Petualangan Xia Jilin Lian

Petualangan Xia Jilin Lian
PERTANDINGAN 3


__ADS_3

Ya orang itu Xi Wang,Xi wang memenangkan pertandingan,tanpa berkata ia langsung berjalan ke tempat duduknya berada.


Semua penonton langsung bersorak riang karena jagoan mereka akhirnya memenangkan pertandingan tapi Xi Wang seolah tak peduli dengan teriak teriakan Penonton yang memanggil namanya.


Semua penonton langsung bersorak riang karena jagoan mereka akhirnya memenangkan pertandingan tapi Xi Wang seolah tak peduli dengan teriak teriakan Penonton yang memanggil namanya.


Xi Wang duduk dengan wajah dinginnya,sambil mengisyaratkan bahwa ia baik baik saja.


Jilin mengaktifkan elemen abu abunya dan di saat itu pula orang orang langsung berhenti berbicara layaknya seorang yang sudah di kutuk menjadi patung.


Xi Wang tak mendengar keramaian langsung mengedarkan pandangannya dan terkejut melihat semua orang terdiam tak bergerak layaknya patung.


Tiba tiba bahu Xi Wang di tepuk oleh seseorang dan itu adalah jilin.


"Kenapa dengan mereka Jilin.",ucap Xi wang heran.


"Itu karena aku yang menggunakan elemen abu abu."


"Apa!! Aku kira yang mempunyai elemen abu abu itu sudah tak ada tapi ternyata kau mempunyai elemen abu abu."ucap Xi Wang terkagum kagum.


"Katakan kenapa kau tidak membunuh wanita yang sudah menyakitimu."ucap Jilin to the poin.


Sontak Xi wang langsung menyorotkan kebencian seperti tadi,ia enggan sekali menjawab tapi akhirnya Xi Wang menjelaskan kenapa ia tak membunuhnya.


"Karena aku teringat dengan pesan ibuku,ibuku pernah berkata bahwa jangan pernah membunuh wanita walaupun wanita itu sudah menorehkan luka kepadaku,dan aku pun tidak jadi membunuhnya aku hanya membuat nya cedera,aku hanya memberikan pelajaran yang setimpal dengan apa yang sudah dia perbuat padaku.


"Hm kamu sudah menghancurkan dantiannya Xi Wang lalu kenapa kau tidak membunuh nya saja."ucap Jilin datar.


"Aku hanya ingin dia menderita seperti aku menderita setelah melihat kejadian itu jilin kau pun tau bagaimana rasa sakit yang sudah di torehkan oleh orang yang kau cintai, selama ini aku selalu tersiksa,aku mengubur semua kenangan pahit itu dalam dalam,tapi setelah melihat dia lagi luka yang sudah aku kubur dalam dalam entah kenapa muncul kembali, kenangan di saat aku mempergoki dia sedang melakukan yang tidak tidak dengan lawan jenis itu semua terputar kembali dan itu membuat ku sakit jilin."ucap Xi Wang menangis.


Jilin sangat terpukul entah kenapa hatinya sakit, bagaiamana tidak orang yang selalu ceria di antara teman temannya ternyata menyimpan kenangan yang sangat pahit.


Jilin hanya bisa merengkuh,memeluk nya dan menenangkan Xi Wang yang sedang terisak-isak.


"Menangis lah Xi Wang,tumpahkan semua beban pikiran mu yang selama ini kau pendam,aku senantiasa akan mendengarkan nya dengan baik,",ucap Jilin.


Akhirnya Xi Wang pun menangis sejadi jadinya karena memang ia pendam sendiri rasa sakit yang selama ini ia pendam bertahun tahun kini tumpah dengan mengalirnya air mata di pelupuk matanya.


Beberapa menit kemudian Xi Wang berhenti menangis ia pun melonggarkan pelukannya dan menatap jilin lekat lekat.


