Petualangan Xia Jilin Lian

Petualangan Xia Jilin Lian
Diskusi 2


__ADS_3

Karena sebagian pria adalah musuhnya ia terbunuh gara gara pria yang tidak bertanggung jawab,memilih mati demi rahasianya,dan membuat pengorbanan orang lain sia sia,ingatan itu tiba tiba terlintas,Jilin mengernyitkan dahinya kepalanya sangat pusing ia diam dan hanya berbaring,mengatur nafas,tiba tiba ia merasakan suara nafas yang lembut datang dari pinggir kasur ia menoleh,dan terperanjat ternyata laki laki yang sedang ia pikirkan ada di sebelah nya.dejak kapan?Jilin bertanya tanya,ia tidak merasakan pergerakan orang.


''Sedang apa kau disini?.''tanya Jilin heran.


''Ayo kita diskusi!.''ucap Chen sambil tersenyum menggoda.


''Kau tidak pernah belajar ya,apalagi memasuki paviliun wanita tanpa mengetuk itu tidak di perbolehkan'',ucap Jilin kesal.


''Aku belajar banyak hal tapi untuk ini aku tidak perlu belajar kita pernah satu kamar,jadi untuk apa aku mengetuk pintu.''ucap Chen sambil tersenyum.


''Cepat apa yang harus kita diskusikan.''ucap Jilin sambil menahan emosinya.


''Kapan kita akan membuat anak.''Goda Chen sambil tersenyum miring.

__ADS_1


''Apa!!!,Chen kau sudah gila ya,ka_,sebelum melanjutkan kata katanya Chen menutup mulut Jilin sambil mengerucutkan bibirnya.


"Aku hanya bercanda,"sambil tertawa terbahak bahak.


Jilin menatap Chen datar ia jalan ke kursi dan duduk,ia merasakan hawa panas menyelimuti tubuhnya,ia ingin marah,tapi aneh nya pergerakan nya menolak untuk membuat pria di depannya jera ia mengaduk teh nya dan langsung meminum semua teh itu sekaligus.


Chen mengekor di belakang nya dan duduk di sebelah Jilin ia mengeluarkan peta,Chen Kemabli ke mood awal,ia langsung membuka peta itu,ia menjelaskan peta di depannya.


"Hutan apa namanya"tanya Jilin penasaran,ia sangat amat penasaran dengan hutan ini ia merasa bahwa hutan ini ada hubungannya dengan orang orang sekte merah,jika benar sekte merah ada di hutan ini sudah di pastikan mereka bukanlah lawan yang sebanding.


"Aku juga tidak tahu,tidak semua orang tahu,bahkan kultivator yang hidupnya abadi belum tentu tahu tempat ini,tempat ini sangat tersembunyi,aku curiga patriak ada disini.''jelas Chen.


''Patriak merah?,disini?,hm,akhir akhir ini kita selalu bersama membuat otak ku tidak bisa berfikir dengan jernih.''ucap Jilin.

__ADS_1


Chen mengangkat alisnya,''Maksudmu?,oh kalo begitu jangan terlalu dekat mulai sekarang?,ucap Chen sambil bermuka datar.


''Eh,bukanya kau yang selalu datang tiba tiba,kenapa kau selalu bertingkah seperti korban!.ucap Jilin sambil memegang keningnya.


''Jadi bagaimana,apakah kita harus ke tempat ini untuk mencari informasi,atau kita diam kan saja sampai waktu nya tiba.''ucap Chen.


''Kita berlatih lebih keras saja,kita tidak tahu menahu tentang hutan ini,jika kita kesana sekarang aku rasa itu hanya akan membuat kita mati sia sia.''ucap Jilin.


''Sekarang kita harus meningkatkan lagi latihan kita,mengingat yang akan kita hadapi adalah sosok iblis,kita harus selalu waspada,kita harus cari senjata untuk membunuh iblis itu,huh,lelah sekali memikirkan nya.''ucap Jilin sambil cemberut.


''Jangan di pikiran kalo begitu?,ucap Chen santai.


''Jilin menatap laki laki di depannya dengan wajah datar,,Jilin mengeluarkan kekuatan nya untuk menghilangkan laki laki di depannya,''Daah'',ucap Jilin sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2