Petualangan Xia Jilin Lian

Petualangan Xia Jilin Lian
MEMBURU IBLIS 1


__ADS_3

Sesampainya di tepi hutan banyak sekali pohon pohon besar yang rindang,semuanya menatap sekitar sekeliling yang padat akan rumput yang panjang di tambah duri duri tanaman yang berserakan di sepanjang jalan membuat terlihat sangat menyeramkan.


Jilin melihat sekeliling dengan mata yang menyipit ia beranggapan bahwa hutan ini sangat sunyi dan mencekam di tambah di hutan ini minim akan sinar matahari membuat semuanya semakin menyeramkan.


''Hutan ini sangat menyeramkan aura yang di pancarkan juga penuh dengan aura membunuh."ucap Jilin sambil melihat sekitarnya.


"Hn,ucapan pria itu memang benar siluman itu akan segera datang dan menerobos ke wilayah ini lalu selanjutnya akan memilih lantakan apa yang di lihat nya."ucap Sheng yu


"Sebaiknya kita cepat masuk,entah binatang apa yang menghuni tempat ini."ucap jingmi.


Semua orang mulai memasuki wilayah hutan rimba itu dan mulai mencari jalan karena di depan nya hanya ada rumput yang sudah memanjang sangat sulit untuk mencari jalan.


Hutan itu sekilas memang sangat mirip dengan hutan pada umunya hanya saja hutan ini sangat gelap dan minim cahaya,semakin dalam memasuki hutan itu semakin gelap kedalamnya.


''Aneh hutan ini sangat gelap aura nya dan sangat sulit,untuk melihat karena tidak ada cahaya yang bisa menembus hutan ini."


''Kalian semua waspada lah jangan lengah kita tidak tahu hewan apa yang akan menyerang kita nanti."ucap chen.


''Huh,hutan ini sangat lembab dan juga dingin aku yakin perjalanan kita akan panjang di hutan ini.''ucap si kembar.


Jilin dan teman temannya berjalan masuk kedalam hutan Jilin tidak pernah lepas melihat sekeliling.


Sudah cukup lama mereka berjalan dan melihat lihat hutan itu,akan tetapi tidak ada satupun hewan yang mereka temukan,ulat pun tidak ada,hutan ini seperti tidak ada penghuninya.


sudah hampir malam dan mereka harus mencari tempat untuk beristirahat karena sebentar lagi malam akan tiba.


"Kita akan beristirahat disini saja sebentar lagi akan malam,tapi apakah ini sudah malam atau tidak kita tidak tahu karena hutan ini sama saja siang maupun malam gelap sekali.''ucap Jilin.


''Hn,baiklah kita bermalam disini,besok kita lanjutkan perjalanannya.''ucap chen.


Mereka membagi kelompok untuk membuat tempat teduh,mencari kayu bakar dan juga mencari air.


''Hah selesai juga.''ucap Xi wang.


''Ah aku lelah,aku ingin tidur sebentar.''ucap jun.


Jilin melihat teman temannya yang sudah kelelahan itu,dia hanya bisa menggeleng geleng kepala sambil tersenyum tipis.


''Baiklah kalian istirahat lah biar aku dan chen yang akan berjaga malam ini,mungkin kita tidak menemukan hewan satupun tapi kita tidak tau ketika kita tidur kan.''ucap Jilin.

__ADS_1


''Tidak!!!,kau tidurlah biar aku yang berjaga? .''ucap chen sambil melihat Jilin.


''Tidak apa apa kita berjaga berdua saja,biarkan yang lain beristirahat,perjalanan kita masih panjang butuh tenaga untuk mencapai tujuan.''ucap Jilin dengan tenang.


''Baiklah terserah kau saja.'' ucapan chen malas.


Semua teman teman Jilin mulai terlelap satu demi satu demi satu,hanya menyisakan mereka berdua yang meratap langit.


''Putri Jilin!.''


''Hm...''


''Menurutmu berapa lama kita akan di hutan ini.''ucap chen.