"Terima kasih Jilin kau sudah mendengarkan keluh kesah ku yang selama ni aku pendam dan akhir nya aku bisa menumpahkan semuanya,aku menjadi lebih tenang sekarang,"ucap Xi Wang malu malu.


"Tak apa Xi Wang jika kau memnag memiliki masalah berbagilah denganku aku akan mendengarkan dengan senang hati."ucap Jilin tersenyum.


"Hapus air matamu dan makan buah apel ini,aku tahu kau lapar,"ucap Jilin terkekeh.


Xi Wang pun ikut terkekeh dengan malu malu mengambil dua buah apel dari tangan Jilin.


Jilin pun menonaktifkan elemen abu abunya dan kembali seperti semula,para panitia langsung membopong yihua yang sudah pingsan tak berdaya itu.


"Xi Wang dari mana buah apel itu."ucap Jun aneh pasalnya disini tak ada kudapan buah buahan.


"Hm,aku diberi Jilin,"ucap Xi Wang sambil tersenyum tipis.


"Oh,"ucap Jun sedikit aneh.


Selanjutnya sekte lotus biru dan sekte kuning.


"Sepertinya ini giliran ku."ucap Li liang yi.


Li liang yi langsung maju kedepan dan melihat lawanya,gawat aku tidak bisa melihat tingkatan kultivasinya sepertinya lawan ku ini berada di atas ku batin Li liang yi.


"Hei ada apa dengan wajah mu itu hah,apakah kau takut."ucap pria di depannya itu Dengan tatapan tak suka dan meremehkan.


Li liang yi sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi tapi ia sudah di berikan ilmu bela diri yang aneh uleh Jilin mudah mudahan itu akan membantu ucap Li liang yi sambil menyemangati dirinya sendiri.


Pria itu mengeluarkan elemen apinya dan mengarahkannya ke arah Li liang yi.


Li liang yi langsung menghindar dengan serangan dadakan oleh pria sombong di depannya itu.


Lu liang yi langsung mengeluarakan kekuatan apinya dengan berbentuk bola bola kecil Li liang yi mengarahkannya ke arah pria di depannya.


Tapi karena perbedaan jarak pria itu bisa menghindari serangan Li liang yi dengan mudah.


Pria itu langsung berlari sambil mengarahkan apinya kepada Li liang yi dengan kecepatan penuh.


Li liang yi yang berada di bawah tingkatanya kewalahan dengan serangan bertubi tubi dari pria itu,pria itu menyeringai saat sudah dekat dengan li liang yi,pria itu mengambil sesuatu dari balik bajunya sambil menyerang pria itu juga menaburkanpasirbdi udara di dekat wajah li liang yi.


Li liang yi langsung menutup matanya saat pasir sudah masuk sebagian ke dalam matanya,liblisng yi mengucek ngucek matanya yang terkena pasir.


Pria itu tak ingin membuang waktu di saat li liang yi sedang sibuk dengan matanya Li liang yi terkena serangan telak di dadanya membuat dirinya jatuh tersungkur ke tanah.


Pria itu tersenyum kemenangan saat li liang yi kalah dengan kecurangannya.


Mungkin untuk orang lain tak akan menyadari kecurangan pria itu tspibdemuanya tak luput dari pengawasan Jilin,Jilin dengan msts elang nya bisa melihat semua yang sudah pria itu lakukan.


"Ingin main main dengan ku rupsnya",batin jikin geram.


Li liang yi langsung di bawa untuk di obati oleh panitia.


Li Liana lansgung pergi ke empat si kembar dengan perasaan khawatir.


"Aku akan pergi untuk melihat saudara ku dulu,"ucap Li Liana khawatir.


"Bawalah pil ini,untuk saudara mu supaya cepat pulih "ucap jilin.


"Hn,terima kasih Jilin."seraya pergi tergesa gwsa ke tempat saudaranya berada.


"Selanjutnya sekte lotus biru dan sekte merah."ucap patriak.


