlah bahkan kekasih ku tak luput juga.
''Jilin mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan,memang benar yang di ucapkan wanita di depanya itu,banyak pria yang melihat dirinya dengan tatapan muka,dan lapar.
''Jika kalian masih ingin melihat dunia ini hentikan lah menatapku seperti itu,aku sudah mempunyai kekasih,dan tolong setia pada kekasih di depan mu itu,ucap Jilin dengan suara dingin dan dengan aura yang menyeramkan menguar keluar dari tubuhnya.
Sontak semua pria dan wanita,bergidik ngeri,ada perasaan takut ketika melihat sorot mata Jilin yang dingin,bukan sorot matanya saja tapi semua tubuh Jilin sangat mendominasi.
Jilin melihat ke arah wanita yang di depannya
aku sudah memperingati semua pria yang menatapku sekarang kembalilah jangan menganggu ketenangan ku jika kau tak ingin celaka,ucap Jilin dengan berbisik.
Sontak wanita itu langsung pergi ke tempat semulanya,dengan degupan yang sangat tidak teratur,nafas ter engah engah seperti sudah berlari Beratus ratus meter.
''Kau kenapa,apakah ada yang salah'',ucap kekasih wanita itu.
''Tak a..apa,aku hanya sedikit takut sambil melihat Jilin,Jilin yang melihat wanita itu ketakutan tersenyum miring,sontak wanita itu langsung mengalihkan pandangannya.
Fai tau apa yang dilakukan Jilin , sampai semua orang tak ingin melihat padanya,Jilin mengeluarkan aura kematian nya.
Dimana jika semua melihat Jilin akan merasakan ketakutan yang sangat luar biasa.
Setelah selesai Jilin dan Fai pergi dari kedai itu,sontak semua yang dari tadi menahan nafas dan ketakutan langsung lega.
Jilin dan Fai berjalan beriringan.
''Gege setelah ini aku akan pergi ke markas
kau pergilah ke istana dan tolong jangan beritahu sapapun tentang adikmu ini.''
''Kau tenang saja Jilin'er.''
Hallo semua aku come back membawa cerita singkat.
Jangan lupa 💬
👍
💟
Makasih juga buat saran saran kalian,sungguh membantu deh,oh iya aku punya IG@Lisnaw52 jangan lupa follow ya buat nambah nambah temen heheh.
DM Aku nanti aku bales kok,tenang aja atau kalian pengen liat aku di YouTube boleh,Lilis Lisnawati hahah sekedar info dan promo hahahha,ok di tunggu ya,🤗🤗🤗
__ADS_1