
Jilin sudah ada di istana nya semenjak kakek Tao meninggal,Jilin dan Fei sedang menyesap teh yang masih hangat,Fei dan Jilin berbincang bincang tentang masa depanya ke sekte.
''Jadi kita akan pergi secepatnya,dan bagiamana dengan balas dendam kepada selir itu Jilin?.''
''Akan kulakukan segera,barang bukti sudah aku ada di tangan ku tinggal menunggu waktu yang tepat untuk membocorkanya,ucap Jilin tersenyum misterius bak iblis keluardari neraka.''
''Oh iya aku dengar akan ada pesta di istana.''
''Benarkah,bagus kita akan membongkar semua kebusukan selir dan anaknya itu di depan semua orang yang hadir ucap jilin.''
''Hn,aku ikut saja.''ucap Fei.
''Kita kepasar membeli beberapa baju.''
''Baiklah.''
Sesampainya di pasar Jilin berjalan jalan sesekali membeli manisan dan hiasan rambut,dan cadar.
Setelah beberapa jam Fei dan jilin mencari makan, mencari kedai terdekat,setelah menemukan kedai terdekat Jilin masuk danenempati lantai satu yang sudah penuh,Jilin berjalan ke lantai dua dan masih ada satu yang kosong,Jilin berjalan ke meja yang kosong dan memesan makanan nya,setelah menunggu lama, akhirnya makanan Jilin dan Fei sudah datang dan tersusun di meja.''
''Silahkan dinikmati nona?'',ucap pelayan.
''Hn,terima kasih.'' ucap bersamaan.
Jilin dan Fei makan dengan kidmat,tak ada obrolan Seperti biasanya,Setelah makan mereka memulai obrolan.
''Hm Fei apakah kau menyukai Sheng yu?.''ucap Jilin.
''A...aaku tidak,biasa saja,aku dan Sheng yu itu hanya teman i..ya te..man'',ucap Fei tergagap.
''Hm,tak usah sembunyikan dariku aku tau,kau menyukai Sheng yu,tak apa aku merestui hubungan kalian kelak kalian akan bersatu,''ucap Jilin dengan tersenyum.
''Huh,akubmemang tidak bisa berbohong di depanmu,tapi ya Memang me..nyukainya tapi
aku malu mengatakanya.'',ucap Fei senyum malu malu.
''Heh,malu mengakuinya konon,kau sendiri kan baru mengakuinya.''ucso Jilin mengejek.
''Ah sudahlah Jilin,oh iya bagaimana ya keberadaan tuan muda Chen,setelah pertandingan itu dia bilang seperti di telan bumi,ucap Fei.''
__ADS_1
''Hah,ntahlah yang aku tau dia baik baik saja,sebenarnya dia sudah berada di benua tengah,seperti ya Chen sedang berguru di sana,aku akan pergi kesana Chen,ntahlah aku mungkin akan bertemu dengan mu secepatnya,aku memiliki perasaan berbeda saat bertemu dengan mu,saat menatap matamu,saat berdebat dengan mu,desiran aneh di dalam tubuhku saat berdekatan dengan mu,perasaan apa ini,jujur aku tak pernah memiliki kekasih,sungguh ironis dirimu Jilin,sambil tersenyum kecut.
''Hei kenapa kau melamun?'',Jilinksu baik baik saja kan?,kenapa kau tiba tiba melamun.
''Oh tak apa apa,Fei aku sedang memikirkan cara apa yang cocok untuk menyiksa selir agung!.''ucap Jilin tersenyum.
''Baiklah,aku tak tau kenapa kau akhir akhir ini selalu melamun apakah ada sesuatu yang membuat mu seperti ini,jika iya cobalah untuk berbagi nya dengan ku,katanya kau menganggap ku kakak,jika begitu kau harus membagi masalahmu denganku,ucap Fei kesal.
Jilin hanya tersenyum dengan kepedulian Fei kakak singkat nya itu.
''Sudahlah ayo kita pulang hari sudah sore kita juga sudah membeli beberapa set pakaian'',ucap Jilin.
''Tuan!!!,ucap jilin sedikit berteriak.
''Iya nona ada yang saya bantu?'',ucap pelayan itu sedikit terburu buru.
''Ah tidak,aku hanya ingin bayar,jadi semuanya berapa?,ucap Jilin.
