Petualangan Xia Jilin Lian

Petualangan Xia Jilin Lian
PRIA BANGSAWAN YANG MENYEBALKAN


__ADS_3

Keesokan harinya Jilin dan yang lainya melanjutkan perjalanan,karena waktu yang mereka tempuh tinggal beberapa hari lagi merek lebih melanjutkan perjalanan pagi pagi sekali.


Jilin dan yang lainya harus sampai di kota besar dan setelah itu mereka harus menyebrangi lautan dengan menggunakan kendaraan udara,di masa sekarang Jilin dan yang lainya tentu saja mengendarai burung Garuda.


Di masa Jilin sekarang burung Garuda sangatlah banyak,biasanya burung Garuda akan di gunakan alat untuk menyebrangi lautan untuk sampai di benua barat.


Kecepatan burung Garuda sangat cepat dan tahan lapar,burung Garuda sudah terbiasa terbang di udara dengan waktu yang lama tanpa harus turun untuk mencari makanan.


Burung Garuda adalah burung kuat,oleh karena itu banyak orang orang awam memelihara burung Garuda untuk dikuras tenaganya,selain menguntungkan burung Garuda juga hemat makan,tapi sekali makan ya tak tanggung tanggung.


Jilin dan yang lainya mengendarai kuda dengan kecepatan di atas rata rata,mereka biasanya mengendarai kuda dengan santai,berjalan dengan pelan tapi karena mereka mengejar jadwal penerbangan burung Garuda ialah empat hari lagi mereka harus melewati empat kota untuk sampai di tempat burung Garuda berada.


Dua kota sudah mereka lewati tersisa dua kota lagi,Jilin dan yang lainya memutuskan kan untuk menginap dan membeli makanan kering untuk nanti di perjalanan.


Di gerbang yang sangat besar Jilin membaca tulisan kota yang terpampang di atasnya "kota tai pei",Jilin dan yang lainya melanjutkan untuk mencari penginapan,kota besar memang sangat luas dan rumit jalan nya,sudah lama mereka berkeliling tak ada satupun penginapan yang kosong untuk mereka,mereka memutuskan untuk


Pergi dan mencari penginapan yang kosong,saat merak tengah mencari?Jilin akhirnya menemukan penginapan yang luas,dan sedikit ramai, berhubung,mereka sudah lelah meraka memilih penginapan yang ada di depanya tanpa berfikir,mereka langsung masuk dan memesan tiga kamar,karena luas setiap kamarnya kecil.


Setelah mereka istirahat lama di kamarnya Jilin memutuskan keluar,Jilin mengetuk pintu Fei,tak lama kemudian pintu terbuka Fei kaget karena yang mengetuk pintunya adalah Jilin bukan Sheng yu,Jilin tersenyum hangat.


"Kita makan bersama ajak Sheng yu,ucap Jilin sambil menarik tangan Fei dan mengetuk pintu Sheng yu,tak lama kemudian Sheng yu membuka pintunya.


"Ayo kita makan",ucap Jilin sambil menarik tangan Sheng yu tanpa menunggu jawaban Sheng yu.


Kebetulan penginapan dan tempat makan di satukan jadi tak perlu mencari kedai lagi.


"Huh,masih lama kah jilin."


"Sebentar lagi kita akan sampai di sekte persiapkan mental kalian,ku dengar dengar orang orang sekte sangat keras entah pada perempuan atau pada laki laki."ucap Jilin serius.


"Benarkah."ucap Sheng yu.


"Hn,benar."

__ADS_1


"Jilin kau sudah sangat kuat apakah kau yakin akan berguru di sekte,kau kan sudah jadi guru untuk para anak buah mu di organisasi."


"Kau pikir karena aku sudah menjadi guru di organisasi ku,aku sudah kuat,ingat Sheng yu di atas langit masih ada langit jadi,kita tidak boleh malas,apalagi di sekte belum tentu aku kuat,mengingat disana banyak orang orang hebat jika di bandingkan dengan ku,aku bukan lah apa apa.


"Hn,jilin benar Yu'er,kita tidak bisa membandingkan orang orang sekte dengan kita,kita itu ibarat seekor macan dan singa."ucap Fei menengahi.


"Baik sayangku,"sambil tersenyum manis.


