Petualangan Xia Jilin Lian

Petualangan Xia Jilin Lian
Penyerangan sekte merah 1


__ADS_3

Para penonton dan para patriak sudah menunggu saat saat ini,para peserta yang tersisa sangat lah kuat,para patriak berharap akan ada seseorang yang di carinya tapi untuk saat ini orang yang mereka cari belum juga di temukan.


''Apakah kau yakin orang itu akan datang dan bertarung disini.''


''Hn,lihat pria dan wanita itu,sangat mencurigakan aku yakin wanita dan pria itu bukan orang sembarangan,melihat dari cara mereka bertarung sangat terlatih dan juga sangat lugas.''ucap patriak itu.


''Benarkah aku tidak melihat sesuatu yang istimewa,banyak para kultivator kultivator hebat di daratan ini,mereka bukan satu satunya.''ucap patriak satu lagi.


''Jika orang yang kita cari tidak ada bagaimana?.''ucap salah satu patriak


''Kita harus mendapatkan orang itu?.''ucap patriak lagi.


Jilin yang merasa di perhatikan mencari sumbernya,saat Jilin mengedarkan pandangannya para patriak itu sedang memperhatikan nya,bukan dia saja tapi Chen juga,Jilin melihat para patriak itu dengan tatapan dingin,dan langsung memalingkan muka.


''Para patriak sedang memperhatikan kita?.''bisik Jilin.


''Aku sudah tau!,''ucap Chen sambil melirik ke arah para patriak itu.


Karena peserta terakhir tidak bisa mengikuti pertarungan babak akhir para patriak meminta keduanya untuk turun arena dan bertarung.


Jilin dan Chen turun dari arena,Jilin dan Chen saling hadap hadapan,tetapi Chen melihat ke arah Jilin dan berkata'',aku menyerah?.''ucap Chen,membuat semua orang yang mendengarnya kaget.


Apakah kau serius dengan perkataan mu ini?.''ucap patriak.


''Hn,aku benar benar menyerah,aku tetap menang bukan jika aku menyerah sekarang setidak nya berada di urutan kedua tidak terlalu buruk bukan?.''tanya Chen lagi.


Baiklah karena salah satu peserta mengatakan menyerah maka pertarungan ini di menangkan oleh nona Jilin.


Jilin menatap Chen dengan tatapan datar,padahal ia benar benar ingin bertarung dengannya,tapi ia masih berfikir masih ada hari hari lainnya untuk bertarung dengannya.


Pertarungan ini dimenangkan oleh Jilin,semua orang berteriak,dan banyak juga yang kecewa karena tidak bisa menyaksikan mereka bertarung.


Para patriak turun dari kursinya berjalan dengan sangat tegak,banyak orang yang mengagumi para patriak itu karena kehebatannya,dan aura pemimpin yang paling depan sangat terasa,Jilin yakin pria yang berjalan paling depan itu adalah ketua sekte itu.

__ADS_1


Dengan tatapan datar Jilin melihat pria itu,dan Chen tersenyum sinis melihat para patriak yang sangat di segani oleh bawahannya itu.


''Aku akan memoles orang ini nanti?,''batin chen.


''Kau yang bernama Jilin,dari mana asalmu?''ucap patriak itu.


''Hn,benar!.''ucap Jilin singkat.


''Dan ini Chen,apakah kalian kekasih atau saudara,kalian sangat hebat khususnya kau gadis melihat cara bertarung mu sangat ahli dalam bidang persilatan,siapakah guru hebat yang menjadikan seseorang menjadi lebih hebat dari gurunya ibarat kata pisau yang tumpul ia asah untuk menjadi sesuatu yang berbahaya jika di sentuh.''ucap patriak itu panjang lebar.


''Terima kasih pujian nya patriak,pertama tama,kami ini bukan kekasih melain kan kakak seperguruan ku,dan kami adalah pengembara patriak,kebetulan kami hanya lewat melihat pengumuman itu,kami sangat tertarik dan ikut serta,dan soal guruku aku tidak bisa memberi tahumu,maaf jika kami lancang karena itu sangat tertutup.''ucap Jilin,tegas,dan lugas dalam menjelaskannya.


''Hahaah,tidak apa apa,saya sangat mengerti guru hebat memang tidak bisa sembarangan untuk di beri tahukan.''ucap patriak lagi.


''Jadi apa hadiah yang akan kalian berikan kepada kami,patriak?.''ucap Chen.


''Yang pertama tama kalian akan kami angkat menjadi murid kami,di sekte merah ini,yang kedua kalian akan mendapatkan uang yang sangat banyak,yang ketiga kalian akan mendapatkan senjata yang luar biasa hebatnya?seperti kalian?.''ucap patriak itu.


Chen dan Jilin berada di ruangan yang sama,mereka berdua meneruskan rencana apa yang akan dilakukan selanjutnya.


''Menurutmu apakah kita harus melakukan secepatnya Jilin.''Tanya Chen.


''Aku pesen kir juga begitu,semakin cepat semakin baik,jika kita disini terlalu lama orang orang akan mengetahui gerak gerik kita.''jelas Jilin.