''satu koin emas.''
''Hn,ini ambilah.!''ucsp jilin seraya memberika. dua koin emas.
''Nona,ini..ni terlalu banyak?,ucap pelayan itu.
''Terima kasih nona.''
...----------------...
Jilin dan Fai melanjutkan perjalanan pulang
di tengah tengah perjalanan sekelompok pembunuh bayaran tuba yiba menghadang dan mengerubungi keduanya dengan membentuk lingkaran.
''Hahahah inikah nona sampah itu, bersama pelayan tak bergunanya.''ucso ketua bayaran.
''Kenapa bos memerintahkan kita semua untuk membunuh mereka berdua yang tak berguna itu,jika mereka aku pun sudah cukup
ini harus di kerahkan begitu banyak pasukan yang harus ikut,''dasar si bos itu.
Jilin dan Fei hanya menatap mereka malas
__ADS_1
''Fei sepertinya ini ulah induk ular itu,sepertinya dia berambisi sekali ingin membunuhku.''ucap Jilin.
''Hn,kau benar Jilin,tapi kita di untungkan disini,tempat jauh dari krumunan warga,kita bisa dengan tenang menghabisi nya tanpa khawatir ada orang di sekitar.''ucao Fei membenarkan.
''Hahah kenapa,nona manis kenapa kau diam saja,paksh kau takut hahahah.''
''Kau tenang saja aku akan menikmati tubuh kalian dulu sebelum kami bunuh hahahha.''ucap salah satu bandit dengan luka codetan di wajahnya.
''Jilin dan Fei hanya menatap mereka datar,sebaiknya kita selesaikan dengan cepat saja,aku sedang malas,''ucap jilin.
''Hn,baiklah.''
Salah satu bandit itu maju kedepan dan ingin menyentuh cadar jilin,tapi sebelum Samapi dsn mensrik cadar jilin,tangan itu sudah lepas dari tubuh pria itu,Jilin menatap pria itu dingin
''Berani sekali kalian ingin menyentuh ku,jangan ksn tangan ku yang kalian sentuh baju ku saja kau tak akan bisa menggapainya.''ucap Jilin dingin.
''Semua para bandit itu terkejut bukan main,yang katanya tidak bisa apa apa,kini mereka melihat jilin memotong tangan temanya dengan begitu mudah.''
''Hah,itu hanya kebetulan saja ayo kita serang ramai ramai saja,kita cincang tubuhnya menjadi kecil kecil,ucap salah satu pembunuh bayaran itu.
Jilin dan Fei sudah siap dengan pedangnys masing-masing,dan siap menebas apa saja.
Serang!!!
Semua para bandit maju dan menyerang Jilin dan Fei dengan membabi buta,Jilin dengan santainya membunuh mereka tanpa kesulitan sebaliknya mereka kesulitan menyeimbangi gerakan gesit jilin,banyak yang tidak bisa membaca gerakan Jilin,banyak para bandit yang lepas kepalanya akibat sentuhan pedang Jilin.
''Fri dengan senang hati memutuskan tangan tangan pembunuh bayaran itu,Fei sesekali memskia kekuatan dalamnya,Fei dengan dingin berkata.
''kau bilang aku tidak ada apa apanya,tapi kenapa kalian sangat mudah di bunuh,apakah kalian buta sampai Sampai tidak bisa melihat
kehebatan kita berdua.''
''Kau sudah membidik orang yang salah kini kau yang terkena bidikan balik,apa pesan terakhir mu'',ucap Fei tersenyum mengejek.
''Halo ketua dimana keberanian mu sat mengejek aku,katakan lah siapa yang menyuruh mu untuk m mbunuhku,seperti ya orang itu sangat berniat sekali sampai Samapi kau membawa pasukan begitu banyak.''
''Oh iya,kenapa kau diam saja cepatlah katakan siapa yang menyuruh mu sebelum kau ku bunuh.''ucap Jilin.
''Hahah tidak akan ku bocorkan siapa yang menyuruh ku membunuh mu,aku sangat setia pada pelanggan ku,aku lebih baik mati dari pada membocorkanya kepadamu cih,sambil meludah ucap ketua.
__ADS_1
Lanjut next episode
jangan lupa 💬👍💟.