
Di saat mereka sedang makan beberapa orang sedang mengobrol,namun ada satu obrolan yang menurutnya menarik perhatiannya.
''Kalian tau tidak sekte merah tiba tiba mengadakan pertunjukan bakat untuk para kultivator,siapapun dia dari mana sektenya mereka boleh melakukan nya.''
''Benarkah wah!!! kita harus hadir nanti,pasti akan banyak orang yang ikut di dalamnya,oh iya hadiahnya juga bisa membuat kita tidak bekerja selama beberapa tahun."
"Tidak biasanya sekte merah mengadakan pertunjukan bebas seperti ini,tapi aku yakin akan banyak kultivator yang akan hadir,bahkan orang orang sombong tidak akan pernah ketinggalan."
"Hm,tapi memangnya ada acara apa,kenapa mereka tiba tiba sekali dan waktunya juga sangat cepat tidak ada pemberitahuan sebelumnya."
"Sepertinya para patriak sekte merah membutuhkan kultivator hebat untuk bergabung dengan sekte merah!!!."
"Hm kesempatan bagus bukan."
Setelah mendengar percakapan mereka Jilin dan Chen memikirkan sesuatu lalu tersenyum tipis,sangat tipis hampir tidak bisa di lihat,Jilin melihat ke arah Chen.
"Baiklah sepertinya kita juga harus ikut serta bukan."ucap Jilin.
"Hn,itu kesempatan bagus untuk kita mengikuti pertunjukan itu."ucap Chen.
"Sepertinya para patriak sudah tau bahwa umpan akan dimakan oleh pemangsa."ucap Jilin sambil meminum teh di tangannya.
"Baiklah ayo kita pergi ke tempat itu,sebelum semakin banyak orang yang ingin ikut serta."terang Jilin.
Jilin dan Chen pergi ke tempat dimana akan ada pertunjukan mereka berdua,mendaftar karena waktunya masih ada tiga hari dari sekarang Jilin dan Chen terpaksa harus bermalam lebih lama di penginapan bersama Chen.
"Baiklah kita akan menunggu siapa yang akan memakan umpan ini."jelas Jilin.
"Kau harus berhati hati,sepertinya ini bukan sebuah pertunjukan biasa,akan banyak hal hal yang menarik nanti nya,oh iya bukan kah kita juga harus melakukan sebuah trik licik untuk meramaikan suasana."jelas Chen.
"Hn,kau yang atur itu,aku tidak mau mengotori tangan kecilku."ucap Jilin sambil menatap tangan lentiknya.
''Hm,baiklah.''ucap Chen.
Tiga hari kemudian.
__ADS_1
Jilin dan Chen sudah datang di arena pertunjukan bakat para kultivator,siapapun boleh ikut serta,ini berarti kultivator pemula juga di perbolehkan ikut jika emang sanggup untuk melawan yang lebih kuat darinya.
Banyak kultivator kultivator yang berdatangan,orang orang awam juga tidak kalah datang walaupun sekedar menonton untuk menghibur mereka.
Para patriak patriak sekte merah sudah datang berjejer di tempat yang sudah di siapkan,begitu juga dengan Jilin mereka duduk paling depan,Jilin tidak ingin orang lain tahu bahwa dia adalah murid sekte lotus biru,iya menyembunyikan wajah cantiknya dengan memakai penutup wajah.
Sedangkan Chen jiazhen ia memakai sihir agar wajahnya dan tubuhnya berubah tidak bisa di kenali bahwa ia Chen jiazhen dan Chen juga menyembunyikan kekuatannya ke ranah yang lebih rendah dari sebelumnya,Chen benar benar tidak dapat di kenali,dengan balutan baju yang sederhana tanpa ada kemewahan sedikit pun.
Sebelum pertunjukannya di mulai,mereka membuka nya dengan memperkenalkan nama nama patriak!!,walaupun sebagian besar mereka sudah tahu tapi karen ada banyak orang luar yang ikut bergabung jadi mereka memperkenalkan namanya satu persatu,setelah beberapa lama mereka membuka acara dengan pengenalan dan alasan alasan mereka membuka pertunjukan ini dan sebagainnya.
Pertandingan di mulai bagi yang ikut serta di wajibkan mengambil no antrian yang nantinya akan di sebutkan oleh juru bicaranya dan akan di cocokan dengan angka yang lain,bagi yang nomornya sama maka mereka menjadi lawannya.
Setelah mengambil nomor antrian Jilin membuka no nya dan tersenyum tipis,''Sepertinya aku akan sangat menikmati pertunjukan ini!!.''bidiknya kepada Chen.
Chen mendapatkan no antrian yang tidak terlalu jauh dari nomor antrian Jilin ''Sepertinya aku juga sama.''
''Bagus,dengan begini kita akan tau sampai mana batas kekuatan mereka!!.''ucap Jilin sambil melihat orang Yang akan bertanding.
