
Chen mengeluarkan elemen hijau yaitu tumbuhan ia mengeluarkan suiur sulur dari bawah tanah dan mengikat peria itu dan membanting pria itu,sampai pria itu terpental lumayan jauh,Chen melesat kedepan dan memberikan serangan kejutan lainya sampai terseret beberapa ratus meter.
Pria itu memang lumayan kuat,pria itu berdiri dengan tertatih tatih dan mulai menyerangnya dengan elemen api secara membabi buta,Chen mengaktifkan perisai nya dan mulai berfikir bagaimana cara mengeluarkan pria itu dengan satu kali serangan lagi,karena ia sedang menyamar tidak bisa mengeluarkan kekuatan aslinya.
Chen memasang kuda kuda dan langsung menyerang pria itu dengan kekuatan dua kali lipat dari sebelumnya dan pria itupun mulai tumbang dan kehilangan kesadarannya,karena tenaga yang di keluarkan dan serangan yang kuat membuat nya jatuh dan kehabisan tenaga,seketika pandangan peria itu kabur dan kehilangan kesadarannya.
Berikutnya adalah Jilin melawan pria tangguh dan sombong dari segi penampilannya pria itu memang kaya,dan sangat conggah,pria itu dan Jilin saling hadap hadapan,pria itu tersenyum menyebalkan dan langsung menyerang Jilin,Jilin melihat itu langsung mengubah posisi berdirinya dan pria itu menghantam angin.
"Lumayan juga kau nona, refleksi mu cukup cepat,aku anggap kamu beruntung karena bisa menghindar,apakah yang ini juga kau masih beruntung."oceh pria itu.
"Jilin hanya diam dan melihat pria itu dengan tatapan acuh tak acuh,ia tak peduli dengan kata kata yang di lontarkan pria itu.
''Teruslah bermimpi,dan lawan aku.''ucap Jilin,dengan nada dingin.
''Dasar sombong,kurang ajar,akan ku perlihatkan kekuatanku dasar ******!!!.''ucap pria itu.
Jilin tidak mengindahkan perkataan orang itu ia memilih diam dan menunggu serangan datang,pria arogan itu melemparkan kekuatan nya ke arah Jilin namun berhasil di tepis dengan mudah.
Pria itu terkejut untuk sesaat,lalu mulai melemparkan kekuatannya,lagi lagi berhasil di tepis oleh Jilin,pria itu geram ia mengeluarkan pedang dan melesat maju kedepan, jilin melihat pria itu dengan wajah datar,mengangkat tangannya dan menepis pedang itu dengan tangan nya,pedang berhasil di tepis tapi yang mengejutkan pedang itu patah menjadi dia bagian.
''Apa bagiamana bisa,pedang leluhurku bagaimana bisa patah.''ucap pria arogan itu.
__ADS_1
''Hm,aku tahu apa yang kau pikir kan,terkejut bukan.''ucap Jilin,sambil meledek.
Pria itu mengeluarkan hewan spiritual nya dan menyerang Jilin dengan habis Habisan.
Ular berkepala emas,tiba tiba ular itu membesar dan menjadi sangat besar,ular itu melihat Jilin dengan tatapan membunuh,Jilin melihat sekilas ular itu dan Jilin mengeluarkan kekuatan nya, melesat secepat kilat dan mengarah serangan di perut ular itu . bukan itu saja Jilin mengeluarkan kekuatan api nya dan mengarahkan ke arah bola mata ular itu, Alhasil ular itu mengerang kesakitan.
Jilin melihat ular itu dengan tatapan datar,mengeluarkan aura Qilin,seketika ular itu langsung pergi dan menghilang entah kemana.
Jilin menatap orang arogan itu,Jilin menghilang di tempatnya dan muncul di belakang pria arogan itu sambil memberikan pukulan yang sangat kasar,Jilin memukul punggung nya sampai terjungkal bukan itu saja ia memberikan pukulan telak di daerah perut dan lehernya sampai pria arogan itu memuntahkan banyak darah dan tidak sadarkan diri.