Yuwan pun naik ke tempat pertandingan,karena perbedaan kekuatan yuwan akhirnya kalah,tapi teman temannya dan yang lainya menyemangati bahwa tak apa jangan bersedih.


"Hm aku kalah."ucap yuwan sedih.

__ADS_1


"Tak apa yuwanasih ada kami,kau tak perlu bersedih seperti itu,kau tahu kau sudah berjuang semampumu,bukan tak kuat tapi lawan mu memang sangat kuat itu tidak sebanding dengan mu."ucap Xi Wang memberikan semangat.


Dan selanjutnya sekte merah dan sekte kuning.


Kelompok Jilin menuymak setiap gerak gerakan seperti menangkis,menghindar ataupun membalas kelompok Jilin merekam semuanya dengan baik,tak ada pembicaraan mereka sibuk dengsn pikiran pikiran masing masing.


Hari sudah hampir malam kelompok Jilin yangvtersisa tunggal Fei,Sheng yu dan Jilin tapi karena hari sudah larut malam pertandingan di lanjutkan dua hari lagi,karena ada rapat dadakan selama dua hari kedepan pertandingan di tunda selama dua hari.


Kelompok Jilin kembali ke penginapan untuk beristirahat mengingat dua harinkedeoan tak ada pekerjaan apapun keduanya memutuskan untuk berjalan jalan untuk melihat lihat kota ini.


Keesokannya Jilin dan yang lainya sudah bersiap siap mereka akan pergi untuk mencari makanan


Karena dari kemarin mereka lansgung pergi ke penginapan tanpa mengisi perut mereka masing-masing,Li liang yu sudah baikan karena kemaren cederanya tidak terlalu serius dan juga berkat pil pemberian Jilin,li liang yi bisa sehat kembali seperti sedia kala.


Saat mereka sudah sampai di kedai mereka semua duduk dan langsung memesan makanan


Sambil menungguereka isi dengan bercanda gurau.


"Li liang yi kau sudah baikan."ucap Fei khawatir.


"Hn,lagi pula tidak ada cedera serius hanya luka luka kecil saja."ucap Li liang yi.


"Fei'er jika nanti kau bertanding dengan lawan yang kuat, Fei'er jangan bersusah Fatah memenangkan pertandingan lebih baik Fei'er langsung menyerah saja,aku tidak mau Fei'er terluka."ucap Sheng yu di buat buat khawatir.


"Sosnya! Sng lsnsguny menyerah saja,kau meremehkan kekuatan ku ternyata "ucap Fei dengan nada sedikit ketus.


"Eh,bukan begitu Fei'er,aku hanya sangat khawatir Fei'er terluka itu saja."ucap Sheng yu menjelaskan.


"Hm,aku mengerti Yu'er ku benar benar menghawatirkan ku tapi aku bukan gadis lemah,cuma cuma saja jika begitu aku latihan keras,jika hanya untuk pajangan,yu'er aku tau batas kemampuanku,jika aku tidak bisa melawan musuhku aku akan menyerah,"ucap Fei.


"Baiklah kali begitu."ucap Sheng yu tersenyum hangat.


Sheng yu tidak pernah menjauh sedikitpun dari fei,Sheng yu khawatir jika ia tak berada di sisinya Fei akan terluka,atau di lukai secara tiba tiba berlebihan memnag itulah jika sedang bucin bucinnya.


"Eh,kau ini selalu saja romantis tidak tau tempat


Lihatlah kami disini tak ada yang memiliki pasangan kecuali kalian jadi tolong hormati kami,jika ingin berduaan kalian pisah mejalah dengan kami,kami benar benar muak melihat kalian itu."ucap Jingmi.


"Eh Jingmi jika kau Memang tak suka ya lebih baik tak lihat,lagain jika kau memang iri carilah pasangan jangan selalu mengomel di saat kita berduaan,"ucap Sheng yu tak terima.


"Kau_.


