
Jilin dan Chen pergi ke sekte kegelapan,dengan perasaan jengkel dan marah bercampur aduk menjadi satu,hati nya terasa terbakar,sorot matanya menjadi lebih tajam dengan tatapan ke depan aura kematian seketika keluar,membuat semua orang yang di lewatinya terasa di tarik secara paksa.
Di depan gerbang Jilin menghancurkan gerbang dengan kekuatannya,pohon pohon di dekatnya seketika tumbang,Jilin mengedarkan arah pandangnya dan berjalan lurus kedepan,tangannya tidak berhenti menghancurkan bangunan di depannya.
Chen hanya melihat Jilin dengan tatapan kagum
kekuatan yang luar biasa membuatnya sedikit terpesona,orang orang mulai keluar merasa terancam dengan kedatangan Jilin dan Chen.
Semua orang keluar dan berkumpul tepat di hadapan Jilin,entah ada berapa ratus orang yang berdiri tepat di depan Jilin dan Chen.
''Hei!!!,kenapa kalian mengacau di tempat ini!!?,"ucap salah satu tetua.
''aku hanya ingin menghancurkan sekte ini,karena sekte ini tidak pantas berdiri disini.''ucap Chen.
''Apa hakmu,dasar bocah kurang ajar,"ucap tetua itu lagi.
''Aku tidak punya hak apa apa tetua,kami hanya minta hak asasi manusia?.''ucao Jilin.
''Apa itu asasi?.''ucap Chen.
membuat semua orang bingung apa yang di ucapkan Jilin barusan.
''Kalian merenggut kebebasan setiap orang,kalian ambil wanita wanita muda untuk kalian jadikan pelayan,tak tau kah kalian orang tua mereka yang melahirkan mereka dengan susah payah,memberi makan sampai dewasa,merawat anak anak mereka tapi kenapa kalian tega mengambilnya secara paksa,jika itu terjadi kepada anak kalian,bagaimana perasaan kalian.''Terang Jilin marah.
''Kami tidak peduli dengan orang orang itu?.''ucap tetua itu lagi.
''Tidak peduli ya?,aku juga tidak peduli dengan kalian,Jilin melirik Chen dan Chen mengangguk tanda ia mengerti.
Jilin mengeluarkan kekuatanya dan mengarahkannya ke arah bangunan kokoh di depannya,seketika bangunan itu roboh,dan hancur lebur,ternyata tidak sampai di situ saja ,Jilin terbang dan melayang di udara sambil menutup mata dan merentangkan kan kedua tangannya,lalu menutup mata,mulut nya bergerak gerak sedang merapalkan mantra,matanya berubah menjadi warna biru terang,setelah merapalkan mantra Jilin mengarahkannya ke setiap sudut bangunan,tidak butuh waktu lama Jilin sudah menghancurkan bangunan itu.
__ADS_1
Setelah selesai Jilin turun dan menatap orang orang yang sedang menatap dirinya dengan tatapan marah.
''Kenapa kau menghancurkan bangunan ini,bangunan ini sudah berdiri sebelum kau lahir dan kini kau menghancurkannya begitu saja.''ucap para patriak dan tetua marah.
''Apakah aku peduli..''ucap Jilin sambil mengangkat alisnya.''
Di saat Jilin dan yang lainya sedang berdebat,ada chen yang sedang mengevakuasi para pelayan muda,yang di tahan di penjara bawah tanah.
''Cepat kalian keluar dari sini,dan bawa teman teman kalian,''ucap Chen.
Chen sibuk mengeluarkan para pelayan yang di tahan di bawah tanah,setelah selesai di bawah tanah Chen memeriksa bangunan bangun yang masih kokoh,barang kali mereka masih tersisa disana.
Setelah memakan waktu lama,Chen membawa mereka ke tempat yang lebih aman.
Setelah para pelayan di amankan dan di bebaskan Chen menghampiri Jilin yang sedang sibuk berdebat,Chen melihat para petua itu yang sangat marah karena tempat yang sudah lama ia naungi dan tinggali hancur lebur berantakan tanpa ada satupun bangunannya yang kokoh.
''Kalian memang pantas mendapatkan balasan ini,lihatlah setimpal bulan dengan hasil kerja kerasmu pak tuah.''ucap Chen tersenyum sinis.
''Benarkah kamu yang harus mati atau kalian yang akan mati?.''ucap Chen.
Petua itu maju dan menyerang Chen,bola bola api di layangkan ke arah Chen,dengan tenang Chen menghancurkan bola bola api itu dengan kekuatanya.