Semua penonton berteriak,dan patriak yang melihatnya sangat kagum dengan kekuatan yang Jilin miliki.
Jilin berjalan turun dari arena duduk di tempat semula dan menatap Chen dengan tatapan rumit.
''Kau tidak tau saja aku sangat pandai dalam strategi.''batin Jilin.
Babak final ini adalah semi final di mana para peserta akan habis habisan dalam pertarungan Demi memenangkan pertarungan ini.
Tidak ada batas waktu siapa yang kalah dengan cepat ia sudah pasti kalah.
Jilin melawan pria dan Chen melawan pria.
__ADS_1
Jilin pertama dalam pertarungan,jadi dia langsung turun ke arena berhadapan dengan pria,pria itu tidak merehkan lawannya ia hanya diam sambil mengamati kelemahannya.
Sedangkan Jilin diam dan matanya tetap fokus ke arah pria itu,karena tidak ada pergerakan Jilin memancing pria itu agar cepat menyerang,pria itu langsung menyerang Jilin.
Pria itu berlari kedepan mengeluarkan pedang nya dan menebas arah dada Jilin,Jilin melihat itu langsung menggeser tubuhnya.
Pria itu membelah angin,Jilin ada di belakang pria itu dan memberikan serangan kejutan,ia langsung menghindar dengan cepat,pria itu menyalurkan Qi nya kedalam pedang itu dan membaca mantra lalu mengarahkan nya ke arah Jilin,cukup sekali kibasan serangan itu berbalik ke arah pria itu.
Pria itu langsung menghindar dengan cepat,ia mengamati Jilin dengan seksama dari segi penampilan wanita itu,ia merasa tidak ada sesuatu yang istimewa nya,tapi ia sadar ia tidak bisa membaca tingkat dari wanita itu.
Pria itu paham wanita di depannya adalah wanita tang tidak bisa di rehkan atau di anggap sepele,awalnya ia mungkin akan sangat mudah melawanya ternyata wanita di depannya sangat tangguh dan sangat kuat untuk mengalahkan wanita di depannya ia harus berfikir keras.
Jilin membaca ekspresi pria itu yang kebingungan cara mengalahkan ya,walaupun pria itu cukup kuat tapi tetap saja pria itu di bawah tingkatannya,karena pria itu tidak kunjung menyerang Jilin melesat kedepan dan menyerang nya dengan tangan kosong pria itu kaget dan terdorong beberapa meter.
''Tanpa kekuatan nya saja pukulan itu sangat sakit bahkan tanpa Qi,pelatihan macam apa yang wanita itu gunakan?.''pikir pria itu.
Tidak sampai disitu Jilin langsung menyerangnya lagi dengan kekuatan nya,dengan wajah datar Jilin melesat ke depan dan menghantam pria itu dengan kekuatannya,pria itu terjatuh dan memuntahkan seteguk darah.
Tapi pria itu masih bisa bergerak,pria itu bangun dan mengelap mulutnya,pria itu mengeluarkan mantra,bola bola besar berwarna merah muncul dari atas kepalanya,ia langsung mengarahkannya ke arah Jilin,bola bola besar melesat ke arah Jilin dengan tanpa ekspresi Jilin tidak memindahkan tubuhnya ia hanya diam sambil melihat ke arah bola bola itu,saat bola bola sudah mulai dekat Jilin menghibaskan tangannya dan bola itu berbalik ke arah pria itu lagi kali ini pria itu langsung menghindar melayang di udara.
Jilin menutup matanya mengeluarkan kekuatan apinya,api yang di hasil kan Jilin luar biasa panasnya walaupun bola bola api itu lebih kecil tapi panas nya melebihi bola api besar pria itu.
__ADS_1
Jilin mengarahkan nya ke arah pria itu,pria itu mengeluarkan aray pelindung nya,tapi aray pelindung itu tidak bisa menahan bola api itu,aray pria itu hancur dan bola bola api itu meledak tubuh pria itu terhempas,dan pria itu pingsan.
Jilin menatap pria itu dan langsung duduk kembali di tempatnya.