
Sesosok pria berwajah tampan tampak tertidur pulas, Di sebalah nya ada wanita setengah baya yang sedang menangis sejak tadi.
''Eugghh.''
Kenzo melenguh pelan sambil menggerak kan tangan, Sontak saja gefari langsung menatap putra sulung nya ini.
''Kenzo! Ayo bangun nak.'' Ujar gefari senang bercampur sedih.
Mata kenzo mengerjap perlahan, Hingga ia bisa melihat sosok mommy nya. Ingatan nya kembali pada kecelakaan yang menimpa ia dan istrinya.
''Malika!''
Masih terbayang di mata kenzo, Ketika tubuh bagian bawah malika tercepit hingga membuat nya menjerit keras.
''Di mana malika mom ?'' Tanya kenzo.
''Ken, Jangan banyak gerak dulu nak.'' Ucap gefari mengelus kepala kenzo.
''Malika baik baik saja kan mom?'' Kenzo memastikan keadaan istrinya.
Gefari tidak bisa menjawab pertanyaan putra nya, Karena sejak kecil kenzo tidak bisa di bohongi.
''Sudah berapa hari kenzo di sini mom?''
''Lima hari nak.'' Jawab gefari.
''Jadi malika sudah di kubur ?!'' Tanya kenzo membuat gefari terbelalak.
''Ken.''
''Malika! Kenapa kau meninggal kan aku secepat ini.'' Teriak kenzo.
''Ken tenang nak.'' Hibur gefari.
''Aku belum bisa membahagia kan dia mom, Aku belum bisa meyakin kan mommy tentang kebaikan nya.'' Jerit kenzo.
''Malika sudah tenang di surga sayang, Kau harus mengihklas kan dia.'' Rayu gefari.
''Tidak! Aku harus melihat kubur nya.'' Teriak kenzo menyingkap selimut.
Tapi kenzo menatap kaki nya yang tidak bisa untuk di langkah kan turun dari ranjang, Kaki nya terasa berat dan kebas.
''Mom! Kaki ku kenapa?!'' Panik kenzo.
''Itu, Hanya kesemutan sayang. Kenzo kan sudah lima hari hanya berbaring.'' Dusta gefari.
''Tidak! Mom kaki kenzo kenapaaa?!'' Teriak kenzo histeris.
Mendengar jeritan kenzo dari dalam ruangan, Jhon dan gara yang baru datang langsung menerobos masuk.
''Ada apa ini?!'' Panik jhon dan gara.
''Uncle! Kaki ken tidak bisa bergerak.'' Adu kenzo ketakutan.
''Ini hanya sementara ken! Nanti kita akan sering melakukan terapi untuk kaki mu.'' Ucap jhon mendekati keponakan nya.
''Terapi? Jadi aku lumpuh?!'' Tanya kenzo memastikan.
__ADS_1
''Ini hanya sementara sayang.'' Ujar gefari cepat.
''Iya ken! Nanti semua nya akan kembali normal.'' Sambung gara.
''Lumpuh! Aku tidak berguna sekarang mom!'' Teriak kenzo melempar tiang impus.
''Kenzo! Jangan takut nak. Mommy akan menemani mu.'' Rayu gefari.
''Tidak mom! Aku tidak berguna untuk kalian lagi. Tinggal kan saja aku!!'' Teriak kenzo semakin parah.
Gara menekan tombol untuk memanggil dokter, Tidak sampai lima menit dokter hasan sudah datang. Segara ia menyuntikan obat menenang.
''Putraku!''
Jatuh merosot gefari di lantai, Ia sudah menduga jika kenzo pasti akan mengamuk karena kelumpuhan nya.
Bagai mana tidak, Setelah kabar istrinya meninggal. Kini kenzo harus menerima kenyataan bahwa ia lumpuh.
''Kenapa anak ku malang sekali ?'' Rintih gefari menangis pilu.
''Kau jangan lemah gefari! Kau harus memberi semangat untuk kenzo.'' Sentak jhon kalap.
Sejujur nya jhon juga bingung harus bagai mana, Ia juga tidak tega melihat penderitaan keponakan nya.
''Berdiri, Jangan seperti orang tidak berguna!'' Ketus gara menarik tangan gefari.
''Aku memang tidak berguna! Karena aku tidak bisa melindungi putraku.'' Isak gefari.
''Bagai mana anak mu bisa kuat ge, Sedang kan kau saja lemah begini.'' Ujar gara.
Gefari hanya diam tidak menjawab ucapan gara, Ia masih tidak bisa membayang kan kesedihan putra nya.
Satu bulan kemudian.
Dinara menjalan kan mobil nya memasuki halaman mansion de lamozada, Susah payah ia melarikan diri dari rumah aganor.