Tidak adanya satu tapi para tetua lainya ikut membantu temanya itu,untuk bisa mengalahkan Chen.
''Apakah kalian lemah,sampai harus mengeroyoku,kalian takut mati ya?.''ucap Chen meremehkan.
''Para tetua itu bersatu dan melawan Chen,serangan demi serangan yang di arahkan ke arah Chen,tanpa henti,para petua itu mulai merapalkan mantra dan timbulah gulungan hitam di tangannya,gulungan hitam itu lama lama menjadi besar,para petua itu melemparkannya ke arah Chen,tapi Chen masih h bisa menghindari serangan serangan para petua itu.
''Huh,cuma segitu kekuatan kalian,padahal kalian lebih banyak,tapi aku belum bisa di kalahkan,''ucap Chen memprovokasi.
__ADS_1
Para Petua itu tambah geram dengan ke arogannya Chen,yang selalu meremehkan mereka,para petua itu meningkatkan kekuatan mereka lagi,dan menyerang Chen secara bersamaan.
Chen tersenyum sinis,karena berhasil membuat para petua itu marah,Chen tidak ingin menyerang,Chen hanya menghindari serangan serangan dari para petua,para petua itu pun semakin marah karena Chen terus menghindar tanpa menyerang kembali.
''Apakah kau hanya berbesar mulut saja,apakah kamu tidak memiliki kemampuan,selain menghindar ucap salah satu petua'',sambil menggertakan giginya.
''Oh kalian ingin aku menyerang baiklah,kalo itu mau kalian aku akan menyerang kalian tanpa sungkan.''ucap Chen
Chen mulai serius,Chen merapalkan mantra dan keluar bola bola api dari tangannya berwarna hitam pekat,dan di lemparkanya ke arah para petua itu.
para Petua hanya memandang remeh bola bola kecil itu,para petua hanya tersenyum sinis,tapi bola bola kecil itu terbang di udara dan mulai mengarah ke arah para petua dengan sangat cepat membuat para petua itu terkejut dan duar.
Para Petua itu terjatuh karena serangan milik Chen,para petua shok kekuatannya sangat besar bahkan lebih besar dari kekuatanya.
''Hahahaha,itulah jika kalian terlalu meremehkan orang lain,kalian memang kuat tapi ingat lah masih banyak orang kuat dari pada kalian,lihatlah sekeliling kalian sekarang,tempat yang kalian bangun,tempat kalian yang kalian banggakan kini hancur tanpa tersisa,kalian mungkin ingin tau alasan kami menghancurkan bangunan kalian yang selalu kalian banggakan,kalian sombongkan itu,aku hanya melakukan tugas sebagai seorang pahlawan untuk rakyat biasa,cobalah sekali lagi kalian angkuhkan kekuatan kalian,akan ku rebut nyawa kalian saat itu juga.
Para Petua itu hanya bisa terdiam,ingin melawan tapi efek dari serangan membuat tubuh mereka melepas seperti manusia biasa,tanpa kekuatan.
Di sisi lain Jilin melihat patriak di depannya dengan ke adaan murka,Jilin mengeluarkan kekuatanya dan mengarahkanya ke arah para petua di depannya
Dhuaarrrr
para patriak mulai terjungkal,dan memuntahkan darah dari mulutnya,tidak sampai disitu Jilin mengeluarkan mantra dan sekali lagi serangan ia arahkan ke arah patriak yang sedang kesakitan.
''Uhuk uhuk uhuk,tolong jangan bunuh kami?tolong kasihani kami,kami sudah tidak memiliki tempat untuk berteduh,murid murid kami semuanya terluka dan mati.
''Apakah ketika orang tua dari wanita wanita kalian culik,meminta tolong untuk melepaskan mereka,kalian memberikannya dengan kasihan,bahkan kalian melukai orang tuanya,merobohkan tempat tinggalnya,dan membawa putri putri mereka untuk kalian jadikan budak di sini,di mana letak belas kasih kalian terhadap mereka,aku putri Xia Jilin Lian tidak akan pernah memaafkan orang orang jahat dan serakah seperti kalian,kalian pantas mendapatkan apa yang sekarang kalian dapatkan,ini adalah hasil jerit payah kalian selama ini.
Jilin menutup mata dan mengeluarkan mantra seketika bangunan bangunan yang tersisa roboh dan tenggelam kedalam tanah,tidak sampai disitu Jilin menghempaskan para patriak jahat itu jauh beberapa meter,para patriak itu mulai terluka dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Jilin menatap para patriak yang sudah tidak berdaya dan pergi dari tempat itu,bersama dengan Chen.