Mereka menghentikan perdebatan kecil saat pesanan meraka sudah sampai dan di tata di meja Jilin dan yang lainya menikmati makannya dengan diam,tanpa ada suara terkecuali dentingan sumpit dan mangkuk.


Di saat mereka sedang asik makan di pintu masuk datang lah orang orang sombong mereka mengedarkan pandanganya dan berhenti di tempat jilin,mereka terpana dengan kecantikan bak seorang dewi di depanya.


Mereka menghampiri meja Jilin.


"Halo nona,"ucap salah satu bangsawan itu.


"Jilin tetap makan sedangkan Fei berhenti dan melihat siapa yang menyapa mereka."


"Apakah aku boleh duduk disini?",ucap salah satu bangsawan dengan tersenyum menggoda.


Sheng yu yang sedang menikmati makanya tiba tiba mengehentikan kegiatan dan menatap pria di depannya dengan tatapan tak suka.


"Tuan tuan disini masih banyak meja kosong kenapa tuan memilih meja yang sudah di isi orang lain."ucap Sheng yu ketus.


"Hm,kau benar memang disini banyak meja yang kosong tapi kami melihat nona nona cantik ini,jadi kami ingin berkenalan dengan nona di depan ku ini."


"Maksudmu,kau ingin berkenalan dengan istriku dan adik iparku",ucap Sheng yu tersenyum sinis.


"Oh ternyata nona muda ini sudah bersuami,jika begitu,mungkin kalian bisa tidur semalam dengan kami,dan aku akan membayar nona itu dengan harga mahal,"ucap pria bangsawan itu dengan tatapan menggoda.


Jilin menghentikan makannya,saat pria di depannya menunjuk diri ya seolah olah Jilin adalah wanita murahan.


"Maaf,apakah disini sudah kehabisan wanita,Sampai sampai kalian ingin perempuan yang sudah bersuami,Apakah kau tak mendengar apa yang di katakan Kaka iparku ini,aku sudah bersuami kenapa kau masih saja bersikukuh,dan apakah aku seperti wanita murahan."ucap jilin sarkas.

__ADS_1


"Nona selama ini tak ada wanita yang menolak penawaran kami."ucap bangsawan itu sedikit jengkel.


"Lalu jika wanita disini tak ada yang menolak tawaran mu,maka kau carilah wanita disini jangan mengajak orang yang tidak mau kau kencani,ucap jilin sarkas.


"Heh,kau tidak tau siapa kami."


"Saya benar benar tidak tau siapa anda."ucap jilin menatap tajam ke arah pria yang menjengkelkan itu.


"Aku adalah seo_.


"Aku tak ingin tau siapa dirimu,sekarang pergilah kau menganggu ku saja."ucap Jilin sambil memotong perkataan pria didepanya.


"Berani beraninya kau berbicara seperti itu padaku,siapapun yang menolak ku harus mati dan itu termasuk kau!!",sambil menunjuk nunjuk Jilin.


"Hm,benarkah jika begitu bagaimana jadinya jika orang kaya sombong seperti mu mati di tangan ku."ucap Jilin tersenyum sinis.


"Dasar j***ng,kau harus mati,bunuh dia ucap pria bangsawan itu dengan menyuruh anak buahnya."


Jilin Tersenyum sinis,Jilin diam di tempatnya.


Para bawahan dengan jumlah enam orang langsung maju dengan membawa pedang mereka masing masing.


Saat sudah dekat Jilin mengumpulkan kekuatanya di tanganya dan mengarahkannya ke arah enam orang yang akan menyerang nya.


Sontak enam orang yang terkena serangan Jilin Langsung terbang beberapa meter,enam orang itu memuntahkan darah segarnya dan terbangun tertatih tatih.


Seluruh orang yang sedang makan tersebut langung terkejut berdiri dan berlari ke pojokan berharap tak terkena serangan dari kedua orang yang sedang memaki itu.


Pria bangsawan itu terkejut Akibat dari serangan Jilin ada rasa takut,tapi ia tahan,ia tak ingin menanggung malu di hadapan orang banyak.


"Lumayan."kau ternyata cukup kuat juga,mati kita lihat siapa yang akan mati di tangan siapa?."


Jilin tersenyum sinis,"mari!!."

__ADS_1


__ADS_2