''Hm,apa rencana kita selanjutnya.''tanya Chen lagi.


''Kita harus secepatnya bertindak,kita bagi tugas Chen.''ucap Jilin.


''Baiklah kita bagi dua tugas aja.''ucap Chen.


''Aku setuju untuk itu,tapi ingat jangan mengacau aku akan cari tau senjata apa aja yang mereka punya dan aku juga ahrus tau dalang di balik ini semua.''ucap Jilin.


Jilin dan chen setiap harinya mengerjakan tugas mereka mencari orang orang yang terlibat dan senjata apa saja yang mereka pakai,walaupun sedikit sulit,karena mereka juga berstatus sebagai murid mereka.

__ADS_1


Dua Minggu kemusian Jilin dan Chen sudah,lumayan lama menjadi murid sekte merah,dengan waktu yang lumayan lama Jilin dan Chen berhasil mengumpulkan data data orang yang mereka cari dan Jilin sudah tahu bahwa orang di belakang nya adalah seorang iblis yang para patriak anut,pantas saja banyak orang orang hilang dengan tiba tiba,ternyata mereka di korbankan untuk pemimpin mereka.


Karena sudah lumayan lama Jilin dan Chen merencanakan penyerangan, penyerangan harus segera di lakukan sebelum banyak korban berjatuhan untuk di korbankan,di satu sisi Jilin juga sudah muak dengan sekte merah.


Mengambil jalan yang salah untuk mempercepat tujuan tanpa memikirkan konsekuensi yang akan mereka tanggung.


''Nanti malam saja bagaimana,seperti nya aku harus melibatkan orang orang ku,''terang Jilin.


''Baiklah kita akan mereka nanti malam,kita berdua sepertinya cukup.''ucap Chen.


''Tentu saja tidak pemimpin mereka adalah iblis,sangat kuat untuk dikalahkan,mereka bukan manusia,akan sulit membaca gerakan dan sulit untuk di bunuh karena mereka akan hidup kembali.''terang Jilin.


''Berarti kita harus membunuh pemimpinnya untuk mengalahkan mereka semua,itu titik terlemah ya bukan.'''ucap Chen.


''Hn,kau benar.''ucap Jilin.


Waktu yang di tunggu tunggu tiba Jilin dan Chen melakukan sesuai rencana,Jilin dan Chen menyamar wajah mereka di tutupi agar tidak ketahuan,Jilin mengeluarkan kekuatanya bola bola api ia arah kan ke arah bangunan bangunan yang terbuat dari kayu,api itu dengan cepat merambat ke seluruh rumah rumah.


Jilin juga menghancurkannya lewat dalam,akar akar yang keluar dari tanah merusak tembok tembok dan bangunan bangunan yang kokoh,orang orang mulai berhamburan keluar,mereka mencari orang yang menyerang mereka.


Para patriak mulai keluar mereka menyerang Jilin dan Chen secara bersamaan,Jilin dan Chen melakukan penyerangan balik,kekuatan patriak dan kekuatan Jilin dan Chen saling bertabrakan ledakan dari kekuatan yang bersatu membuat suara suara ledakan yang lumayan besar.


Para patriak menyatukan kekuatan mereka dan di arahkan ke arah Chen dan Jilin,Jilin dan Chen menyatukan kekuatan mereka api dan air mulai bersatu dan di arah ke arah Patriak.patriak yang merasa akan kalah telak, langsung membuat aray pelindung terkuat agar tidak terkena serangan lawan mereka.


Patriak itu merasakan kekuatan lawannya memang sangat lumayan besar,tapi para patriak tidak bis melihat kedua orang itu siapa,sepertinya orang ini sudah hapal betul dengan tempat ini,ia merasa bahwa orang ini muridnya tapi tidak pernah tau siapa murid yang memiliki kekuatan yang di atas rata rata para muridnya,pencapaian kekuatan ini butuh bertahun tahun di dapat tapi kedua orang ini bisa mendapatkan tingkatan di atas para patriak memang orang yang sangat jenius.


Para patriak tidak ingin kalah telak ia mengeluarkan jurus terlarang nya yaitu jurus shuriken cakram bayangan,jurus yang sangat bahaya dan mematikan,jurus ini sangat berbahaya untuk si penggunaannya.


Jurus ini di arahkan ke arah Chen dan Jilin Jilin dan Chen mengumpulkan kekuatan mereka,memfokuskan diri mereka untuk membuka jurus gelombang penghancur.


Jilin merapalkan jurus gelombang penghancur dan Chen membuat aray pelindung agar kekuatan mereka tidak mengenai mereka berdua,kedua jurus bertemu dan menciptakan suara yang sangat keras dan nyaring tanah terbelah belah,bangunan sudah hancur lebur,asap tebal menyelimuti mereka.


Setelah melihat keadaan Jilin dan Chen selamat sedikit goresan dan para patriak terluka walaupun nyawa mereka tetap selamat.

__ADS_1


__ADS_2