Chen hanya tersenyum tipis,tak berselang lama patriak yang sedang menjelaskan peraturannya menyadarkan dua orang yang asik mengobrol itu
''Kalian semua boleh mengeluarkan binatang spiritual kalian!!,tidak ada batasan untuk pertunjukan disini,waktu pertarungan hanya satu dupa dan yang ingin menyerah angkat tangan kalian!,pertarungan disini sampai mati!!!,jika ada yang mati atau terluka itu bukan urusan kami!!!,jadi kalian sudah menyetujui persyaratan nya!!,sekarang pertunjukan di mulai!!!!!!.''ucap patriak.
"Sudah kuduga,ini memang rencana mereka."ucap Chen.
"Jilin,hanya mengangguk dan tersenyum tipis."
Jilin melihat dua orang yang sedang bertarung tidak ada yang istimewa,mereka berdua sama sama arogan dalam pertarungan tidak ada yang mau kalah
mereka menghabiskan tenaga dalam mereka dalam waktu singkat.
"Pentingnya berfikiran jernih,terkadang kemampuan harus di barengi dengan pikiran,supaya apa yang kita lakukan secara sadar tidak akan menyesal kemudiannya."ucap Jilin.
Pertandingan terus berjalan sampai waktunya Chen mulai bertanding dengan lawan yang lumayan tinggi kekuatannya.
Chen tersenyum lalu turun dari tempat duduknya, menghampiri lawan yang sedang memandang rendah dirinya.
__ADS_1
Chen menatap orang itu datar,"Hanya di tingkat raja saja sangat sombong,"batinya
"Apakah kau punya kemampuan untuk mempertunjukkan kekuatan mu,orang seperti mu akan kalah hanya dengan satu serangan."ucap lawannya.
"Serang lah kalo begitu,aku akan senang jika menerima serangan mu."ucap Chen datar.
"Dasar sombong."ucap lawannya.
Sambil melesat ke arah chen,mengayunkan pedangnya dan mengarahkannya ke arah jantungnya,tapi bukanya menusuk jantungnya ia malah menusuk udara kosong,chen dengan cepat melesat dan mendorong lawanya dengan tenaga internalnya.
Lawanya terkejut,tidak percaya apa yang dilakukan chen,hanya melawan dengan tenaga internalnya saja bisa membuat dirinya jauh beberapa meter,la mulai berhati hati,mulai bergerak menggunakan pedangnya lagi.
Kali Ini chen ikut maju dan mengayunkan pedangnya juga mengarahkannya ke arah leher dan menggores sedikit lehernya!!,lawannya terkejut dan mundur beberapa langkah,sambil memegang lehernya,untungnya hanya goresan,Lawanya mengeluarkan kekuatan nya,muncul bola bola merah di tangannya dan mengarahkannya ke arah chen!!,chen menangkis serangan itu,dan membalikan keadaan chen mengeluarkan kekuatan petir dan langsung menyambar lawannya.
Hasilnya lawan nya pingsan dengan beberapa luka di tubuhnya bajunya terkoyak habis,rambutnya seperti di bakar dan di keringan sangat acak acakan penampilannya,chen melihat itu hanya tersenyum kecut dan pergi ke tempat duduknya.
"Hm,lumayan."ucap Jilin sambil menatap chen dengan tatapan datar.
Berikutnya adalah Jilin melawan lawan yang di bawah tingkatan nya,Jilin dengan anggun turun dari tempat duduknya dan turun menghampiri orang di depan nya,laki laki yang lumayan berumur dengan tatapan tajam,dan ekspresi merendahkan.
"Kau!!,lebih baik menyerah saja karena aku yakin kau tidak akan menang melawanku!!!!."ucap pria arogan.
''Benarkah,sambil tersenyum sinis,?."Jilin tidak ingin membuang waktu ia langsung melesat kedepan dan menyerang nya dengan pukulan,pria arogan itu terjengkang ke belakang dan pingsan.
Pria itu kaget,tanpa bisa memblokir serangan kejutan dari Jilin pria itu langsung tidak sadarkan diri akibat pukulan yang sangat keras di arahkan kepadanya.
Semua orang tepuk tangan dan kaget,tidak menyangka pukulan seorang wanita bisa sekuat itu,apalagi sampai terkapar langsung..
Babak demi babak,para peserta sedikit demi sedikit mulai terleminasi tersisa tinggal lima orang yang bertahan sampai saat ini.
Jilin melihat para peserta yang lainya sedang mempersiapkan diri,Chen yang mendapatkan nomor urutan pertama, langsung turun ke bawah,lawannya lumayan kuat,seorang laki laki dengan perawatan tegap dan tegas,hanya saja kesombongan di wajahnya sangat terlihat menyebalkan membuat siapa saja yang melihatnya merasa di remehkan.
Tidak banyak waktu patriak langsung mempersilahkan untuk langsung bertarung,pria itu langsung melawan Chen tanpa mengeluarkan sepatah katapun,ia langsung menyerang nya dari berbagai arah,melesat seperti petir,menyerang nya dengan brutal.
Tapi pria itu tidak tahu lawannya bukanlah orang biasa yang bisa di remehkan,cukup lama serangan mereka bertahan dua duanya sama sama seri,Chen mengeluarkan elemennya dan langsung menyerang pria itu,tapi pria itu masih bisa memblokir serangan dari Chen.
__ADS_1