''Entah lah.''ucap Jilin sambil melihat teman temannya yang sedang tidur.


''Sampai kapan kau akan di sini.''ucap chen.


''Sampai urusanku selesai.''ucapan Jilin.


''Seberapa banyak urusan mu itu putri Jilin?.''ucap chen.


''Kau sangat peduli dengan orang orang di sekitarmu?.''ucapan chen sambil melihat wajah Jilin.


Chen terkejut melihat wajah Jilin yang sangat sempurna di matanya,bulu mata panjang dan penting,hidung mancung kecil,bibir tipis merah ceri yang menggoda,sampai chen tidak sadar dati tadi jilin terus memanggil namanya.


''Chen,apakah kau baik baik saja.''


chen tersadar dan langsung mengontrol jantung nya yang entah kenapa berdegup kencang sangat cepat.


''iyah putri Jilin.''ucap chen sambil memalingkan wajahnya.


''Kau kenapa.''


''Tidak apa apa putri Jilin hanya sedikit kaget.'' ucapan chen sambil mengatur napas nya.


''Jika kau lelah,bergabung lah dengan mereka biar aku yang berjaga.''ucapan Jilin khawatir.


''Kau meremehkan ku putri jilin.''sambil menatap wajah Jilin.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Putri Jilin dan yang lainya mulai melanjutkan perjalan untuk mencari hewan iblis itu,sambil bersenda gurau,tertawa,saling mengejek dan saling menyalahkan itulah cara mereka agar tidak merasakan lelah.


''Jun dulu kau sangat dekil hingga membuat ku jijik ucap jingmi sambil tersenyum sinis.


''Benarkah kau jijik,bukan kah kau yang pertama yang Menjadi teman ku jingmi.''


''Hah hah hah mungkin dulu aku terlalu kasian melihat mu seorang diri tidaka da teman yang mau berteman dengan mu.''ucap jingmi.


''Bukankah kau juga sama.''ucapan jun kesal.


Jilin dan teman temannya tertawa melihat mereka berdua beradu mulut sangat lucu,saling menyalahkan,sampai meraka berhenti melangkah,mereka merasa ada sesuatu yang tidak beres di tempat mereka berjalan.


''Mundur.''ucap chen.


Semuanya langsung mundur dan bersiaga siapa tau akan ada serangan mendadak dari musuh.


Tiba tiba tanah bergetar dan bergerak membentuk gunung dan terus meninggi sampai dia melihat kelabang raksasa yang sangat besar dengan mata merah yang menyeramkan.


''Bukankah itu kelabang,waw sangat besar sekali.''ucap Jun.


''Semuanya mundurlah biar aku dan chen yang membereskan kelabang mutan ini.''ucapan Jilin dengan mengeluarkan pedang andalan ya.


Chen dan Jilin mulai menyerang kelabang mutan itu bersama sama,kelabang itu mengeluarkan suara yang sangat nyaring dan keras,membuat siapa yang mendengarkan ya akan berdengung.


Chen mengeluarkan pedang nya dan mengarahkanya ke punggung kelabang itu tapi hasilnya nihil,punggung kelabang itu rupanya sangat keras dan tidak mempan dengan kekuatan yang chen berikan.


''Chen kau harus mengalihkan perhatian kelabang itu biar aku yang akan menusuk bagian bawah kelabang itu,titik kelemahan nya di perutnya.''ucapan Jilin.


''Baiklah.''ucapan chen.


Chen memasukan pedang nya dan mulai mengalihkan kelabang itu,chen terbang dari pohon ke pohon lain supaya Jilin bisa menusuk kelabang itu dengan mudah.


Setelah perhatian kelabang itu teralihkan Jilin dengan cepat berlari dan menghampiri kelabang itu dan langsung mengayun kan pedang ke arah perut kelabang mutan itu.


DHUAR


Seketika kelabang itu meledak dan hancur,cairan berwarna hijau dan bau nya yang sangat busuk membuat semua orang ingin memuntahkan isi perut mereka.

__ADS_1


__ADS_2