"Sudah lah Jingmi biarkan saja mereka,makanan sudah sampai ayo kita makan."ucap jun menengahi.


Jingmi menuruti perkataan Jun,memang dirinya sudah lapar,saat mereka semua sedang menikmati makannya,tiba tiba murid sekte lain masuk dan dengan gaya angkuhnya untuk mengosongkan meja secara paksa dan sebagai gantinya mereka akan membayar makanan mereka.


Tapi tidak ada seorang pun yang bergeming merek seolah olah tak mendengar teriakan mereka itu membuat mereka marah.


"Hei kalian,lebih baik di antara kalian mengosongkan meja untuk kami,dan sebagai gantinya makanan kalian akan aku bayar,"ucap orang itu.


"Ekhm seperti nya mereka dari sekte kuning,melihat baju mereka yang kontras dengan sekte lain nya,"ucap Xi Wang berbisik.


"Mereka selalu saja berbuat semau mereka."ucap Jun tak kalah berbisik.


"Sudahlah makan saja jangan dengarkan teriakan orang gila itu."ucap Jilin datar sengaja dengan suara keras.


"Hei Nona apa yang kau bicarakan tadi hah,kau memanggil ku gila."ucap pria itu marah.


"Hm,aapakahbksu merasa kau itu gila."ucap Jilin datar.


Pria itu mendekati tempat Jilin berada,dan Jilin hanya makan dengan kidmat tidak terganggu dengan orsng di depannya itu.


"Dasar jalang,bicara satu kali lagi maka mulut mu itu akan aku pisahkan dari tempatnya."ucap prai itu mengancam.


"Aku berkata kau itu gila."ucap Jilin penuh penekanan.


"Apakah kau tahu sedsngbberurusan dengan siapa."ucap pria itu.


"Yang aku tau aku sedang berhadapan dengan orang gila."ucap Jilin dengan sorot mata tajamnya.


"Apakah kau tak takut dengan kami nona."ucap pria itu lagi.


"Tidak ada dalam kamus ku untuk takut pada pria bajingan seperti kalian."ucap Jilin datar.


"Bos hajar jalang seperti dia tak pantas berada disini."ucap orang di sebelahnya.


"Biar aku saja bos yang memberikan pelajaran pada jalang rendahan ini."ucap teman satunya lagi.


"Hm urus wanita ini,beri pelajaran jika bisa bunuh wanita ini"ucap pria itu.


"Cih,ingin membunuhku kita lihat saja siapa yang akan terbunuh disini."ucap Jilin datar.


Anak buah dari pria itu maju satu persatu Jilin Hanya menangkis tanpa melawan,ia sangat malas sebenarnya tapi apa boleh buat.


Jilin menatap ketiflgs prisbiti dengan datar,dengan kecepatan penuh Jilin sudah berpindah tempat dan membogem setiap titik vitalnya membuat mereka mengerang kesakitan.


Bukan itu saja Jilin juga mengunci titik Meridian ya supaya ia tahu bsgsiamsn di sebut sampah.


Jilin memukul paha atasnya sangat keras membuat ketiga pria itu terhuyung kebelakang


Yang disapa bis oleh anak buahnya nya pun Turun tangan melihat anak buahnya sudha terkapar di lantai.


Pria itu mengeluarkan kekuatan nya dan munculah dari telapak tangan cahaya berwarna biru terang dan di arahkan ke arah Jilin berada.


Jilin melihat cahaya biru terang mengarah padanya langsung menghindar.


"Kekuatanmu tak akan pernah bisa menyentuhku."ucap Jilin datar.


Pria itu memberikan serangan bertubi tubi untuk Jilin tapi jilinssih bisa menghindarinya dengan mudah,tak ada raut takut ataupun tegsngbdi wajahnya sebaliknya wajahnya sangat menikmati


Pertarungan ini.


Jilin pun sudah bosan menghindari serangan serangan yang di lemparkan oleh pria itu dengan mata tertutup Jilin mengeluarkan kekuatan apinya dan di arahkan ke arah pria itu dengan sangat cepat.