''Mommy ada kah paman scot ?'' Tanya ara sopan.
''Ada nona.'' Jawab scot.
''Apa aku bisa menemui nya ?''
''Seperti nya tidak bisa nona, Nyonya gefari sedang sibuk.'' Ujar scot.
Dinara tambah merasa yakin dengan firasat nya, Ia sempat mendengar kabar jika kenzo kecelakaan. Namun benar atau tidak nya, Ia belum tahu pasti.
''Baik lah, Tolong ambil kan oleh oleh yang ada di bagasi ku untuk mommy.'' Pinta dinara menyerah kan kunci mobil.
Scot menerima nya tanpa curiga, Saat scot sudah kebagian bagasi. Dinara berlari memasuki mansion.
''Shiit!'' Umpat scot yang merasa tertipu.
Dinara berlari menyusuri mansion yang tampak sepi, Ruang keluarga juga hanya ada para maid yang menatap nya terkejut.
Hingga dinara naik kelantai tiga, Sampai lah ia di depan sebuah kamar milik kenzo. Ara tau ini kamar kenzo karena ia dulu sering bermain bersama jesslyn di mansion ini.
Ceklek.
__ADS_1
Pintu kamar terbuka lebar, Muncul lah wanita cantik meski sudah lanjut usia. Gurat lelah terlihat jelas di wajah nya.
''Dinara!''
Gefari cukup kaget karena tiba tiba saja dinara sudah berada di depan kamar kenzo, Ia sudah tidak bisa mengelak lagi tentang kecelakaan kenzo.
Karena tadi ara sempat melihat ken yang duduk di kursi roda di dalam kamar nya, Bahkan sekarang gadis ini menangis.
''Jadi itu semua benar mom ?'' Tanya ara gemetar.
''Kita bicara di lain tempat saja.'' Ajak gefari.
''Tidak! Ara ingin melihat kak ken mom.'' Tolak dinara.
''Ara! Tolong turuti mommy.'' Pinta gefari.
Melihat wajah serius gefari, Ara tidak berani membantah nya. Walau pun berat ia mengikuti langkah gefari menuju halaman belakang.
Di gazebo gefari mengajak ara duduk menikmati indah nya danau, Tapi gadis ini duduk dengan sangat gelisah.
''Tanda tangani ini ara.'' Pinta gefari memberikan map.
Dinara membuka map dan membaca nya, Alis nya berkerut karena marah dan juga bingung dengan surat cerai ini.
''Sampai mati pun ara tidak akan bercerai dari kak ken!'' Tegas dinara.
''Untuk apa? Untuk apa kau bertahan dengan pernikahan sepihak ini ara?'' Tanya gefari menatap menantu nya.
Bukan nya gefari tidak menyikai gadis ini, Sebenar nya ia sangat senang jika ara menjadi menantu nya. Tapi gefari merasa kasihan pada dinara, Karena kenzo sama sekali tidak mencintai nya.
''Karena ara bahagia mom!'' Jawab dinara enteng sambil tersenyum.
''Bahagia karena di pukuli oleh kenzo ? bahagia apa yang kau bicarakan dinara ?!'' Naik satu level nada bicara gefari.
''Bahagia itu ketika melihat orang yang kita cintai merasa bahagia mom, Tidak masalah walau pun aku harus menderita.'' Jawab dinara.
''Cinta dan bodoh itu hampir sama!'' Ketus gefari merasa kesal dengan kebodohan putri yarri.
''Aku akan tinggal di sini untuk merawat kak ken, Karena itu adalah kewajiban ku.'' Ujar ara tersenyum manis.
''Apa?!''
Gefari kaget karena ara akan merawat kenzo, Sudah pasti kenzo akan menolak karena malu.
''Kenapa mommy kaget begitu? Itu tanggung jawab ku sebagai istri mom.'' Ucap ara santai meminum wine milik gefari.
''Itu punya mommy ara!'' Rutuk gefari.
''Lupa mom, Ya sudah kalau begitu ara mau melihat kak ken dulu.'' Pamit dinara.
''Tunggu! Aku tidak mengizin kan mu menemui kenzo!'' Tegas gefari.
''Kenapa mom ?!'' Bingung dinara.
''Bawa dia pergi dari mansion ku scot.'' Perintah gefari.
''Mommy! Kenapa mom tega padaku?!'' Teriak dinara yang di tarik paksa oleh scot.
__ADS_1
Gefari diam mematung, Ia tidak ingin jika ara sampai menemui kenzo. Jika mereka bertemu, Sudah pasti akan ada perang dunia.
Di tambah gefari tidak mau jika dinara terus terusan di siksa oleh kenzo. Hingga ia harus tega untuk mengusir dinara dari hidup putra nya.