__ADS_1


Karena Jilin menyerangnya dengan tiba tiba,pria itu terkejut karena tak busa mengelak akhirnya prisbiti terpental sampai ke dinding.


Tak sampai di situ Jilin pun mengeluarkan kekuatan petirnyaenyambar tubuh pria itu tsnoa ampun dsn setelshbpris itu terkapar tidak berdaya barulah jikin menghentikan aksinya itu.


Banyak tatapan kagum dari orang orang yang melihat nya,Jilin duduk kebsli sambil menetralkan nafas nya yang terengah engah.


"Tuan tolong bawa orang ini keluar dan untuk kerusakannys biar aku yang tanggung jawab dan totslksn saja dengan makanan ini,dan tolong siapkan tiga susu di wadah yang besar,"ucap jilin dingin dan datar.


"Baik nona,"ucap pelayan itu dengan senang dan sedikit takut.


"Susu sebanyak itu untuk apa Jilin,"ucap Xi Wang.


"Untuk di minum untuk apalagi,Sheng yu dan Fei juga menyukai susu,jadi aku memesannya sedikit banyak aku rasa kalian juga menyukai susu."ucap Jilin.


"Ah,kami tidak menyukai susu,"ucap Xi Wang.


"Yasudah kalo begitu untuk ku dan kedua orang ini saja susunya."ucap Jilin dengan tatapan datarnya.


"Baiklah ayo kita keluar jalan jalan kepasar aku ingin membeli jepit rambut"ucap si kembar.


"Baiklah."


Setelah Jilin mengurus semua kerugiaan yang di tanggung oleh pemilik kedai ini,setelah beberapa mengurusnya Jilin pun keluar dan menghampiri teman teman nya yang masih menunggunya di luar.


Jilin dan yang lainya pergi ke pasar untuk membeli aksesoris dan keperluan lainnya.


Saat di pasar mereka melihat pengemis yang sedang di pecut oleh orang yang nadanya sedikit kekar.


Jilin dan yang lainya sangat geram,Jilin langsung menghampiri kakek tua yang sedang di cambuk tanpa belas kasih.


"Kau mencuri rotiku hah.''ucap pria kekar itu.


"Ti...dak tau..tuan a..ku.. tak...men...curi..ro..ti..mu


."ucap kakek itu dengan nafas tersengal sengal karena tidak kuat dengan sakit yang mulai menjalar keseluruh tubuhnya.


"Halah,mana ada pencuri ngaku."ucap prisbkelar itu menimpalinya.


"Berhenti!!!."


Ucap salah seorang perempuan yang sedang berdiri di samping pria kekar itu.


"Heh,anak kecil seharusnya kau pergilah dari sini


Ini bukan urusanmu."ucap pria kekar itu meremehkan.


"Kenapa kau menyiksa kakek yang sudah tua hah, apakah kau tak punya hati."ucap Jilin datar.


"Heh,anak kecil urus lah dirimu jantan mencampuri urusanku."ucap pria kekar itu menimpali.


"Apakah kau tahu,setelah kau menyiksa kakek tua ini,urusan ini menjadi urusan ku,bukankah kakek tua ini sudah bilang dia tak mencuri nya tapi kau masih kekeh mencambuki sampai ia tak berdaya dasar manusia berhati iblis,"ucap Jilin datar.


"Apa!!,dasar bocah gila kamu akan menerima cambukan dariku ksrena sudah menghinaku dasar jalan* kecil.


Pria itu mengayunkan cambuknya ke arah Jilin Jilin tak ada tatapan takut,sebaliknya Jilin melihat pria kekar ini dengan wajah dinginnya.


Saat cambuk itu sudah hampir mengenai Jilin


Cambuk itu tidak mengenai tubuh Jilin tapi berhenti di udara karena Jilin berhasil memblokir cambuk itu.


"Kau tau,hal ysng harus kau sesali adalah saat kau berurusan dengan ku."ucap Jilin datar.


Jilin menghempaskan cambuk itu di tangan pria kekar itu sampai terlepas Jilin pun mengambil cambuk yang berduri buatan nya.


"Kau akan tau bagaiamana rasanya di cambuk


Seperti halnya kakek itu merasakan sakit yang teramat sangat,mungkin aku masih kecil tapi jangan samakan aku dengan kekuatan mu,"ucap Jilin dingin aura kematianya tiba tiba menguar ke luar dengan sendirinya.


Teman teman Jilin pun bergidik dengan aura kematian yang menguar keluar,Xi eang dan yang lainya seolah melihat Dewi kematian saat melihat Jilin dengan wajah yang menurutbmereka menyeramkan.


Jilin mencambuki pria kekar itu dengan sekuat tenaga,tidak ada ekspresi saat Jilin mencambuki pria itu,bahkan setiap kali mencambuk kulit nya akan terbawa oleh duri duri yang berada di area cambuk buatan Jilin,tidak bisa membayangkan seperti apa nasib pria kekar itu.


Semua orang yang melewati tempat itu atau sekedar menontonya sampai bergidik ngeri


Seelah bebetapa menit mencambuki pria itu Jilin pun menghentikan aksinya itu dan melihat pria kekar itu yang sudah pingsan atau mati jikin tak peduli.


Jilin melihat kakek kakek itu yang sedang di obati oleh Fei,aura kematianbya ia tarik kembali kini Jilin sudah berubah sembilan puluh derajat ekspresinya seperti biasa,membuat teman teman Jilin aneh dengan perubahan yang menurut mereka sangat cepat.


"Kakek tidak apa apa."ucap jilin sambil tersenyum.


"Terima kasih nak'',kakek tak apa apa luka kakek sudah di obati oleh istri tuan muda Sheng yu."ucap kakek itu polos.


Jilin melihat Sheng yu yang sedang cengegesan dan Fei yang tersipu malu,Jilin geleng-geleng kepala melihat kelakuan sheng yu,disaat genting begini masih saja membuatnya muak.


"Hm kakek rumah kskke dimana buat ksmi antar kakek kerumah."ucap Jilin tersenyum hangat.


"Tidak usah nona muda kau sangay baik sekali,biarlah kakek pulang sendiri,nona ini sudah banyak sekali membantuku,kakek tak punya apa apa untuk membalas kebaikan kalian."ucap kakek itu.


"Tidak usah begitu kek kami memang kebetulan leeata saja tadi,buaklsh jika kakek memaksa kakek lualng sendiri tapi apakah kakek bisa berjalan,"ucap Jilin khawatir.


"Tentu saja kakek bisa berjalan,luka luka kakek sudah sembuh dengan celat berkat obat pemberian kalian,baiklah kakek pulang dulu kasian istri dan anak kakek sudah menunggu di rumah."ucap kakek itu.


"Tunggu kek,ini sedikit untuk kakek,istri dsn ansk kakek,hanya sedikit ambilah kek jangan sungkan ucap join sambil memberikan satu kantung penuh koin emas."


"Ah tidak tidak,ini sangat banyak kalian sudah membantu kakek sudah lebih cukup,"ucap kakek itu menolak dengan halus.


"Kakek terima ya,kami masih punya jadi kakek tenang saja."ucap Jilin memberikanya dengan paksa.


"Terima kasih,di masa depan jika nona membutuhkan saya saya pasti akan siap membantu nona."ucap kakek itu tulus.


☺️selalu tempati janji buat update hari ini, alhamdullilah udah update lumayan panjang chapternya tapi nggk sepanjang chapter tadi


Makasih udah mau nunggu lanjutan cerita ini

__ADS_1


jangan lupa πŸ‘πŸ’¬πŸ’Ÿ.


makasih,salam sayang dan cinta dari Author 😘😘😘😘


__ADS_2